Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Arsip untuk Januari 21st, 2012

Kriteria Kelulusan Nilai UN 2012

Posted by gunawank pada Januari 21, 2012

Kriteria dan mekanisme kelulusan SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK tahun 2011/2012 diatur berdasarkan Peraturan BNSP Nomor: 0011/P/BSNP/XII/2011 tentang POS UN SMP/MTs/SMPLB/SMA/MA/SMALB/SMK 2011/2012

Kelulusan dari Satuan Pendidikan (Bab VI)

Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditentukan oleh satuan pendidikan berdasarkan rapat Dewan Guru dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

  1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  2. memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan;
  3. lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan
  4. lulus Ujian Nasional

Kelulusan Ujian Nasional (bab VII)

  1. Peserta didik dinyatakan lulus US/M SMP/MTs, SMPLB, SMA/MA, SMALB, dan SMK apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M.
  2. Nilai S/M sebagaimana dimaksud pada nomor 1 diperoleh dari:
  • gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1, 2, 3, 4, dan 5 untuk SMP/MTs dan SMPLB dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.
  • gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 3, 4, dan 5 untuk SMA/MA, dan SMALB dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.
  • gabungan antara nilai US/M dan nilai rata-rata rapor semester 1 sampai 5 untuk SMK dengan pembobotan 60% untuk nilai US/M dan 40% untuk nilai rata-rata rapor.
  1. Kelulusan peserta didik dari UN ditentukan berdasarkan NA.
  2. Nilai Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah:
  • gabungan antara nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan nilai Ujian Teori Kejuruan dengan pembobotan 70% untuk nilai Ujian Praktik Keahlian Kejuruan dan 30% untuk nilai Ujian Teori Keahlian Kejuruan;
  • kriteria Kelulusan Kompetensi Keahlian Kejuruan adalah minimum 6,0 ;
  1. NA sebagaimana dimaksud pada butir nomor 3 diperoleh dari gabungan Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dengan Nilai UN, dengan pembobotan 40% untuk Nilai S/M dari mata pelajaran yang diujinasionalkan dan 60% untuk Nilai UN.
  2. Pembulatan nilai gabungan nilai S/M dan nilai rapor dinyatakan dalam bentuk dua desimal, apabila desimal ketiga ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.
  3. Pembulatan nilai akhir dinyatakan dalam bentuk satu desimal, apabila desimal kedua ≥ 5 maka dibulatkan ke atas.
  4. Peserta didik dinyatakan lulus UN apabila nilai rata-rata dari semua NA sebagaimana dimaksud pada butir nomor 5 mencapai paling rendah 5,5 (lima koma lima) dan nilai setiap mata pelajaran paling rendah 4,0 (empat koma nol).
  5. Kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan ditetapkan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan guru berdasarkan kriteria kelulusan sebagaimana dimaksud pada VI.

Ditulis dalam Berita, Download, Info, Ujian nasional | Bertanda: , | 4 Komentar »

Otak Sambelpun Bisa Jadi Sarjana

Posted by gunawank pada Januari 21, 2012

Kisah hidupku ini sengaja aku ceriterakan di sini, tapi bukan untuk riya apalagi untuk membanggakan diri, melainkan benar-benar tahaduts bin ni’mah….barangkali bermanfaat dan dapat diambil manfaatnya, khususnya bagi murid-muridku (lebih khusus lagi buat murid-muridku, maaf...yang berasal dari keluarga yang kurang mampu).

Entah karena aku merupakan cucu pertama atau karena alasan lain, sejak kecil aku diasuh dan tinggal bersama kakek-nenekku. Saat itu, kakekku berprofesi sebagai aparat desa, sementara nenekku berjualan kain dan macam-macam pakaian jadi dengan menggendong dagangan berkeliling kampung setiap hari, bahkan tidak jarang sampai ke kampung tetangga. Kegiatan berdagang ini beliau lakukan sampai menjelang wafatnya (Allahummaghfir warhamhumma….Semoga Allah mengampuni dosa-dosa keduanya. Amin).

Karena kesibukannya berdagang pakaian, pagi-pagi buta setelah shalat Shubuh beliau langsung ke dapur menanak nasi. Oleh karena itu, setiap pagi aku terbiasa sarapan (makan) nasi sampai sekarang. Setelah itu, aku pergi ke sekolah dan tidak kemudian nenekkupun pergi berdagang berkeliling kampung. Dan akibat kebiasaan sarapan nasi setiap pagi, aku tidak terbiasa jajan di sekolah. Uang bekal sekolah sebesar Rp. 10 – Rp. 15 setiap hari masuk ke dalam tabunganku berupa palang bambu penahan dinding yang terbuat dari anyaman bambu pula (gedek). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Biografi, Hikmah, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Serba serbi | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya.