Nah lho, bingung…kan?!!! Silakan baca dulu sampai tuntas ceriteranya, insya Allah ga bakalan bingung lagi…….
Ini bukan dongeng lho, juga bukan ceritera dibuat-buat apalagi fiktif, tetapi benar-benar kisah nyata yang terjadi pada tahun 2009. Masih ingatkan apa yang telah terjadi di tahun 2009…? (Bingung lagi, khan..?).
Sebagaimana rekan-rekan ketahui pada akhir Maret 2009, media nasional baik cetak maupun elektronik ramai memberitakan bencana banjir yang melanda wilayah kabupaten Karawang. Belasan kecamatan, khususnya yang berada di bantaran sungai Citarum terendam banjir selama lebih kurang 10 hari akibat meluapnya sungai Citarum karena tidak dapat menampung debit air yang dikeluarkan bendungan Ir. Juanda, Jatiluhur.
Dalam suasana hiruk pikuk di tenda-tenda pengungsian karena kaum pria harus bolak-balik menyelamatkan barang-barang termasuk sepeda motor maupun kendaraan roda empat, sementara kaum wanitanya harus berebut jatah makan yang disediakan di posko karena sering tidak mencukupi jumlahnya, tiba-tiba digegerkan oleh berita yang diterima via sms; Baca entri selengkapnya »
Gempa dan tsunami dahsyat yang melanda Jepang pada tanggal 11 Maret 2011 pukul 14.45 waktu setempat meluluh lantakkan beberapa wilayah dan merenggut ribuan nyawa, menimbulkan rasa was-was dan cemas siapapun yang anggota keluarganya berada di Jepang, tak ketinggalan para pengagum artis-artis Jepang yang dengan penuh harap senantiasa mencari informasi tentang kondisi mereka.
Bagi mereka para pengagum artis asal negeri sakura, inilah daftar nama artis Jepang yang selamat dari amukan tsunami:
TEMPO Interaktif, Yogyakarta -Letusan gunung Merapi kali ini benar-benar luar biasa. Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Miner R Sukhyar letusan Merapi 2010 ini adalah yang terbesar dan terburuk.
“Terbesar setelah Galunggung 1982, penduduk Merapi tidak pernah merasakan letusan semacam ini dalam jangka waktu 100 tahun terakhir,” ujar Sukhyar di Yogyakarta, Jumat (5/11).
Letusan Gunung Merapi kian mengganas. Merapi mencatatkan rekornya dalam meluncurkan awan sejauh 15 kilometer dari Puncak Merapi menuju Cangkringan yang berjarak 15 kilometer dari Puncak Merapi.
Luncuran awan panas sejauh ini tercatat paling besar sejak letusan pertama pada 26 September lalu. Tidak hanya itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Sumber Daya Mineral, Surono mencatat jarak luncuran awan panas pada luncuran awan panas letusan Gunung Merapi terbesar yang pernah terjadi.
Pada hari ini, seluruh sekolah di Yogyakarta diliburkan, Bandar Udara Adi Sucipto ditutup, penerbangan dari dan menuju Yogyakarta dialihkan ke Solo dan Semarang.
Entah apa yang terjadi dengan negeri ini, belum juga reda aktifitas Gunung Merapi berikut bencananya, kini telah disusul dengan sederetan gunung api lain yang siap “muntah” dengan status waspada, siaga sampai awas.
Namun pertanyaan berbagai pihak tentang apakah ada kaitannya dengan aktifitas Gunung Merapi…? Menurut Dr Ir R Sukhyar, kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (KESDM) tidak ada kaitannya sama sekali.
“Setiap gunung api itu memiliki dapur masing-masing. Dapur magmanya itu tidak saling berhubungan satu sama lain. Jadi, Merapi punya sendiri, kemudian Papandayan punya sendiri, anak Krakatau punya sendiri, dan tidak punya hubungan. Jadi, kalau satu aktif, itu tidak berhubungan satu sama lain. Gunung-gunung api yang naik kegiatannya sekarang itu kan tahun lalu sebenarnya sudah meningkat aktivitasnya. Jadi, tidak berhubungan dengan Merapi sama sekali”, katanya sebagainama diberitakan Harian Republika (4/11/2010).
Kalaupun saat ini serentetan gunung api tersebut meningkat aktifitasnya, itu hanya karena kebetulan puncak aktifitasnya terjadi dalam kurun waktu yang hampir sama.
Namun pertanyaan yang terus menggelitik adalah mengapa harus kebetulan terjadi pada tahun ini, dimana selama empat tahun terakhir ini di negeri ini dilanda bencara bertubi-tubi: rentetan tsunami, rentetan gempa bumi, banjir dan sebagainya.
Inilah daftar gunung api yang saat ini meningkat aktifitasnya berikut status masing-masing:
A. Status Waspada (Level I):
Seulawah Agam (Aceh)
Sinabung (Sumatra Utara)
Talang (Sumatra Barat)
Kaba (Bengkulu)
Kerinci (Jambi)
Anak Krakatau (Lampung)
Papandayan (Jawa Barat)
Slamet (Jawa Tengah)
Bromo (Jawa Timur)
Semeru (Jawa Timur)
Batur (Bali)
Rinjani (NTB)
Sangenag Api (NTB)
Egon (NTT)
Rokatenda (NTT)
Soputan (Sulawesi Utara)
Lokon (Sulawesi Utara)
Gamalama (Maluku Utara)
Dukono (Maluku Utara)
B. Status Siaga (Level II) :
Karangetang (Sulawesi Utara)
Ibu (Maluku Utara)
C. Status Awas (Level III) :
Merapi (Jawa Tengah/DIY)
Sumber: KESDM; DAFTAR GUNUNG API DENGAN STATUS WASPADA
Letusan gunung apiadalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan- rekahan mendekati permukaan bumi.
Setiap gunung api memiliki karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang dihasilkannya. Akan tetapi apapun jenis produk tersebut kegiatan letusan gunung api tetap membawa bencana bagi kehidupan. Bahaya letusan gunung api memiliki resiko merusak dan mematikan.
Tsunami berasal dari bahasa Jepang. “tsu” berarti pelabuhan, “nami” berarti gelombang sehingga secara umum diartikan sebagai pasang laut yang besar di pelabuhan.
Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut.Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran.Kecepatan tsunami yang naik ke daratan (run-up) berkurang menjadi sekitar 25-100 Km/jam dan ketinggian air tsunami yang pernah tercatat terjadi di Indonesia adalah 36 meter yang terjadi pada saat letusan gunung api Krakatau tahun 1883.
Penyebab terjadinya Tsunami :
Gempa bumi yang diikuti dengan dislokasi/perpindahan masa tanah/batuan yang sangat besar dibawah air (laut/danau)
Tanah longsor didalam laut
Letusan gunung api dibawah laut atau gunung api pulau.
Letusan Gunung Merapi Selasa petang (26/10/2010) bukan saja meluluh lantakan pepohonan, membunuh hewan-hewan secara mengenaskan dan menyebabkan puluhan jiwa manusia melayang, tetapi juga menewaskan Mbah Marijan sang juru kunci Gunung Merapi.
Lelaki tua berusia 83 tahun yang menyandang nama Raden Ngabehi Surakso Hargo itu ditemukan tewas dalam posisi bersujud di dapur rumahnya. Jenazah Mbah Maridjan dikenali salah satunya dari baju batik dan kopiah yang dipakai.
Meskipun sejumlah pihak telah berusaha membujuknya, Mbah Maridjan tetap bersikukuh tidak mau mengungsi dan tetap tinggal di kediamannya yang berjarak sekitar enam kilometer dari puncak gunung teraktif di dunia itu.
Gunung merapi yang merupakan gunung api paling aktif di dunia ini, kemarin petang (26/10/2010) sekitar pukul 17.02 WIB kembali beraksi. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan diiringi keluarnya awan panas setinggi 1,5 meter yang mengarah ke Kaliadem, Kepuharjo. Letusan ini menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km.
Embusan awan panas dan abu vulkanik Gunung Merapi tak hanya menewaskan puluhan orang. Hewan dan tanaman milik warga Kampung Kinahrejo, Sleman, Yogyakarta, ditemukan mati, Rabu (27/10). Beberapa binatang besar seperti sapi dan lembu mampu bertahan. Itu pun dengan kondisinya mengenaskan.
Keberhasilan pemerintah Cile menyelamatkan dan mengevakuasi 33 orang penambang yang terjebak dalam terowongan penambangan di Copiapo, San Jose selama lebih dari dua bulan pada kedalaman 700 meter, seolah menghentakkan dunia, khususnya bagi Indonesia yang akhir-akhir ini dilanda bencana yang bertubi-tubi.
Drama operasi penyelamatan yang ditayangkan langsung lewat layar lebar, 50 km dari lokasi itu (Hebatnya lagi…operasi selama lebih dari dua bulan itu “ditongkrongi” terus oleh Presiden yang selalu membrikan konferensi pers setiap saat) yang rencananya ditargetkan selama 2 hari berhasil dilakukan lebih cepat yakni hanya dalam 22 jam dan 30 menit . Bahkan penambang ke-32 Ariel Ticona Yanez (29 tahun) terangkat hanya dalam hitungan menit.
Pemerintah Indonesia harus belajar banyak pada keberhasilan pemerintah Cile ini dalam penanggulangan bencana, terutama masalah lumur Lapindo yang sudah bertahun-tahun belum ada titik terang penyelesaiannya.
Penambang terakhir yang berhasil diangkat adalah Luis Urzua. Pria berusia 54 tahun itupun diangkat dengan kondisi selamat. Luis Urzua berhasil sampai ke permukaan sekitar pukul 08.00 WIB, Kamis (14/10) atau pukul 22.00 Rabu waktu setempat, sebagaimana diberitakan Metrotvnews.com (14/10/2010).
Luis Urzua adalah pemimpin para penambang di San Jose. Detik – detik menantikan Luis Urzua di atas perut bumi dengan kapusl phoenix sangat menegangkan sekaligus membahagiakan. Presiden Cile Sebastian Pinera sangat terharu saat menyambut penambang terakhir itu.