Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Arsip untuk ‘Hikmah’ Kategori

Tulul Amal: Suka Mengulur Waktu Untuk Beramal

Posted by gunawank pada Maret 28, 2012

Marilah dalam hidup ini – kita selalu berusaha – memelihara iman yang ada dalam dada kita. Memperkuat rasa taqwa kita kepada Allah SWT, – baik dalam keadaan lapang – maupun dalam kesempitan hidup, dengan cara meningkatkan taat kita kepada Allah Swt, serta memelihara amal kita dari amal-amal yang dapat merusak ketaatan kita kepada-Nya.

Salah satu sikap yang dapat mengakibatkan bermalas-malasan dalam melakukan taat kepada Allah Swt adalah tulul amal, yaitu suka menunda-nunda kebaikan, mengulur-ulur waktu untuk berbuat amal, terlalu banyak pertimbangan dalam beramal, dengan berbagai macam alasan: sibuk, belum sempat, masih muda, masih ini, masih itu dan lain sebagainya.

Seperti kata seseorang: Nanti kalau sudah dapat pekerjaan, saya akan banyak shadaqoh, rajin berjamaah, rajin menghadiri pengajian dan lain-lain. Tetapi setelah dapat pekerjaan….nanti kalau sudah menikah, setelah menikah …. nanti kalau punya anak, setelah punya anak …nanti kalau anak sudah besar, …nanti kalau sudah pensiun, nanti kalau sudah tua, dan seterusnya dan seterusnya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Islam, Renungan, Tasawuf | Bertanda: , , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Laknat Allah Bagi Pemberi dan Penerima Suap Serta Perantara Keduanya

Posted by gunawank pada Februari 12, 2012

لعن الله الراشي والمرتشي والرائش الذي يمشي بينهما

“Allah melaknat orang yang menyuap, orang yang menerima suap dan orang yang menjadi perantara keduanya” (HR. Al-Hakim)

Menyuap atau menyogok adalah pemberian apa saja (berupa uang atau yang lain) kepada penguasa, hakim atau pengurus suatu urusan agar memutuskan perkara atau menangguhkannya dengan cara yang bathil.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa para ulama telah mengatakan, ”Sesungguhnya pemberian hadiah kepada wali amri—orang yang diberikan tanggung jawab atas suatu urusan—untuk melakukan sesuatu yang tidak diperbolehkan, ini adalah haram, baik bagi yang memberikan maupun menerima hadiah itu, dan ini adalah suap yang dilarang Nabi saw.” [Majmu’ Fatawa juz XXXI hal 161]

Perbedaan antara suap dan hadiah sangatlah tipis. Berdasarkan definisi diatas, suap merupakan hadiah yang tercegah untuk diterima oleh pejabat yang berhak menghukumi sesuatu atau menguasai suatu urusan, karena akan menyebabkan timbulnya kasus penyelewengan kekuasaan.

Untuk lebih jelasnya bagaimana perbedaan antara hadiah dan suap, mari perhatiakan dua hadits berikut ini:

Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi SAW, beliau bersbda: “Saling memberi hadiahlah, maka kalian akan saling mencintai” (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)

Dari Abu Humaid al-Sa’idi, seorang sahabat Nabi SAW menuturkan: “Rasulullah SAW menugaskan kepada seorang pria dari Bani Asad bernama Ibnu al-Luthbiyah (begitu pula diceriterakan oleh Amr dan Ibnu Abi Amr) untuk mengumpulkan harta zakat. Sepulangnya dari tugas ia menghadap baginda Nabi SAW dan berkata, “Harta yang ini adalah hadiah untukmu, sedangkan harta yang itu hadiah untukku.” Mendengar laporan tersebut Rasulullah SAW bangkit menuju mimbar. Setelah memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah, beliau bersabda: “Apa yang terjadi pada seorang petugas yang telah kutugaskan ini, dengan enaknya ia mengatakan bahwa harta ini adalah hadiah untukmu dan harta yang lainnya adalah hadiah untukku. Tidakkah jika ia duduk santai di rumah ayahnya atau rumah ibunya, apakah hadiah itu akan tetap datang kepadanya atau tidak ? Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, salah seorang dari kalian tidak memperoleh sedikitpun dari hadiah (ketika menjadi pejabat), kecuali di hari kiamat nanti ia akan datang dengan memikulnya, di pundaknya terdapat unta atau sapi betina atau kambing yang mengeluarkan suara khasnya masing-masing.” Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya hingga putih ketiaknya terlihat oleh kami, seraya bersabda, “Ya Allah, aku telah menyampaikannya,. Ya Allah, aku telah menyampaikannya.” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad dan ad-Darimi. Teks riwayat Muslim).

Berdasarkan hadits pertama, memberi hadiah merupakan amal yang dianjurkan dalam Islam. Namun demikian, para ulama sepakat bahwa perintah tersebut tidak sampai pada hukum wajib, melainkan hanya sunnah saja. Hukum sunnah ini berlaku bagi kaum muslimin yang tidak memegang jabatan atau kekuasaan.

Sementara, bagi para pejabat seperti hakim, jaksa, polisi, pemimpin dalam segala tingkatan maupun pekerja yang ditugaskan mengurus suatu urusan  -sebagaimana hadits kedua di atas- bagi mereka tidak diperkenankan menerima hadiah, terlebih-lebih bagi mereka yang tidak pernah menerima hadiah sebelumnya.

Oleh karena itu, wahai saudaraku yang sedang memegang suatu jabatan, hindarilah untuk menerima pemberian dari masyarakat yang membutuhkan pelayananmu, apalagi memintanya.

Demikian pula bagi masyarakat yang membutuhkan tenaga dan jasa mereka jangan sekali-kali memberikan sesuatu kepada mereka, dengan alasan apapun, seperti agar prosesnya lebih cepat, agar mendapat prioritas dan sebagainya. Ingat, bahwa penerima maupun pemberi suap keduanya dilaknat oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Kedua-duanya adalah ahli neraka. Naudzu billahi min dzalik….!

 الراشى والمرتشى فى النار

“Pemberi dan penerima suap (keduanya) di dalam neraka.” (HR. Tabrani)

Wallahu A’lam….

Ditulis dalam Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Pemimpin, Tasawuf | Bertanda: , , , | 4 Komentar »

Bahaya Hubud Dunia; Terlalu Cinta Kepada Perkara Duniawi

Posted by gunawank pada Februari 10, 2012

Salah satu penyakit hati yang harus kita hindari dan buang jauh-jauh dari diri kita adalah  hubud dunya, cinta yang sangat terhadap urusan dunia, terlalu mengejar-ngejar perkara yang bersifat duniawi.

Dalam kehidupan sehari-hari, dalam dunia perdagangan misalnya, karena berharap mendapatkan keuntungan yang lebih besar sampai berani mengurangi timbangan, mengurangi takaran, berbohong tentang harga, jual beli barang illegal dan lain-lain, yang notabene termasuk perbuatan yang dilarang agama.

Demikian juga dalam bidang pekerjaan, demi meraih posisi, jabatan dan sejenisnya, tega memanipulasi laporan agar mendapat perhatian pimpinan, tega menfitnah atau mengorbankan rekan sejawat, sikut sana sikut sini, melalaikan ibadah, bahkan tidak jarang yang berani menjual keyakinan agamanya demi jabatan yang ingin diraihnya. Naudzubillah.

Dan banyak lagi contoh-contoh lain, yang hakekatnya hal itu dilakukan tiada lain semata-mata karena cintanya yang sangat kepada dunia, terlalu berlebihan mengejar urusan dunia. Baik dilakukan secara sadar atau kasat mata, maupun yang tidak disadari atau tidak kasat mata. Termasuk di dalamnya adalah apabila kita sedang shalat teringat kepada pekerjaan, ingat harta, keluarga atau apa saja di luar bacaan dan gerakan shalat, sudah termasuk hubbud dunia. Sabda Nabi SAW:

حُبِّبَ اِلىّ من دنياكم ثلاث الطيب والنساء وجُلِيت قُرَّ ةَُ عينى فى الصلوة

”Aku diberi rasa cinta kepada duniamu itu tiga perkara, yaitu senang kepada wangi-wangian, cinta kepada wanita dan ketika dijadikan padaku rasa sejuk mataku seolah-olah aku melihat Allah di dalam shalat”.

Sifat hubbud dunya tersebut sagat dicela oleh agama, karena merupakan pangkal dari segala sifat kejahatan yang mencelakakan bagi manusia. Firman Allah dalam Al-Qur’an:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

”Barang siapa menghendaki pahala akhirat niscaya Kami tambah pahala itu baginya, dan barang siapa menghendaki pahala dunya niscaya Kami beri pahala baginya, dan tidak ada bagian yang dia peroleh di akhirat”. (QS. Asy-Syura: 20)

Dan sabda Nabi SAW:

حب الدنيا رأسُ كلِ خَطِيئة

“Cinta kepada dunia merupakan pangkal dari segala kesalahan dan kejahatan”.

Dan sabdanya:

الدنيا سِجْنُ المؤمن وجنة الكافر

“Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir”.

Dan sabdanya :

مَن اَحب دنياه اَضَرَّ بآخرته ومن احب آخرتَه اضر بدنياه فأثِروا ما يَبْقَى على ما يفنى

“Barang siapa yang mencintai dunianya niscaya menjadi madlarat bagi akhiratnya, dan barang siapa mencintai akhiratnya niscaya menjadi madlarat bagi dunianya. Maka pilihlah oleh kamu sekalian akhirat yang kekal atas dunia yang fana”.

Bahkan para ulama ahli tashawuf mengatakan :

“Kebekuan iman timbul karena kerasnya hati
Kerasnya hati timbul karena kebekuan mata
Kebekuan mata timbul karena hubbud dunia”

Dengan kata lain akibat paling hebat dari hubbud dunia adalah matinya mata hati yang akan menimbulkan bekunya iman, sehingga akan sulit menerima kebenaran (haq). Naudzu billah tsuma naudzu billah.

Firma Allah dalam Al-Quran :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ * خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ *

”sesungguhnya orang-orang kafir, bagi mereka  sama saja kamu beri peringatan ataupun tidak kamu beri peringatan, tetap mereka tidak akan beriman. Allah telah menutup rapat hati, pendengaran dan pandangan mereka dengan suatu penutup. Bagi mereka itu adzab yang sangat besar” (QS. AlBaqarah : 6-7).

Ditulis dalam Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Kepribadian, Renungan, Tasawuf | Bertanda: , , , , | 1 Komentar »

Otak Sambelpun Bisa Jadi Sarjana

Posted by gunawank pada Januari 21, 2012

Kisah hidupku ini sengaja aku ceriterakan di sini, tapi bukan untuk riya apalagi untuk membanggakan diri, melainkan benar-benar tahaduts bin ni’mah….barangkali bermanfaat dan dapat diambil manfaatnya, khususnya bagi murid-muridku (lebih khusus lagi buat murid-muridku, maaf...yang berasal dari keluarga yang kurang mampu).

Entah karena aku merupakan cucu pertama atau karena alasan lain, sejak kecil aku diasuh dan tinggal bersama kakek-nenekku. Saat itu, kakekku berprofesi sebagai aparat desa, sementara nenekku berjualan kain dan macam-macam pakaian jadi dengan menggendong dagangan berkeliling kampung setiap hari, bahkan tidak jarang sampai ke kampung tetangga. Kegiatan berdagang ini beliau lakukan sampai menjelang wafatnya (Allahummaghfir warhamhumma….Semoga Allah mengampuni dosa-dosa keduanya. Amin).

Karena kesibukannya berdagang pakaian, pagi-pagi buta setelah shalat Shubuh beliau langsung ke dapur menanak nasi. Oleh karena itu, setiap pagi aku terbiasa sarapan (makan) nasi sampai sekarang. Setelah itu, aku pergi ke sekolah dan tidak kemudian nenekkupun pergi berdagang berkeliling kampung. Dan akibat kebiasaan sarapan nasi setiap pagi, aku tidak terbiasa jajan di sekolah. Uang bekal sekolah sebesar Rp. 10 – Rp. 15 setiap hari masuk ke dalam tabunganku berupa palang bambu penahan dinding yang terbuat dari anyaman bambu pula (gedek). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Biografi, Hikmah, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Serba serbi | Bertanda: , , , | 1 Komentar »

Sejarah Munculnya Thoriqoh

Posted by gunawank pada Januari 19, 2012

Thoriqoh adalah salah satu amaliyah keagamaan dalam Islam yang sebenarnya sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad SAW. Bahkan, perilaku kehidupan beliau sehari-hari adalah paktek kehidupan rohani yang dijadikan rujukan utama oleh para pengamal thoriqoh dari generasi ke generasi sampai kita sekarang.

Lihat saja, misalnya hadist yang meriwayatkan bahwa ketika Islam telah berkembang luas dan kaum Muslimin telah memperoleh kemakmuran, sahabat Umar bin Khatthab RA. berkunjung ke rumah Rosulullah SAW. Ketika dia telah masuk didalamnya, dia tertegun melihat isi rumah Beliau, yang ada hanyalah sebuah meja dan alasnya hanya sebuah jalinan daun kurma yang kasar, sementara yang tergantung di dinding hanyalah sebuah geriba (tempat air) yang biasa beliau gunakan untuk  berwudlu’. Keharuan muncul di hati Umar RA. yang kemudian tanpa disadari air matanya berlinang. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Islam, Sejarah, Serba serbi, Tasawuf | Bertanda: , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Cilaka 12

Posted by gunawank pada Desember 30, 2011

Cialaka dua belas adalah ungkapan yang sangat populer di lingkungan orang sunda (cilaka = celaka) yang biasanya diungkapkan oleh seseorang yang berada dalam kondisi bahya, merugi, salah, kurang/tidak baik dan sejenisnya. Sebagai contoh:

  • Cilaka 12 euy, lagi asik-asik nyontek eh ketahuan sama pak guru !
  • Waduh cilaka 12 ! PR tentang serba 11 saja belum dikerjakan, sudah datang lagi PR serba 12.
  • dan lain-lain….. (jangan banyak-banyak contohnya, nanti ulangan nilainya 100 semua).

Karena termasuk ungkapan yang turun temurun sejak zaman nenek moyang dan merekapun tidak pernah memberikan penjelasan, sehingga sulit dibuat defisi yang benar-benar tepat. Oleh karena itu sah-sah saja jika ada pendapat yang mencoba menjelaskan maknanya, seperti apa yang akan aku kupas dalam tulisan ini. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Ibadah, Iman, Islam, Kiamat, Muslim, Renungan, Serba serbi, Tasawuf, Tips | Bertanda: , , , , | 4 Komentar »

Syukur dan Tahun Baru

Posted by gunawank pada Desember 21, 2011

Pergantian tahun dari 2011 ke 2012 masih dua mingguan lagi. Namun hingar bingar suasana menyambut Tahun Baru 2012 sudah mulai terasa. Kamar-kamar hotel berbintang di kota-kota besar sudah ramai diboking, bahkan sudah beberapa hotel menutup pesananan karena seluruh kamarnya sudah habis terjual.

Demikian pula halnya dengan tempat-tempat wisata sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan membludaknya pengujung, bahkan para pengrajin dan penjual terompetpun sudah mulai menjajakan terompetnya. Karena di masyarakat kita sudah terbentuk imej bahwa tahun baru (masehi) identik dengan terompet.

Lalu, bagaimana seharusnya kita memaknai peristiwa pergantian tahun tersebut?

Berkaitan dengan usia, pergantian tahun mengakibatkan hitungan jumlah usia kita semakin bertambah, namun pada saat yang sama jatah usia kita sebenarnya menjadi semakin berkurang.

Jika kita memaknai datangnya tahun baru ini sebagai pertambahan usia, tentunya ungkapan rasa syukur atas nikmat panjang umur merupakan amal yang harus dilakukan, yaitu dengan menggunakan nikmat tersebut ke jalan yang di ridloi-Nya. Taat menjalankan semua perintah-Nya serta menjauhi semua larangan dan segala sesuatu yang dibenci oleh-Nya. Karena jika kita bersyukur atas nikmatnya, maka Allah pun akan menambah nikmat itu. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surat Ibrahim ayat 7:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah), tatkala tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka sesungguhnya azab–Ku sangat pedih.”

Bagi umat Islam, sebagai perwujudan rasa syukur dalam menyambut datangnya tahun baru ini bukan dengan cara berpesta pora, bersuka ria, hura-hura, meniup terompet sehingga memekakan telinga dan berpoya-poya, tetapi justru dijadikan ajang introspeksi diri, muhasabah dan membanyakkan istighfar, memohon ampunan dan keridlaan-Nya. Sebab umur yang panjang tidak menjamin kebaikan seseorang di hadapan Allah Swt. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw dalam haditsnya:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

Seseorang bertanya: Ya Rasulullah siapakah orang yang paling baik? Jawab beliau: Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya. Orang tersebut bertanya lagi: lalu siapakah orang yang paling buruk? Jawab beliau: Orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya”. (HR. Ahmad, Baihaqi dan Turmudi).

Wallahu a’lam

Ditulis dalam Artikel Islam, Fenomena, Hikmah, Opini, Opinion, Renungan, Serba serbi | Bertanda: , , , , | 6 Komentar »

Humor Gusdur: Kebijakan Baru Yang Menyengsarakan Anggota DPR

Posted by gunawank pada Desember 16, 2011

SUATU hari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di negara lain.

Kebijakan itu yakni, setiap orang yang berstatus wakil dinaikkan pangkatnya. Wakil presiden jadi presiden, wakil direktur menjadi direktur, wakil komandan menjadi komandan  wakil gubernur menjadi gubernur, wakil RT menjadi ketua RT dan seterusnya. Yang penting dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada posisi ganda, itu bisa diatur dalam pembagian tugasnya.

Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata mereka menolak. Betul-betul menolak keras. Bahkan, ditolak mentah-mentah dengan sangat keras.

Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan berubah status dari wakil rakyat menjadi rakyat.

(Dikutif dari : http://news.okezone.com/)

Ditulis dalam Akhlak, DPR, Guru bangsa, Gus Dur, Hikmah, Kisah, Politik, Potret, Renungan, Serba serbi, Tokoh, Wakil rakyat | Bertanda: , , , , | 12 Komentar »

Kepala Ikan Untuk Sang Nelayan

Posted by gunawank pada Desember 15, 2011

Seorang nelayan salih di Tunisia tinggal di sebuah gubuk yang sederhana dari tanah liat. Setiap hari ia melayarkan perahunya untuk menangkap ikan. Setiap hari, ia terbiasa menyerahkan seluruh hasil tangkapannya pada orang-orang miskin dan hanya menyisakan sepotong kepala ikan untuk ia rebus sebagai makan malamnya. Nelayan itu lalu berguru kepada syaikh besar sufi, Ibn Arabi. Seiring dengan berlalunya waktu, ia pun menjadi seorang syaikh seperti gurunya.

Suatu saat, salah seorang murid sang nelayan akan mengadakan perjalanan ke Spanyol. Nelayan itu memintanya untuk mengunjungi Syaikhul Akbar, Ibn Arabi. Nelayan itu berpesan agar dimintakan nasihat bagi dirinya. Ia merasakan kebuntuan dalam jiwanya. Pergilah murid itu ke kota kediaman Ibn Arabi. Kepada penduduk setempat, ia menanyakan tempat tinggal sang syaikh. Orang-orang menunjukkan kepadanya sebuah puri indah bagai istana yang berdiri di puncak suatu bukit. “Itulah rumah Syaikh,” ujar mereka. Murid itu amat terkejut. Ia berfikir betapa amat duniawinya Ibn Arabi dibandingkan dengan gurunya sendiri, yang tak lebih dari seorang nelayan sederhana. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Akhlak, Hikmah, Ikan, Kisah, KisahSufi, Serba serbi, Subhat, Tasawuf, Teladan | Bertanda: , , , , , | 4 Komentar »

Ilmu Kekebalan Tubuh Yang…..Paling Kebal !

Posted by gunawank pada Desember 11, 2011

Sebelum masuk kepada materi, baiknya kita samakan persepsi terlebih dahulu. Ilmu kekebalan tubuh yang dimaksud di sini adalah ilmu yang menyebabkan pemiliknya tidak mempan senajata, baik senjata tajam maupun senjata api, sebagaimana yang kita temukan pada kisah-kisah JAWARA tempo dulu seperti kisah Si Pitung, Si Jampang dan lain-lain.

Ilmu kekebalan yang saya miliki ini benar-benar aku peroleh dari orangtuaku sendiri dan sungguh akan aku berikan dengan cuma-cuma alias gratis tanpa dipungut biaya semilyarpun (kecuali kalau mau ngasih, ya pasti aku akan sangat berterima kasih) kepada sahabat-sahabat bloggerku, khususnya dan untuk semua pengunjung dan pembaca setia maupun tidak setia (maksudnya cuma selewat-selewat gitu, lho !). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Do'a, Hikmah, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Pelajaran, Renungan, Serba serbi | Bertanda: , , , | 12 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya.