Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Arsip untuk ‘Kisah Nyata’ Kategori

Serba-serbi Konfercab; “Mendorong Mobil ……… Pakai Sarung ?!”

Posted by gunawank pada Mei 9, 2012

Stop press……!!!

Sebelumnya, mohon maaf kepada rekan-rekan blogger atau para pengunjung nasional karena dalam beberapa tulisan aku lebih berceritera dalam skala lokal, Kabupaten Karawang Jawa barat. Tapi bukan berarti asshabiyah (melebihkan kedaerahan daripada nasionalisme), hanya kebetulan aku termasuk yang terlibat dalam kejadian-kejadian yang kuceriterakan di sini.

————————————————————————————————————-

Konferensi Cabang XIX Nahdlatul Ulama kabupaten Karawang baru saja usai. Hiruk pikuk yang mewarnai pesta lima tahunan warga Nahdliyyin kabupaten Karawang telah berakhir. Para panitia yang selama lebih kurang tiga bulan berjibaku tak kenal lelah ke sana ke mari, memeras pikiran dan tenaga demi suksesnya penyelenggaraan konfercab kali ini, kini sudah bisa beristirahat. Bayangkan…. tidak tanggung-tanggung panitia menganggarkan biaya sebesar lebih dari 250 juta rupiah untuk seluruh rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan-kegiatan pendukung (pra konferensi) sampai kegiatan utama konfersensi itu sendiri. Suatu anggaran yang hampir dikata mustahil untuk terealisir, mengingat selama ini anggaran konfercab tidak pernah mencapai angka 100 juta rupiah.

Dalam kumpul-kumpul pertama pasca konferensi kemarin (Selasa, 8/5/12), muncullah ceritera-ceritera pengalaman menarik dari masing-masing anggota panitia. Salah satunya yang aku alami bersama beberapa teman panitia sebagai berikut…………… Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Nahdlatul Ulama, NU, Serba serbi | Bertanda: , , | 2 Komentar »

Konferensi Cabang XIX NU Kabupaten Karawang

Posted by gunawank pada Mei 8, 2012

Hajatan lima tahunan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Karawang yang diselenggarakan pada Hari Sabtu-Minggu, 5-6 Mei 2012 di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah 3 Cilamaya Wetan Karawang baru saja selesai.

Selain menetapkan Laporan Pertanggungjawaban pengurus dan menetapkan pokok-pokok program kerja lima tahun ke depan, Konferensi Cabang XIX Nahdlatul Ulama Kaupaten Karawang kali ini menetapkan KH. Hasanuri Hidayatullah sebagai Rois Syuriyah dan H. Achmad Marzuki sebagai Ketua Tanfidziyah terpilih untuk masa khidmat tahun 2012-2017.

Keduanya terpilih secara aklamasi/satu putaran pemilihan setelah mengungguli kandidat-kandidat lainnya dalam perolehan suara. Gus Hasan (panggilan akrab KH. Hasanuri Hidayatullah) berhasil meraih 22 suara dari 31 suara Rois Syuriyah yang ada. Sementara H. Marzuki mengantongi 20 suara dari 31 suara Ketua Tanfidziyah yang ada.

Dibandingkan konferensi-konferensi sebelumnya, penyelenggaran konferensi kali ini dinilai mengalami kemajuan yang sangat signifikan yaitu dengan adanya kegiatan pra konferensi (yang selama ini tidak pernah dilakukan) berupa:

  1. Halaqah Ta’mirul Masajid dengan menghadirkan pembicara dari Lembaga Ta’mirul Masajid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta dan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Karawang pada tanggal 8 April 2012 bertempat di Aula Kantor PCNU Kabupaten Karawang.
  2. Bahtsul Masail Diniyah beberapa masalah keagamaan dan kemasyarakatan pada tanggal 14 April 2012 bertempat di Pondok Pesantren At-Tarbiyah Telagasari Karawang.
  3. Halaqah Pertanian dengan menhadirkan pembicara Prof. Dr.Ir.H. M. Maksum Machfoedz, M.Sc (Guru Besar UGM Yogyakarta) salah seorang Ketua PBNU Jakarta dan pembicara dari PT. Pupuk Kujang Cikampek Karawang pada tanggal 29 April 2012 brtempat di PT. Putra Kemuning Telukjambe Barat Karawang.
  4. Pasar Rakyat, Panggung Kreasi Seni, berbagai perlombaan untuk siswa dan santri, pelatihan jurnalistik dan bakti sosial sunatan masal di arena konferensi yang berlangsung pada tanggal 4-6 Mei 2012.

Selamat atas suksesnya penyelenggaraan konferensi. Selamat pula bagi kepengurusan yang baru. Semoga PCNU Karawang kedepan lebih baik lagi.

Ditulis dalam Berita, Hotline News, Info, Jam'iyah, Karawang, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Nahdlatul Ulama, NU, Organisasi, Ormas Islam, Pengurus, Serba serbi | Bertanda: , , , , | 2 Komentar »

Seminggu Sekolah…Langsung Jadi Guru

Posted by gunawank pada April 25, 2012

Gambar: Google search

Sebagaimana telah kuceriterakan dalam kisah “Anak Masjid” terdahulu, pendidikan agamaku melalui pendidikan informal di masjid, mulai dari belajar membaca Al-Quran, belajar menulis huruf Arab sampai belajar membaca kitab klasik berbahasa Arab (kitab kuning) pada tingkatan dasar seperti Matann Safinah, Matan Jurumiyah, Matan Bina dan Amtsilatut Tashrifiyah.

Di kampungku saat itu memang hanya ada tempat-tempat mengaji (pendidikan informal) di masjid, mushala atau di rumah-rumah ustadz dan berlangsung malam hari ba’da Maghrib sampai dengan Isya atau sore hari sehabis shalat Ashar sampai menjelang Maghrib.

Ada satu-satunya Sekolah Agama (sekarang MDA/DTA) itupun di kampung tetangga. Aku tidak mau sekolah di sana. Alasanya klasik (anak-anak sekali), takut karena imtihan/kenaikan kelasnya dilakukan malam hari, sebab untuk sampai ke kampung tersebut harus melewati area pekuburan (dasar si penakut !). Jadi hanya sekolah “dapang” (bahasa sunda: ngadapang = posisi tengkurap, tiarap) di masjid yang aku jalani.

Baru ketika aku kelas 4 SD yaitu setelah satu tahu kedatangan pak ustadz Makmun (salah seorang putra kampung yang telah mondok beberapa tahun di beberapa pesantren) dan mukim di kampungku, dirintislah pendirian Sekolah Agama yang pada awalnya dilaksanakan di masjid pula dengan cara “ngadapang” karena tidak menggunakan bangku maupun meja tulis dan untuk papan tulisnya cukup mengecat hitam dinding masjid.

Karena jumlah murid cukup banyak dengan berbagai tingkatan kemampuan, maka pada awal pembukaan sekolah ini murid-murid dikelompokkan ke dalam 3 kelas, yaitu kelas 0 untuk kelompok anak pemula yang baru belajar huruf, kelas 1 dan kelas 2. Aku dan kawan-kawan sepengajianku masuk di kelas 2.

Untuk kelancaran proses belajar mengajar, pak ustadz Makmun dibantu oleh seorang ustad dari kampung lain yang merupakan temannya ketika di pesantren, namanya pak ustadz Oyo (maaf aku sudah lupa nama lengkapnya dan sekarang beliau sudah meninggal, Allahumaghfirlahu warhamhu).

Dari hari ke hari sejak sekolah dinyatakan dibuka, murid terus bertambah dan pak ustadz makmunpun kelihatannya keteter karena harus mengajar dua kelas, kelas 0 dan kelas 2. Maka setelah seminggu berjalan beliaupun memintaku untuk membantunya mengajar kelas 0 dengan tetap mempunyai hak untuk mengikuti pelajaran di kelas 2. Ya jadi guru sekaligus menjadi murid, begitulah kira-kira statusku saat itu.

Ditulis dalam Aneh tapi nyata, Biografi, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Pendidikan, Sekolah, Serba serbi | Bertanda: , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Anak Masjid

Posted by gunawank pada April 15, 2012

Masih ceritera seputar masa kecilku, masa yang bagi semua orang pasti penuh dengan kenangan, penuh dengan kisah-kisah atau kejadian, pengalaman dan sejenisnya yang indah untuk dikenang.

Entah itu berupa kenangan yang baik dan menyenangkan maupun kenangan buruk yang penuh penderitaan atau menyedihkan sekalipun. Kesemuanya itu jika terjadi di masa-masa kecil selalu indah untuk dikenang, selalu menarik untuk dikisahkan dan tidak mengenal kata bosan untuk diceriterakan.

Saat itu, di era tahun tujuh puluhan ke sana (maksudnya tahun 1970), khususnya di kampung tempat kelahiranku, masjid merupakan salah satu atau mungkin satu-satunya tempat yang memiliki fungsi ganda atau bahkan multi guna. Disamping sebagai tempat ibadah/shalat (yang merupakan fungsi utama tentunya), masjid juga berfungsi sebagai tempat belajar/mengaji, belajar silat, bermain (di halamannya), berkumpul dan bersenda gurau, bahkan menjadi tempat tidur/menginap anak-anak yang mengaji.

Pendek kata, hampir seluruh aktivitas anak-anak terjadi dan berlangsung di masjid, selain makan dan sekolah atau permaian yang dilarang dilakukan di masjid. Begitulah potret masjid di kampungku saat itu.

Khusus tentang kebiasaan anak-anak tidur di masjid, aku punya kisah tersendiri dan inilah yang menjadi tema (gayanya kaya makalah seminar aja…!) ceritera kali ini.

Anak-anak ini tidak tidur di lantai masjid, karena waktu itu lantainya hanya terbuat dari pasangan batu bata merah tanpa diplester, bukan lantai keramik seperti sekarang. Mereka tidur di loieng masjid yang sebenarnya disediakan untuk tempat mengaji. Tetapi karena kegiatan mengaji dilakukan setelah shalat Isya, sementara kampung gelap gulita di malam hari karena belum ada penerangan listrik, anak-anakpun tidur di loteng itu, sekaligus biar tidak ketinggalan shalat subuh dan ngaji ba’da subuh.

Karena aku adalah anak (kesayangan nenek), selesai mengaji selalu dijemput oleh nenek dan menjelang adzan shubuh aku baru datang lagi (Sunda: ngurunyung) bersama kakekku. Dan karena setiap pagi selalu “ngurunyung” akupun mendapat julukan “Si Kurunyung” dari teman-teman.

Saking malunya mendapat julukan tersebut (karena konotasinya adalah sebuah ledekan, pelecehan) maka akupun mengajukan protes keras (tapi dengan cara demonstrasi seperti sekarang) meminta dizikan untuk tidur di masjid bersama teman-teman. Alhamdulillah, usulan dikabulkan dan sejak saat itupun aku berganti gelar dari si kurunyung menjadi “Anak Masjid”………..(Untuk sementara tamat dulu, yach…!).

Ditulis dalam Biografi, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Serba serbi, Tradisi | Bertanda: , , , , , | 1 Komentar »

April Kelabu Dalam Sejarah Muslim Spanyol

Posted by gunawank pada April 5, 2012

Sejak Panglima Thariq bin Ziyad berhasil membebaskan Spanyol pada abad ke-8 M, berangsur-angsur Spanyol tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Dan karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam.

Warga Spanyol bukan hanya beragama Islam, tapi mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata “tidak” untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu, berlangsung hampir enam abad lamanya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Akhlak, Artikel Islam, In memoriam, Kisah Nyata, Musibah, Muslim, Renungan, Sejarah, Serba serbi, Syuhada | Bertanda: , , , , , , | 8 Komentar »

Aku Bangga Jadi Orang Yang Beda

Posted by gunawank pada Maret 31, 2012

Alhamdulillah, aku patut bersyukur karena dilahirkan dalam keluarga petani kecil, di tengah-tengah masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidupnya hanya dari hasil pertanian padi sawah dengan pengelolaan yang masih tradisional. Di pagi kami harus sudah menggiring kerbau untuk membajak sawah. Menjelang tengah hari hingga sore, aku dan kawan-kawan bersama-sama menggembalakan hewan sahabat petani tersebut.

Kalau ingin makan dengan ikan, kami harus mencarinya di sawah atau di sungai, demikian pula dengan bahan sayuran. Sementara kalau ibu mau masak, aku harus berburu kayu bakar dengan mencari ranting-ranting kering di kebun orang lain yang memang tidak dilarang asalkan tidak merusak pohon. Kesemuanya itu membentuk karakter kepribadian jiwaku menjadi manusia yang kreatif, suka bekerja keras, mandiri dan sederhana. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Biografi, Kepribadian, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Serba serbi, Tradisi, Uncategorized | Bertanda: , , , , , , | 2 Komentar »

Cabut Gigi…..?!!! Nggak Sakit Kok !!!

Posted by gunawank pada Maret 15, 2012

Setelah mendapat penjelasan bahwa penyakitku cukup diatasi dengan mengangkat gigi yang bermasalah, dapat sobat-sobat bayangkan betapa senangnya aku mendengar pernyataan tersebut, bahkan seakan-akan 50% penyakitku mendadak sembuh. Oleh karena itu, ketika dokter menawariku apakah siap untuk dicabut, maka dengan penuh semangat spontan aku jawab: “siap, kalau dokter siap mencabutnya”. Na, lho….malah balik nantang, he…he…heee……..!

Walhasil, pada hari Sabtu tanggal Sepuluh bulan Maret tahun Dua Ribu Dua Belas (kaya surat perjanjian hutang-piutang saja) tepatnya jam 10.30 WIB aku direbahkan di bangku pesakitan pasien untuk tindakan pencabutan gigi.

Awalnya agak miris juga melihat alat-alat yang berjejer rapi di sekitarku, ada bor, tang, batang-batang logam berujung lancip seperti jarum tusuk dalam berbagai ukuran, jarum suntik dan lain-lain. Ditambah lagi pernyataan pak dokter setelah memeriksa kondisi gigi yang mau dicabut, “giginya sudah kuat lagi (maksudnya tidak goyang) pak, mungkin agak linu nanti saat dicabut.” Nah, lho ! tambah ngeper saja. Apalagi aku belum pernah dicabut gigi di rumah sakit.

Waktu kecil memang sering mencabut gigi kalau ada gigi mau tanggal, tapi tidak pernah dicabut oleh orang lain, termasuk oleh orangtua sendiri, tetapi selalu dilakukan sendiri dengan caraku sendiri agar tidak terasa sakit. Soalnya kalau oleh orangtuaku suka dicabut sekaligus dengan cara diikat benang kenur (senar) lalu benang ditarik dihentakkan, dan jprut….gigipun tercabut. Gigi memang langsung tercabut, tetapi rasa sakit dan ceceran darah bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama. (udah ah, jadi tambah merinding..).

Namun, ternyata dengan alat, bahan dan teknik yang semakin canggih proses pencabutan gigi tidak seserem yang dibayangkan, bahkan tidak terasa sakit sama sekali walaupun karena kondisi gigi yang tidak goyang dan posisinya yang terjepit gigi tetangganya, prosesnya berlangsung lebih dari satu jam, itupun setelah diakali dengan cara giginya dibelah dulu menggunakan bor, baru gigi bisa dicabut satu persatu dari belahan tersebut.

Oleh karena itu, bagi sobat-sobat yang mempunyai masalah gigi dan mengharuskan tindakan pencabutan gigi, jangan takut untuk mencabut giginya ke dokter. Dijamin tidak akan terasa sakit.

Ditulis dalam Berita, Buah bibir, Cara mengatasi masalah, Hot Topic, Hotline News, Info, Kesehatan, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Penyakit, Serba serbi, Tips, Topic Hot | Bertanda: , , , | 6 Komentar »

Gigi Busuk Bisa Timbulkan Rahang Keropos dan Kista Rahang

Posted by gunawank pada Maret 15, 2012

Hampir dua minggu setelah pulang dari rawat inap di rumah sakit, tepatnya hari Kamis, 1 Maret 2012 aku kontrol (yang kedua kalinya) ke rumah sakit. Kebetulan pak Dokter yang menangani penyakitku sejak awal sedang berhalangan masuk, sehingga ditangani oleh dokter lain. Setelah lukaku diperiksa, dibersihkan, diobati dan (tentunya) ditutup kasa verban, aku diminta untuk foto ronsen (di-Indonesiakan biar gampang nulisnya) dan akupun melaksanakan sebagaimana rekomendasi beliau.

Hari Senin, 5 Maret 2012 aku berkunjung kembali ke rumah sakit untuk memeriksa luka bekas abses itu sekaligus mengetahui hasil foto ronsennya. Setelah selesai prosesi pemeriksaan dan penanganan luka akupun diminta penjelasan tentang hasil foto ronsen tersebut. Dan ………je-le-gerrrr…….., bak suara petir di siang bolong kedengarannya penjelasan itu (untung suara petirnya lambat, ngak “jegerrr” gitu, sehingga aku bisa berusaha tenang menyimak kata demi kata penjelasannya). Apa pasal ?……, ya, menurut beliau pada rahang kanan bawahku terdapat kista (cyst). Dan beliau menyarankan agar aku segera melaksanakan tindakan operasi bedah mulut untuk mengangkat kista tersebut dengan rujukan ke rumah sakit Hasan Sadikin bandung atau RSCM Jakarta. Waduh……! Aku tidak segera menjawab tawaran rujukan beliau, karena aku harus berembuk dulu dengan segenap keluarga. Begitu jawabku.

Sepulang dari rumah sakit, selain menghubungi orangtua dan segenap kerabatku, akupun brosing untuk bertanya kepada mbah Google, apa sih kista rahang itu dan bagaimana konsekuensinya. Hasilnya…………., hiyyyyyy….ngeri banget ! Bahkan ada judul yang sebelum baca isinya sudah bikin meinding: “Rahang Rontok Akibat Gigi Busuk”. Namun, karena tulisan-tulisan yang aku baca penulisnya adalah para dokter gigi dan ahli bedah mulut, secara ilmiah aku percaya pada isi tulisan-tulisan tersebut. Dan, sesuai moto blogku, di bawah ini aku coba rangkum penjelasan-penjelasa mereka sebagai berikut:

……………………………………………………………………………………………………………………………..

Gigi berlubang (karies) walaupun mula-mulanya hanya lubang yang dangkal saja, kalau dibiarkan dan tidak segera ditangani dengan baik lama kelamaan akan semakin dalam. Kalau lubang sudah tembus ke akar gigi, kuman penyebab karies bisa mengakibatkan pembusukan.  Pada gigi yang busuk ini bisa terjadi reaksi radang (akut hingga kronis) di sekitar akar gigi. Bila sudah sampai tahap kronis, radang bisa memicu timbulnya kista pada rahang.

Menurut drg Devi (senyumsehat.wordpress.com), tapi juga sakit gigi yang infeksinya . Infeksi yang berasal dari abses gigi di daerah akar gigi, ataupun dari penyakit jaringan pendukung gigi dan juga dari daerah gusi yang menutupi gigi yang biasanya pada gigi geraham belakang yang miring, infeksinya bisa menyebar ke sum-sum tulang rahang. Infeksi pada tulang ini disebut Osteomyelitis. Inflamasi yang disebabkan bakteri pyogenik ini meliputi seluruh struktur yang membentuk tulang, mulai dari medulla, kortex dan periosteum dan semakin parah pada keadaan penderita dengan daya tahan tubuh rendah.

Selanjutnya menurut beliau, Infeksi yang jalan-jalan dari tempat lain ini masuk ke dalam tulang dan membentuk inflamasi supuratif (maaf mulai dari ini banyak kata-kata atau istilah yang mungkin membuat kita “lieur” alias pusing, tapi demi kebaikan bersama telan saja dulu) pada medulla tulang, karena tekanan nanah (pus) yang besar infeksi kemudian meluas ke tulang spongiosa menuju ke daerah korteks tulang. Akibatnya struktur tulang rahang yang harusnya kompak dan padat jadi ko-ro-pos atau bolong-bolong seperti sarang lebah dan mengeluarkan pus atau nanah yang bermuara di kulit seperti fistel….(terlihat seperti bisul), dan kalau dibiarkan akibatnya bisa fatal, rahang yg rapuh ini bisa patah (fraktur patologis)…blethak…(hi…..ngueri buangetttt…!).

Gejala awalnya seperti sakit gigi dan terjadi pembengkakan di sekitar pipi kemudian pembengkakan ini mereda selanjutnya penyakitnya bersifat kronis membentuk fistel (saluran nanah yang bermuara di bawah kulit) kadang tidak menimbulkan sakit yang bikin menderita tapi tahu2 pas di roghten foto rahangnya sudah growong2… banyak struktur tulang2 yang sudah mati.

……………………………………………………………………………………………………………………………..

Sudah ah, semakin merinding mendengar, eh…menulisnya. Singkat kata, janga pernah sepelekan sakit gigi atau gigi berlubang. Bila tidak, ya bisa seperti itu.

Syukur alhamdulillah, ketika aku lakukan foto ronsen ulang yang khusus memfoto gigi saja (namanya “Panoramik” atau apalah, yang jelas kir-kira begitu namanya), aku tidak harus mendapat tindakan operasi bedah mulut, karena kata pak dokter berdasarkan foto ronsen tersebut diduga belum sampai terbentuk kista, tapi hanya gambaran bekas abses saja, sehingga (insya Allah dan mudah-mudahan) cukup diatasi dengan cara mengangkat gigi yang bermasalahnya saja. Amin

Sumber:

- http://senyumsehat.wordpress.com/

- http://hildamerlina.blogspot.com/

- http://www.tanyapepsodent.com/

Ditulis dalam Berita, Info, Kesehatan, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Musibah, Pelajaran, Penyakit, Renungan, Serba serbi, Solusi, Tips | Bertanda: , , , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Pengalaman Sangat Berharga

Posted by gunawank pada Februari 25, 2012

Sebelumnya aku sampaikan permohonan beribu-ribu maaf kepada semua pengunjung, khususnya yang telah menorehkan komentar, saran, masukan maupun bentuk informasi berharga lainnya di blogku, wabil khususil khusus buat rekan-rekan setia blogger, karena hampir dua pekan, tepatnya sejak 13 Februari 2012, aku absen total tidak mengudara.

Sudah sejak awal Februari 2012 sebenarnya ada sedikit gangguan di daerah rongga mulutku, gusi sebelah kiri bawah terasa bengkak. Mulanya dikira sekedar sariawan alias kekurangan vitamin C. Seperti biasanya, maka aku tanggulangi dengan mengkonsumsi buah sumber vitamin C ditambah tablet vitamin C secara rutin.

Hasilnya, alhamdulillah bengkaknya hilang tetapi sakitnya masih tetap terasa. Usut punya usut ternyata ada salah satu gigi geraham kiri bawahku yang bermasalah….ada sedikit lubang. Kalo kata orang-orang mah… sakit gigi, gitu lho !

Aku sendiri ga sadar kalau aku sakit gigi, karena sejak kecil alhamdulillah belum pernah merasakan bagaimana rasanya sakit gigi ! Dan anehnya, kalau kata orang-orang, sakit gigi sangat bermusuhan alias anti minuman yang manis-manis, tapi sakit gigiku tidak terpengaruh walaupun aku minum kopi, teh manis atau susu.

Singkatnya ceritera, karena takut ketelanjuran aku berniat mencabut gigiku yang bermasalah tersebut. Tetapi karena masih sakit aku harus mengundur waktu hingga gusinya tidak sakit. Akupun dengan disiplin penuh minum obat anti biotik dan pereda sakit 3 kali sehari.

Pada hari Senin (13/2/2012), di daerah sendi rahang muncul bejolan yang berangsur-angsur hingga sore hari diikuti pembengkakan. Karena posisi bengkaknya hampir di bawah telinga, aku kira penyakit Gondong. Namun ketika aku datang ke toko obat herbal (Selasa, 14/2/2012), bukan gondong tetapi akibat gusi bengkak. Akupun membeli obat sesuai rekomendasi beliau. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita, Biografi, Kesehatan, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Musibah, Pelajaran, Serba serbi, Wabah | Bertanda: , , , , , , , | 6 Komentar »

Pupuh Kinanti Gubahanku; Sebuah Pengalaman

Posted by gunawank pada Januari 29, 2012

Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar, salah satu mata pelajaran pavoritku adalah kesenian, khususnya kesenian daerah Sunda. Mungkin karena aku dilahirkan di daerah Sunda dan leluhur dari kedua orangtuaku asli suku Sunda, sehingga hampir semua kesenian dan lagu-lagu Sunda khususnya yang klasik aku senagi, termasuk pupuh Sunda.

Sampai sekarang aku masih hapal, setidaknya nama-nama 17 macam pupuh dalam budaya Sunda yaitu (maaf kalau ada yang salah tolong dikoreksi, maklum sudah hampir 40 tahun) Dangdanggula, Sinom, Asmarandana, Kinanti, Durma, Pangkur, Mijil, Pucung, Maskumambang, Magatru, Wirangrong, Balakbak, Ladrang, Gambuh, Gurisa, Lambang dan Jurudemung yang untuk menghapalnya aku ringkas menjadi kalimat : DaSi AKi DurPaMiCung MasMaWira BaLaGam GuLaJur.

Suatu kenanagan yang sulit dilupakan adalah ketika di kelas 3 SD ada tugas membuat salah satu pupuh dari ketujuh belas macam pupuh di atas. Pilihanku waktu itu jatuh pada pupuh Kinanti, karena disamping pupuh ini yang pertama kali diajarkan oleh Bapak Guru juga paling aku kuasai aturan-aturan penyusunannya.

Sebagaimana diketahui bahawa pupuh merupakan dangding atau lagu dari Sastra lama alias tradisional yang terikat pada aturan-aturan tertentu yang terdiri dari jumlah padalisan (baris), guru wilangan atau jumlah engang (suku kata) pada setiap padalisan (baris), serta guru lagu atau suara huruf vokal: a-i-u-e-o pada akhir padalisan.

Untuk Pupuh Kinanti dalam satu pada (bait) terdiri dari 6 padalisan (baris) dengan komposisi atau rumus sebagai berikut:

  • Baris 1 : 8 engang dengan guru lagu “u” atau dengan rumus : 8-u
  • Baris 2 : 8 engang dengan guru lagu “i” atau dengan rumus :  8-i
  • Baris 3 : 8 engang dengan guru lagu “a” atau dengan rumus : 8-a
  • Baris 4 : 8 engang dengan guru lagu “i” atau dengan rumus :  8-i
  • Baris 5 : 8 engang dengan guru lagu “a” atau dengan rumus : 8-a
  • Baris 6 : 8 engang dengan guru lagu “i” atau dengan rumus :  8-i

Berdasarkan patokan di atas akupun mencoba membuat pupuh Kinanti. Inilah Pupuh Kinanti yang kubuat saat kelas 3 SD:

Entog, soang, oray kadut
Barisa ngojay di cai
Oray kadut mah ngaliang
kanyahoan budak leutik
tuluy ditimbug ku bata
bari lumpat ni ngabecir

Untuk mengecek kebenaran pupuh di atas apakah sudah sesuai dengan patokannya, inilah perinciannya:

En-tog-so-ang-o-ray-ka-dut ……… (8 suku kata dengan huruf vokal akhir “u” atau 8-u)
Ba-ri-sa-ngo-jay-di-ca-i ……………. (8 suku kata dengan huruf vokal akhir “i” atau 8-i)
O-ray-ka-dut-mah-nga-li-ang …… (8 suku kata dengan huruf vokal akhir “a” atau 8-a)
ka-nya-ho-an-bu-dak-leu-tik ……. (8 suku kata dengan huruf vokal akhir “i” atau 8-i)
tu-luy-di-tim-bug-ku-ba-ta ………. (8 suku kata dengan huruf vokal akhir “a” atau 8-a)
ba-ri-lum-pat-ni-nga-be-cir ……… (8 suku kata dengan huruf vokal akhir “i” atau 8-i)

Bagi yang ingin mendengarkan pupuh Sunda silakan download (Gratis) pada link di bawah ini:

Ditulis dalam Biografi, Download, Karawitan, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Lagu Sunda, Seni, Serba serbi, Siswa, Tembang Sunda, Tips | Bertanda: , , , , , , , | 2 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya.