Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Arsip untuk ‘Seniman’ Kategori

11 Mei; Lahirnya Komponis Legendaris, ISMAIL MARZUKI

Posted by gunawank pada Mei 10, 2012

Foto: tokohindonesia.com

Foto: tokohindonesia.com

Ismail Marzuki lahir di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat (Batavia) pada tanggal 11 Mei 1914  adalah salah seorang komponis besar Indonesia yang sangat produktif dan pandai melahirkan karya-karya yang mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat. Lagu ciptaannya yang paling populer adalah Rayuan Pulau Kelapa yang digunakan sebagai lagu penutup akhir siaran oleh stasiun TVRI pada masa pemerintahan Orde Baru

Sejak tahun 1930-an hingga 1950-an, dia menciptakan sekitar 250 lagu dengan berbagai tema dan jenis aliran musik yang memesona. Hingga saat ini, lagu-lagu karyanya yang abadi masih dikenang dan terus berkumandang di masyarakat. Dalam dunia seni musik Indonesia, kehadiran putra Betawi ini mewarnai sejarah dan dinamika pasang surutnya musik Indonesia.

Dalam bermusik, dia mempunyai kebebasan berekspresi, leluasa bergerak dari satu jenis aliran musik ke jenis aliran musik yang lain. Ia juga punya kemampuan menangkap inspirasi lagunya dengan beragam tema. Karya-karyanya sangat kaya, baik soal melodi maupun liriknya. Ia pun mencipta lagu dengan bermacam warna, salah satunya keroncong, di antaranya Bandung Selatan di Waktu Malam dan Selamat Datang Pahlawan Muda.

Keterpesonaan Ismail Marzuki pada sisi-sisi romantisme masa perjuangan melahirkan lagu-lagu bertema cinta dan perjuangan. Meski lagu-lagu karyanya tampak sederhana, syairnya sangat kuat, melodius, dan punya nilai keabadian.

Pada tahun 1931, Ismail Marzuki yang akrab dipanggil Maing, mulai menciptakan lagu berjudul “O Sarinah” yang menggambarkan suatu kondisi kehidupan bangsa yang tertindas. Lagu-lagu ciptaannya antara lain Rayuan Pulau Kelapa yang dicipta tahun 1944, Gugur Bunga (1945), Halo-Halo Bandung (1946), Selendang Sutera (1946), Sepasang Mata Bola (1946), Melati di Tapal Batas (1947), Bandung Selatan di Waktu Malam (1948) dan Selamat Datang Pahlawan Muda (1949).

Pada tahun 1968 Ismail Marzuki mendapat anugerah penghormatan dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki, sebuah taman dan pusat kebudayaan di Salemba, Jakarta Pusat.

Komponis pejuang dan maestro musik legendaris ini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangkaian Hari Pahlawan 10 November 2004 di Istana Negara. Dia dikenal sebagai pejuang dan tokoh seniman pencipta lagu bernuansa perjuangan yang dapat mendorong semangat membela kemerdekaan.

Lagu-lagunya hingga sekarang masih tetap hidup dan disukai tua dan muda seperti Indonesia Pusaka, Sepasang Mata Bola, Selendang Sutra, Melati di Tapal Batas, Aryati, Jangan Ditanya ke Mana Aku Pergi, Payung Fantasi, Sabda Alam, Juwita Malam, Kopral Jono, dan Sersan Mayorku.

Ismail Marzuki memang telah meninggal di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, pada tanggal 25 Mei 1958 dalam usia 44 tahun, namun namanya tetap hidup dan karya-karyanya terus melekat di hati masyarakat hingga kini dan masa yang akan datang.

Karya Lagu lainnya :
•    Aryati
•    Gugur Bunga
•    Melati di Tapal Batas (1947)
•    Wanita
•    Rayuan Pulau Kelapa
•    Sepasang Mata Bola (1946)
•    Bandung Selatan di Waktu Malam (1948)
•    O Sarinah (1931)
•    Keroncong Serenata
•    Kasim Baba
•    Bandaneira
•    Lenggang Bandung
•    Sampul Surat
•    Karangan Bunga dari Selatan
•    Selamat Datang Pahlawan Muda (1949)
•    Juwita Malam
•    Sabda Alam
•    Roselani
•    Rindu Lukisan
•    Indonesia Pusaka

*** Dari berbagai sumber

Ditulis dalam Biografi, In memoriam, Pahlawan, Pahlawan Nasional, Sejarah, Seniman, Tokoh, Tokoh Nasional | Bertanda: , , , | Tinggalkan sebuah Komentar »

Mang Koko, Sastrawan Sunda Tiada Tara (1917-1985)

Posted by gunawank pada September 25, 2010

Mang Koko yang menyandang nama asli  Haji Koko Koswara, lahir di Kecamatan Indihiang, Tasikmalaya, 10 April 1917 adalah seorang tokoh seniman Sunda. Siapapun yang menyukai kawih Sunda, dapat dipastikan mengenal atau sekurang-kurangnya mendengar nama: Mang Koko (alm). Beliau adalah seorang guru, santri, sastrawan, penulis, jurnalis, organisator, pencipta lagu, pembaharu karawitan Sunda, dan patut menjadi suri tauladan bagi praktisi seni di zaman sekarang. Mang Koko telah sukses mencipta kawih untuk anak-anak sampai tingkat dewasa, sehingga lebih dikenal sebagai maestro karawitan, dan karya-karyanya berupa kawih, tembang (pupuh rancag), sekar tandak, gending karesmen, dll., abadi sampai kiwari. Karya-karyanya masih bergema di panggung-panggung, radio, dan televisi.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Akhlak, Berita, Biografi, Guru, Karawitan, Lagu Sunda, Penyanyi, Sastrawan Sunda, Seni, Seniman, Serba serbi, Teladan, Tembang Sunda, Tokoh, Tokoh Sunda | Bertanda: , , , , , , , , , , , | 1 Komentar »

Mengenang Hj. Upit Sarimanah, Sinden Beken Yang Jadi Mubalighah

Posted by gunawank pada Agustus 25, 2010

Dalam suasana Ramadlan ini ada baiknya mengenang seorang seniman sunda yang masyhur sebagai sinden terkenal di era 50 sampai 60-an, lalu kemudian beralih profesi menjadi mubalighah di tahun 70-an. 

Adalah Upit Sarimanah yang dilahirkan di Sadang, Purwakarta, 16 April 1928 dengan nama asli Suryamah , sejak kecil sudah memperlihatkan bakatnya menyanyi. Bahkan tatkala usianya menginjak tujuh tahun, ia sudah berani tampil di depan umum. Sejak itu, orang sudah menduga, gadis kecil berkulit hitam manis itu, suatu saat bisa menjadi pesinden terkenal. Apalagi setelah suaranya mengalun lewat acara di Radio Nirom, radio milik Belanda di Bandung.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Berita, Biografi, Bulan Ramadlan, Fenomena, Lagu Sunda, Mubaligh, Penyanyi, Sastrawan Sunda, Seni, Seniman, Serba serbi, Tembang Sunda, Tokoh Sunda | Bertanda: , , , , , , , , , , , , , , | 6 Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 312 pengikut lainnya.