TEMPO Interaktif, Yogyakarta -Letusan gunung Merapi kali ini benar-benar luar biasa. Menurut Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Miner R Sukhyar letusan Merapi 2010 ini adalah yang terbesar dan terburuk.
“Terbesar setelah Galunggung 1982, penduduk Merapi tidak pernah merasakan letusan semacam ini dalam jangka waktu 100 tahun terakhir,” ujar Sukhyar di Yogyakarta, Jumat (5/11).
Letusan Gunung Merapi kian mengganas. Merapi mencatatkan rekornya dalam meluncurkan awan sejauh 15 kilometer dari Puncak Merapi menuju Cangkringan yang berjarak 15 kilometer dari Puncak Merapi.
Luncuran awan panas sejauh ini tercatat paling besar sejak letusan pertama pada 26 September lalu. Tidak hanya itu, Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Sumber Daya Mineral, Surono mencatat jarak luncuran awan panas pada luncuran awan panas letusan Gunung Merapi terbesar yang pernah terjadi.
Pada hari ini, seluruh sekolah di Yogyakarta diliburkan, Bandar Udara Adi Sucipto ditutup, penerbangan dari dan menuju Yogyakarta dialihkan ke Solo dan Semarang.
Panitia Pelaksana Ibadah Haji Indonesia (PPIH) Arab Saudi sampai dengan hari ke-25 mencatat sudah 56 calon haji wafat yang kebanyakan wafat di Mekkah (28 orang), Maddinah (26), Jeddah (1) dan dalam perjalanan (pesawat) sebanyak satu orang.
Dari 56 jemaah tersebut, wafat di Rumah Sakit (RS) Arab Saudi sebanyak 24 orang, Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) (13 orang), di pemondokan (11 orang), di jalan (3 orang), pesawat (1 orang) dan di masjid (4 orang).
Berdasarkan usia, yang meninggal itu terbanyak berusia di atas 60 tahun sebanyak 36 orang, usia 50-59 sebanyak 15 orang dan usia 40-49 sebanyak 5 orang. Sedangkan berdasarkan penyebab kematian, karena sistem sirkulasi (36 orang), sistem pernafasan (8 orang), sistem darah dan organ pembuluh darah (7 orang), trauma (1 orang) dan infeksi dan parasit (1 orang).
Berikut daftar jamaah wafat di Arab Saudi sampai dengan 5 November 2010 Pukul 18.30 waktu Arab Saudi. (Menurut Embarkasi), berdasarkan: No. Kloter – Nama Jamaah Haji – No. Pasport :
Pohon Abadi(African baobab) atau penduduk setempat menyebutnya Pohon Tambleg merupakan pohon asal Afrika. Saat ini terdapat lima pohon yang telah berusia 150 tahun yaitu di areal PT Sang Hyang Seri di Sukamandi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Rencananya kelima pohon berukuran raksasa itu akan dipindahkan ke areal kampus Universitas Indonesia (UI) Depok.
“Pohon ini merupakan pohon masa depan. Pohon yang bisa menjadi harapan bagi bangsa dan negara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi di masyarakat,” kata Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri di Subang, Jabar, Selasa (2/11), sebagaimana dilaporkan Liputan6.com, Rabu (3/11/2010).
Pohon abadi bisa bertahan hidup ribuan tahun tanpa terganggu oleh benalu. Bahkan setelah terbakarpun pohon ini masih dapat hidup. Pohon langka ini jika dilihat seperti pohon bonsai raksasa karena pertumbuhan batang yang melebar hingga mampu mencapai diameter enam meter dan mampu hidup hingga ribuan tahun.
Dari hasil riset, pohon african baobab ternyata memiliki kandungan nutrisi dan kalsium yang amat tinggi. Bahkan, buah, daun, dan kulitnya dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan pangan serta obat obatan. “Buahnya mengandung vitamin C dan nutrisi serta kalsium. Bunganya cantik, daunnya bisa dibuat sayur atau lalapan, dan baik untuk riset,“ lanjut pak Rektor.
Tulisan ini tidak bermaksud mengecilkan ketokohan Mbah Marijan yang sama-sama kita akui beliau sebagai sosok yang memiliki komitmen tinggi terhadap tugas yang telah diamanatkan kepadanya. Atas komitmen dan tanggungjawabnya itulah beliau rela mempertaruhkan nyawa sekalipun.
Terlepas dari kontroversi menanggapi sikap beliau yang tidak mau mengungsi bersama warga lainnya, tetapi -sekali lagi- yang perlu diapresiasi adalah alasan beliau yang lebih mengarah ke besarnya rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diembanya yaitu sebagai juru kunci. Ini terlihat dari pernyataan beliau sebagaimana diberitakan Republika.co.id (27/10/2010):
“Saya masih betah tinggal di tempat ini. Jika saya pergi mengungsi, lalu siapa yang mengurus tempat ini,” kata pria yang menyandang juru kunci Gunung Merapi sejak 1982 di kediamannya, Senin (25/10).
Namun demikian, Mbah Maridjan meminta warga menuruti imbauan pemerintah untuk mengungsi dan memohon keselamatan pada Tuhan agar tidak terjadi yang sesuatu yang tidak diinginkan jika Merapi benar-benar meletus. “Saya minta warga untuk menuruti perintah dari pemerintah dan memanjatkan doa kepada Tuhan agar diberi keselamatan dan Merapi tidak ‘batuk’,” kata pria yang memiliki tiga anak itu.
Letusan gunung apiadalah merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang dikenal dengan istilah “erupsi”. Hampir semua kegiatan gunung api berkaitan dengan zona kegempaan aktif sebab berhubungan dengan batas lempeng. Pada batas lempeng inilah terjadi perubahan tekanan dan suhu yang sangat tinggi sehingga mampu melelehkan material sekitarnya yang merupakan cairan pijar (magma). Magma akan mengintrusi batuan atau tanah di sekitarnya melalui rekahan- rekahan mendekati permukaan bumi.
Setiap gunung api memiliki karakteristik tersendiri jika ditinjau dari jenis muntahan atau produk yang dihasilkannya. Akan tetapi apapun jenis produk tersebut kegiatan letusan gunung api tetap membawa bencana bagi kehidupan. Bahaya letusan gunung api memiliki resiko merusak dan mematikan.
Tsunami berasal dari bahasa Jepang. “tsu” berarti pelabuhan, “nami” berarti gelombang sehingga secara umum diartikan sebagai pasang laut yang besar di pelabuhan.
Tsunami dapat diartikan sebagai gelombang laut dengan periode panjang yang ditimbulkan oleh gangguan impulsif dari dasar laut.Gangguan impulsif tersebut bisa berupa gempa bumi tektonik, erupsi vulkanik atau longsoran.Kecepatan tsunami yang naik ke daratan (run-up) berkurang menjadi sekitar 25-100 Km/jam dan ketinggian air tsunami yang pernah tercatat terjadi di Indonesia adalah 36 meter yang terjadi pada saat letusan gunung api Krakatau tahun 1883.
Penyebab terjadinya Tsunami :
Gempa bumi yang diikuti dengan dislokasi/perpindahan masa tanah/batuan yang sangat besar dibawah air (laut/danau)
Tanah longsor didalam laut
Letusan gunung api dibawah laut atau gunung api pulau.
Letusan Gunung Merapi Selasa petang (26/10/2010) bukan saja meluluh lantakan pepohonan, membunuh hewan-hewan secara mengenaskan dan menyebabkan puluhan jiwa manusia melayang, tetapi juga menewaskan Mbah Marijan sang juru kunci Gunung Merapi.
Lelaki tua berusia 83 tahun yang menyandang nama Raden Ngabehi Surakso Hargo itu ditemukan tewas dalam posisi bersujud di dapur rumahnya. Jenazah Mbah Maridjan dikenali salah satunya dari baju batik dan kopiah yang dipakai.
Meskipun sejumlah pihak telah berusaha membujuknya, Mbah Maridjan tetap bersikukuh tidak mau mengungsi dan tetap tinggal di kediamannya yang berjarak sekitar enam kilometer dari puncak gunung teraktif di dunia itu.
Gunung merapi yang merupakan gunung api paling aktif di dunia ini, kemarin petang (26/10/2010) sekitar pukul 17.02 WIB kembali beraksi. Sedikitnya terjadi hingga tiga kali letusan. Letusan diiringi keluarnya awan panas setinggi 1,5 meter yang mengarah ke Kaliadem, Kepuharjo. Letusan ini menyemburkan material vulkanik setinggi kurang lebih 1,5 km.
Embusan awan panas dan abu vulkanik Gunung Merapi tak hanya menewaskan puluhan orang. Hewan dan tanaman milik warga Kampung Kinahrejo, Sleman, Yogyakarta, ditemukan mati, Rabu (27/10). Beberapa binatang besar seperti sapi dan lembu mampu bertahan. Itu pun dengan kondisinya mengenaskan.
PENAFSIRAN Supersemar adalah ”penyerahan atau pengalihan kekuasaan” diyakini oleh pembawa naskah itu sendiri, Jenderal Amirmachmud cs. ”Lho , ini kan penyerahan kekuasaan” demikian Amirmachmud dalam perjalanan mobil sepulang dari istana Bogor membawa Supersemar itu. Ketika Sudharmono dan Moerdiono kesulitan mencari dasar hukum bagi pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), mereka bergembira setelah tahu keluar Supersemar.
Padahal, Presiden Soekarno menegaskan Supersemar itu hanya untuk bidang teknis keamanan, bukan politis keamanaan. Dan kerancuan pun segera menggelombang apalagi setelah Supersemar di-Tap MPRS-kan. Pertama, sudah jelas yang paling mengerti isi sebuah perintah tentu saja ya subjek pemberi perintah itu sendiri. Adalah janggal jika orang lain, bahkan yang diberi perintah sebagai figur terpercaya oleh yang memerintah, berpretensi lebih mengerti isi perintah.
Kedua, pada umumnya ahli hukum Tata Negara, terutama Dahlan Ranuwihardja SH, anggota MPRS, sangat heran kenapa executive order diubah begitu saja sebagai Tap MPR(S) tanpa bertanya dulu kepada pemberi perintah. ”Jadi enggak bisa dong MPR (S) melakukan sesuatu yang bukan wewenangnya.
Bukan hanya keliru memahami, Jenderal Soeharto sebagai pengemban Supersemar sengaja menyalahgunakan sebagai mandat politik dengan membubarkan PKI betapapun langkah itu secara kondisional adalah tepat. Karena itu, Presiden Soekarno terkejut dan marah dengan langkah Soeharto. Presiden lantas mengeluarkan SP 13 Maret 1966, yang tidak banyak diketahui umum dan generasi baru berhubung Soeharto dan rezim sengaja menyembunyikannya. Autobiografi Soeharto pun tidak pernah secuil pun mengatakannya.
Tumapel merupakan salah satu daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Yang menjadi akuwu (setara camat zaman sekarang) Tumapel saat itu bernama Tunggul Ametung. Atas bantuan Lohgawe, Ken Arok dapat diterima bekerja sebagai pengawal Tunggul Ametung.
Ken Arok kemudian tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung yang cantik. Apalagi Lohgawe juga meramalkan kalau Ken Dedes akan menurunkan raja-raja tanah Jawa. Hal itu semakin membuat Ken Arok berhasrat untuk merebut Ken Dedes, meskipun tidak direstui Lohgawe.
Ken Arok membutuhkan sebilah keris ampuh untuk membunuh Tunggul Ametung yang terkenal sakti. Bango Samparan pun memperkenalkan Ken Arok pada sahabatnya yang bernama Mpu Gandring dari desa Lulumbang (sekarang Lumbang, Pasuruan), yaitu seorang ahli pembuat pusaka ampuh.