Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Posts Tagged ‘Sakit gigi’

Cabut Gigi…..?!!! Nggak Sakit Kok !!!

Posted by gunawank pada Maret 15, 2012

Setelah mendapat penjelasan bahwa penyakitku cukup diatasi dengan mengangkat gigi yang bermasalah, dapat sobat-sobat bayangkan betapa senangnya aku mendengar pernyataan tersebut, bahkan seakan-akan 50% penyakitku mendadak sembuh. Oleh karena itu, ketika dokter menawariku apakah siap untuk dicabut, maka dengan penuh semangat spontan aku jawab: “siap, kalau dokter siap mencabutnya”. Na, lho….malah balik nantang, he…he…heee……..!

Walhasil, pada hari Sabtu tanggal Sepuluh bulan Maret tahun Dua Ribu Dua Belas (kaya surat perjanjian hutang-piutang saja) tepatnya jam 10.30 WIB aku direbahkan di bangku pesakitan pasien untuk tindakan pencabutan gigi.

Awalnya agak miris juga melihat alat-alat yang berjejer rapi di sekitarku, ada bor, tang, batang-batang logam berujung lancip seperti jarum tusuk dalam berbagai ukuran, jarum suntik dan lain-lain. Ditambah lagi pernyataan pak dokter setelah memeriksa kondisi gigi yang mau dicabut, “giginya sudah kuat lagi (maksudnya tidak goyang) pak, mungkin agak linu nanti saat dicabut.” Nah, lho ! tambah ngeper saja. Apalagi aku belum pernah dicabut gigi di rumah sakit.

Waktu kecil memang sering mencabut gigi kalau ada gigi mau tanggal, tapi tidak pernah dicabut oleh orang lain, termasuk oleh orangtua sendiri, tetapi selalu dilakukan sendiri dengan caraku sendiri agar tidak terasa sakit. Soalnya kalau oleh orangtuaku suka dicabut sekaligus dengan cara diikat benang kenur (senar) lalu benang ditarik dihentakkan, dan jprut….gigipun tercabut. Gigi memang langsung tercabut, tetapi rasa sakit dan ceceran darah bisa berlangsung dalam waktu yang cukup lama. (udah ah, jadi tambah merinding..).

Namun, ternyata dengan alat, bahan dan teknik yang semakin canggih proses pencabutan gigi tidak seserem yang dibayangkan, bahkan tidak terasa sakit sama sekali walaupun karena kondisi gigi yang tidak goyang dan posisinya yang terjepit gigi tetangganya, prosesnya berlangsung lebih dari satu jam, itupun setelah diakali dengan cara giginya dibelah dulu menggunakan bor, baru gigi bisa dicabut satu persatu dari belahan tersebut.

Oleh karena itu, bagi sobat-sobat yang mempunyai masalah gigi dan mengharuskan tindakan pencabutan gigi, jangan takut untuk mencabut giginya ke dokter. Dijamin tidak akan terasa sakit.

Posted in Berita, Buah bibir, Cara mengatasi masalah, Hot Topic, Hotline News, Info, Kesehatan, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Penyakit, Serba serbi, Tips, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , | 53 Comments »

Gigi Busuk Bisa Timbulkan Rahang Keropos dan Kista Rahang

Posted by gunawank pada Maret 15, 2012

Hampir dua minggu setelah pulang dari rawat inap di rumah sakit, tepatnya hari Kamis, 1 Maret 2012 aku kontrol (yang kedua kalinya) ke rumah sakit. Kebetulan pak Dokter yang menangani penyakitku sejak awal sedang berhalangan masuk, sehingga ditangani oleh dokter lain. Setelah lukaku diperiksa, dibersihkan, diobati dan (tentunya) ditutup kasa verban, aku diminta untuk foto ronsen (di-Indonesiakan biar gampang nulisnya) dan akupun melaksanakan sebagaimana rekomendasi beliau.

Hari Senin, 5 Maret 2012 aku berkunjung kembali ke rumah sakit untuk memeriksa luka bekas abses itu sekaligus mengetahui hasil foto ronsennya. Setelah selesai prosesi pemeriksaan dan penanganan luka akupun diminta penjelasan tentang hasil foto ronsen tersebut. Dan ………je-le-gerrrr…….., bak suara petir di siang bolong kedengarannya penjelasan itu (untung suara petirnya lambat, ngak “jegerrr” gitu, sehingga aku bisa berusaha tenang menyimak kata demi kata penjelasannya). Apa pasal ?……, ya, menurut beliau pada rahang kanan bawahku terdapat kista (cyst). Dan beliau menyarankan agar aku segera melaksanakan tindakan operasi bedah mulut untuk mengangkat kista tersebut dengan rujukan ke rumah sakit Hasan Sadikin bandung atau RSCM Jakarta. Waduh……! Aku tidak segera menjawab tawaran rujukan beliau, karena aku harus berembuk dulu dengan segenap keluarga. Begitu jawabku.

Sepulang dari rumah sakit, selain menghubungi orangtua dan segenap kerabatku, akupun brosing untuk bertanya kepada mbah Google, apa sih kista rahang itu dan bagaimana konsekuensinya. Hasilnya…………., hiyyyyyy….ngeri banget ! Bahkan ada judul yang sebelum baca isinya sudah bikin meinding: “Rahang Rontok Akibat Gigi Busuk”. Namun, karena tulisan-tulisan yang aku baca penulisnya adalah para dokter gigi dan ahli bedah mulut, secara ilmiah aku percaya pada isi tulisan-tulisan tersebut. Dan, sesuai moto blogku, di bawah ini aku coba rangkum penjelasan-penjelasa mereka sebagai berikut:

……………………………………………………………………………………………………………………………..

Gigi berlubang (karies) walaupun mula-mulanya hanya lubang yang dangkal saja, kalau dibiarkan dan tidak segera ditangani dengan baik lama kelamaan akan semakin dalam. Kalau lubang sudah tembus ke akar gigi, kuman penyebab karies bisa mengakibatkan pembusukan.  Pada gigi yang busuk ini bisa terjadi reaksi radang (akut hingga kronis) di sekitar akar gigi. Bila sudah sampai tahap kronis, radang bisa memicu timbulnya kista pada rahang.

Menurut drg Devi (senyumsehat.wordpress.com), tapi juga sakit gigi yang infeksinya . Infeksi yang berasal dari abses gigi di daerah akar gigi, ataupun dari penyakit jaringan pendukung gigi dan juga dari daerah gusi yang menutupi gigi yang biasanya pada gigi geraham belakang yang miring, infeksinya bisa menyebar ke sum-sum tulang rahang. Infeksi pada tulang ini disebut Osteomyelitis. Inflamasi yang disebabkan bakteri pyogenik ini meliputi seluruh struktur yang membentuk tulang, mulai dari medulla, kortex dan periosteum dan semakin parah pada keadaan penderita dengan daya tahan tubuh rendah.

Selanjutnya menurut beliau, Infeksi yang jalan-jalan dari tempat lain ini masuk ke dalam tulang dan membentuk inflamasi supuratif (maaf mulai dari ini banyak kata-kata atau istilah yang mungkin membuat kita “lieur” alias pusing, tapi demi kebaikan bersama telan saja dulu) pada medulla tulang, karena tekanan nanah (pus) yang besar infeksi kemudian meluas ke tulang spongiosa menuju ke daerah korteks tulang. Akibatnya struktur tulang rahang yang harusnya kompak dan padat jadi ko-ro-pos atau bolong-bolong seperti sarang lebah dan mengeluarkan pus atau nanah yang bermuara di kulit seperti fistel….(terlihat seperti bisul), dan kalau dibiarkan akibatnya bisa fatal, rahang yg rapuh ini bisa patah (fraktur patologis)…blethak…(hi…..ngueri buangetttt…!).

Gejala awalnya seperti sakit gigi dan terjadi pembengkakan di sekitar pipi kemudian pembengkakan ini mereda selanjutnya penyakitnya bersifat kronis membentuk fistel (saluran nanah yang bermuara di bawah kulit) kadang tidak menimbulkan sakit yang bikin menderita tapi tahu2 pas di roghten foto rahangnya sudah growong2… banyak struktur tulang2 yang sudah mati.

……………………………………………………………………………………………………………………………..

Sudah ah, semakin merinding mendengar, eh…menulisnya. Singkat kata, janga pernah sepelekan sakit gigi atau gigi berlubang. Bila tidak, ya bisa seperti itu.

Syukur alhamdulillah, ketika aku lakukan foto ronsen ulang yang khusus memfoto gigi saja (namanya “Panoramik” atau apalah, yang jelas kir-kira begitu namanya), aku tidak harus mendapat tindakan operasi bedah mulut, karena kata pak dokter berdasarkan foto ronsen tersebut diduga belum sampai terbentuk kista, tapi hanya gambaran bekas abses saja, sehingga (insya Allah dan mudah-mudahan) cukup diatasi dengan cara mengangkat gigi yang bermasalahnya saja. Amin

Sumber:

- http://senyumsehat.wordpress.com/

- http://hildamerlina.blogspot.com/

- http://www.tanyapepsodent.com/

Posted in Berita, Info, Kesehatan, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Musibah, Pelajaran, Penyakit, Renungan, Serba serbi, Solusi, Tips | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Jangan Sepelekan Gigi Berlubang…; Bisa Timbulkan Abses di Leher

Posted by gunawank pada Maret 2, 2012

“Jangan sepelekan gigi yang berlubang, sekecil apapun. Segera periksakan ke Dokter gigi…!” Itulah kata bijak yang harus benar-benar diperhatikan, ditaati dan dilaksanakan oleh siapapun yang memiliki masalah dengan gigi berlubang atau mengalami karies gigi, terlebih bagi yang memunyai penyakit diabetes. Sebab bagi orang yang berpenyakit diabetes, bila dalam dirinya terjadi infeksi gigi dan gusi bisa merembet pada efek negatif pada bagian tubuh lainnya.

Gigi yang berlubang bila tidak dirawat biasanya lama kelamaan akan bertambah besar dan membusuk, seperti hal-nya karang gigi. Kondisi ini  menjadi sarang bakteri yang kemudian menjadi penyebab infeksi.  Bakteri yang berada pada lubang gigi akan merusak jaringan sehingga terbentuk pus atau nanah, selanjutnya pus menyebar diantara jaringan dan menyebakan pembengkakan di daerah kepala dan leher. Bahkan akibat lebih jauh, bakteri dan toksinnya bisa beredar secara sistemik ke seluruh tubuh  di dalam pembuluh darah. Keadaan ini dapat menyebakan kematian akibat sepsis atau bakterimia.

Menurut dr. Tengku Bahdar Djohan dari Rumah Sakit Bintaro Internasional, bila pertahanan lokal dalam gigi lemah. Infeksi itu bisa terbawa ke dalam tubuh melalui sel darah, bisa ke klep jantung, pembuluh darah dan pada ibu hamil bisa ke plasenta janin.

Masalah gigi berlubang ini tidak hanya berhenti di abses gigi yaitu kumpulan nanah akibat infeksi bakteri di rongga syaraf/pulpa gigi, tetapi bisa terjadi ancaman fokal infeksi, yaitu infeksi kronis di suatu tempat yang memicu penyakit di tempat lain.

Menurut Tengku, racun dan sisa kotoran maupun mikroba yang memicu infeksi tersebut bila abses gigi tidak terobati, penyakit komplikasi berbahaya bisa terjadi. Misalnya selain gigi tanggal, juga mediastinitis (peradangan pada dada), sepsis (peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi), facial cellulitis, Ludwig’s angina (penyebaran infeksi ke jaringan lunak), osteomyelitis of the jaw (penyebaran infeksi ke tulang rahang gigi) dan lainnya yang bisa menyebabkan abses otak, endocraditis (peradangan dari lapisan jantung, jantung otot, dan katup jantung) dan pneumonia (radang paru-paru).

Menurut data dari PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), 69,3% dari orang Indonesia yang mengeluh sakit gigi berupaya mengobati sendiri sakit giginya tersebut dengan cara yang belum tentu benar. Pahadal, perawatan gigi dan mulut yang tidak tepat,  dapat memicu penyakit lain seperti sakit kepala, nyeri mata, dan bahkan penyakit yang lebih berbahaya seperti   jantung, stroke, diabetes dan kelahiran prematur. (VIVAnews, 14/6/2009).

Dari data survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2004 yang dilakukan oleh departemen kesehatan menyebutkan prevalensi karies (berlubang) gigi di Indonesia adalah 90,05 persen. Fakta lainnya adalah orang Indonesia yang menderita penyakit gigi dan mulut tersebut bersifat agresif kumulatif, artinya daerah yang rusak tersebut menjadi tidak dapat disembuhkan.

Karang gigi yang bisa menjadi penyebab infeksi pada rongga mulut ada yang bersifat kronis (perjalanan penyakitnya lambat) dan ada yang bersifat acute (perjalanan penyakitnya cepat). Infeksi kronis gejalanya berupa rasa tidak enak dan sakit pada pengunyahan, serta menimbulkan bau mulut.

foto: Senyum Itu Indah BlogSedangkan tanda-tanda infeksi acute berupa keadaan pucat, suhu tubuhnya meningkat, terlihat pembengkakan pada daerah infeksi, kelemahan, sakit menelan, kemerahan dan tidak dapat membuka mulut.

Perawatan infeksi memerlukan tindakan yang cepat dan tepat, tindakan pengelolaan yang harus di lakukan adalah sebagai berikut :

  1. Menghilangkan/mereduksi kuman penyebab infeksi dengan cara pemberian antibiotik yang adekuat, diperlukan walaupun belum ada hasil mikrobiologi mengingat sepsis merupakan infeksi dengan resiko bahaya kematian bagi penderita yang cukup tinggi.
  2. Melakukan drainase eksudat, eksisi jaringan nekrosis, pengeluaran benda asing dan tindakan bedah lainnya untuk menghilangkan sumber infeksi.
  3. Mengembalikan perubahan hemodinamik yang terjadi dan mengembalikan agar perfusi jaringan berlangsung baik, dengan cara pemberian cairan, pemberian cairan ini berdasarkan pada perubahan fisiologis yang terjadi pada penderita dehidrasi akibat diare, yaitu : 10 – 20 ml/kg BB dalam 20 menit.
  4. Mempertahankan dan memulihkan fungsi organ tubuh yang terganggu :
  • Memperbaiki jalan nafas : oksigenasi cukup, jalan nafas harus baik (bebas obstruksi).
  • Pemberian cairan yang adekuat : guna mempertahankan volume darah, hal ini diperlukan  untuk mengembalikan fungsi homeostasis.
  • Perawatan intensif, memperbaiki Keadaan Umum dan intake makanan serta perawatan pasca bedah yang baik.
  • Evaluasi pasca bedah untuk mengetahui sumber infeksi lain yang tidak terdrainase jika dipandang memerlukan pembedahan kedua.

*** Sumber :

Posted in Hot Topic, Info, Kesehatan, Penyakit, Serba serbi, Tips | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

Pengalaman Sangat Berharga

Posted by gunawank pada Februari 25, 2012

Sebelumnya aku sampaikan permohonan beribu-ribu maaf kepada semua pengunjung, khususnya yang telah menorehkan komentar, saran, masukan maupun bentuk informasi berharga lainnya di blogku, wabil khususil khusus buat rekan-rekan setia blogger, karena hampir dua pekan, tepatnya sejak 13 Februari 2012, aku absen total tidak mengudara.

Sudah sejak awal Februari 2012 sebenarnya ada sedikit gangguan di daerah rongga mulutku, gusi sebelah kiri bawah terasa bengkak. Mulanya dikira sekedar sariawan alias kekurangan vitamin C. Seperti biasanya, maka aku tanggulangi dengan mengkonsumsi buah sumber vitamin C ditambah tablet vitamin C secara rutin.

Hasilnya, alhamdulillah bengkaknya hilang tetapi sakitnya masih tetap terasa. Usut punya usut ternyata ada salah satu gigi geraham kiri bawahku yang bermasalah….ada sedikit lubang. Kalo kata orang-orang mah… sakit gigi, gitu lho !

Aku sendiri ga sadar kalau aku sakit gigi, karena sejak kecil alhamdulillah belum pernah merasakan bagaimana rasanya sakit gigi ! Dan anehnya, kalau kata orang-orang, sakit gigi sangat bermusuhan alias anti minuman yang manis-manis, tapi sakit gigiku tidak terpengaruh walaupun aku minum kopi, teh manis atau susu.

Singkatnya ceritera, karena takut ketelanjuran aku berniat mencabut gigiku yang bermasalah tersebut. Tetapi karena masih sakit aku harus mengundur waktu hingga gusinya tidak sakit. Akupun dengan disiplin penuh minum obat anti biotik dan pereda sakit 3 kali sehari.

Pada hari Senin (13/2/2012), di daerah sendi rahang muncul bejolan yang berangsur-angsur hingga sore hari diikuti pembengkakan. Karena posisi bengkaknya hampir di bawah telinga, aku kira penyakit Gondong. Namun ketika aku datang ke toko obat herbal (Selasa, 14/2/2012), bukan gondong tetapi akibat gusi bengkak. Akupun membeli obat sesuai rekomendasi beliau. Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Biografi, Kesehatan, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Musibah, Pelajaran, Serba serbi, Wabah | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 6 Comments »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 496 pengikut lainnya.