Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Assalaamu’alaikum Wr.Wb.

Posted by gunawank pada Maret 18, 2009

Ahlan wa sahlan wa marhaban, selamat bergabung di situs saya. Semoga antum mendapatkan banyak manfaat di dalamnya!

Saran, kritik dan masukan sangat saya harapkan demi perbaikan dan kesempurnaan isi blog ini, sehingga akan lebih banyak lagi manfaat yang kita peroleh.

 

Iklan

Posted in Uncategorized | 36 Comments »

Kiyai, Tentara dan Hari Pahlawan

Posted by gunawank pada November 13, 2017

Ketika Indonesia pertama kali merdeka gak punya tentara, tidak ada tentara… Baru dua bulan kemudian diadakan tentara. Agustus, September, Oktober… 5 Oktober dibentuk tentara keamanan rakyat (TKR). Ini dokumen Negara. Silakan dibaca di sekretariat Negara, di arsip nasional ini semua ada. Nah, dengan dibentuknya ini Negara Indonesia sudah punya tentara. Tanggal 10 Oktober diumumkanlah jumlah tentara keamanan rakyat di Jawa saja. Belum Sumatra dll… Itu ternyata TKR di Jawa jumlahnya 10 divisi. 1 divisi isinya 10.000 prajurit. Terdiri dari 3 resimen, terdiri dari 15 batalyon. 1 divisi… Jadi 10 divisi artinya TKR jumlahnya 100.000 pasukan. Itu TKR pertama. Yang nanti menjadi TNI.

Dari pernyataan data TKR yang dikeluarkan pemerintah tanggal 10 Oktober 1945 kita tahu, bahwa komandan divisi pertama TKR itu adalah Kolonel KH. Sam’un. Kiyai… pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga adalah kolonel KH. Arwiji Kartawinata. Ini di Tasikmalaya. Pangkatnya kolonel… kiyai haji… Sampai tingkat resimen sama… Resimen 17 dipimpin Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Sampek komandan batalyon… Komandan batalyon TKR Malang dipimpin Mayor KH. Iskandar Sulaiman. Siapa kiyai Iskandar Sulaiman ini? Beliau saat itu jabatannya Rois Suriyah NU Kabupaten Malang. Poro kiyai… Ini dokumen Negara… Gak ngarang… Silakan dibaca di arsip nasional, kemudian di sekretariat Negara masih tersimpan. Di pusat sejarah TNI ada semua… Bahkan untuk selanjutnya kita lihat komandan divisi pertama TKR Kolonel KH. Sam’un beliau ternyata pensiun Brigadir Jendral. Jadi banyak kiyai2 yang pensiun Brigadir Jendral. Ini sejarah yang selama ini ditutupi. Termasuk KH. Hasyim Asy’ari dalam pemerintahan Presiden Soekarno beliau sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Tapi silakan dibaca itu buku2 sejarah anak2 SD, SMP, SMA… Ada gak KH. Hasyim Asy’ari masuk di buku pelajaran itu?. Gak ada… Seoalah2 gak pernah ada jasanya dan bukan pahlawan nasional… Jadi memang yang dari pesantren itu disingkirkan betul dari Negara ini.

Nah, dari situ kita bisa tahu kenapa TKR waktu itu banyak dipimpin poro kiyai, karena hanya poro kiyai dari pesantren dengan santri2 yang menjadi tentara itu adalah golongan dari elemen bangsa ini yg mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Tentara saat itu gak dibayar. Dibayar dari mana… Baru merdeka, duit aja gak punya. Jadi, tentara itu baru menerima bayaran tahun 1950. Selama tahun 45 sampai perjuangan 50 itu gak ada bayaran. Dan yang mau melakukan itu hanya poro kiyai, dengan tentara2 Hizbulloh… Laskar2 itu gak ada bayaran… Sampai sekarang… NU itu punya tentara swasta namanya Banser, yo gak dibayar… (hahaha… riuh hadirin tertawa). Itu fakta… Jadi nanti kita akan tahu bagaimana sampek terjadinya pertempuran 10 Nopember. Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Hari Pahlawan, Hizbullah, Indonesia, Nahdlatul Ulama, NU, Pahlawan, Pahlawan Nasional, Pejuang, Sejarah, Ulama | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Dakwah; Mengajak Bukan Mengejek

Posted by gunawank pada Oktober 16, 2017

Alhamdulillah segala puji milik Allah yang telah memilih kalian untuk memikul amanah yang agung ini. Semoga Allah menolong kalian agar bisa menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Wahai Allah rekatkanlah hati dan sanubari-sanubari kami ini dengan hati dan sanubari orang-orang yang dekat dan Engkau cintai dengan sanad yang kuat yang tersambung kepada mereka.

Hakikat keistimewaan dalam Islam adalah dengan memerdekakan nafsu kita dan juga memerdekakan orang lain dari jajahan nafsu-nafsu mereka sendiri. Allah telah menyebutkan kepada kita tentang perkara dakwah di jalan Allah dengan cara/metode dakwah yang diterima oleh Allah Swt. yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pertama, memenuhi hati dengan pengagungan kepada Allah hingga ia takut dan berharap hanya kepada Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt. mengatur slogan ini di lidahnya para rasul seperti tercantum dalam al-Quran:

وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Dan aku sekali-kali tidak meminta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam.” (QS. asy-Syu’ara ayat 109, 127, 145, 164 dan 180). Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Islam, Mubaligh, Muslim, Renungan, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Gaya Hidup Semut

Posted by gunawank pada Oktober 12, 2017

“Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka berbaris dengan tertib. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan balatentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari” (QS. An-Naml: 17,18).

semut-rangrang-khoirul-umamPenelitian menunjukkan bahwa binatang atau serangga yang memiliki gaya hidup (manajemen berkelompok) yang paling mirip dengan manusia adalah semut. Hal ini dapat dilihat dari temuan berikut :

  • Semut mengubur rekannya yang mati seperti manusia.
  • Dalam hal manajemen tenaga kerja, semut memiliki sistem yang canggih di mana mereka juga memiliki manajer, supervisor, mandor, pekerja, dan lain-lain.
  • Sesekali ketika bertemu, mereka akan melakukan obrolan.
  • Mereka memiliki metode komunikasi khusus antar semut.
  • Mereka mempunyai pasar untuk saling bertukar barang.
  • Para semut menyimpan biji-bijian untuk waktu yang lama pada musim dingin. Jika mulai tumbuh tunas, mereka akan memotong akarnya. Jika biji-bijian mereka basah karena hujan, para semut akan membawanya keluar untuk dijemur dan dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah kering, mereka akan membawanya kembali ke dalam, seolah-olah memahami bahwa kelembaban menyebabkan pembusukan.

Subhanallah……

Posted in Akhlak, Aneh tapi nyata, Anugrah, Fenomena, Fenomena alam, Hikmah, Serba serbi, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Syawwal, Bulan Peningkatan Amal

Posted by gunawank pada Juni 30, 2017

Alhamdulillah, tanpa terasa kini kita telah berada di bulan Syawal. Bulan kesepuluh dalam penanggalan bulan qamariyah, bulan yang di dalamnya terdapat hari raya iedul fitri, hari raya berbuka bagi umat Islam setelah sebulan penuh menjalankan ibadah shaum ramadlan.

Menurut bahasa, syawal berarti naik. Ini mengandung maksud bahwa bagi setiap muslim harus terjadi peningkatan kualitas maupun kuantitas amal mulai bulan syawal dan seterusnya, setelah di bulan Ramadlan dilatih untuk memperbanyak amal.

Sebagaimana kita ketahui bahwa selama bulan Ramadlan kita diwajibkan oleh Allah SWT untuk berpuasa penuh dengan satu tujuan agar setelah melewati bulan Ramadlan setiap muslim meningkat derajatnya, yakni mencapai derajat muttaqin, pangkat yang paling mulia di sisi Allah SWT. Sebagaimana firman-nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu sekalian termasuk orang-orang yang bertaqwa” (QS. Al-Baqarah: 183).

Untuk mewujudkan fungsi puasa ramadlan sebagai sarana mencapai derajat muttaqin, Allah SWT menyertakan berbagai fasilitas untuk meningkatkan kuantitas maupun kualitas ibadah di bulan Ramadlan, antara lain dijadikannya bulan Ramadlan sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmat Allah. Sehingga dalam bulan ramadlan kecenderungan ada peningkatan ibadah kita, seperti lebih rajin membaca Al-Quran, lebih banyak bershadaqah bahkan mungkin hampir setiap hari kita mampu dan mau mengisi kotak infak setiap pelaksanaan shalat tarawih, rajin berjamaah shalat fardu, kuat serta istiqamah melaksanakan shalat tarawih yang jumlah rakaatnya jauh lebih banyak dari shalat pada hari-hari lain di luar bulan Ramadlan, mampu istiqamah shalat witir setiap malam, dan lain-lain.

Pada bulan Ramadlan pula, dengan kehawatiran akan merusak ibadah puasa, kitapun mampu menjaga lisan dari gibah, berdusta, mengadu-ngadu, bersaksi palsu dan lain-lain. Kita juga mampu menahan pandangan, pendengaran, pikiran, hati, perut, tangan dan kaki dari perbuatan maksiat.

Memperbanyak amal sebagai sarana menuju surga Allah SWT dan menahan diri dari perbuatan yang dapat menjurumuskan ke dalam neraka sebagaimana diuraikan di atas, disadari atau tidak, diakui ataupun tidak, sejujurnya sulit dan sangat berat dapat kita lakukan pada hari-hari lain di luar bulan Ramadlan. Maka pantaslah apabila Allah SWT memberikan predikat muttaqin kepada mereka yang “lulus” menjalankan puasa Ramadlan, dan memasukkannya ke dalam golongan  manusia yang kembali kepada fitrah kesucian dan memperoleh kemenangan, minal a’idina wal faizin.

Kini Ramadlan telah berlalu. Lalu bagaimana kita menyikapi hari demi hari kita, setelah kita kembali pada fitrah kesucian jiwa……? Setelah kita dinobatkan sebagai insan yang memperoleh kemenangan…?

Para ulama salaafunassholih memberikan nasihat kepada kita dalam rangka mempertahankan predikat tersebut:

Pertama, pertahankan amal yang telah mampu secara rutin kita lakukan di bulan Ramadlan.

أ لا وانّ علامةَ قبولِ الحسنةِ عَمِلَ الحسنةَ بعد هاعلى التّوال وانّ علامة ردّ ِها ان تتبع بِقِـبْـيال

“Ingatlah bahwa tanda diterimanya amal kebaikan adalah melakukan amalan sholeh setelahnya secara berkesinambungan. Adapun tanda ditolaknya amal ibadah adalah mengiringi amalan kebajikan itu dengan prilaku keji dan mungkar”.

Sebagai tanda diterimanya ibadah puasa dan amal-amal lain yang dilakukan pada bulan Ramadlan adalah terjadinya peningkatan kuantitas maupun kualitas ibadah setelah berlalunya bulan Ramadlan tersebut. Dengan kata lain, mafhum mukhalafhnya adalah jika pada bulan Syawal ini mulai malas berjamaah, meninggalkan shalat witir, malas-malasan tadarus Al-Qur’an, berat untuk bershadaqah, mulai suka menggunjing, bermusuhan, berdusta, menipu, korupsi dan lain-lain kemaksiatan, itu tandanya ibadah kita tidak diterma Allah SWT. Naudzu billah.

Kedua, pada bulan Syawal ini, selain kita harus mampu mempertahankan segala amal yang kita raih di bulan Ramadlan, apalagi dapat meningkatkannya baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya, kita juga harus berusaha keras untuk menjauhi segala bentuk kemaksiatan, agar pahala amal kita tidak habis dirusak oleh kemaksiatan tersebut.

ولا تبطُلْ ماأسلفتــم فى شهررمــضان مِن صــالح ا لأ عــمال

“Janganlah kalian porak porandakan segala pahala kebaikan yang telah terkumpulkan di bulan Ramadhan dari beberapa amalan sholih”.

واعلموا أنّ الحسناتَ يُذهِبْنَ السّيّـئآت. فكذالك السّيّـئآتَ يُبطِلْنَ صالح َالأعمال

“Ketahuilah bahwa segala kebaikan (pahala) dapat menghanguskan segala keburukan (dosa), demikian juga (sebaliknya), segala kejelakanpun dapat menghancurkan amal-amal kebajikan”.

Semoga atas rahmat dan pertolongan Allah SWT, kita diberi kekuatan, kemampuan dan kemauan untuk senantiasa meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita pada bulan Syawal dan hari-hari selanjutnya. Dan semoga pula, kita mampu menahan diri dan menghindari kemaksiatan yang dapat merusak dan menghanguskan pahala amal kita.  Amin ya Robbal ‘alamin.

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Bulan Ramadlan, Hikmah, Ibadah, Iedul Fitri, Renungan | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Islam Bukan Agama Pencaci-maki

Posted by gunawank pada Mei 26, 2017

Setelah kemenangan perang Hunain, yang dipimpin Khalid bin Walid, atas titah bagin da Rasulullah SAW. Pasukan kafir akhirnya kocar kocir. Banyak diantara mereka tertangkap dan di bawa ke Basecamp Muslim.

Pada saat itu ada salah satu  Muslim yang ikut berperang meneriakkan yel yel kebencian sewaktu tawanan mereka akan dibawa menghadap baginda Rasulullah SAW.

“Sungguh mulia ummat islam..sungguh merugi ummat Nasoro. Sungguh hina ummat penyembah selain Allah”.

Mendengar teriakan tersebut. Rasulullah langsung keluar dengan wajah yang sangat marah. Beliau menatap kerumunan orang orang yang berjumlah sangat banyak lalu masuk kembali. Melihat Rasulullah SAW tidak seperti biasanya. Abu Bakar r.a. dan Umar r.a, saling pandang dan berseru dengan ucapan sangat keras!

“Diamlah kalian! Rasulullah akan berkata kepada kita semua!”

Lalu sorak sorai kemenangan bagi kaum Muslim, mendadak sunyi. Semua orang menatap ke arah pintu perkemahan yang didalamnya terdapat baginda Rasulullah. Keluarlah sosok sempurna dengan mata berkaca kaca menahan amarah.

“Ketahuilah wahai sahabat-sahabatku. Islam agama paling mulia. Islam agama paling diridloi. Islam agama kebaikan bagi seluruh alam. Namun Islam bukan agama pencaci maki apalagi sampai menyakiti ummat lainnya. Ingat hatiku terasa panas sewaktu kalian berani mencaci maki agama orang lain. Aku takut azab Allah. Aku takut nikmat Islamku tercabut. Aku takut kalian tidak bersamaku kelak. Aku takut hanya karena ulah kalian ummatku menjadi pembakaran api neraka. Dan yang aku takutkan atas ucapan kalian, mereka jadi berani menghina Allah dan Rasul-Nya. Mereka jadi berani menghina Islam dan agama kita semua. Bila mereka sudah seperti itu, maka kalianlah yang menjadi pertanggung jawabannya di akherat kelak dan bukan golonganku.”

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Idola, Islam, Muslim, Renungan, Sejarah, Teladan, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Sebutir Kurma Penghalang Do’a

Posted by gunawank pada April 2, 2017

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.

Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.

Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu.

“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak. Jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT, gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

“Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu, melainkan seorang anak muda.

“4 bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang?” tanya ibrahim.

“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma,” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wa inna’ilaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?”

Kemudian Ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya. Anak muda itu mendengarkan penuh minat.

“Nah, begitulah,” kata Ibrahim setelah bercerita.

“Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?”

“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka, karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”

“Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu persatu,” lanjut Ibrahim.

Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi hendak menemui mereka.

Meskipun rumahnya berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.

Empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada di bawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap-cakap.

“Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain.”

“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi,” kata malaikat satunya.
“Ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Do'a, Hikmah, KisahSufi, Renungan, Tasawuf, Teladan, Tobat, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Paytren Lagi Ngetren

Posted by gunawank pada Januari 1, 2017

manfaat-paytren1

PayTren adalah teknologi yang dikembangkan oleh PT Veritra Sentosa Internasiona / lTreni) dimana setiap mitra yang telah terdaftar di komunitas PayTren dapat melakukan pembayaran semua kebutuhan pribadi serta mendapatkan berbagai benefit (berupa cashback) yang tidak diperoleh dari sistem POP maupun PPOB yang ada.Saat ini sistem pembayaran yang sudah terlayani adalah Pulsa Telepon dan Token PLN. Fitur pembayaran lainnya segera ditambahkan secara bertahap seiring dengan pertumbuhan dan pengembangan kemitraan PayTren (komunitas PayTren). Baca selengkapnya…

Posted in Berita, Bisnis, Buah bibir | Dengan kaitkata: , | Leave a Comment »

Aneh Tapi Nyata : Hadiahku… Berubah Jadi Kulit Pisang ?!!!

Posted by gunawank pada November 12, 2016

Seperti biasanya, pagi itu sepeda ontelku kusimpan dengan rapi di samping deretan sepeda siswa-siswa yang lain di halaman rumah penduduk sekitar Sekolahku. Maklum waktu itu di sekolahku belum tersedia tempat parkir khusus. Tapi walaupun di halaman penduduk tidak ada biaya sewa parkir, alias gratis. Bahkan mereka merasa senang karena bisa membantu anak sekolah. Beda dengan sekarang yang serba harus bayar.

“Yan . . . ! “, tiba-tiba terdengar suara memanggilku.

“Tolong bapak belikan pisang !”, lanjutnya yang ternyata wali kelasku, pak Suryaman , wali kelas 2D sekaligus guru matematika kami.

“Ya, pak !”, jawabku. Akupun pergi membeli sesisir pisang Ambon. Kupilih yang paling baik.

Hari itu adalah hari pembagian raport, hari yang ditunggu-tunggu dan membahagiakan bagi kami, khususnya saya pribadi karena . . .alhamdulillah saat itu mendapat predikat rangking pertama.

“Sebagai penghargaan dari bapak atas prestasimu, yan… tolong ambilkan yang tadi kamu beli di ruang guru !”, kata wali kelasku.

Ternyata pisang yang tadi aku beli itu. . .. Itulah hadiah rangking ku. Akupun dengan tetap bangga walaupun hanya diberi hadiah sesisir pisang dan bergegas pergi ke ruang guru.

Bukan bendanya yang membuatku senang tetapi perhatian dan penghargaannya yang aku banggakan. Dengan keterbatasan kemampuannya beliau tetap berusaha untuk menghargai prestasi anak didiknya.

Namun apa yang terjadi ? Kulihat di atas meja di ruang guru hanya ada tumpukan kulit pisang . . . ? ? ? ? ! ! !

Posted in Aneh tapi nyata, Biografi, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Uncategorized, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Keunikan Jam’iyah NAHDLATUL ULAMA

Posted by gunawank pada November 8, 2016

NU itu organisasi paling aneh.

Ketika seorang peneliti dari australia menemukan data arsip tentang jangka waktu organisasi di AD ART pertama, dia menemukan tulisan bahwa organisasi ini (NU) didirikan pada tahun 1926 hingga 29 tahun berikutnya. Ini Aneh,Sebab umumnya tdk ada satu pun organisasi yg membatasi waktu, contoh : didirikan thn 1990 hingga waktu yg tak terbatas, kecuali hanya NU yg membatasi waktunya. Peneliti ini kemudian menanyakan pada Gus Dur, “ini apa maknanya ?”, Gus Dur pun kaget, dan menjawab “mana saya tahu maksudnya, yg merumuskan sudah wafat semua”.
Kemudian gus dur mengamati dari prespektif sejarah, tenyata setiap 29 tahun, NU mengalami perubahan.
1926 sbg organisasi sosial keagamaan,
29 thn berikutnya (1955) menjadi partai politik dan menjadi organisasi yg berafiliasi dg partai politik.
29 tahun berikutnya (1984) berubah lagi menjdi organisasi sosial keagamaan (Khittah 1926 ) konsentrasi dakwah dan pendidikan),
29 tahun berikutnya, 2013 NU menjadi gerakan sivil society.
Di kondisi ini gus dur slalu memerintahkan NU banyak membicarakan lokalitas. Dan hasilnya “Islam Nusantara sbg paradigmanya dlm membangun peradaban dunia”, ini perisapan Gus Dur mengahadapi perubahan 29 tahun berikutnya pada tahun 2042 sbg organiasasi penyangga perdamaian dunia.

Saya memetik dri peristiwa ini bahwa Para pendiri NU dan sekaligus pendiri bangsa dan negara ini bkn orng sembarangan, mereka adalah kyai2 ma’rifat billah. Mereka sdh tahu setiap 29 tahun mesti akan trjadi perubahan di NU.

Jadi, kaitannya dengan NKRI, Bhineka tunggal ika, UUD 45 dan pancasila sbg pilihan paling final, saya yakini benarnya. sbb diputuskan oleh para kyai2 yg ma’rifat.

~keramahan NU selalu dikedepankan sebagai bentuk sikap sebagaimana yang di maksud dengan ayat RAHMATAN LIL ALAMIN.

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10206647219572662&id=1638052783

Posted in Aneh tapi nyata, Anugrah, Gus Dur, Jam'iyah, Nahdlatul Ulama, NU, Opini, Organisasi, Ormas Islam, Potret, Sejarah, Serba serbi, Ulama | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Ahlan Wa Sahlan, Bidadariku…!

Posted by gunawank pada September 2, 2016

Seperti biasanya jam 23.30 wib malam (Jum’at) tadi aku siap-siap pulang dari pondok tempat ku mengajar. Sampai di rumah tampak di ruang tengah “benda-benda aneh” tercecer di lantai. Entah kenapa rupanya kucing piaraanku muntah-muntah. Akupun segera membersihkan kotorannya sekaligus mengepelnya sampai jam 01.00 wib dinihari, lalu istirahat lebih kurang 30 menit untuk mengeringkan keringat.

Sekitar jam 01.30 wib ketika baru saja rebahan untuk tidur, tiba-tiba ponselku berdering. “Siapa malam-malam begini menelpon”, gumamku.

Tapi karena khawatir ada sesuatu yang penting, akupun meraih ponselku. “Pa, Eka sudah kerasa !”, kata penelpon di seberang sana yang ternyata suara isteriku memberitahu bahwa putri kami yang sedang hamil 9 bulan merasakan mulas-mulas sebagai pertanda bahwa waktu melahirkan akan segera tiba.

“Sekarang sudah di rumah sakit. Kata bidan baru pembukaan satu”, lanjutnya menjelaskan. Akupun segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit yang disebutkan istriku.

Sesampainya di ruang observasi persalinan telah hadir pula besan kami (mertua putri kami). Kamipun larut dalam obrolan hingga waktu shalat subuh tiba.

Jam 05.00 pagi bidan datang memeriksa putri kami dan hasilnya sudah pembukaan lima, katanya. Setelah ibu bidan pergi akupun bertanya kepada putriku yang juga lulusan Akademi Kebidanan Poltekkes Bandung, kira-kira berapa jam lagi dari pembukaan 5 sampai saatnya melahirkan. Menurut pengalamannya ketika bekerja di salah satu rumah sakit anak di kotaku biasanya dari pembukaan satu sampai melahirkan sekitar 10 jam. Hitung punya hitung berarti cucu kami baru akan lahir sekitar jam sepuluh pagi.

Karena itulah besan kami pamitan untuk pulang dulu karena keduanya pegawai pemerintah alias pegawai negeri. Tapi karena aku pegawai “luar negeri” alias bukan pegawai negeri tidak pulang melaikan ke luar mencari makanan untuk sarapan.

Sekembali dari “belanja” makanan sarapan, ruang yang ditempati putri kami telah kosong. Usut punya usut ternyata sudah berada di ruang persalinan. Terdengar suara bu bidang sedang menelpon dokter kandungan yang menangani putri kami, “Pasien atas nama ibu Fatimah Ekasari yang masuk tadi jam satu pada jam 05.00 pembukaan lima, jam 6 pembukaan 9 dan sekarang sudah lengkap (istilah kebidanan yang maksudnya sudah siap persalinan). Bagaimana dok? ya, ok!”, katanya.

Hari ini, Jum’at, 2 September 2016 tepat jam 06.40 wib terdengar suara tangis bayi. Alhamdulillah, cucu pertama kami yang cantik (perempuan) telah lahir dengan selamat, sehat dan sempurna dengan berat badan 3,3 kg dan tingginya 49 cm. Selamat datang bidadariku…! Berakhirlah masa penantian istriku selama 23 tahun mendambakan kehadiran bayi mungil di keluarga kami.

اَللهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلاً حَاذِقًا عَلِمًا عَامِلاً. اَللهُمَّ طًوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ وَاَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ وَالْقُرْآنِ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Ya Allah, Jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim dan mau mengamalkan ilmunya. Ya Allah, Panjangkalah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskalah akhlaqnya, fasihkanlah dan merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Quran dan Al Hadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam”.

Posted in Anugrah, Berita, Kisah Nyata, Kisahku | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »