Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Kesurupan dan Cara Mengatasinya

Posted by gunawank pada April 8, 2009


Akhir-akhir ini banyak kita saksikan tayangan di televisi atau berita di surat kabar, tabloid maupun majalah tentang fenomena kesurupan masal, baik anak sekolah, karyawan maupun kelompok orang. Mengapa ini terjadi? Bagaimana cara mengatasinya? Penulis sering mendapat pertanyaan-pertanyaan seperti ini dari masyarakat. Tulisan di bawah ini barangkali dapat menjadi jawaban atas kedua pertanyaan di atas.

JIN DAN MANUSIA

Pada setiap orang, selain didampingi oleh dua Malaikat pencatat amal, Rakib dan Atid, juga selalu diikuti oleh sesosok Jin yang disebut Jin Qarin (Jin Pengikut). Sesuai dengan sebutannya, ia senantiasa mengikuti orang yang diikutinya dalam seluruh aktifitasnya, sejak lahir sampai meninggal dunia. Konon kabarnya, karena ia selalu mengikutinya sampai-sampai dia hapal betul sifat, perilaku, hobi, nasab dan bahkan mampu menirukan suara orang yang diikutinya tersebut. Selain itu, jin qarin ini memiliki kecenderungan yang sama dengan orang yang diikutinya. Jika orang yang diikutinya adalah orang yang beriman dan bertakwa, rajin ibadah dan berakhlakul karimah, maka jin qarinnyapun jin yang beriman, takwa, rajin ibadah dan berakhlakul karimah. Sebaliknya jika orang yang diikutinya adalah orang kafir, fasik, musyrik, zhalim dan sebagainya, maka jin qarinnyapun sama seperti itu. Jin qarin jenis yang kedua inilah yang suka iseng masuk mengganggu manusia dalam bentuk kesurupan, dengan tujuan untuk menyesatkan manusia, karena dia merupakan agen syetan dari kelompok jin. Sebagaimana firman Allah dalam surat“(yaitu syetan) yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. An-Nas ayat 6-7:

Sebagaimana kita ketahui, bahwa syetan diizinkan oleh Allah memiliki segudang tipu daya untuk menyesatkan anak Adam, sebagai kompensasi diusirnya dari surga dan dijadikannya sebagai penghuni neraka oleh Allah Swt. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran, “Turunlah kamu dari surga itu, karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” (QS. Al-A’raf : 13). “Iblis berkata, ‘Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi. Dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka.” (QS. Al-Hijr : 39-40).

Dari ayat di atas jelaslah jin sebagai pengikut iblis adalah makhluk yang hina, kecuali mereka yang beriman akan menjadi mulia karena keimanannya. Sementara manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang mulia, maka tidak sepantasnyalah harus tunduk dan takut kepada jin. Firman Allah: , “Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan dan di lautan. Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.” (Al-Isro :70).

CARA MENGHIDARI KESURUPAN

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa manusia sebagai makhluk yang paling mulia, tidak sepantasnya berlindung dan meminta bantuan kepada jin dan sebangsanya, tetapi berlindung dan meminta tolonglah kepada Dzat yang Maha Mulia dan Maha Gagah, Allah Swt.

Untuk itu, agar dapat terhindar dari gangguan jin yang jahat hendaklah:

1. Meningkatkan serta mempertebal keimanan dan ketauhidan kita kepada Allah Swt, dengan cara menyakini dengan seyakin-yakinnya bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah, wajib ditaati, dicintai dan ditakuti secara haq kecuali Allah Swt.

2. Jangan biarkan hati dalam keadaan kosong. Penuhilah hati dan jiwa kita dengan ilmu dan dzikrullah serta banyak membaca Al-Quran.

3. Jauhkan kebiasaan melamun, karena dalam keadaan melamun pikiran menjadi kosong dan mudah dimasuki oleh jin

4. Atasi segala permasalahan dengan ikhtiyar dan tawakal. Mintalah bantuan orang lain, baik itu suami’istri, orang tua, famili maupun rekan yang dapat dipercaya dapat membantu memecahkan masalah kita.

CARA MENGATASI ORANG YANG KESURUPAN

Apabila mendapatkan orang yang kesurupan, langkah yang paling baik adalah meminta bantuan orang yang ahli dalam masalah ini. Tetapi dalam keadaan darurat, dalam dilakukan langkah-langkah di bawah ini (berdasarkan pengalaman penulis):

1. Kalau prilaku yang kesurupan keadaannya tenang hanya mengerang tanpa melakukan gerkan-gerakan seperti lari, meronta-ronta dan sebagainya, peganglah tangannya lalu dipijat-pijat/diurut untuk melemaskan sarafnya sambil bisikkan ditelinganya kalimat “Laa ilaaha illallah” berulang-ulang sampai dia menirukannya.

2. Kalau dia melakukan gerakan-gerakan super aktif dengan mata melotot beringas, usahakan tenangkan dan rebahkan dalam posisi telentang, lalu pandang jidatnya (jaga jangan sampai beradu pandang dengannya) sambil membaca “Bismillah Allahu Akbar laa haula walaa quwwata illa billaahil aliyil azhiim” atau membaca ayat kursi. Jika sudah tenang, lakukan langkah 1.

Wallahu a’lam. Semoga bermanfaat.

Iklan

2 Tanggapan to “Kesurupan dan Cara Mengatasinya”

  1. trima kasih ya karna ada ini ku jd tambah pngalaman dan ku jd tw cara menghindari semua itu dan stu lagi bsa membantuku mengerjakan soal skali lagi ku sangat-sangat berterima kasih………..

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: