Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Rangkap Jabatan Menteri vs Partai

Posted by gunawank pada Oktober 27, 2009


Hari ini (Selasa, 27/10/2009) Tifatul Sembiring akan menyerahkan kursi Presiden PKS kepada Luthfi Hasan Ishaq di kantor Dewan Pimpinan Pusat PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta.. Acara akan digelar pada pukul 11.00 WIB.

Dua hari setelah pengangkatannya sebagi Menteri Komunikasi dan Informasi di Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, Tifatul mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PKS, dengan alasan disamping sesuai ketentuan di PKS bahwa kader yang memangku jabatan publik maka harus melepaskan jabatan di partai, juga karena menganggap tugas sebagai menteri lebih penting dibanding kepentingan partai.

Selain mengganti Tifatul, rapat Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera di Jakarta, Ahad (25/10),  juga menetapkan Untung Wahono sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai menggantikan Suharna Surapranata yang terpilih sebagai Menteri Riset dan Teknologi, mengganti Ketua Wilayah Dakwah PK Jawa Tengah dan Yogyakarta, Suswono yang kini menjabat Menteri Pertanian oleh Agus Purnomo, serta mengganti Salim Segaf al Djufri sebagai Dewan Syariah di DPP oleh  Surahman Hidayat. Salim Segaf kini menjabat sebagai Menteri Sosial di KIB II.

Apa yang dilakukan para menteri dari PKS ini patut dicontoh oleh partai-partai lain, karena apabila kedua jabatan penting dengan kepentingan yang berbeda ini masih dirangkap oleh seseorang :

  1. Sulit dibedakan antara kapasitasnya sebagai menteri dan pengurus partai
  2. Sulit melepaskan kepentingan partai dalam menjalankan tugas negara sebagai menteri
  3. Kalupun bisa, kemungkinan salah satu ada yang dikalahkan
  4. Terkesan seolah tidak ada kader lain yang layak untuk mengisi jabatan tersebut di partai.

Harus diingat pula bahwa PR para menteri KIB II ini sangat berat. Dalam pemerintahan yang lalu banyak sekali masalah-masalah besar yang belum terselesaikan yang merata hampir ada disetiap departemen, antara lain masalah pengangguran, ketenagakerjaan, TKI, kemiskinan, penanganan bencana alam, korupsi, kecelakaan transportasi, pendidikan, perbankan dan lain-lain.

Tentunya bagi mereka yang sampai saat ini masih bersikeras mempertahankan jabatannya di partai memiliki trik dan cara untuk mengatasinya. Tetapi sekali lagi, kita sepakat bahwa menteri adalah pejabat negara yang harus mengayomi dan bekerja untuk dan atas nama seluruh rakyat Indonesia.

Sabda Rasulullah SAW: “Selamanya tidak mungkin iman dan khamar  secara bersama-sama berada dalam hati seseorang“.

Iklan

6 Tanggapan to “Rangkap Jabatan Menteri vs Partai”

  1. yusupman said

    Langkah yang perlu di tiru buat yang serakah ama jabatan ya…semoga bisa di jadikan teladan buat yang lain ya..salam kenal mas…

  2. Ar Rikaz said

    Pastinya…masih banyak kader lain yang layak. Kalau tidak…berarti gak berhasil tuh kaderisasinya.

  3. Berita Hot said

    Jabatan menteri harus berfikir untuk kemajuan dan kesejahteraan seluruh rakyat, sedangkan partai…ya untuk kemenangan partainya pada pemilu berikutnya..he..heee…

  4. Ar Rikaz said

    Mestinya dalam partaikan masih banyak kader lain yang layak menduduki posisi itu, sebaiknya mereka diberi kesempatan sekaligus regenerasi. Kalau gak ada lagi….berarti gagal kaderisasinya.

  5. wen said

    pokonya semoga yg dikasi jabatan bisa menjalankan fungsi sebagaimana mestinya dan tidak menyalahgunakan aturan yg ada

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: