Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Potret Ibadah Haji Satu Abad Yang Lalu

Posted by gunawank pada Oktober 22, 2010


Setiap tahun pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Agama (dulu Departemen Agama) selalu disibukkan dengan pengaturan jamaah haji mulai dari pendaftaran, pengaturan jadwal pemberangkatan, penentuan embarkasi, pemilihan dan penetapan maskapai penerbangan, tempat penginapan sampai urusan makan. Mengingat jumlah jamaah haji Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Demikian pula pemerintah Arab Saudi sebagai negara tujuan jamaah haji senantiasa berusaha untuk memberikan pelayanan terbaiknya bagi para tamu Allah tersebut. Berbagai fasilitaspun dipersiapkan dan selalu ditingkatkan dari tahun ke tahun. Hotel-hotel pencakar langit dibangun, sarana prasarana jalan maupun tempat-tempat peribadatan diperbaiki dan diperluas. Singkatnya, kedua belah pihak negara pengirim dan penerima jamaah haji ini sama-sama disibukkan untuk memberikan pelayanan sebaik-baiknya.

Namun, apa yang terjadi seratus tahun yang lalu berkaitan dengan pelaksanaan ibadah haji ini, memang tidak banyak informasi lengkap yang tersedia. Tetapi dapat dipastikan sangat jauh berbeda dengan kondisi sekarang.

Dari foto-foto yang oleh Republika online (Republika.co.id, 7/7/2010), setidaknya, situasi haji seabad yang lalu bisa terekam. Seperti, Masjidil Haram yang belum dibangun seluas dan seindah seperti saat ini. Seratus tahun lalu, Masjidil Haram belum memiliki banyak menara yang menjulang tinggi ke langit. Tampak di foto, menara itu baru satu unit.

Sementara, di sekitar Ka’bah, di dalam Komplek Masjidil Haram, pun masih terdapat beberapa bangunan. Bahkan, ada pula sebuah gerbang yang berdiri tegak, dekat sekali dengan Ka’bah. Sedangkan sekarang, areal di sekitar Ka’bah sudah bersih dari berbagai bangunan  dan tampak sangat lapang.

Sedangkan untuk penginapan jamaah, jangan dibayangkan, mereka tinggal di penginapan, hotel, gedung atau maktab seperti sekarang. Sebagian besar dari jamaah ternyata harus tinggal di tenda-tenda yang didirikan tersebar di Kota Makkah. Tenda-tenda yang mayoritas berwarna putih itu tampak berdiri tak teratur dan dengan bentuk beraneka ragam.

Lantas bagaimana dengan jamaah haji Indonesia? Meski belum merdeka, ternyata kala itu sudah banyak jamaah dari Hindia Belanda. Tak ada data yang bisa memastikan berapa banyak jamaah haji itu setiap tahunnya. Namun, dari foto-foto yang berbicara, jamaah itu tersebar dari berbagai daerah.

Sumber: http://www.republika.co.id

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: