Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Sumpah Pemuda; Bukti Otentik Lahirnya Bangsa Indonesia

Posted by gunawank pada Oktober 25, 2010


Kami poetera dan poeteri Indonesia,
mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kami poetera dan poeteri Indonesia,
mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Kami poetera dan poeteri Indonesia,
mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

——————————————

Begitulah bunyi naskah asli Sumpah Pemuda hasil rumusan Moehammad Yamin yang dibacakan Soegondo Djojopuspito dan kawan-kawan pada Kongres Pemuda Kedua pada tanggal 28 Oktober 1928.

Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.

Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan.

Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.

Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.

Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.

Dari apa yang dirumuskan, dibahas dan diikrarkan pada Kongres Pemuda Kedua ini tercermin semangat nasionalisme dan kebangsaan yang teramat sangat tinggi meski mereka berangkat dari organisasi-organisasi kepemudaan dari suku yang berbeda-beda tetapi mampu mempersatukan diri dalam satu wadah besar bernama INDONESIA.

Oleh karena itu layaklah apabila dikatakan bahwa Indonesia secara de facto telah lahir sejak tanggal 28 Oktober 1928 walaupun secara de jure baru tercapai 17 tahun kemudian dengan dibacakannya teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945. Dengan kata lain, karena keterkaitan kedua peristiwa tersebut maka sudah sepatutnya momentum Sumpah Pemuda harus diperingati secara khidmat dan sederajat dengan peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan karena keduanya memiliki makna yang sama sebagai  kelahiran Bangsa Indonesia.

Namun apa yang terjadi akhir-akhir ini, peringatan Sumpah Pemuda setiap tanggal 28 Oktober nyaris kehilangan gaungnya, bahkan mungkin sudah banyak yang lupa bahwa pada tanggal tersebut telah terjadi peristiwa besar sebagai tonggak lahirnya negara dan bangsa Indonesia.

Mungkin karena itulah sehingga para pemimpin bangsa, para pejabat negara saat ini banyak yang lupa atau kehilangan rasa kebangsaannya sehingga ketika menjadi pejabat merasa bahwa kekuasaan itu miliknya yang pada gilirannya bertindak sewenang-wenang, korupsi, memperkaya diri sendiri dan sejenisnya. Wallahu a’lam.

Download GRATIS :

Lagu Indonesia Raya
(Versi Sumpah Pemuda, 28-10-1928)

6 Tanggapan to “Sumpah Pemuda; Bukti Otentik Lahirnya Bangsa Indonesia”

  1. […] Baca entri selengkapnya » […]

  2. […] Baca entri selengkapnya » […]

  3. impognone said

    hi

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: