Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Bintang Jasa Utama Untuk Ann Dunham, Ibu Presiden Obama

Posted by gunawank pada November 13, 2010


Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas nama Pemerintah Indonesia dalam kesempatan acara jamuan makan malam di Istana Negara (Selasa, 9/11/2010) memberikan penghargaan Bintang Jasa Utama kepada almarhum Stanley Ann Dunham, ibunda Presiden Amerika Serikat Barack Obama yang diserahkan langsung kepada Presiden Obama. Penghargaan ini dianugerahkan karena dianggap berjasa secara luar biasa dengan penelitian yang dilakukan terhadap peran kaum perempuan dan pengembangan usaha mikro di Indonesia.

Ann Dunham Soetoro (lahir sebagai Stanley Ann Dunham; lahir di Kansas, 29 November 1942 – meninggal di Hawaii, 7 November 1995  pada umur 52 tahun) adalah antropolog  berkebangsaan Amerika Serikat bidang pembangunan perdesaan. Lahir di Kansas, Dunham melewatkan masa remajanya di Mercer Island di dekat Seattle, Washington, dan masa dewasanya di Hawaii.

Dunham menikah dengan Barack Hussein Obama, mahasiswa dari Kenya pada tanggal 2 Februari 1961 di Maui, Hawaii, meski orang tua mereka tidak menyetujuinya. Puteranya, Barack Hussein Obama Jr. (lahir 1961), kini adalah Presiden Amerika Serikat ke-44 dan mantan Senator Junior AS dari Illinois (Partai Demokrat). Pada tahun 1964 Dunham bercerai dengan suaminya. Ia kemudian menikah dengan Lolo Soetoro (ca. 1935–1987), seorang mahasiswa berkebangsaan Indonesia, pada tahun 1967 dan kemudian pindah ke Jakarta bersama . Soetoro dan Dunham memiliki seorang puteri, Maya Kassandra Soetoro.

Beberapa jenjang kiprah profesionalnya di Indonesia, antara lain periode Januari 1968 hingga Desember 1969 menjadi asisten direktur Lembaga Indonesia Amerika di Jakarta. Antara Januari 1970 hingga Agustus 1972 menjadi salah seorang direktur Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Manajemen (LPPM) dengan salah satu tugasnya mensupervisi penerbitan buku-buku pendidikan dan manajemen.

Tahun 1973, Ann Dunham pulang ke Hawaii bersama Maya Soetoro, anak kedua dari hasil pernikahan dengan Lolo Soetoro, warga Indonesia, untuk menyelesaikan pendidikan master di jurusan antropologi UHM.

Pada 1977, Dunham kembali ke Jakarta dan bekerja sebagai instruktur di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan setahun kemudian menjadi konsultan di kantor International Labor Organization (ILO) di Jakarta. Tidak perhenti sampai di situ, antara Oktober 1978 hingga Desember 1980, dia menjadi konsultan pembangunan pedesaan USAID di Departemen Perindustrian.

Di masa ini, Ann Dunham sering mengunjungi desa-desa terpencil di pedalaman Jawa Tengah untuk membantu kelompok perempuan miskin yang ditemuinya disana. Selesai dengan USAID, antara Januari 1981 hingga November 1984 Ann Dunham menjadi supervisor program pemberdayaan perempuan dalam pembangunan di kantor Ford Foundation Asia Tenggara di Jakarta.

Bersama, antara lain, Dr. Pujiwati Sayogyo dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Ann Dunham mengembangkan proyek penelitian mengenai perempuan di sektor pertanian. Terus berlanjut, antara 1986 hingga 1987, bekerja sebagai konsultan pembangunan pedesaan di Pakistan.

Dalam program yang dibiayai Asian Development Bank (ADB) itu dia ikut mendesain skema mikrokredit untuk perempuan dan perajin di provinsi Gujranwala. Lalu kembali ke Indonesia pada 1988, Ann Dunham menjadi koordinator riset dan konsultan di Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Sebagai konsultan, Ann Dunham ikut melatih karyawan BRI di tujuh provinsi, membantu menyiapkan skema mikrokredit bagi masyarakat miskin, menganalisa data, hingga memberikan rekomendasi kepada pimpinan BRI. Dia menyelesaikan tugasnya di BRI pada 1992 dan pada saat tahun yang sama dia kembali ke Hawaii untuk mempertahankan disertasinya.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Sudjarwadi M.Eng, Ph.D menyejajarkan pemikiran Ann Dunham senafas dengan pemikiran ekonomi kerakyatan yang digagas Mohammad Yunus (pendiri Grameen Bank) yang menerima hasil nobel dan (alm) Prof.Mubyarto, pakar ekonomi Pancasila. Karena kapasitas dimaksud, pemikiran Ann Dunham dan Mubyarto layak dikaji ulang dan dihidupkan dalam kehidupan kontemporer seperti sekarang.

“Antara tokoh Mohammad Yunus, Ann Dunham, dan Mubyarto memiliki kedekatan dan relevan ilmunya untuk dikupas. Mereka banyak mengangkat seputar micro finance dan ekonomi kerakyatan yang sangat bermanfaat bagi sesama,” ujar dia, Sabtu (16/10/2010).

Sumber:

  • Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
  • Bisnis.com
  • Pikiran Rakyat Online

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: