Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Tips: Agar Pembagian Daging Qurban Tidak Ricuh

Posted by gunawank pada November 20, 2010


Akhir-akhir ini kita sering terenyuh menyaksikan tayangan berita di media elektronik tentang kasus pembagian daging qurban, zakat dan bentuk bantuan langsung lainnya yang selalu diwarnai kericuhan dan tidak jarang menimbulkan korban cedera bahkan nyawa.

Fenomena ini terjadi setidaknya karena 2 hal:

  1. Betapa banyak warga masyarakat kita yang sangat membutuhkan (kalau tidak boleh disebut miskin) hanya sekedar uang senilai Rp. 100.000,- atau bahkan kurang (setara 0,5 kg daging qurban atau paket sembako).
  2. Panitia yang kurang siap dan tidak mau menggunakan jalur aparat yang ada dimasyarakat (pengurus RT atau RW). Alasannya mungkin karena kurangnya kepercayaan kepada aparat dimaksud atau karena takut tidak diketahui umum.

Apapun alasannya yang jelas itulah kondisi riil yang terjadi pada masyarakat kebanyakan rakyat Indonesia. Padahal pernyatan-pernyataan pemerintah selalu mengklim bahwa berbagai program yang berkaitan dengan usaha pengentasan kemiskinan telah berhasil atau setidaknya selalu mengalami kemajuan.

Dulu umunmnya masyarakat tidak mampu akan merasa malu untuk berkumpul  menerima bantuan, tetapi sekarang justru sangat bersemangat untuk mendapatkannya sehingga rela berdesakan dengan resiko terhimpit, terinjak-injak bahkan kehilangan nyawa yang siap mengancam.

Kami punya pengalaman setiap tahun membagikan daging qurban sebanyak 2.500 kantung, tetapi alhamdulillah tidak pernah terjadi peristiwa berebut, saling dorong atau kericuhan yang menimbulkan korban. Resepnya adalah percaya dan menyerahkan sepenuhnya pembagian untuk masing-masing individu penerima kepada pengurus RT setempat, hasilnya…tidak ricuh dan semuanya sampai kepada yang berhak menerimanya.

Oleh karena itu lewat tulisan ini ingin berbagi pengalaman agar niat dan amal yang baik untuk membantu tidak justru malah menambah beban penderitaan mereka karena cara pelaksanaan yang salah.

Inilah cara yang kami lakukan:

  1. Menjalin kerjasama dengan para pengurus RT sesuai wilayah calon penerima bantuan
  2. Membangun sikap saling mempercayai antara panitia dan pengurus RT dengan cara panitia memenuhi janji sesuai kesanggupannya dan melimpahkan wewenang penuh dalam pendistribusiannya kepada pengurus RT.
  3. Hindari dan buang jauh-jauh sikap riya alias ingin dilihat pihak lain sehingga memaksakan diri untuk menyererahkan dan diterima langsung oleh masing-masing yang bersangkutan dengan cara mengumpulkan mereka dalam suatu tempat.
  4. Buat kupon sesuai jumlah paket/kantung barang yang akan disalurkan.
  5. Serahkan kupon tersebut kepada calon penerima secara kolektif kepada pengurus RT sesuai jumlah calon penerima pada masing-masing RT.
  6. Jika mungkin dan sebaiknya harus dipersiapkan dana untuk sekedar uang lelah dan pengganti transport bagi pengurus RT.
  7. Lakukan evaluasi dengan cara mengadakan pertemuan silaturahmi dengan para pengurus RT dimaksud, agar terjalin komunikasi yang dapat menumbuhkan rasa saling percaya.

Selamat mencoba….!

Iklan

11 Tanggapan to “Tips: Agar Pembagian Daging Qurban Tidak Ricuh”

  1. BUBARKAN PANITIA QURBAN ISTIQLAL
    IKUTI CARA RASULULLAH, DAGING DIBAGIKAN BUKAN DIPEREBUTKAN.
    QORBAN DIPOTONG DILINGKUNGAN MASING MASING YANG BERQURBAN, DIBAGIKAN KETETANGGA MASING MASING. TIDAK PERLU PANITIA PANITIAAN.
    DENGAN DEMIKIAN TIDAK TERJADI KONSENTRASI 5.000 MASSA DI ISTIQLAL, KARENA SUDAH TERBAGI DI BEBERAPA TEMPAT SESUAI TEMPAT TINGGAL ORANG YANG BERQURBAN.
    SYIAR IDUL ADHA PUN TERSEBAR DIBANYAK TEMPAT, TIDAK HANYA DI ISTIQLAL. ( lihat QUTUL HAKIR )

    • gunawank said

      Panitia mungkin tetap diperlukan, tetapi sesuai tugasnya…ya membagikan, bukan ngumpulin mustahiq (kerja…gitu,lho..).
      Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, semoga bermanfaat khususnya bagi panitia yang tidak mau bekerja sesuai tuganya.
      Saya sudah coba kunjungan balik ke qutulhakir, tetapi tidak connect!

      • Maksudnya, jsngsn dikondentrasikan di ISTIQLAL, perlu PANITIA, monggo, tapi ditempat sekitar masing masing orang yang berkorban, Tugas Panitia MEMBAGI/MENYAMPAIKAN KEPADA yang berhak dengan cara cara yang patut, kalkau orang miskin dibiarkan berebut sampai berhimpitan, panitia yang cara kerjangan kayak gitu yang harus dibubarkan.
        MEMALUKAN.
        wallhul muwaffiq.

        • gunawank said

          Batul, kang……
          Terima kasih kunjungan masukannya. Mudah2an dibaca bukan saja oleh panitia kurban, tetapi oleh pantia2 lain yang selalu menimbulkan korban manusia.

  2. Auditia said

    pembagian daging kurban tetap di laksanakan sesuai dengan aturannya dan panitia tetap dibutuhkan untuk mengatur jalanya pembagian daging kurban. daging kurban dapat di bagikan di lingkungan sekitar yang terdekat dengan masyarak tidak di pusatkan pada satu temppat yang akan menyababkan kericuhan. pembagian daging kurban yang saya pernah lihat juga ada yang berupa kornet yang dibagikan dengan teratur.

    • gunawank said

      Betul…panitia tetap diperlukan untuk korban kolektif dan harus di lingkungan setempat agar tidak terjadi konsentrasi massa dengan jumlah tinggi.
      Saya sudah balas kunjungan di “tugas-ne”

    • Maksudnya, jsngan dikonsentrasikan di ISTIQLAL, perlu PANITIA, monggo, tapi ditempat sekitar masing masing orang yang berkorban, Tugas Panitia MEMBAGI/MENYAMPAIKAN KEPADA yang berhak dengan cara cara yang patut, kalkau orang miskin dibiarkan berebut sampai berhimpitan, panitia yang cara kerjanya kayak gitu yang harus dibubarkan.
      MEMALUKAN.
      wallhul muwaffiq.

  3. auditia said

    pembagian hewan kurban tetap dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang dilaksanakan dan di laksanakan di daerah-daerah yang terdekat dengan masyarakat.
    pembagian hewan korban juga dapat dibagikan berupa daging siap saji misalya kornet yang sudah ada pelaksanaannya.

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: