Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Konflik PSSI Vs LPI; Arogansi PSSI…?!

Posted by gunawank pada Januari 5, 2011


Beberapa hari ini media massa khususnya eletronik ramai menayangkan berita tentang penolakkan bahkan tuduhan (pengurus) PSSI terhadap kehadiran Liga Primer Indonesia (LPI): LPI ilegal, LPI akan mengacak-acak sepak bola Indonesia, LPI…, LPI…. dan seterusnya (maaf, nggak hapal semua).

Muaranya adalah karena merasa PSSI sebagai induk organisasi persepakbolaan Indonesia yang dilindungi undang-undang, sehingga hanya merekalah yang layak menyelenggarakan kompetisi sepakbola di Indonesia.

Padahal kalau para pengurus PSSI itu membuka mata dan menjernihkan pikiran dengan melihat apa yang terjadi di Eropa yang notabene diakui dunia sebagai Benua Sepakbola, di sana ada kompetisi sepak bola yang namanya Piala Eropa, Piala Super UEFA, Piala Champions, dan Piala Winners.

Artinya, apabila PSSI merasa sebagai induk organisasi sepakbola yang memegang otoritas pembinaan sepakbola  di  negeri ini, sepatutnya merespon keinginan sebagian pecinta sepakbola tanah air yang ingin menyelenggarakan kompetisi yang berbeda dengan apa yang diselenggarakan oleh PSSI sendiri. Jadi seharusnya LPI ini diraih dan dibina bukan dimusuhi.

Di samping itu, munculnya LPI ini seharusnya dijadikan cermin oleh pengurus PSSI. Kalau wajah kita baik yang nampak dicermin pasti kita akan mengatakan karena wajah kita yang baik, bukan karena cerminnya yang bagus. Artinya untuk memelihara kebaikannya itu bukan cerminnya yang harus dijaga, tetapi wajah kita yang harus dijaga dan ditingkatkan.

Demikian pula kalau wajah yang nampak di cermin itu buruk, bukan karena cerminnya yang jelek, tetapi karena memang wajah kita yang buruk. Berarti wajah kita yang harus diperbaiki bukan cerminnya yang dihancurkan. Bukankah pepatah kita mengatakan: Janganlah karena buruk wajah cermin dipecah”.

Begitulah seharusnya PSSI menyikapi kehadiran LPI ini, bukan malah memperlihatkan sikap arogansi dan takut tersaingi. Ingat bahwa masyarakat dalam hal ini para pecinta sepakbola tanah air sudah semakin dewasa, bisa memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik. Dan apa yang dikatakan beberapa suporter Piala AFF yang baru lalu : “Kami mendukung Timnas bukan mendukung PSSI”, harus dijadikan bahan introspeksi oleh PSSI.

Perhatikan juga ungkapan tulus, murni dan bersih dari kepentingan politik dan sejenisnya yang tertuang dalam http://suporter.info/ dengan judul “Antara LPI, ISL dan Impotennya Prestasi PSSI”, antara lain ditulis sebagai berikut:

Memasuki bulan November ini publik sepakbola nasional di kejutkan (menurut penulis) dengan adanya pertandingan amal antara Persebaya (atau sekarang di kenal dengan Surabaya FC) dan Persema Malang melawan Tim yang berisi pemain-pemain Belanda yang memiliki darah Indonesia dimana hasil dari dua pertandingan ini akan disumbangkan kepada korban bencana Wasior, Mentawai dan Merapi.

Tetapi yang lucu dan menggelitik adalah yang mengorganisasikan pertandingan ini bukanlah Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia-PSSI yang selama ini sebagai otoritas tertinggi di Indonesia dalam hal sepakbola tetapi sebuah badan yang menurut penulis badan ini seperti anak kemarin sore yang tiba-tiba muncul begitu saja dengan sedikit membawa “jualan” yang bisa membuat rakyat terbujuk.

……………………………………………………

Kalau bagi penulis sendiri kehadiran LPI ini bisa menjadi sebagai oase di tengah ketidakmampuan atau bahasa lebih jelasnya (maaf) impotennya prestasi PSSI di semua kancah internasional mulai dari Liga Champion Asia, Piala AFC, Piala AFF,SEA GAMES, ASIAN GAMES, Olimpiade hingga Piala Dunia, bahkan Piala Asia sendiri untuk pertama kalinya sejak tahun 1994 kita gagal tembus putaran final.

Pertanyaan sekarang sekaligus merenung dalam nurani anda yang merasa sebagai suporter atau penikmat sepak bola nasional adalah BISA APA ISL atau dulu bernama Liga Indonesia sampai berjilid 13 musim dalam merepresentasikan prestasi Timnas sudah adakah hasilnya paling tidak peroleh Perak atau Emas Asian Games ? atau Juara Piala AFF ? atau selama Liga Indonesia hingga berganti nama menjadi ISL sudah berapa banyak pemain hasil kompetisi ini yang di lirik klub maju Asia seperti Gamba Osaka-Jepang sampai Eropa seperti jejak Park Ji Sung atau Nakata ? atau apakah Liga Indonesi hingga ISL dengan 13 musim ini BISA MENDAMAIKAN Viking-Bobotoh dengan Jak Mania, serta ratusan ribu BONEK ketika klub mereka bertanding paling tidak duduk nyaman satu deret bangku atau ketika berada di luar stadion baik sebelum dan sesudah klub mereka bertanding ?? atau selama Liga Indonesia hingga ISL 13 musim ini SUDAH BERAPA pemain muda usia mulai 13 hingga 23 tahun yang turun berkompetisi secara penuh 90 menit pada satu klub di Liga Indonesia sampai ISL ?

Jawabnya belum ada dan tidak !!! kalaupun ada tidak setenar Park Ji Sung atau Nakata yang bertahun-tahun di klub besar Eropa dan menjadi incaran banyak klub, pemain kita hanya berlabel “Pinjaman” ataupun kontrak hanya 1 musim saja selebihnya pulang dengan banyak alasan seperti “kangen rumah”, “ga kuat udaranya”  alasan ini yang selalu digunakan pemain kita ketika dikontrak oleh klub luar Indonesia, makanya pemain kita agak OGAH dilirik dan kontrak penuh klub asing !!

……………………………………………………

Ayolah bapak-bapak yang dipercaya mengurus PSSI…dengarlah saran, usul, pendapat, masukan (ataupun mungkin yang dirasakan sebagai cacian) dari masyarakat yang intinya mereka ingin PSSI maju dan Timnas berjaya di setiap laga. Kalau tidak, mereka akan mengatakan …… Reformasi memang belum menyentuh tubuh PSSI !

Satu Tanggapan to “Konflik PSSI Vs LPI; Arogansi PSSI…?!”

  1. […] Konflik PSSI Vs LPI; Arogansi PSSI…?! […]

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: