Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Bahaya Tulul Amal atau Menunda-nunda Untuk Beramal

Posted by gunawank pada Januari 12, 2011


Salah satu sikap yang dapat mengakibatkan bermalas-malasan dalam melakukan taat kepada Allah Swt adalah tulul amal, yaitu suka menunda-nunda kebaikan, mengulur-ulur waktu untuk berbuat amal, terlalu banyak pertimbangan dalam beramal, dengan alasan berbagai macam: sibuk, belum sempat, masih muda, masih ini, masih itu dan lain sebagainya.

Seperti kata seseorang: Nanti kalau sudah dapat pekerjaan, saya akan banyak shadaqoh, rajin berjamaah, rajin menghadiri pengajian dan lain-lain. Tetapi setelah dapat pekerjaan….nanti kalau sudah menikah, setelah menikah …. nanti kalau punya anak, setelah punya anak …nanti kalau anak sudah besar, …nanti kalau sudah pensiun, nanti kalau sudah tua, dan seterusnya dan seterusnya.

Padahal ingatlah saudara-saudaraku, kita tidak pernah tahu apakah usia kita akan sampai ke usia pensiun? Bahkan, masihkah kita hidup besok hari? Tentu tidak satupun diantara kita yang mengetahui apa yang akan terjadi setelah ini.

Oleh karena itu buanglah jauh-jauh sifat dan sikap suka mengulur-ulur waktu untuk melakukan suatu kebaikan. Jika ada keinginan, mulailah dari sekarang. Lakukanlah saat itu juga. Jangan ditunda-tunda, jauhkan sikap tulul amal dari dari kita.

Kata Sayidina Ali Karomallahu wajhah:

إِنَّ أَخْوَف مَا أَخَاف عَلَيْكُمْ اِتِّبَاع الْهَوَى وَطُول الْأَمَل ، فَأَمَّا اِتِّبَاع الْهَوَى فَيَصُدّ عَنْ الْحَقّ ، وَأَمَّا طُول الْأَمَل فَيُنْسِي الْآخِرَة (فتح البارى لابن حجر: 18/225)

“Sungguh yang lebih menakutkan dari apa yang menakutkan atas kamu sekalian adalah mengikuti hawa nafsu dan tulul amal. Adapun mengikuti hawa nafsu akan menyebabkan berpaling dari kebenaran (agama), sedangkan tulul amal akan menyebabkan lupa kepada akhirat”.

Menurut riwayat lain:

فَاتِّبَاع الْهَوَى يَصْرِف بِقُلُوبِكُمْ عَنْ الْحَقّ ، وَطُول الْأَمَل يَصْرِف هِمَمكُمْ إِلَى الدُّنْيَا

“Mengikuti hawa nafsu  akan memalingkan hatimu dari kebenaran (agama) , sedangkan tulul amal akan memalingkan pengharapanmu kepada dunia”.

Menurut Syekh Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Bari (Syarah Shahih Bukhari):

وَيَتَوَلَّد مِنْ طُول الْأَمَل الْكَسَل عَنْ الطَّاعَة ، وَالتَّسْوِيف بِالتَّوْبَةِ ، وَالرَّغْبَة فِي الدُّنْيَا ، وَالنِّسْيَان لِلْآخِرَةِ ، وَالْقَسْوَة فِي الْقَلْب ؛ لِأَنَّ رِقَّته وَصَفَاءَهُ إِنَّمَا يَقَع بِتَذْكِيرِ الْمَوْت وَالْقَبْر وَالثَّوَاب وَالْعِقَاب وَأَهْوَال الْقِيَامَة كَمَا قَالَ تَعَالَى ( فَطَالَ عَلَيْهِمْ الْأَمَد فَقَسَتْ قُلُوبهمْ )

وَقِيلَ : مَنْ قَصُرَ أَمَله قَلَّ هَمّه وَتَنَوَّرَ قَلْبه ؛ لِأَنَّهُ إِذَا اِسْتَحْضَرَ الْمَوْت اِجْتَهَدَ فِي الطَّاعَة ، وَقَلَّ هَمّه ، وَرَضِيَ بِالْقَلِيلِ. (فتح البارى لابن حجر: 18/225)

“Tulul amal akan melahirkan malas dari taat, menunda-nunda taubat, sangat senang kepada dunia, melupakan akhirat, dan mengeraskan hati. Oleh karena itu untuk membersihkan dan menjernihkannya hanyalah dengan mengingat mati, mengingat kubur, pahala, dosa dan mengingat kejadian-kejadian yang menakutkan di hari kiamat. Sebagaimana firman Allah Swt فَطَالَ عَلَيْهِمْ الْأَمَد فَقَسَتْ قُلُوبهمْ )). Dan menurut suatu qaol: Barangsiapa yang qashrul amal (yakni menyegerakan beramal) maka tidak banyak pertimbangan (untuk beramal) dan terang hatinya, karena apabila ingat akan mati niscaya akan bersungguh-sungguh di dalam taat kepada Allah Swt, tidak banyak pertimbangan (dalam beramal), dan ridla dengan yang sedikit”.

Hujjatul Islam Imam Al-Ghazali berkata: Wajib atas kamu menjauhi tulul amalmu, karena sesungguhnya tulul amal membangkitkan empat perkara:

  1. meninggalkan taat dan menimbulkan kemalasan dalam taat kepada Allah.
  2. meninggalkan taubat dan menundanya
  3. menimbulkan sifat tamak/rakus terhadap harta dan sibuk dengan urusan dunia sehingga lupa akhirat.
  4. mengeraskan hati dan melupakan akhirat

وقال يحيى بن معاذ : الأمل قاطع عن كل خير والطمع مانع من كل حق والصبر صائر إلى كل ظفر والنفس داعية إلى كل شر ومن ثمرات طول الأمل ترك الطاعة والتكاسل فيها وترك التوبة وتسويفها والحرص على الجمع والاشتغال بالدنيا عن الآخرة مخافة الفقر والنسيان للآخرة (فيض القدير : 3/8)

“Menurut Yahya bin Mu’adz: Tulul amal memutuskan segala kebaikan, kerakusan mencegah dari segala kebaikan, sabar menghantarkan kepada segala kemenangan, dan nafsu mengajak kepada segala kejahatan. Sebagian dari buah tulul amal adalah meninggalkan taat kepada Allah Swt dan kemalasan dalam taat, meninggalkan taubat dan menunda-nundanya, dan rakus terhadap segala harta, sibuk dengan urusan dunia sehingga melupakan akhirat, takut fakir, dan melupakan akhirat”.

Kesimpulannya, orang yang tulul amal, suka menunda-nunda untuk taat kepada Allah, suka mengulur-ulur waktu untuk bertaubat, akan menimbulkan sifat malas dalam dirinya, akan membuat hatinya keras membatu sehingga sulit untuk menerima kebenaran agama, sulit menerima nasihat kebaikan dan taqwa, berat melaksanakan ibadah dan berat pula untuk melangkahkan kakinya menuju majlis-majlis pengajian. Hal ini tiada lain karena terlalu cintanya kepada dunia, terlalu asik dengan urusan duniawi, sehingga dia merasa sibuk, merasa belum punya waktu untuk mengerjakan amal-amal akhirat.

Firman Allah dalam Al-Quran:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوَاْ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ الله وَمَا نَزَلَ مِنَ اْلحَقِّ وَلاَ يَكُونُواْ كَالَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ (الحديد: 16 )

“Apakah belum datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah diturunkan, dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diberi Al-Kitab, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”. (QS. Al-Hadid: 16).

Demikian bahayanya apabila kita tetap memelihara sifat tulul amal. Oleh karena itu, buanglah jauh-jauh sifat itu dari diri kita, dengan cara:

  1. berlindunglah kepada Allah apabila kita merasa berat untuk melakukannya
  2. perbanyaklah dzikir kepada Allah
  3. perbanyaklah amalan-amalan yang dapat mengingatkan kita kepada mati
  4. segeralah lakukan saat itu juga ketika ingin berbuat amal kebajikan, jangan terlalu banyak pertimbangan.
  5. hadirilah majlis-majlis ilmu, kumpulan orang-orang saleh, karena disanalah kita akan mendapatkan motivasi amal dan meningkatkan keimanan kita.

Semoga kita terpelihara dan dijauhkan dari sifat dan sikap tulul amal serta kecenderungan mengikuti hawa nafsu – yang menjerumuskan kita – kepada kefasikan. Dan semoga Allah SWT – senantiasa memberikan kekuatan, kemampuan dan kemauan kepada kita – untuk selalu memperbanyak dzikir – dan bertaubat kepada-Nya. Amin ya Robbal ’alamin.

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: