Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Lagi, Insiden Penyerangan Jemaah Ahmadiyah Menewaskan 3 Orang

Posted by gunawank pada Februari 7, 2011


Hari Minggu, 6 Februari 2011 anggota Jemaah Ahmadiyah kembali di serang masa di Cikeusik, Pandeglang, Banten yang mengakibatkan 3 orang Jemaah Ahmadiyah meninggal setelah dianiaya, yaitu Rony, Yudi, dan Tarno. Tarno merupakan pemuda asal Cikeusik yang belum lama ini masuk Ahmadiyah. Para korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandeglang.

Kejadian seperti ini bukan yang pertama atau bahkan mungkin juga  bukan yang terakhir, artinya kejadian yang memalukan baik sebangai bangsa maupun sebagai muslim ini akan terus terjadi di masa mendatang, apabila tidak segera dilakukan usaha-usaha/langkah nyata penanggulangannya.

Salah satunya adalah melaksanakan Surat Keputusan Bersama terkait dengan keberadaan Jamaah Ahmadiyah yang ditandatangai Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Jaksa Agung atas nama pemerintah tahun 2008, yang pada intinya memerintahkan kepada penganut Ahmadiyah untuk menghentikan kegiatannya yang bertentangan dengan Islam.

Namun, nasib SKB yang sudah berumur 2 tahun lebih itu belum tersosialisasikan dengan baik, layak dan menyeluruh, sehingga alih-alih kehadiran SKB ini dapat meredam gejolak yang terjadi di masyarakat terkait keberadaan Ahmadiyah, justeru yang terjadi  cenderung sebaliknya, konplik berupa penyerangan terhadap jemaah Ahmadiyah semakin meluas, terjadi di berbagai daerah di Tanah Air. Diantara penyebabnya adalah:

  • Tidak ada ketegasan dari pemerintah (pemda, polisi) dalam melaksanakan amanat SKB 2008. Buktinya sampai saat ini jamaah Ahmadiyah masih beraktifitas dan beraqidah seperti sebelum adanya larangan dalam SKB. Pemda dan kepolisian seperti membiarkan ini terjadi.
  • Akibat poin di atas, masyarakat “anti” Ahmadiyah merasa dilecehkan dan ketika “mengadu” ke aparat berwenang, kurang mendapat tanggapan serius, akhirnya mereka bertindak sendiri.
  • Ketika masyarakar “anti” Ahmadiyah melakukan tindakan anarkis, mereka ditangkap dan dihukum (dan memang seharusnya begitu) tetapi jamaah Ahmadiyah yang melakukan pelanggaran terhadap poin-poin dalam SKB dibiarkan.
  • Dalam kasus Cikeusik ini, intelejen lemah tidak mampu memprediksi apa yang akan terjadi sehingga aparat kepolisian tidak dapat mengukur kekuatan untuk pengamanan.
  • Dilihat dari kronologisnya yang dimulai sejak 4 Februari, tampak kelemahan dan kelalaian kepolisian dalam mengantisipasi kejadian yang bakal terjadi.
  • Umur SKB sudah lebih dari 2 tahun tetapi tidak ada langkah atau tindakan nyata untuk membubarkan “Jemaah Ahmadiyah” dan melakukan bimbingan pada jamaahnya untuk kembali ke ajaran yang benar, sehingga mereka selamat dari amuk masa.

Menurut Tempo setidaknya tercatat ada 13 kasus kekerasan terhadap jamaah Ahmadiyah pada tahun 2010 dan 2 kasus di tahun 2011 ini (Tempointeraktif, Senin 7/2/2011) :

6 Februari 2011
Warga menyerang jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Kabupaten Tangerang,  Banten. Hingga pagi ini, tercatat tiga orang dilaporkan tewas dalam insiden penyerangan tersebut.
29 Januari 2011
Puluhan massa Front Pembela Islam (FPI) berunjuk rasa setelah mengetahui terdapat kegiatan di masjid milik jamaah Ahmadiyah di Makassar. Mereka memaksa jamaah itu minggat. Akibatnya, jamaah Ahamadiyah dievakuasi ke masjid An Nushrat, di Jalan Anuang 112, Makassar.
27 Desember 2010
Madrasah Al Mahmud milik ahmadiyah di Kampung Rawa Ekek Desa Sukadana Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, dibakar orang tak dikenal. Seminggu sebelumnya sebuah musola juga dibakar. Selama ini madrasah dipergunakan jamaah  Ahmadiyah untuk kegiatan pendidikan keagamaan.
10 Desember 2010
Sekitar seribu santri di Sukabumi, Jawa Barat membongkar masjid Ahmadiyah di Kampung Panjalu Desa Warnasari Kecamatan Sukabumi Kabupaten Sukabumi. Pembongkaran dilakukan setelah keluar putusan Mahkamah Agung yang menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Cibadak Sukabumi yang menyatakan masjid tersebut bukan milik jamaah Ahmadiyah, melainkan milik warga sekitar.
8 Desember 2010
Hasil rapat koordinasi antara pemerintah kota Tasikmalaya beserta sejumlah pimpinan lembaga pemerintahan kota Tasikmalaya memutuskan untuk menutup sejumlah sarana milik Ahmadiyah di kota Tasikmalaya.
3 Desember 2010
Sekitar pukul 00.37 WIB, sekelompok orang bersepeda motor menyerang dan merusak sebuah masjid Ahmadiyah di Jalan Ciputat Raya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
26 November 2010
Puluhan rumah dan satu rumah milik warga Ahmadiyah dibakar di Dusun Ketapang, Lombok Barat. Perusakan dilakukan warga yang tidak ingin desanya ditinggali jamaah Ahmadiyah. Akhirnya, Bupati Lombok Barat  Nusa Tenggara Barat, Zaini Arony, memerintahkan warga Ahmadiyah agar jangan tinggal di Dusun Ketapang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
5 November 2010
Massa dari Perguruan Tinggi Dakwah Islam Tanjung Priok menuntut penyegelan Masjid Nuruddin Jalan Kebon Bawang X, Tanjung Priok, Jakarta Utara . Menurut mereka masjid tersebut digunakan oleh jamaah Ahmadiyah. Pengurus masjid membantah mesjid tersebut eksklusif untuk jamaah Ahmadiyah.
29 Oktober 2010
FPI beserta ormas se-kabupaten Ciamis berupaya menyegel masjid Ahmadiyah di Jalan Gayam, Ciamis. Rencana penyegelan gagal setelah aparat kepolisian menjaga ketat lokasi masjid.
11 Oktober 2010
Pemerintah Kabupaten Garut, Jawa Barat, melarang Jemaaah Ahmadiyah berada di wilayahnya. Hal itu diungkapkan setelah pertemuan antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah bersama bersama Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan.
4 Oktober 2010
Penghentian aktivitas jemaah Ahmadiyah di Kecamatan Tampan, Pekanbaru, oleh Pemerintah Kota Pekanbaru.
1 Oktober 2010
Sekitar enam bangunan milik jemaah Ahmadiyah di Desa Kampung Cisalada, Desa Ciampea Udik, Kecamatan Ciampea, Bogor, dibakar massa. Termasuk yang dibakar adalah masjid, surau dan madrasah serta rumah. Kerusuhan ini sudah kali ketiga sejak tahun 2008. Pada tahun 2007 keluar Keputusan Bersama tingkat Kec. Ciampea yang diteken Camat, Majelis Ulama Indonesia, Kantor Urusan Agama, yang menyatakan tidak boleh ada aktivitas jamaah Ahmadiyah. Keputusan ini diperkuat dengan SKB tingkat Kabupaten Bogor yang ditandatangani Bupati, Komandan Kodim, dan unsur Muspida lainnya.
10 Agustus 2010
Ratusan massa FPI dan Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) merusak paksa papan nama Jamaah Ahmadiyah yang terpasang di masjid An Nur jalan Bubutan Gang 1 No 2 Surabaya.
29 Juli 2010
Ribuan ormas perang batu dengan jemaah Ahmadiyah di Desa Manis Lor, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa barat. Kejadian ini berlangsung setelah polisi menghadang ribuan massa ormas yang berniat mengusir jamaah Ahmadiyah. Aksi ini kelanjutan dari tindakan Satpol PP yang akhirnya berhasil menyegel 1 masjid dan 7 musola milik Ahmadiyah.
14 Juli 2010
Ratusan Gerakan Rakyat Anti Ahmadiyah melakukan penyegelan beberapa kantor Pemda di Garut dan melakukan penyisiran. Menurut mereka sebanyak 10 persen dari jumlah pegawai negeri di Garut merupakan pengikut Ahmadiyah dan menduduki jabatan strategis.
*****Dari berbagai sumber
Iklan

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: