Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Tugas Mulia Rasulullah SAW

Posted by gunawank pada Februari 14, 2011


* يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (45) وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا (46) وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا (الأحزاب: 47)

“Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka adalah karunia yang besar dari Allah”. (Al-Ahzab ayat 45-47)

Berdasarkan ayat di atas, ada lima tugas yang diemban oleh Rasulullah Saw sebagai utusan Allah kepada seluruh umat manusia:

Pertama, Rasulullah Saw ditugaskan oleh Allah Swt untuk menjadi saksi (Syahidan) tentang keesaan Allah Swt, serta menjelaskan kepada seluruh manusia bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah, wajib ditaati, ditakuti dan dicintai secara haq, dengan sebenar-benarnya, di dalam wujud-Nya kecuali Allah Swt. Dalam surat Al-A’raf: 158 Allah berfirman:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (الأعراف: 158)

“Katakanlah (hai Muhammad kepada seluruh manusia): “Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.

Dan firman-Nya dalam surat Al-Anbiya: 26,

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لا إِلَهَ إِلا أَنَا فَاعْبُدُونِ (الأنبياء: 25)

“Dan Kami tidak mengutus seorang Rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, Maka sembahlah Aku oleh kamu sekalian”.

Serta firman-Nya dalam surat Al-Ikhlas:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

“Katakanlah (wahai Muhammad): Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan tempat meminta, yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.

Di samping itu, Beliau juga akan menjadi saksi (syahidan) di hadapan Allah bagi amal manusia di akhirat kelak. Firman Allah dalam surat Al-Baqarah : 143:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا (البقرة: 143)

“Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu”.

Dan firman-Nya dalam surat An-Nisa: 41:

فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا (النسَاء: 41)

“Maka Bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)”.

Kedua, Rasulullah Saw mendapat tugas sebagai pemberi kabar gembira (Mubasyiran) bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bahwa mereka akan mendapatkan pahala dan karunia yang besar dari Allah Swt berupa kenikmatan surga-Nya diakhirat kelak sebagai buah dari keimanan dan amal mereka. Firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Ahzab: 47:

وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا (الأحزاب: 47)

“Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka adalah karunia yang besar dari Allah”.

Dan firman-Nya dala surat Al-Bayinah: 7-8:

إِنَّ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ (7) جَزَاؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ذَلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهُ (البيّنة: 8)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya”.

Ketiga, Rasulullah Saw bertugas sebagai pemberi peringatan (Nazhiran) kepada orang-orang kafir, bahwa atas itiqad dan perbuatannya itu mereka kelak di Yaumil akhir akan mendapat siksa yang pedih di dalam neraka. Naudzubillahi min dzalik. Fiman Allah dam surat Al-Bayinah: 6:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ (البيّنة: 6)

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir Yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk”.

Keempat, Rasulullah Saw juga mendapat tugas sebagai penyeru (Da’iyan ilallah) kepada seluruh manusia agar senantiasa beribadah, beriman dan hanya menyembah kepada Allah Swt serta tidak menyekutukan-Nya.

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ (النحل: 36)

“Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”.(QS. An-Nahl: 36).

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ (البيّنة:5)

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”.(QS. Al-Bayinah: 5).

Kelima, Rasulullah juga mendapat tugas sebagai lampu yang menerangi (Sirajan muniran), yakni menerangi manusia dari masa kegelapan kafir jahiliyah kepada nur cahaya tauhid melalui Al-Quran al-Karim.

رَسُولٌ مِنَ اللَّهِ يَتْلُو صُحُفًا مُطَهَّرَةً . فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ (البيّنة: 2-3)

“(yaitu) seorang Rasul dari Allah (Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (Al Quran). Di dalamnya terdapat (isi) Kitab-Kitab yang lurus”.

تَبَارَكَ الَّذِي نزلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا (الفرقان: 1)

“Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam”.

Dari uraian di atas dapatlah kita ambil pelajaran, bahwa sebagai umat Rasulullah saw sudah selayaknya mengamalkan empat perkara:

  1. Senantiasa mempertebal keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. Menjauhkan diri dari amal-amal yang akan menyeret kita kepada perbuatan syirik, selalu berusaha dengan sekuat tenaga dan bersungguh-sungguh melaksanakan seluruh perintah Allah serta menjauhkan diri dari segala sesuatu yang dilarang dan dibenci-Nya.
  2. Jadilah umat yang mulia yang senantiasa mengajak kepada kebaikan dan ketakwaan serta mencegah segala bentuk kemunkaran. Tentunya dengan cara dan tutur kata yang baik dan santun, bil hikmah wa mauizhatil hasanah. Karena dakwah diperintahkan dengan tujuan untuk mengajak bukan untuk mengejek, untuk menyampaikan nasihat dan amanat, bukan untuk mengumpat dan melaknat.
  3. Gemar membaca dan mempelajari Al-Quran agar dapat mengamalkan ajarannya dengan sebaik-baiknya sesuai dengan apa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
  4. Dekatlah dengan para ulama, karena hanya melalui belajar kepada merekalah kita akan dapat memahami ajaran Islam dengan sebenar-benarnya. Kita tidak mungkin mengetahui dan memahami ajaran Islam lansung dari Rasulullah Saw dan para shahabatnya, tetapi melalui tulisan dan ilmu para ulamalah kita akan memperoleh kebenaran ajaran Rasulullah Saw.

Akhirnya, marilah kita bermohon kepada Allah Swt semoga kita termasuk kedalam golongan orang-orang yang beriman dan bertakwa, cinta kepada Rasulullah Saw, para shahabat r.a. dan para ulama. Amin ya Rabbal Alamin.

20 Tanggapan to “Tugas Mulia Rasulullah SAW”

  1. aries boy said

    sollu a’lannabi muhammad….
    http://4riess87.wordpress.com/2011/02/15/memperingati-maulid-nabi-muhammad-s-a-w/

    • gunawank said

      Sollu ‘alaihi wa alihi wa salimu taslima……
      Semoga kita termasuk umat yang mencintai dan dicintai baginda Rasul SAW…Amin.

  2. ysalma said

    lagi belajar menjadi umat yang tidak mengecewakan Sang Kekasih Alloh :)

  3. baguserek said

    Salam kenal. Blog yg ramai, artikel yang menarik, semoga kita menjadi umat yang cinta Rasulullah. Tk sdh mampir ke blog saya.

  4. wajidi said

    Ulasan mendalam, mencerahkan hati dan menyejukkan jiwa. Terima kasih telah berkunjung dan sharing pengetahuan. Semoga cahaya iman selalu menerangi jiwa dan langkah kita. Amin.

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb mas Gunawan…

    Shallu alaika Ya Rasulullah wa ala alihi wasallim. Betapa berat tugas yang disandang oleh Rasulullah SAW untuk mengajak manusia kembali ke jalan Allah. Oleh itu, sebagai ummah yang digelar “khoirul ummah ukhrijaj linnnas” – kesungguhan untuk meneruskan perjuangan baginda harus dijalankan dengan tanggungjawab baik seruannya kepada diri, keluarga dan masyarakat.

    Alhamdulillah, mengenali mas Gunawan bisa menambah sahabat juga menambah ilmu bermanfaat sambil berpesan dan saling memberi peringatan. Semoga usaha penulisan ini diberkati Allah SWT.

    Salam mesra dari Sarikei, Sarawak.

    • gunawank said

      Wa’alikum salam wr.wb.
      Amin….yaa mujiibas saailiin…….
      Terima kasih atas kunjungan baliknya, semoga menjadi pengikat silaturahim. Amin.

  6. wits said

    Aku pernah denger bahwa tingkah laku Nabi Muhammad itu memang diibaratkan sebagai alquran berjalan

  7. […] Tugas Mulia Rasulullah SAW […]

  8. firus by hacker said

    Tiada ucapan yg bisa melebihi rasa syukur karna Allah sdh menurunkan Rasul kedunia ini utk menyelamatkan umat2nya, .. ..

    like this, .. ..

  9. ane pasti sedih klo dengar ayat 41 dari surat An-Nisaa,,,

    • gunawank said

      Mudah2an kita termasuk ke dalam orang2 yang senantiasa patuh dan taat menjalankan syariatnya dan mengikuti sunah2nya. amin.

      Terima kasih kunjungan dan komentarnya.

  10. […] dengan tanggal 12 rabi’ul awwal 1432 H, dimana biasanya kaum muslimin merayakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, baik dirumah dengan mengundang tetangga dan handai taulan, atau diadakan oleh lembaga, organisasi, […]

  11. I was pretty pleased to find this page. I wanted to thank you
    for ones time just for this wonderful read!! I definitely loved every little bit of it and I have you book-marked to
    check out new information in your blog.

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: