Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

PMII, Kembalilah…………

Posted by gunawank pada April 14, 2011


Telah lama…….. telah lama kau kutunggu
Ku tak mau……. ku tak mau hanya mimpi
Hari ini….. hari ini kau kembali

Kembali………..
Kembali kita bersama-sama lagi
Kembali kita bersama-sama lagi
Sampai akhir waktu nanti

…………………………….(Koes Plus)

Muktamar NU ke-32 di Makassar tahun 2010 masih menyisakan pertanyaan mengenai pola kaderisasi dalam pengembangan organisasi. Para pengurus NU pada dasarnya memiliki esensi yang sama: bagaimana merancang langkah taktis dalam optimalisasi peran sosial dan pengembangan organisasi. Rakornas NU di Krapyak Yogyakarta (28/3) yang memunculkan rekomendasi kepada NU untuk membentuk organisasi mahasiswa NU –bahkan, namanya pun sudah disiapkan antara Ikatan Mahasiswa NU (IMANU) atau Gerakan Mahasiswa NU (GMNU), -mungkin  akan menjadi jawaban atas langkah nyata NU dalam pengelolaan dan pengembangan kadernya secara jelas.

Lalu bagaimana dengan PMII yang merupakan satu-satunya organisasi yang menjadi wadah berkumpul dan kaderisasi mahasiswa NU serta didirikan dan (awalnya) menjadi salah satu badan otonom di lingkungan Nahdlatul Ulama ?

Memang, pada awal berdirinya PMII yang dideklarasikan pada tanggal 17 April 1960 sepenuhnya berada di bawah naungan NU. PMII terikat dengan segala garis kebijaksanaan partai induknya, NU. PMII merupakan perpanjangan tangan NU, baik secara struktural maupun fungsional. Namun, karena tuntutan situasi, berdasarkan Deklarasi Munarjati 1972 PMII menetapkan keterpisahannya dengan NU, meski hanya dalam konteks struktural tidak dalam kultural. Sejak itulah PMII menyatakan diri sebagai organisasi yang independen, lepas secara struktural dari Jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Pada kenyataannya, eksistensi PMII masih dapat cukup meyakinkan kalangan NU dengan masih sanggupnya mewadahi kaum muda NU dan dengan “jargon” santri-progresifnya. Para alumni PMII pasca masa baktinya pun turut mewarnai dinamika intelektualisme Indonesia pada era 1980-an, yang sering diidentikkan dengan periode tren kemunculan LSM/NGO’s. Namun, pasca 1998, PMII seakan-akan mulai kehilangan hal tersebut. Tidak dapat disangkal memang, pasca 1998 adalah masa di mana para kader angkatan awal PMII telah tergantikan dengan kader-kader baru dan kehilangan komunikasinya dengan NU; sebuah blunder PMII!

Di sisi lain, PMII hingga sekarang saja masih tetap tergantung pada nama NU dalam kaitannya dengan keanggotaan dan akses strategis. Bukan sesuatu yang mengherankan bahwa PBNU pada tahun lalu sampai mengadakan polling pendapat mengenai kebutuhan pembentukan organisasi kemahasiswaan NU. Tentunya, jika PMII tidak mau kembali menjadi badan otonom NU.

Oleh karena itu, sudah saatnya bagi para pengurus dan semua yang terlibat dalam wadah PMII untuk mulai menimbang-nimbang untuk melepaskan independensinya dan kembali menjadi badan otonom NU.

Harapan senada juga terlihat dari pernyataan salah seorang Ketua PBNU, Slamet Effendi Yusuf, yang juga mantan aktivis PMII sekaligus salah seorang deklarator Deklarasi Munarjati menyebut dua alasan agar PMII kembali di bawah struktur NU. Pertama, independensi PMII di anggap sudah kehilangan konteks mengingat Deklarasi Munarjati tahun 1972, yang kemudian dikuatkan melalui Manifesto Independensi dalam Kongres PMII ke-V tahun 1973, terjadi pada saat NU menjadi partai politik. Sejak Muktamar Situbondo tahun 1984 hingga saat ini, NU sudah tidak lagi menjadi partai politik dan hanya menjadi organisasi sosial-keagamaan. Dengan demikian, idealnya PMII kembali menjadi badan otonom NU sebagaimana halnya Ansor, Fatayat, IPNU, IPPNU, dan sebagainya.

Kedua, kader-kader PMII dinilai sudah terkesan ‘liar’ dan tidak terkonsep. Hal ini dilihat secara kasuitik sebagaimana yang tercermin saat terjadi benturan fisik dalam Kongres PMII yang baru saja usai pertengahan Maret lalu. ‘Keliaran’ kader-kader PMII disimpulkan secara sepintas sebagai menjauhnya PMII dari tradisi NU terlepas dari kenyataan bahwa ‘keliaran’ tersebut sesungguhnya masih terkendali. (NU Online, 14/4/2011)

 

Baca Artikel Terkait:

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: