Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Tawakkal ‘Alallah

Posted by gunawank pada Mei 28, 2011


Tawakal kepada Allah merupakan salah satu ciri kesempurnaan iman seseorang. Dengan kata lain, Islam mewajibkan kepada umatnya untuk senantiasa bertawakal kepada Allah dalam segala urusan.

Karena akidah kita mengajarkan, wajib bagi setiap manusia untuk selalu berikhtiar, berusaha sekuat tenaga sampai titik akhir kemampuannya, setelah itu apapun hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah Swt. Itulah ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah tentang bertawakal kepada takdir Allah Swt, sebagaimana diajarkan oleh baginda Rasulullah Saw, tatkala ada seorang sahabat datang menemui beliau dengan mengendarai unta, beliau bertanya: “Di mana untamu?” Sahabat itu menjawab: “Unta itu saya biarkan di halaman (tanpa diikat) dan saya telah berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Jika hilang, itu adalah ketentuan Allah yang harus diterima, dan jika masih ada berarti itupun ketentuan-Nya yang harus diterima pula”. Lalu Nabi Saw bersabda: “Ikatlah untamu terlebih dahulu, baru kemudian engkau menyerahkan diri sepenuhnya kepada ketentuan Allah!”.

Berdasarkan riwayat di atas, belumlah termasuk tawakal, apabila menerima begitu saja ketentuan Allah, hanya dengan berpangku tangan, tanpa melakukan usaha yang maksimal. Tidak pula disebut tawakal apabila hanya menerima hasil yang sesuai dengan yang diharapkan dari segala jerih payah usaha yang dilakukan, sementara jika hasilnya tidak sesuai tidak mau menerimanya.

Hikmah Tawakkal

Ada beberapa hikmah yang terkadung dalam kewajiban bertawakal, antara lain:

Pertama, tercegah dari sikap dan sifat suka menyombongkan diri apabila berhasil apa yang diharapkan. Seorang muslim yang senantiasa tawakal kepada Allah akan menyadari bahwa keberhasilan itu bukanlah karena kegigihan usaha yang dilakukannya dan hasil jerih payahnya semata, tetapi lebih ditentukan oleh kehendak dan izin Allah. Ikhtiar dan kerja keras hanyalah syariat atau jalan, hakikatnya adalah tetap pada takdir Allah Swt.

Kedua, dengan tawakal akan menjadikan manusia yang senantiasa bersyukur, karena kesadaran bahwa keberhasilan yang diperolehnya tiada lain adalah nikmat dan karunia Allah Swt yang dianugerahkan kepada dirinya. Firman Allah dalam Al-Quran:

قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آَتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآَهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu berada di hadapannya, iapun berkata: “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (QS. An-Naml: 40).

Ketiga, dengan bertawakal akan menjadikan seseorang selalu bersabar jika jerih payah usaha yang dilakukannya tidak membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkannya, dalam arti senantiasa menerima kegagalannya itu sebagai ketentuan dan pilihan Allah yang terbaik untuk dirinya. Karena menyadari bahwa manusia tidak mengetahui apa sebenarnya yang terbaik untuknya dan terkadang apa yang dianggap baik oleh manusia, belum tentu baik pula menururt pandangan Allah. Sementara, hanya Allah-lah yang mengetahui hakikat apa yang terbaik untuk manusia. Firman Allah dalam Al-Quran:

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”. (QS: Al-Baqarah: 216).

Keempat, tidak menjadi manusia yang selalu mencari kambing hitam dalam setiap kegagalan usahanya, tidak akan mencari-cari kesalahan pihak lain. Karena menyadari bahwa perbuatan seperti itu mencerminkan ketidak percayaan kepada ketentuan Allah Swt. dan akan menimbulkan ketidak tenteraman di dalam masyarakat.

Kelima, dengan bertawakal kepada Allah, maka Allah akan melimpahkan keberkahan-Nya. Jika kita menyerahkan sepenuhnya segala sesuatunya kepada Allah, maka apapun yang terjadi pada kita akan dipenuhi dengan kebaikan dan kemaslahatan dari Allah Swt. Firman-Nya dalam Al-Quran:

وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا (3)

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu”. (QS. Ath-Thalaq: 3).

Akhirnya, marilah kita bermohon kepada Allah Swt, semoga kita diberi kemauan, kemampuan dan kekuatan untuk senantiasa bertawakkal hanya kepada Allah dalam  situasi dan kondisi apapun amal yang kita lakukan.

Wallahu a’lam

7 Tanggapan to “Tawakkal ‘Alallah”

  1. banyak hikmah yang dapat saya temukan disini…

  2. Moch Adnan said

    semoga kita diberi kekuatan,kemampuan serta kemauan untuk senantiasa bertawakkal hanya ke pada Allah….

    nice post.

    • gunawank said

      Amiinnn……..
      Dan semoga blog ini memberi manfaat bagi kita semua.

      Makasih kunjungannya. Aq sdh meluncur ke blog sobat.

  3. […] Tawakkal ‘Alallah […]

  4. djagad said

    Bagus juga blognya. Memang seharusnya sebagai muslim kita harus tawakal.

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: