Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Satu Lagi; Penomena Ujian Nasional Terjadi Di Jawa timur

Posted by gunawank pada Juni 14, 2011


Ibu SIAMI, pelpor yang diusir warga

Perbuatan baik belum tentu diterima baik pula oleh orang lain. Bukan penghargaan yang diperoleh, justru penolakan bahkan pengusiran yang diterima. Inilah yang terjadi pada keluarga pak Widodo dan bu Siami yang diusir warga dari lingkungan rumahnya karena melaporkan kecurangan USBN di SDN Gadel II Surabaya, Jawa Timur. Kendati sudah meminta maaf, namun warga tetap tidak bisa menerima keberadaan keluarga tersebut. Kalau begini, siapa yang salah….???!

Padahal, tindakan ibu Siami tersebut merupakan wujud tanggung jawab seorang warga negara. Sebagaimana kita ketahui bersama melalui berbagai media, cetak maupun elektronik, pak Menteri Pendidikan Nasional, bahkan bapak Preseiden, Gubernur, Bupati sampai kepala Dinas Pendidikan setiap menjelang pelaksanaan ujian nasional selalu memerintahkan: “…laporkan jika menemukan kecurangan……”.

Inilah mungkin yang mendasari apa yang dilakukan bu Siami, sebagaimana dia tuturkan dalam program Sarapan Pagi KBR68H sebagai berikut:

“……. Ceritanya, saya sebelum mendapat informasi dari anak saya, saya sudah mendapatkan informasi dari beberapa teman anak saya itu. Mereka cerita banyak, panjang lebar. Kemarin Unas itu disuruh oleh gurunya untuk saling mencontek. Terus dia juga bilang, kalau contekan itu berasal dari anak saya. Akhirnya saya tanyain, “Apa kamu satu ruangan sama anak saya?” Katanya tidak. “Kok bisa kamu dapat contekan dari anak saya?” Itu semua ada yang ngatur. Setelah satu ruangan anak saya sudah selesai, itu ada yang ngatur mengeluarkan contekkan itu ke kelas yang lain. Caranya ke kamar mandi atau ditaruh pot bunga.

Setelah itu saya langsung tanya anak saya, saya sangat terpukul sekali waktu itu. Anak saya akhirnya mengakui semuanya. Dia sambil nangis mungkin takut. Setelah cerita takut dengan saya, akhirnya dia ceritain semuanya. Dia ngomong, dia lakukan itu karena disuruh oleh gurunya. Terus saya tanya, “Seperti apa guru kamu menyuruh?” Dia bilang begini,”Lis kamu anak yang pintar, gunakan kepintaranmu untuk semua temanmu di waktu Unas. Kalau kamu ingin membalas budi atau membalas jasa gurumu, ajari semua temanmu di waktu Unas.” Sepertinya anak saya itu sangat keberatan sekali karena tidak sesuai dengan isi hatinya. Sebenarnya dia tidak mau.  Gurunya pun ngomong seperti ini, kalau kamu tidak mau mengajari semua temanmu di waktu Unas, kelak kamu tidak bisa menjadi orang sukses…….” (KBR68H, 14 Juni 2011)

Naluri sebagai seorang ibu yang sekaligus pendidik bagi anaknya, ibu Siami berpikiran..koq bisa seorang guru mengajari begitu kepada anaknya yang masih sekecil itu?

Untunglah Kementerian Pendidikan Nasional cepat tanggap, meminta Dinas Pendidikan Surabaya, Jawa Timur turun tangan menyelesaikan kasus pengusiran terhadap Siami dan Widodo serta mendukung apa yang dilakukan Dinas Pendidikan Surabaya dengan mencopot kepala sekolah dan guru dari jabatan mereka.

Iklan

16 Tanggapan to “Satu Lagi; Penomena Ujian Nasional Terjadi Di Jawa timur”

  1. sungguh ironi, orang jujur malah ajur…

    nda salah sekarang kejujuran itu sebagai sesuatu yang langka.. hampir punah…

    • gunawank said

      Kejujuran yang ada sekarang adalah JUJUR DALAM KETIDAK JUJURAN alias tidak malu lagi untuk melakukan KEBOHONGAN BERJAMA’AH……
      Terima kasih kunjungannya. Meluncur…..tuk kunjungan balik.

  2. giewahyudi said

    Semoga orang kampung maling itu diberi balasan yang setimpal..

    • gunawank said

      Amin…….
      Juga bagi yang berbuat baik, semoga mendapat balasan yang berlipat…
      Makasih kunjungannya. Meluncur ah…….

  3. betapa makin mahalnya kejujuran di negeri ini. sebuah peristiwa yang layak dijadikan pelajaran berharga buat para pemangku kepentingan pendidikan.

  4. Masyhury said

    Di indonesia memang begitu..
    semua serba terbalik. Mirip kasus koin Prita tahun kemaren.. :)

  5. oh….

  6. Gunawank said

    Mudah2an mereka mau mendengar suara rakyatnya…..
    Makasih kunjungan dan komentarnya. Saya sdh meluncur…………

  7. dykas60v5 said

    Bnr2 ironis y bro, mw jujur mlh d musuhi. Bnr2 udh kbalik apa ini cntoh nyta kiamat sdh dkt.? Yg bnr d slhkn, yg slh di bnrkn. Smoga org2 tsb mndpt blsn yg stimpal atas prbuatanx msng2.
    Eh ktinggalan, apa aksi cntek msal ini krna trdesak nilai standart kelulusan yg mkin mencekik.?? Org indonesia emg pntar mengakali, niat awal pngen meningkatkn kualitas nlai plajar tpi mlh bgni jdix.

    • gunawank said

      Kasihan memang nasib orang jujur di negeri ini. Tapi walau bagaimanapun jangan takut untuk berbuat jujur, karena kita akan mendapat pertolongan dari sang pencipta manusia itu sendiri.
      Standarnya sendiri sebenarnya tidak terlalu masalah, karena dulu malah minimal 6, tapi karena sistemnya benar alias kelulusan siswa ditentukan oleh yang mendidik siswa (guru) makanya dulu tidak muncul kejadian seperti ini.
      Makasih kunjungannya. Sudah lama nih baru nongol lagi. Meluncur ah…:)

  8. novan said

    Setelah saya baca artikel / brita ini, dimana melibatkan seorang oknum guru atau mngkin bbrp oknum guru. Saya ingin mengomentari krn saya sbg salah satu seorang anak guru di negara ini sngat sedih & kcewa skali atas prbuatan oknum guru trsbut yg sangat2 tdklah pantas utk ditiru sbg pendidik di negeri ini, krn justru bagaimana moral anak2 di masa depan nantinya sebagai penerus bangsa ??? Benar2 picik & licik prbuatan oknum guru trsebut….!!!

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: