Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Keunikan Si Kecil Saat Berpuasa Ramadlan

Posted by gunawank pada Juli 28, 2011


Marhaban Ya...Ramadlan

Ini masih seputar pengalamanku sebagaimana kisah-kisahku yang lain. Namun mundur ke belakang (sekali lagi aku tegaskan: mundur ke belakang, bukan ke depan lho..!) mengingat ada relevansinya dengan apa yang insya Allah (bagi umat Islam) akan hadapi beberapa hari ke depan, yakni Puasa Ramadlan.

Alhamdulillah, patut kupanjatkan puji syukur karena aku dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang ”rada” Islami, sehingga sejak kecil aku sudah belajar berpuasa, bahkan sejak usia 5-6 tahun, sebelum masuk SD aku sudah terbiasa puasa sehari penuh dan tamat satu bulan.

Namun, namanya juga anak kecil terkadang ada pikiran nyeleneh (walaupun menurut aku sih lebih tepat disebut pikiran cerdas), kalau sudah siang menjelang zhuhur, saat dimana suhu udara lagi panas-panasnya dan biasanya pada saat seperti ini rasa haus bahkan lapar mulai terasa. Aku (kecil) biasanya suka sengaja menyimpan makanan (maksudnya nasi plus lauk pauknya) di atas meja makan dengan posisi terbuka tanpa tutup saji. Tujuannya tiada lain…….barangkali aku lupa (bahwa saat itu sedang berpuasa) saat melewatinya, sehingga…….nyus….nyus…..nyus…(pinjam istilah pak Bondan yang di TV itu) akupun melahap makanan dengan nikmatnya alias mak nyus….

Heit, tunggu dulu….! Jangan salah sangka dulu, itu kan harapannya. Karena aku (kecil) tahu kalau lupa dan berapapun banyaknya makanan yang dilahap tidak membatalkan puasa, berbeda kalau dengan sengaja (tuh kan kata gua juga pinter. Percaya, kan..?). Tapi, ternyata harapan tersebut tidak pernah terjadi, bahkan sampai sekarang. Nggak pernah lupa. Jadi, ya gak pernah terjadi tuh yang namanya mak nyus pada siang hari di bulan Ramadlan.

Kebiasaan lain yang aku lakukan saat puasa adalah mengumpulkan makanan. Tapi bukan dengan cara beli ini beli itu. Karena saat itu, apalagi di kampung yang jauh ke jalan aspal (apalagi ke pasar) dan memang waktu aku kecil, uang termasuk barang lanka. Wong bayar SPP saja waktu SD aku biasa bayar dengan beras satu liter per bulan.

Kalu pengen makan buah-buahan saat berbuka, aku biasa sama teman-teman berburu buas asam jawa atau berebut bahkan tidak jarang berantem kecil-kecilan -atau berantem ala anak kecil, satu menit berantem dan menit berikutnya akur lagi- sekedar untuk mendapatkan sebuah mangga muda (yang ukurannya paling-paling hanya sebesar jempol kaki). Kalau sudah dapat….., dikumpulkan untuk dimakan bersama teman-teman sehabis shalat Tarawih.

Atau ikut paman dan kawan-kawannya mencari kangkung atau remis (baca: kerang air tawar) ke balong (cekdam, tempat penampungan air untuk pengairan sawah) PT. Sang Hyang Sri yang jaraknya kurang lebih 10 km dari kampungku. Oleh karena itu kami harus berangkat setelah shalat Shubuh berjalan menyusuri pamatang sawah. Kalau sedang beruntung kami juga mendapatkan ikan sawah atau ikan di saluran tersier, atau telur bebek di sawah dalam perjalanan pergi maupun pulang.

Bahkan tidak jarang kami berhasil menangkap burung belibis yang banyak berterbangan dan bersarang pada semak-semak air di balong tersebut. Singkatnya, banyak sekali yang dapat kami bawa pulang dalam perburuan ini. Kami biasanya sampai di rumah tepat sesaat sebelum maghrib. (Karena sudah maghrib, ceriteranya distop dulu……).

3 Tanggapan to “Keunikan Si Kecil Saat Berpuasa Ramadlan”

  1. inotwp said

    dulu sya mulai dg puasa bedug, jam12 siang boleh buka, trz lnjut lg mpe magrib,
    pikir ku dl puasa bedug aja boleh brarti puasa Ashar jg boleh, krn pas bedug msh blm laper ahirnya lanjut puasa Ashar, jd bgtu azan Ashar lgsg buka & lnjut pwsa mpe mgrib (namax ank2).
    http://inotwp.wordpress.com/2011/08/02/jadikan-ramadhan-ini-semakin-bermakna/

  2. […] masjid”, sehigga cukup disegani teman-teman sebayanya (antara lain tergambar dalam kisahku “Keunikan si Kecil Saat Berpuasa Ramadlan“ dan “Berburu Sisa Padi di Sawah Untuk Sepiker […]

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: