Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

SHAUM RAMADLAN MENCEGAH ABDUL BUTHUN

Posted by gunawank pada Agustus 12, 2011


Hamba Perut

Puasa artinya tidak makan dan tidak minum serta menahan diri dari keinginan nafsu sahwat mulai dari terbit pajar hingga terbenam matahari. Tujuannya akhirnya adalah agar menjadi manusia yang bertakwa.

Dalam kitab “Hikmatut Tasyri wafalsafatuh” disebutkan bahwa puasa itu bukan hanya sekedar melaparkan diri di siang hari, melainkan agar tahu dan merasakan bagaimana rasanya jadi orang lapar, merasakan bagaimana sedihnya orang yang menderita kekurangan makanan. Sehingga akhirnya akan timbul rasa kasihan kepada si miskin, mau menolong orang-orang yang berada dalam kemiskinan.

Apabila kita cermati lebih jauh lagi, berkaitan dengan tidak makan dan minum di siang hari, selain hikmah di atas ternyata dalam kewajiban puasa terkandung hikmah yang lebih luhur dan suci, yaitu melatih manusia beriman agar tidak menjadi “budak perut”, tidak menjadi manusia yang diperbudak oleh kemauan perut, dan agar tidak terjerumus ke dalam jurang kehinaan yang diakibatkan dan bersumber pada kebutuhan perut.

Tegasnya, jangan sampai manusia hidupnya menjadi Abdul Buthun (Hamba Perut) yang sangat memuja-muja dan mengikuti kehendak perut, sehingga tidak ada lain cita-citanya dalam hidupnya kecuali ingin dan untuk makan… makan dan …..-sekali lagi- makan.

Sampai-sampai tidak dapat mengerem keinginan perutnya, suka berlebih-lebihan dalam makan dan minum, sehingga melampaui batas.

Padahal Allah telah berfirman dalm surat Al-Araf ayat 30 :

كلوا واشربوا ولاتسرفوا ان الله لايحبّ المسرفين

”Makan dan minumlah kamu sekalian, dan janganlah melampaui batas. Karena sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas”.

Mengapa ”abdul buthun”  yakni hamba perut itu sangat dicela oleh Allah?

Sebab berawal dari kebutuhan perut inilah biasanya manusia giat bekerja dan berusaha, umumnya manusia akan berusaha sekuat tenaga demi memenuhi kebutuhan perutnya. Sedangkan bagi abdul buthun, karena memenuhi kebutuhan perut menjadi segala-galanya, maka melekat pada dirinya sifat tamak, rakus yang melampaui batas, tidak memperdulikan kepentingan orang lain, yang penting perutnya kenyang. Sebagai puncaknya, pada abdul buthun akan melekat pula sifat-sifat kejahatan yang sangat merugikan orang lain. Menipu, menggasab, mencuri, merampok, korupsi dan lain-lain.

Oleh karena itu, berusaha keraslah mencarai harta yang halal. Jauhilah memakan harta yang halal itu sampai menimbulkan kekenyangan, sebab kekenyangan akan mengeraskan hati, membinasakan dzuhn (sulit memahami  ilmu), membatalkan hafalan, memberatkan anggota badan untuk beribadah dan menuntut ilmu, malas mutolaah ilmu, menggerakkan syahwat kepada perempuan dan menolong tentara iblis.

Kekenyangan dari makanan yang halal adalah permulaan segala kejahatan, apalagi memakan barang haram. Sabda Nabi Saw:

كل لحم نَبت من حرام فالنار اولى به

“Setiap daging yang tumbuh dari memakan yang haram, maka api neraka lebih utama baginya”.

Kata Imam al-Ghazali:

والعبادة والعلم مع اكل الحرام كالبِناء على السَرْجين

“Ibadah dan Ilmu yang dibarengi memakan makanan yang haram itu seperti membangun rumah di atas tumpukan kotoran”.

Sebaliknya dengan puasa ini, Allah mendidik manusia untuk sanggup menahan makan dan minum dari harta yang halal kepunyaannya sendiri. Oleh karena itu, orang yang benar puasanya, akan lebih mudah lagi dalam menahan keinginan makan dan minum dari harta yang haram dan bukan miliknya. Sehingga dia akan terhindar dari sifat-sifat buruk seorang abdul buthun.

Melalui puasa, manusia dididik untuk melenyapkan sifat tamak, rakus yang melekat pada jiwanya, agar menjadi hamba Allah yang hidupnya berguna bagi dirinya, serta berguna dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.

Dengan puasa juga akan timbul sifat belas kasihan kepada si miskin, melatih diri menjadi manusia pemurah, biasa bershadaqoh. Membiasakan diri berdisiplin dalam segala hal, selalu jujur dalam itikad, ucapan maupun perbuatan, selalu patuh mengikuti peraturan, tunduk kepada hukum yang berlaku tanpa ada rasa tertekan. Sehingga jiwanya menjadi kuat, tabah, tahan uji menghadapi kesulitan-kesulitan dalam hidup.

Singkatnya, dengan berpuasa akan melahirkan manusia-manusia yang bertakwa, yang senantiasa dalam hidupnya patuh dan taat menjalankan segala yang diperintahkan oleh Allah SWT serta berusaha keras dengan sungguh-sungguh menjauhi segala larangan-Nya.

Inilah sesunguhnya tujuan dari Allah mensyariatkan wajibnya puasa bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 183 :

يآايهاالذين امنوا كتب عليكم الصيام كما كتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

Artinya:

”Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang terdahulu sebelum kamu, agar kamu sekalian menjadi orang-orang yang bertaqwa”.

Oleh karena itu, marilah kita hadapi bulan Ramadlon ini dengan rasa hormat-menghormati demi kesucian agama, dengan khidmat, khusyu dan ikhlas lillai ta’ala.

Bolehlah kiranya puasa itu kita ibaratkan laksana suntikan obat yang manjur bagi jiwa yang sedang sakit, laksana suntikan yang dapat menyembuhkan hati yang sedang risau. Suntikan untuk memperkuat iman, suntikan untuk membangun semangat berbakti kepada masyarakat, nusa bangsa dan agama.

Mudah-mudahan puasa kita diterima oleh Allah SWT sebagai amalan yang mutaqabbala. Amin

3 Tanggapan to “SHAUM RAMADLAN MENCEGAH ABDUL BUTHUN”

  1. Dhenok said

    alhamdulillah, untung saya termasuk orang yang tidak suka terlalu makan.. makanya nih badan masih dalam batas normal.. #narsis dikit :D

  2. Irfan Handi said

    Kita memang tidak dianjurkan untuk berlebih-lebiihan kang.
    Selamat berpuasa.

  3. […] Shaum Ramadlan Mencegah Jadi Abdul Buthun […]

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: