Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Keluarganya

Posted by gunawank pada Oktober 28, 2011


إنّ أعـطينك كالكوثر. فصلّ لر بّك وانحر. انّ شانئك هو ا لأبتر

Bulan Dzulhijah merupakan salah satu bulan yang dihormati oleh Allah Swt. Setidaknya ada tiga peristiwa penting dalam bulan ini, yaitu puncak pelaksanaan ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima, shalat iedul Adha dan penyembilan hewan qurban.

Ketiga peristiwa ini tiada lain adalah prasasti penghargaan Allah Swt kepada tiga sosok manusia mulia, yaitu Nabi Ibrahim As, Siti Hajar dan Nabi Ismail As, yang tiada lain adalah ayah, istri dan anak, yang telah lulus dalam menerima berbagai cobaan dan ujian dari Allah Swt dengan sabar dan keikhlasan, agar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang kemudian. Firman Allah Swt dalam Al- Qur’an surat Al Shoffat ayat 104 – 108:

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآَخِرِينَ (108)

“Dan kami panggillah Dia. Hai Ibrahim! sesungguhnya kami membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang kemudian”.

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan-nya “ ( QS Al Mumtahanah : 4 )

Sejarah hidup Nabi Ibrahim adalah sejarah manusia yang sukses dalam menjalani hidup, meski ia berangkat dari nol. Sukses berdakwah dalam kondisi sulit dan sukses menjaga amanah ketika telah mulai memanen hasil jerih payah keringat dakwahnya.

Ia memulai Dakwah sebagai seseorang yang harus berhadapan dengan penguasa yang dzalim dan kuat, raja Namrudz. Harus melewati hukuman yang berat, dibakar dalam unggunan api dan tak memungkinkannya selamat, kecuali atas izin Allah, SWT. Namun beliau tetap menyerukan ayat-ayat Allah dengan bijaksana, agar umatnya tak kembali lagi ke jalan yang tak di ridhoi Allah.

Setelah tua Nabi Ibrahim menjadi kesepian. Sebagai manusia ia ingin mempunyai anak. Istrinya mandul sedang ia sendiri telah berusia seabad lebih. Akhirnya Allah melimpahkan karunia-Nya kepada lelaki tua ini karena ia telah mengabdikan seluruh hidupnya dan karena ia telah menanggungkan penderitaan demi menyebarluaskan syari’at-Nya. Melalui hamba perempuannya yang hitam dari Ethiopia yang bernama Hajar, Dia mengaruniai Ibrahim dengan seorang putra, Ismail. Allah berfirman:

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ

“Maka Kami gembirakan dia dengan seorang anak yang sangat penyantun” (QS. Ash-Shaffat: 101).

Siti Hajar sebagai sosok isteri yang setia, dengan ikhlas dan penuh tawakal menerima ketika dia dan putranya, Ismail yang saat itu masih menyusu ditempatkan oleh Nabiyullah Ibrahim AS, atas perintah Allah Swt, di suatu lembah yang tandus, gersang, tidak tumbuh sebatang pohon pun. Lembah itu demikian sunyi dan sepi tidak ada penghuni seorangpun. Nabi Ibrahim sendiri tidak tahu, apa maksud sebenarnya dari wahyu Allah yang menyuruh menempatkan istri dan putranya yang masih bayi itu, di suatu tempat paling asing, di sebelah utara kurang lebih 1600 KM dari negaranya sendiri Palestina. Karena pentingnya peristiwa tersebut. Allah mengabadikannya dalam Al-Qur’an:

رَّبَّنَا إِنِّي أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيْرِ ذِي زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ الصَّلاَةَ فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُم مِّنَ الثَّمَرَاتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Artinya: Ya Tuhan  kami sesunggunnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di suatu lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahmu (Baitullah) yang dimuliakan. Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rizkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur. (QS Ibrahim: 37)

Seperti yang diceritakan oleh Ibnu Abbas bahwa tatkala Siti Hajar kehabisan air minum hingga tidak biasa menyusui nabi Ismail, beliau mencari air kian kemari sambil lari-lari kecil (Sa’i) antara bukit Sofa dan Marwah sebanyak 7 kali. Tiba-tiba Allah mengutus malaikat jibril membuat mata air Zam Zam. Siti Hajar dan Nabi Ismail memperoleh sumber kehidupan.

Lembah yang dulunya gersang itu, mempunyai persediaan air yang melimpah-limpah. Datanglah manusia dari berbagai pelosok terutama para pedagang ke tempat Siti Hajar dan nabi Ismail, untuk membeli air. Datang rejeki dari berbagai penjuru, dan makmurlah tempat sekitarnya. Akhirnya lembah itu menjadi sebuah kota yang aman dan makmur, kota Makkah al-mukaromah, berkat do’a Nabi Ibrahim dan berkat kecakapan seorang ibu dalam mengelola kota dan masyarakat. Sebagaimana dilukiskan oleh Allah kepada Nabi Muhammad dalam Al-Qur’an:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَـَذَا بَلَداً آمِناً وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُم بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ

Artinya: Dan ingatlah ketika Ibrahim berdo’a: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, sebagai negeri yang aman sentosa dan berikanlah rizki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kiamat.” (QS Al-Baqarah: 126)

Ismail bukan saja seorang putra bagi ayahnya. Ismail adalah buah dambaan Ibrahim seumur hidupnya, anak yang paling dicintai oleh ayahnya. Karena selain sebagai anak yang baik, sopan, sabar dan penurut, Ismail juga merupakan sosok anak yang taat kepada Allah Swt. Hal ini terbukti ketika ayahnya, Nabi Ibrahim As meminta pendapatnya tentang perintah Allah untuk menyembelihnya, maka Ismailpun menerimanya dengan sabar dan tawakal, sebagaimana diabadikan oleh Allah peristiwa yang sangat dramatis ini dengan firman-Nya:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

“Maka ketika anak itu telah tampak sanggup membantu ayahandanya (umur 7 tahun). Berkatalah Ibrahim kepada putranya : “Wahai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu, maka fikirkanlah, bagaimana pendapatmu?”. Ia pun menjawab : “Wahai Ayahku! kerjakanlah apa yang diperintahkan kepada mu, Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar”. (QS. Ash-Shaffat: 102).

Menyaksikan tragedi penyembelihan yang tidak ada bandingannya dalam sejarah umat manusia itu, Malaikat Jibril kagum, seraya terlontar darinya suatu ungkapan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.” Nabi Ibrahim menjawab “Laailaha illahu Allahu Akbar.” Yang kemudian disambung oleh Nabi Ismail “Allahu Akbar Walillahil Hamdu.’

Berkat ketaatan, keikhlasan dan keshalehan ketiga insan mulia ini, Allah abadikan kisah perjuangan dan pengorbanannya ini dalam bentuk syariat ibadah haji, shalat iedul adha dan qurban.

Wallaahu a’lam

12 Tanggapan to “Keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Keluarganya”

  1. Abed Saragih said

    very amazing :)

  2. Irfan Handi said

    Terimakasih siraman rohaninya kang. :-)

  3. Mana said

    Mari berkurban bagi kita yang berkecukupan melaksanakannya.

  4. Moch Adnan said

    selamat hari raya iedul adha 1432H…

    • gunawank said

      Sama2…….
      Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari perayaan Iedul Adha dan segala syariat yang menyertainya. Amin

  5. irfan handi said

    Selamat Lebaran Qurban ya kang . . .

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: