Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Amal Ikhlas

Posted by gunawank pada November 18, 2011


Ikhlas adalah salah satu sifat yang terpuji dan dituntut oleh syara’. Ikhlas merupakan sandaran terbesar dari amal-amal hati, dimana seluruh ibadah berputar atau bergantung padanya. Sehebat apapun amal manusia tidak ada artinya dihadapan Allah SWT dan tidak akan diterima di sisi-Nya, apabila tidak didasari dengan niat yang ikhlas.

Sebaliknya, amal yang sedikit yang dilakukan dengan penuh keikhlasan, inilah yang akan diterima oleh Allah SWT. Karena, ikhlas itulah yang merupakan hakikat agama, sebagaimana firman-Nya:

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus”. (QS. Al-Bayyinah: 5).

Dan sabda Nabi SAW dalam sebuah hadits qudsi:

قال الله تعالى: الإخلاص سِرّ من اسرارى استودعتُه قلب مَن أحببتُ من عبادى (احياء علوم الدين)

“Firman Allah Ta’ala: Ikhlash itu adalah satu rahasia dari rahasia-rahasia-Ku yang Aku simpan dalam hati seorang hamba-Ku yang Aku kasihi”.

Dalam hadits yang lain beliau bersabda:

إن الله لا يَقبلُ من العمل إلا ما كان له خالصا وابتغى به وجهه (النسائى ، والطبرانى)

“Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal, kecuali yang dilakukan dengan ikhlas dan hanya untuk mencari ridla-Nya”.

Dan sabdanya:

أَخْلِصْ دينَك يكفيك القليلُ من العمل (الحاكم ، و البيهقى(

“Ikhlashlah akan agamamu, maka mencukupi bagimu amal yang sedikit”.

Ikhlas artinya bahwa dalam segala thaat dan amal hanya dimaksud untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menghendaki taqarrub kepada-Nya serta hanya untuk mencari ridla-Nya, tidak mengharap yang lain, seperti ingin dipuji dan mengharap kemuliaan dimata manusia.

Dalam hal ini, Baginda Nabi SAW telah berisyarat bahwa menyembunyikan ibadah akan menjauhkan diri dari riya, sebagaimana sabdanya dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim tentang tujuh golongan orang yang akan mendapat perlindungan dari Allah SWT pada hari di mana tidak ada naungan kecuali perlindungan-Nya, yakni pada hari kiamat:

“(mereka itu antara lain) seseorang yang bershadaqah dengan sembunyi-sembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya, dan seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu mencucurkan air matanya”.

Dalam pengertian ini, Syekh Muhammad Syatha ad-Dimyathi dalam kitabnya Kifayatul Azkia, membagi ikhlas dalam tiga tingkatan:

Pertama, tingkatan ikhlas yang tertinggi yaitu bahwa tidak ada yang dikehendaki dengan ketaatannya kepada Allah itu, kecuali untuk mendekatkan diri kepada dzat yang Maha Mulia, Allah SWT dan hanya untuk mendapatkan rido-Nya, tidak untuk yang lain.

الاخلاص فى العمل هو ان لايريدَ صاحبُه عليه عِوَضا فى الدارَين

“Ikhlas dalam amal itu adalah bahwa pemilik amal tidak menghendaki dengan amalnya itu balasan baik di dunia maupun di akhirat”.

Inilah ikhlasnya golongan Shidiqin dan orang-orang  ‘Arifin.

Kedua, amal yang dilakukan karena Allah, tetapi disertai dengan keinginan kuat untuk mendapatkan pahala dan untuk menghindari dosa.

Seseorang yang beramal pada tingkatan yang kedua ini masih disebut mukhlisin, tetapi lebih rendah dari tingkatan pertama, karena kesemangatan amalnya masih harus dipacu dengan iming-iming adanya pahala, akan masuk surga atau dijauhkan dari siksa neraka. Tetapi masih lebih baik dibanding tingkatan yang ketiga, karena mereka tetap akan mendapatkan balasan amalnya itu di akhirat kelak.

Ketiga, beramal karena Allah tetapi disertai harapan untuk mendapatkan sesuatu yang bersifat duniawi, dan harapannya itu didasari keyakinan bahwa Allah Maha Kaya. Seperti seseorang yang rajin shalat dluha, rajin membacasuratWaqi’ah dengan harapan supaya dimudahkan rejekinya.

Amal seperti ini juga masih dikategorikan amal yang ikhlas, artinya tidak berdosa beramal seperti ini, tetapi kelak di akhirat dia tidak berhak menagih pahala amalnya, karena semuanya telah Allah bayar kontan ketika masih di dunia berupa pahala duniawi sesuai yang diinginkannya dengan amal tersebut. Inilah tingkatan ikhlas yang paling rendah.

Firman Allah dalam Al-Quran:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ (الشورى:20)

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat”. (QS. Asy-Syura: 20)

Kesimpulannya, bahwa amal itu tercela apabila timbul padanya keinginan dipuji dan disanjung orang lain. Sedangkan apabila amal seseorang yang ikhlas kemudian Allah menganugerahkan pujian yang baik melalui hati orang mu’min karena amalnya itu, lalu dia terkagum-kagum dan bangga dengan amalnya itu, yang demikian ini tidak termasuk amal yang riya dan tidak akan mengurangi pahalanya. Sabda Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Muslim dari Abi Dzar r.a.:

أنّ النبي صلى الله عليه وسلم لما سُئل عن الرجُل يعمل العمل محبةأ لله فيَحمد الناسُ عليه قال:” تلك عاجلُ بَشِرِى المؤمن” رواه مسلم عن أبي ذر رضي الله عنه

Tatkala Nabi SAW ditanya oleh seseorang tentang amal yang dilakukan karena mahabbah kepada Allah SWT, lalu manusia memujinya, maka jawab beliau: Yang demikian itu adalah kegembiraan mu’min yang disegerakan”.

– Wallahu a’lam –

3 Tanggapan to “Amal Ikhlas”

  1. terimakasih infopnya,,,,,smoga kita termasuk golongan orang yang klas amin

  2. […] Baca selengkapnya….. […]

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: