Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Oleh-oleh Dari Malang

Posted by gunawank pada Januari 18, 2012


Bukan Buah Apel dari Batu yang akan diceriterakan di sini. Bukan pula Keripik Apel, Keripik Nangka, Keripik Ketela maupun Sari buah Apel. Karena semuanya sudah maklum nama-nama jenis makanan tersebut merupakan oleh-oleh khas Kota Malang.

Sebagaimana rekan-rekan blogger ketahui bahwa selama lebih kurang sepuluh hari terakhir ini aku tidak posting tulisan baru, bahkan belasan komentar yang ada sampai saat ini belum sempat dibalas. Sejak Senin, 8 Januari 2012 sampai 15 Januari 2012 aku ikut mendampingi guru-guruku para Kiai  menghadiri Muktamar XI Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An Nahdliyah di Pondok Pesantren Al-Munawwiriyyah, Jl. Sudimoro No. 9 Bululawang Kabupaten Malang Jawa Timur yang berlangsung pada tanggal 10 – 14 Januari 2012.

Ada beberapa kesan menarik yang (menurutku) dapat aku jadikan oleh-oleh:

Pertama, di bawah naungan organisasi Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An Nahdliyah (selanjutnya disingkat Jatman) para penganut berbagai macam aliran Thariqah yang ada di Nusantara dapat bersatu padu mengembangkan dan memasyarakatkan pemahaman tentang thariqah, meski diantara mereka memeiliki perbedaan-perbedaan.

Kedua, atas keberhasilan Jatman ini para tokoh Sufi dunia (dalam Muktamar ini dihadiri juga oleh Tokoh Sufi dari 16 Negara) mendeklarasikan terbentuknya Perkumpulan Sufi Dunia (Multaqa Sufi Fil Alam) sekaligus mendaulat Rais ‘Am Jatman, Al-Habib Luthfi bin Yahya berkenan menjadi Raisnya.

Ketiga, keberhasilan strategi dakwah para Mubaligh penyebar Islam di Nusantara, khususnya di pulau Jawa yang dikenal sebagai Wali Songo yang berhasil meng-Islamkan masyarakat Jawa dengan penuh kedamaian, tanpa paksaan dengan kekerasan apalagi penggunaaan senjata, banyak dikaji oleh para Ulama dunia. Bahkan mereka mengagumi keberhasilan da’wah Syekh Maulana Malik Ibrahim, misalnya, yang datang ke Jawa Timur dengan hanya mampu berbahasa Arab dan tidak mengerti bahasa Jawa dapat menarik simpati dan berhasil meng-Islamkan masyarakat Jawa yang sama sekali tidak mengerti bahasa Arab. Demikian yang dapat kami tangkap dari ceramah-ceramah/dialog yang mereka lakukan dalam forum Muktamar XI ini.

Keempat, suasa Muktamar yang penuh kedamaian, jauh dari hiruk pikuk persaingan, kubu-kubuan, perebutan kekuasaan untuk memenangkan kursi pucuk pimpinan (sebagaimana yang sering terjadi dalam perhelatan bertarap nasional pada organisasi-organisasi lain). Dalam Muktamar Jatman ini pemilihan pucuk pimpinan (Rois ‘Am dan Mudir ‘Am) benar-benar dilaksanakan secara musyawarah mufakat tanpa menggunakan vooting. Kedua jenis pucuk pimpinan tersebut dipilih oleh Majlis Ifta’ sebagai tim formatur yang duduk di dalamnya para Mursyid Thariqah.

Mobil ESEMKA turut dipamerkan pada Muktamar XI

Kelima, dalam muktamar ini pula terjadi deklarasi pengukuhan terbentuknya MATAN (Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyah). Hal ini menunjukkan bahwa thariqah yang selama ini terkesan “angker”, “seram”, eksklusif mulai dikenal dan diterima masyarakat umum, termasuk generasi muda.

Dan banyak lagi kesan-kesan yang tak dapat kuungkapkan semuanya melalui bahasa tulisan di sini.

Wallahu A’lam bish Showab.

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: