Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Pengalaman Sangat Berharga

Posted by gunawank pada Februari 25, 2012


Sebelumnya aku sampaikan permohonan beribu-ribu maaf kepada semua pengunjung, khususnya yang telah menorehkan komentar, saran, masukan maupun bentuk informasi berharga lainnya di blogku, wabil khususil khusus buat rekan-rekan setia blogger, karena hampir dua pekan, tepatnya sejak 13 Februari 2012, aku absen total tidak mengudara.

Sudah sejak awal Februari 2012 sebenarnya ada sedikit gangguan di daerah rongga mulutku, gusi sebelah kiri bawah terasa bengkak. Mulanya dikira sekedar sariawan alias kekurangan vitamin C. Seperti biasanya, maka aku tanggulangi dengan mengkonsumsi buah sumber vitamin C ditambah tablet vitamin C secara rutin.

Hasilnya, alhamdulillah bengkaknya hilang tetapi sakitnya masih tetap terasa. Usut punya usut ternyata ada salah satu gigi geraham kiri bawahku yang bermasalah….ada sedikit lubang. Kalo kata orang-orang mah… sakit gigi, gitu lho !

Aku sendiri ga sadar kalau aku sakit gigi, karena sejak kecil alhamdulillah belum pernah merasakan bagaimana rasanya sakit gigi ! Dan anehnya, kalau kata orang-orang, sakit gigi sangat bermusuhan alias anti minuman yang manis-manis, tapi sakit gigiku tidak terpengaruh walaupun aku minum kopi, teh manis atau susu.

Singkatnya ceritera, karena takut ketelanjuran aku berniat mencabut gigiku yang bermasalah tersebut. Tetapi karena masih sakit aku harus mengundur waktu hingga gusinya tidak sakit. Akupun dengan disiplin penuh minum obat anti biotik dan pereda sakit 3 kali sehari.

Pada hari Senin (13/2/2012), di daerah sendi rahang muncul bejolan yang berangsur-angsur hingga sore hari diikuti pembengkakan. Karena posisi bengkaknya hampir di bawah telinga, aku kira penyakit Gondong. Namun ketika aku datang ke toko obat herbal (Selasa, 14/2/2012), bukan gondong tetapi akibat gusi bengkak. Akupun membeli obat sesuai rekomendasi beliau.

Besoknya, Rabu (15/2) bengkaknya bukan berkurang, bahkan menutup seluruh permukaan leher kiriku. Mulai hari itu aku hanya bisa makan bubur cair karena mulut mulai terkunci, bahkan sendokpun tidak masuk.

Kamis dinihari, ketika aku bangun untuk shalat shubuh, bengkak itu mulai ekspansi ke leher bagian depan dan otomatis mulai bermasalah dengan nelan. Oleh karena itu pagi-pagi sekali aku datangi dokter gigi yang kebetulan teman di DKM. Akupun dikasih resep.

Jum’at pagi, bengkak di leher bagian depan semakin membesar sehingga nelan air minumpun aku kesakitan. Segera kuhubungi dokter dan advisnya, …… bapak harus dirawat…..(mendengar kata itu aku hampir menolak. sejak kecil belum pernah dirawat di rumah sakit !)… supaya makanan dan obat bisa lewat inpus !  (dengan alasan ini baru aku akalku menerima. Dan kamipun pergi ke rumah sakit).

Jum’at sore menjelang Ashar aku baru dapat kamar………… (bersambung)

————————————————————————————————–

Lanjut bro…………..!

Sejak Jum’at (17/2/2012) sore itulah aku resmi menjadi penghuni kamar 105 RSI Karawang. Sejak saat itu pulalah rekor tidak pernah dirawat di rumah sakitpun gugur.

Aku benar-benar baru merasakan enaknya ditusuk jarum inpus, makan makanan orang sakit, kemana pergi selalu dikuntit botol inpus dan lain sebagainya. Pokoknya segala tetek bengek yang berkaitan dengan pasien rawat inap. Bahkan makanpun (yang biasanya terasa belum makan kalau belum diisi sepiring nasi) harus cukup dengan segelas makanan berbentuk cair.

Kira-kira jam 02.00 wib dinihari (Sabtu, 18/2) aku terbangun karena indera penciumanku menangkap bau aneh, bau rendeman kulit. Kupikir di sekitar rumah sakit ada pengrajin kerupuk kulit. Namun ketika kubangunkan istriku dan ditanyakan padanya apakah mencium bau yang sama, jawabnya “Tidak”.

Selidik punya selidik, ternyata sumber bau tersebut berasal dari tetesan isi abses yang mengering di pakaianku. Alhamdulillah……dengan keluarnya cairan berarti volume bengkakpun berkurang.

Siang harinya, ketika pak Dokter datang berkunjung lengkap dengan pasukan bedahnya (maksudnya bedah kecil. Karena aku memang di tempatkan di ruang inap pasien bedah) kelihatannya agak kaget melihat volume bengkakku berkurang.

“Padahal kalau sudah keluar begini akan lebih cepat jika bapak bantu tekan-tekan…,” katanya sambil mencontohnya cara menekan agar cairan lebih banyak keluar.

“Waduh, dok…! kalau sejak awal tahu boleh ditekan-tekan begini dari pagi saya nganggur dan mungkin sekarang sudah tinggal sedikit…….” jawabku setengah nyesel.

Karena pak dokter memberi tawaran dua alternatif, dibedah atau dikeluarkan sendiri, maka spontan aku pilih dikeluarkan sendiri (maksudnya antara lain biar diizinkan pulang segera. Kagak betah…). Ternyata betul, minggu sore (19/2) aku sudah diizinkan pulang. Alhamdulillah….Dan kini semua bengkak sudah hilang, tinggal penyembuhan bekas lubang keluar cairan.

Oleh karena itu, dalam kesempatan ini pula aku mohon bantuan do’a dari rekan semua agar aku cepat sembuh seperti biasa kembali. Amin….

Hikmah yang dapat kita ambil dari peristiwa ini:

  1. Jangan pernah sepelekan gigi berluang, sekecil apapun. Jika dokter menyarankan dicabut, jangan ditunda lagi…langsung cabut…but !
  2. Jika mengalami gusi bengkak, gigi sakit akibat sang lubang tersebut, periksakan secara intensif ke dokter gigi.

Baca Artikel Terkait:

6 Tanggapan to “Pengalaman Sangat Berharga”

  1. Abed Saragih said

    Mudahan cepat sehat mas,,,,,saya kira tadi mau di operasi rupanya gak :)

    Cepat sehat mas,,,,rajin makan obatnya,,sambil berdoa mas pasti sembuh.

  2. DeRie said

    tengyu gan infonya…
    bermanfaat banget….

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: