Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Jangan Sepelekan Gigi Berlubang…; Bisa Timbulkan Abses di Leher

Posted by gunawank pada Maret 2, 2012


“Jangan sepelekan gigi yang berlubang, sekecil apapun. Segera periksakan ke Dokter gigi…!” Itulah kata bijak yang harus benar-benar diperhatikan, ditaati dan dilaksanakan oleh siapapun yang memiliki masalah dengan gigi berlubang atau mengalami karies gigi, terlebih bagi yang memunyai penyakit diabetes. Sebab bagi orang yang berpenyakit diabetes, bila dalam dirinya terjadi infeksi gigi dan gusi bisa merembet pada efek negatif pada bagian tubuh lainnya.

Gigi yang berlubang bila tidak dirawat biasanya lama kelamaan akan bertambah besar dan membusuk, seperti hal-nya karang gigi. Kondisi ini  menjadi sarang bakteri yang kemudian menjadi penyebab infeksi.  Bakteri yang berada pada lubang gigi akan merusak jaringan sehingga terbentuk pus atau nanah, selanjutnya pus menyebar diantara jaringan dan menyebakan pembengkakan di daerah kepala dan leher. Bahkan akibat lebih jauh, bakteri dan toksinnya bisa beredar secara sistemik ke seluruh tubuh  di dalam pembuluh darah. Keadaan ini dapat menyebakan kematian akibat sepsis atau bakterimia.

Menurut dr. Tengku Bahdar Djohan dari Rumah Sakit Bintaro Internasional, bila pertahanan lokal dalam gigi lemah. Infeksi itu bisa terbawa ke dalam tubuh melalui sel darah, bisa ke klep jantung, pembuluh darah dan pada ibu hamil bisa ke plasenta janin.

Masalah gigi berlubang ini tidak hanya berhenti di abses gigi yaitu kumpulan nanah akibat infeksi bakteri di rongga syaraf/pulpa gigi, tetapi bisa terjadi ancaman fokal infeksi, yaitu infeksi kronis di suatu tempat yang memicu penyakit di tempat lain.

Menurut Tengku, racun dan sisa kotoran maupun mikroba yang memicu infeksi tersebut bila abses gigi tidak terobati, penyakit komplikasi berbahaya bisa terjadi. Misalnya selain gigi tanggal, juga mediastinitis (peradangan pada dada), sepsis (peradangan di seluruh tubuh akibat infeksi), facial cellulitis, Ludwig’s angina (penyebaran infeksi ke jaringan lunak), osteomyelitis of the jaw (penyebaran infeksi ke tulang rahang gigi) dan lainnya yang bisa menyebabkan abses otak, endocraditis (peradangan dari lapisan jantung, jantung otot, dan katup jantung) dan pneumonia (radang paru-paru).

Menurut data dari PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), 69,3% dari orang Indonesia yang mengeluh sakit gigi berupaya mengobati sendiri sakit giginya tersebut dengan cara yang belum tentu benar. Pahadal, perawatan gigi dan mulut yang tidak tepat,  dapat memicu penyakit lain seperti sakit kepala, nyeri mata, dan bahkan penyakit yang lebih berbahaya seperti   jantung, stroke, diabetes dan kelahiran prematur. (VIVAnews, 14/6/2009).

Dari data survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2004 yang dilakukan oleh departemen kesehatan menyebutkan prevalensi karies (berlubang) gigi di Indonesia adalah 90,05 persen. Fakta lainnya adalah orang Indonesia yang menderita penyakit gigi dan mulut tersebut bersifat agresif kumulatif, artinya daerah yang rusak tersebut menjadi tidak dapat disembuhkan.

Karang gigi yang bisa menjadi penyebab infeksi pada rongga mulut ada yang bersifat kronis (perjalanan penyakitnya lambat) dan ada yang bersifat acute (perjalanan penyakitnya cepat). Infeksi kronis gejalanya berupa rasa tidak enak dan sakit pada pengunyahan, serta menimbulkan bau mulut.

foto: Senyum Itu Indah BlogSedangkan tanda-tanda infeksi acute berupa keadaan pucat, suhu tubuhnya meningkat, terlihat pembengkakan pada daerah infeksi, kelemahan, sakit menelan, kemerahan dan tidak dapat membuka mulut.

Perawatan infeksi memerlukan tindakan yang cepat dan tepat, tindakan pengelolaan yang harus di lakukan adalah sebagai berikut :

  1. Menghilangkan/mereduksi kuman penyebab infeksi dengan cara pemberian antibiotik yang adekuat, diperlukan walaupun belum ada hasil mikrobiologi mengingat sepsis merupakan infeksi dengan resiko bahaya kematian bagi penderita yang cukup tinggi.
  2. Melakukan drainase eksudat, eksisi jaringan nekrosis, pengeluaran benda asing dan tindakan bedah lainnya untuk menghilangkan sumber infeksi.
  3. Mengembalikan perubahan hemodinamik yang terjadi dan mengembalikan agar perfusi jaringan berlangsung baik, dengan cara pemberian cairan, pemberian cairan ini berdasarkan pada perubahan fisiologis yang terjadi pada penderita dehidrasi akibat diare, yaitu : 10 – 20 ml/kg BB dalam 20 menit.
  4. Mempertahankan dan memulihkan fungsi organ tubuh yang terganggu :
  • Memperbaiki jalan nafas : oksigenasi cukup, jalan nafas harus baik (bebas obstruksi).
  • Pemberian cairan yang adekuat : guna mempertahankan volume darah, hal ini diperlukan  untuk mengembalikan fungsi homeostasis.
  • Perawatan intensif, memperbaiki Keadaan Umum dan intake makanan serta perawatan pasca bedah yang baik.
  • Evaluasi pasca bedah untuk mengetahui sumber infeksi lain yang tidak terdrainase jika dipandang memerlukan pembedahan kedua.

*** Sumber :

2 Tanggapan to “Jangan Sepelekan Gigi Berlubang…; Bisa Timbulkan Abses di Leher”

  1. […] Jangan Sepelekan Gigi Berlubang…; Bisa Timbulkan Abses di Leher […]

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: