Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Serba-serbi Konfercab; “Mendorong Mobil ……… Pakai Sarung ?!”

Posted by gunawank pada Mei 9, 2012


Stop press……!!!

Sebelumnya, mohon maaf kepada rekan-rekan blogger atau para pengunjung nasional karena dalam beberapa tulisan aku lebih berceritera dalam skala lokal, Kabupaten Karawang Jawa barat. Tapi bukan berarti asshabiyah (melebihkan kedaerahan daripada nasionalisme), hanya kebetulan aku termasuk yang terlibat dalam kejadian-kejadian yang kuceriterakan di sini.

————————————————————————————————————-

Konferensi Cabang XIX Nahdlatul Ulama kabupaten Karawang baru saja usai. Hiruk pikuk yang mewarnai pesta lima tahunan warga Nahdliyyin kabupaten Karawang telah berakhir. Para panitia yang selama lebih kurang tiga bulan berjibaku tak kenal lelah ke sana ke mari, memeras pikiran dan tenaga demi suksesnya penyelenggaraan konfercab kali ini, kini sudah bisa beristirahat. Bayangkan…. tidak tanggung-tanggung panitia menganggarkan biaya sebesar lebih dari 250 juta rupiah untuk seluruh rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan-kegiatan pendukung (pra konferensi) sampai kegiatan utama konfersensi itu sendiri. Suatu anggaran yang hampir dikata mustahil untuk terealisir, mengingat selama ini anggaran konfercab tidak pernah mencapai angka 100 juta rupiah.

Dalam kumpul-kumpul pertama pasca konferensi kemarin (Selasa, 8/5/12), muncullah ceritera-ceritera pengalaman menarik dari masing-masing anggota panitia. Salah satunya yang aku alami bersama beberapa teman panitia sebagai berikut……………

Pada acara Halaqah tentang Pertanian yang diselenggarakan pada tanggal 29 April 2012, aku mendapat amanah sebagai koordinator halaqah. Maklum, dari sekitar tigapuluhan orang yang mendapat SK sebagai panitia konfercab hanya aku yang memiliki backgraund pendidikan pertanian (nyombong ni, ye…..!). Oleh karena itu, aku bertanggung jawab menjemput dan mengantar kembali pembicara.

Singkat ceritera, selesai acara halaqah yang (menurut kami, para panitia) berakhir dengan sukses, akupun bersama tiga orang teman berangkat mengantar pembicara yang merupakan salah seorang ketua di PBNU Jakarta, Bapak Prof.Dr.Ir.H. M. Maksum Machfoedz, M.Sc (dan karena beliau adalah Guru Besar UGM yang datang langsung dari Yogyakarta, sehingga tidak membawa kendaraan pribadi).

Perjalanpun sangat-sangat lancar, bahkan hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam rombongan kami sudah sampai di Gedung PBNU jalan Kramat Raya Jakarta, sehingga kami masih sempat jalan-jalan ke toko buku Wali Songo hingga pukul 17.00 wib. Begitu pula perjalanan pulang kamipun lancar mulai dari Jakarta sampai masuk wilayah Cikarang.

Namun, pada kilometer 35 jalan tol Jakarta-Cikampek kami mendengar suara aneh yang keluar dari daerah mesin. Penasaran, kamipun turun dan memeriksa sumber suara tersebut. “Hanya klager kipas….!”, begitu kesimpulan kami. Perjalananpun dilanjutkan.

Beberapa saat kemudian, suara itu terdengar semakin kuat ditambah lagi lampu sensor minyak oli berkedip merah, “Wah….., jangan-jangan…….??!!!” pikirku mulai curiga ada sesuatu yang tidak beres dengan mesin. Karena menjelang maghrib, kamipun sepakat mampir ke Rest Area untuk ISOMA (Istirahat, Shalat dan Makan. Kata yang sering digunakan oleh panitia dalam susunan acara kegiatan), sekaligus memperbaiki kendaraan jika ada montir/bengkel di sana. Namun apa jawaban yang kami terima ketika bertanya ke salah seorang pelayaan saat kami makan tentang ada tidaknya montir/bengkel di Rest Area ini, “Di sini ga ada. Bapak keluar gerbang tol Karawang Barat saja, di sana ada bengkel…” jawabnya enteng. Sontak kamipun tertawa sambil sedikit dongkol. Pasalnya, kami tidak perlu jawaban itu, sebab kami memang berasal dari sekitar gerbang tol Karawang Barat.

Dengan perasaan was-was kamipun berjalan merayap menuju gerbang tol Karawang barat. Dan………. apa yang terjadi saat sampai di gerbang tol? Mesin mobil kami mati mendadak tepat di pintu gerbang. Parahnya, mesin tidak mau hidup lagi. Dengan perasaan berat dan terpaksa, kami yang berstatus penumpangpun turun karena kendaraan-kendaraan di belakang kami ramai membunyikan klakson.

Mobilpun berhasil kami dorong dari pintu gerbang tol ke tempat yang lebih aman. Sambil meneguk minuman segar dan dengan nafas terengah-engah, tiba-tiba gelak tawa kamipun pecah karena ada salah seorang diantara kami mengatakan, “Jangan-jangan kain sarung kita tersingkap saat bersemangat mendorong mobil, ha…ha….haaaaaaa………!!!”. Kami baru sadar jika saat itu kami mendorong mobil dengan…..mengenakan kain sarung. Mungkin juga orang-orang di dalam mobil belakang mengatakan, “Pantas mogok…….., mobil santri sarungan……!!!!

2 Tanggapan to “Serba-serbi Konfercab; “Mendorong Mobil ……… Pakai Sarung ?!””

  1. didin said

    ha …. ha….. (jadi mengingatkan saya dulu) sama dorong mobil mogok pake sarung mana hujan lagi, waktu itu saya mau melawat guru (ajengan) rombongan…….. tapi sesudah itu kalau teringat suka ketawa sendiri salam hangat slalu

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: