Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Ramadhan Sayyidus Syuhur; Raja Segala Bulan

Posted by gunawank pada Agustus 2, 2012


Allah telah memilih hari Jum’at sebagai sayyidul ayyam, rajanya hari. Dan telah memilih Nabi Muhammad SAW sebagai sayyidul Anbiya wal Mursalin. Allahpun telah memilih bulan Ramadlan sebagai sayyidus syuhur, rajanya sekalian bulan, dan bulan yang dimuliakan bagi umat Islam.

Mengapa demikian? Karena pada bulan Ramadlan terdapat amalan-amalan khusus dan peristiwa penting yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lainnya, yaitu :

Pertama, Puasa pada bulan Ramadlan termasuk puasa yang difardlukan.

Firman Allah dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah: 183)

Dan sabda Nabi SAW:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Sesungguhnya telah datang Bulan Ramadlan, bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan”. (HR. Ahmad).

Kedua, Pada Bulan Ramadlan terjadi awal mula diturunkannya Al-Quran oleh Allah melalui Malaikat Jibril AS kepada Rasulullah SAW.

Firman Allah dalam Al-Quran:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ ..لآية

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadlan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)….”(QS. Al-Baqarah: 185).

Ketiga, Ada satu jenis shalat khusus yang hanya disyariatkan pada bulan Ramadlan dan dikhususkan hanya untuk umat Islam, yakni Shalat Tarawih, sebagaimana diriwayatkan dalam Shahih Bukhari:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) Ramadlan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.”

Dalam hadits yang lain:

Abdurrahman bin Abd al-Qariy berkata, “Saya keluar bersama Umar ibnul Khaththab pada suatu malam dalam bulan Ramadhan sampai tiba di masjid. Tiba-tiba orang-orang berkelompok-kelompok terpisah-pisah. Setiap orang shalat untuk dirinya sendiri. Ada orang yang mengerjakan shalat, kemudian diikuti oleh sekelompok orang. Maka, Umar berkata, ‘Sesungguhnya aku mempunyai ide. Seandainya orang-orang itu aku kumpulkan menjadi satu dan mengikuti seorang imam yang pandai membaca Al-Qur’an, tentu lebih utama.’ Setelah Umar mempunyai azam (tekad) demikian, lalu dia mengumpulkan orang menjadi satu untuk berimam kepada Ubay bin Ka’ab. Kemudian pada malam yang lain aku keluar bersama Umar, dan orang-orang melakukan shalat dengan imam yang ahli membaca Al-Qur’an. Umar berkata, ‘Ini adalah sebagus-bagus bid’ah (barang baru). Orang yang tidur dulu dan meninggalkan shalat pada permulaan malam (untuk melakukannya pada akhir malam) adalah lebih utama daripada orang yang mendirikannya (pada awal malam).’ Yang dimaksudkan olehnya ialah pada akhir malam. Adapun orang-orang itu mendirikannya pada permulaan malam.”

Keempat, Pada bulan Ramadlan pula ada satu malam yang nilai kemuliaannya lebih baik dari seribu bulan yang dalam Al-Qur’an disebut Lailatul Qadar. Sebagaimana firman-Nya:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3)

“Lailatul Qodar (Malam kemuliaan) itu lebih baik dari seribu bulan” (QS. Al-Qadr: 3)

عن أبي هريرة أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تَقَدَّم من ذنبه (في الصحيحين )

“Dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang menghidupkan lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau” (HR. Bukhari & Muslim).

وقال ابن جرير: عن مجاهد قال: كان في بني إسرائيل رجل يقوم الليل حتى يصبح، ثم يجاهد العدو بالنهار حتى يمسي، ففعل ذلك ألف شهر، فأنزل الله هذه الآية: {لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ } قيام تلك الليلة خير من عمل ذلك الرجل (تفسير ابن كثير: 8/443)

“Berkata Ibnu Jarir: Dari Mujahid r.a. belaiau berkata, adalah seorang laki-laki dari Bani Israil yang shalat setiap malam hingga shubuh dan berjihad memerangi musuh di siang hari hingga petang. Amalnya itu dilakukannya selama seribu bulan. Maka Allah menurunkan ayat (Laitaul qadri khairun min alfi syahrin), maka beribadah pada malam itu lebih baik dari amal laki-laki Bani Israil tersebut”.

Kelima, Pada akhir bulan Ramadlan disyariatkan pula kewajiban khusus sebagai pembersih jiwa dan penambal kekurangan-kekurangan ibadah puasa yang juga dikhususkan bagi umat Islam, yaitu kewajiban mengeluarkan Zakat Fitrah.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ (سنن أبى داود)

“Dari Ibnu Abbas r.a. beliau berkata: Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih bagi yang berpuasa dari perbuatan sis-sia dan perkataan buruk, dan sebagai pemberi makanan bagi orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat ied maka termasuk zakat fitrah yang diterima, dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat ied maka termasuk shadaqah dari shadaqah sunnah.

Keenam, Pada bulan Ramadlan pula pahala amal bagi umat Islam dilipatgandakan oleh Allah SWT, setan-setan yang senantiasa mengganggu aqidah dan amaliyah umat Islam dibelenggu, sehingga jalan-jalan menuju surga Allah SWT menjadi terbuka lebar dan sebaliknya jalan-jalan menuju neraka tertutup rapat bagi umat Islam. Dalam suatu Hadits dijelaskan bahwa:

“Siapa saja yang melakukan amalan sunnah akan dilipatgandakan pahalanya, bagaikan melakukan kewajiban, yang melakukan amalan wajib pahalanya dilipatgandakan 70 (tujuh puluh) kali jika dibanding dengan amalan di luar Bulan Ramadhan, bahkan diamnya orang yang berpuasa pun, mendapatkan suatu pahala, sedang berdzikir dan beribadah akan lebih besar lagi pahalanya”.

Mudah-mudahan kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang senantiasa mempergunakan segala kesempatan dan fasilitas yang Allah sediakan di bulan ini dengan amalan yang dapat membersihkan diri, meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan serta demi semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt. Amin ya Rabbal ‘alamin. Amin.

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: