Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Asal Mula Penetapan Tahun Hijriyah

Posted by gunawank pada Oktober 17, 2015


Adalah shahabat Abu Musa Al-Asy-‘Ari r.a. yang menjabat sebagai gubernur Basrah kala itu, mengeluh karena sering mendapat surat yang tidak bertanggal dari Khalifah Umar bin Khatab r.a. Keluhan tersebut beliau sampaikan kepada khalifah melalui sepucuk surat yang bertutur:

إنه يأتينا منك كتب ليس لها تاريخ

“Telah sampai kepada kami surat-surat dari Anda, tanpa tanggal.”

Riwayat lain menyebutkan isi surat beliau:

إنَّه يأتينا مِن أمير المؤمنين كُتبٌ، فلا نَدري على أيٍّ نعمَل، وقد قرأْنا كتابًا محلُّه شعبان، فلا ندري أهو الذي نحن فيه أم الماضي

“Telah sampai kepada kami surat-surat dari Amirul Mukminin, namun kami tidak tau apa yang harus kami perbuat terhadap surat-surat itu. Kami telah membaca salah satu surat yang dikirim di bulan Sya’ban. Kami tidak tahu apakah Sya’ban tahun ini ataukah tahun kemarin.”

Atas kejadian ini kemudian Khalifah Umar bin Khatab mengajak para shahabat untuk bermusyawarah; menentukan kalender yang nantinya menjadi acuan penanggalan bagi kaum muslimin.

Sebagaimana diketahui bahwa pada zaman dahulu masyarakat Arab menjadikan peristiwa-peristiwa besar sebagai acuan penamaan tahun. Ada “Tahun Renovasi Ka’bah” misalnya, karena pada tahun tersebut Ka’bah direnovasi ulang akibat banjir. “Tahun Fijar”, karena saat itu terjadi perang fijar. Tahun kelahiran Rasulullah Saw disebut “Tahun Fiil” (gajah), karena saat itu terjadi penyerbuan Ka’bah oleh pasukan bergajah. Terkadang mereka juga menggunakan tahun kematian seorang tokoh sebagai patokan, misal 7 tahun sepeninggal Ka’ab bin Luai.”

Sementara, untuk acuan bulan mereka menggunakan sistem bulan qomariyah (penetapan awal bulan berdasarkan fase-fase bulan). Sistem penanggalan seperti ini berlanjut sampai ke masa Rasulullah Saw dan khalifah Abu Bakar Ash-Sidiq r.a. Barulah di masa khalifah Umar bin Khatab r.a. diadakan musyawarah shahabat untuk menetapkan penamaan tahun bagi umat Islam.

Dalam musyawarah tersebut muncul beberapa usulan mengenai patokan awal tahun. Ada yang mengusulkan penanggalan dimulai dari tahun diutus Nabi shallallahu’alaihiwasallam. Sebagian lagi mengusulkan agar penanggalan dibuat sesuai dengan kalender Romawi, yang mana mereka memulai hitungan penanggalan dari masa raja Iskandar (Alexander). Yang lain mengusulkan, dimulai dari tahun hijrahnya Nabi Saw ke kota Madinah. Usulan ini disampaikan oleh sahabat Ali bin Abi Thalib r.a. Hati Umar bin Khatab r.a. ternyata condong kepada usulan ke dua ini.

الهجرة فرقت بين الحق والباطل فأرخوا بها

Peristiwa Hijrah menjadi pemisah antara yang benar dan yang batil. Jadikanlah ia sebagai patokan penanggalan.” Kata Umar bin Khatab r.a. mengutarakan alasan.

Akhirnya para sahabatpun sepakat untuk menjadikan peristiwa hijrah sebagai acuan tahun. Landasan mereka adalah firman Allah ta’ala,

لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيه َ

Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. (QS. At-Taubah:108)

Para sahabat memahami makna “sejak hari pertama” dalam ayat, adalah hari pertama kedatangan hijrahnya Nabi. Sehingga moment tersebut pantas dijadikan acuan awal tahun kalender hijriyah.

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: