Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Pilkada Serentak 2015; Menang atau Terpilih ?

Posted by gunawank pada Desember 10, 2015


Pilkada serentak baru saja dilaksanakan, tepatnya pada hari Rabu, 9 Desember 2015 dalam situasi yang cukup kondusif, meski ada sedikit masalah di beberapa daerah.

Untuk yang pertama kalinya dalam sejarah demokrasi di Indonesia, sejumlah 204 pemilihan kepala daerah yang terdiri dari 170 kabupaten, 26 kota dan 8 provinsi dilaksanakan secara serentak di seluruh nusantara.

Sejak digulirkannya sistem pemilihan langsung baik untuk memilih presiden, gubernur, bupati/wali kota maupun anggota legislatif dengan cara memilih langsung nama-nama calon, hampir selalu muncul kisah-kisah tragis dan peristiwa yang tidak elok dari para calon yang gagal maupun pendukungnya, seperti stres, bunuh diri, mengambil kembali bantuan yang diberikan sampai aksi demontrasi atau pengerahan massa yang destruktif untuk menuntuk pembatalan putusan maupun pemilihan ulang, sesuatu yang tidak pernah terjadi pada sistem pemilihan perwakilan di zaman orde baru.

Setelah dicermati, secara langsung bukan sistem yang salah karena tentunya harus melalui kajian yang dalam dan komprehensif untuk menilainya. Namun secara tidak langsung sistem ini menuntut para calon secara pribadi, masing-masing untuk mensosialisasikan dirinya kepada pemilih yang jumlahnya jauh lebih banyak atau dengan kata yang lebih tegas, harus mampu mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk memilih dirinya.

Oleh karena itulah, muncul istilah tim sukses, tim pemenangan dan sejenisnya. Kalau dahulu hanya dikenal team kampanye. Apa bedanya?

Secara substansi fungsi dan tugasnya sama, yakni meraih suara sebanyak-banyaknya. Tetapi dari sisi apa yang dilakukan ternyata ada perbedaan.

Tim kampanye bekerja untuk mengkampanyekan atau mempromosikan atau menyebar luaskan informasi dan meyakinkan tentang visi-missi, keunggulan, kemampuan calon dan sebagainya kepada sebanyak-banyaknya calon pemilih. Targetnya, calon yang diusungnya TERPILIH atau TUDAK TERPILIH sesuai dengan jumlah suara yang memilihnya.

Sementara, tim pemenangan melakukan pekerjaan yang lebih dari itu. Selain berusaha mengkampanyekan calon yang diusungnya sebagaimana yang dilakukan tim kampanye, juga berusaha agar setiap orang yang telah mendapatkan informasi itu harus dipastikan memilih calon yang diusungnya.

Oleh karena itu, tim pemenangan lalu melakukan berbagai usaha untuk meraihnya dan tidak jarang dari mereka melakukan usaha-usaha yang tidak dibenarkan baik menurut peraturan perundang-undangan negara, aturan agama maupun norma-norma tradisi dan budaya masyarakat, seperti politik uang, politik hitam, saling fitnah, saling tuduh, saling buka kejelekan, kesalahan masa lalu bahkan sampai kekurangan keluarga dan leluhurnya. Targetnya bukan lagi menggunakan kata TERPILIH atau TIDAK TERPILIH tetapi kata MENANG atau KALAH.

Islam dalam hal ini Rasulullah saw menganjurkan agar umatnya senantiasa berada dalam jamaah, dalam komunitas, dalam kebersamaan. Beliau juga menganjurkan agar setiap jamaah memilih salah seorang diantaranya untuk dijadikan pemimpin. Artinya, perintahnya adalah jamaahlah yang harus memilih pemimpinya bukan seseorang yang ingin menjadi pemimpin memaksa jamaah untuk memilihnya. Sehingga kalimat yang muncul adalah “Alhamdulillah saya TERPILIH” atau “Terima kasih kalian telah MEMILIH saya” bukannya “Alhamdulillah saya MENANG” atau “Sialan saya KALAH“.

Terima kasih, jika anda mengomentari tulisan ini .......

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: