Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Anugrah’ Category

Gaya Hidup Semut

Posted by gunawank pada Oktober 12, 2017

“Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka berbaris dengan tertib. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan balatentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari” (QS. An-Naml: 17,18).

semut-rangrang-khoirul-umamPenelitian menunjukkan bahwa binatang atau serangga yang memiliki gaya hidup (manajemen berkelompok) yang paling mirip dengan manusia adalah semut. Hal ini dapat dilihat dari temuan berikut :

  • Semut mengubur rekannya yang mati seperti manusia.
  • Dalam hal manajemen tenaga kerja, semut memiliki sistem yang canggih di mana mereka juga memiliki manajer, supervisor, mandor, pekerja, dan lain-lain.
  • Sesekali ketika bertemu, mereka akan melakukan obrolan.
  • Mereka memiliki metode komunikasi khusus antar semut.
  • Mereka mempunyai pasar untuk saling bertukar barang.
  • Para semut menyimpan biji-bijian untuk waktu yang lama pada musim dingin. Jika mulai tumbuh tunas, mereka akan memotong akarnya. Jika biji-bijian mereka basah karena hujan, para semut akan membawanya keluar untuk dijemur dan dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah kering, mereka akan membawanya kembali ke dalam, seolah-olah memahami bahwa kelembaban menyebabkan pembusukan.

Subhanallah……

Iklan

Posted in Akhlak, Aneh tapi nyata, Anugrah, Fenomena, Fenomena alam, Hikmah, Serba serbi, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Keunikan Jam’iyah NAHDLATUL ULAMA

Posted by gunawank pada November 8, 2016

NU itu organisasi paling aneh.

Ketika seorang peneliti dari australia menemukan data arsip tentang jangka waktu organisasi di AD ART pertama, dia menemukan tulisan bahwa organisasi ini (NU) didirikan pada tahun 1926 hingga 29 tahun berikutnya. Ini Aneh,Sebab umumnya tdk ada satu pun organisasi yg membatasi waktu, contoh : didirikan thn 1990 hingga waktu yg tak terbatas, kecuali hanya NU yg membatasi waktunya. Peneliti ini kemudian menanyakan pada Gus Dur, “ini apa maknanya ?”, Gus Dur pun kaget, dan menjawab “mana saya tahu maksudnya, yg merumuskan sudah wafat semua”.
Kemudian gus dur mengamati dari prespektif sejarah, tenyata setiap 29 tahun, NU mengalami perubahan.
1926 sbg organisasi sosial keagamaan,
29 thn berikutnya (1955) menjadi partai politik dan menjadi organisasi yg berafiliasi dg partai politik.
29 tahun berikutnya (1984) berubah lagi menjdi organisasi sosial keagamaan (Khittah 1926 ) konsentrasi dakwah dan pendidikan),
29 tahun berikutnya, 2013 NU menjadi gerakan sivil society.
Di kondisi ini gus dur slalu memerintahkan NU banyak membicarakan lokalitas. Dan hasilnya “Islam Nusantara sbg paradigmanya dlm membangun peradaban dunia”, ini perisapan Gus Dur mengahadapi perubahan 29 tahun berikutnya pada tahun 2042 sbg organiasasi penyangga perdamaian dunia.

Saya memetik dri peristiwa ini bahwa Para pendiri NU dan sekaligus pendiri bangsa dan negara ini bkn orng sembarangan, mereka adalah kyai2 ma’rifat billah. Mereka sdh tahu setiap 29 tahun mesti akan trjadi perubahan di NU.

Jadi, kaitannya dengan NKRI, Bhineka tunggal ika, UUD 45 dan pancasila sbg pilihan paling final, saya yakini benarnya. sbb diputuskan oleh para kyai2 yg ma’rifat.

~keramahan NU selalu dikedepankan sebagai bentuk sikap sebagaimana yang di maksud dengan ayat RAHMATAN LIL ALAMIN.

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10206647219572662&id=1638052783

Posted in Aneh tapi nyata, Anugrah, Gus Dur, Jam'iyah, Nahdlatul Ulama, NU, Opini, Organisasi, Ormas Islam, Potret, Sejarah, Serba serbi, Ulama | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Ahlan Wa Sahlan, Bidadariku…!

Posted by gunawank pada September 2, 2016

Seperti biasanya jam 23.30 wib malam (Jum’at) tadi aku siap-siap pulang dari pondok tempat ku mengajar. Sampai di rumah tampak di ruang tengah “benda-benda aneh” tercecer di lantai. Entah kenapa rupanya kucing piaraanku muntah-muntah. Akupun segera membersihkan kotorannya sekaligus mengepelnya sampai jam 01.00 wib dinihari, lalu istirahat lebih kurang 30 menit untuk mengeringkan keringat.

Sekitar jam 01.30 wib ketika baru saja rebahan untuk tidur, tiba-tiba ponselku berdering. “Siapa malam-malam begini menelpon”, gumamku.

Tapi karena khawatir ada sesuatu yang penting, akupun meraih ponselku. “Pa, Eka sudah kerasa !”, kata penelpon di seberang sana yang ternyata suara isteriku memberitahu bahwa putri kami yang sedang hamil 9 bulan merasakan mulas-mulas sebagai pertanda bahwa waktu melahirkan akan segera tiba.

“Sekarang sudah di rumah sakit. Kata bidan baru pembukaan satu”, lanjutnya menjelaskan. Akupun segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit yang disebutkan istriku.

Sesampainya di ruang observasi persalinan telah hadir pula besan kami (mertua putri kami). Kamipun larut dalam obrolan hingga waktu shalat subuh tiba.

Jam 05.00 pagi bidan datang memeriksa putri kami dan hasilnya sudah pembukaan lima, katanya. Setelah ibu bidan pergi akupun bertanya kepada putriku yang juga lulusan Akademi Kebidanan Poltekkes Bandung, kira-kira berapa jam lagi dari pembukaan 5 sampai saatnya melahirkan. Menurut pengalamannya ketika bekerja di salah satu rumah sakit anak di kotaku biasanya dari pembukaan satu sampai melahirkan sekitar 10 jam. Hitung punya hitung berarti cucu kami baru akan lahir sekitar jam sepuluh pagi.

Karena itulah besan kami pamitan untuk pulang dulu karena keduanya pegawai pemerintah alias pegawai negeri. Tapi karena aku pegawai “luar negeri” alias bukan pegawai negeri tidak pulang melaikan ke luar mencari makanan untuk sarapan.

Sekembali dari “belanja” makanan sarapan, ruang yang ditempati putri kami telah kosong. Usut punya usut ternyata sudah berada di ruang persalinan. Terdengar suara bu bidang sedang menelpon dokter kandungan yang menangani putri kami, “Pasien atas nama ibu Fatimah Ekasari yang masuk tadi jam satu pada jam 05.00 pembukaan lima, jam 6 pembukaan 9 dan sekarang sudah lengkap (istilah kebidanan yang maksudnya sudah siap persalinan). Bagaimana dok? ya, ok!”, katanya.

Hari ini, Jum’at, 2 September 2016 tepat jam 06.40 wib terdengar suara tangis bayi. Alhamdulillah, cucu pertama kami yang cantik (perempuan) telah lahir dengan selamat, sehat dan sempurna dengan berat badan 3,3 kg dan tingginya 49 cm. Selamat datang bidadariku…! Berakhirlah masa penantian istriku selama 23 tahun mendambakan kehadiran bayi mungil di keluarga kami.

اَللهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلاً حَاذِقًا عَلِمًا عَامِلاً. اَللهُمَّ طًوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ وَاَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ وَالْقُرْآنِ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Ya Allah, Jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim dan mau mengamalkan ilmunya. Ya Allah, Panjangkalah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskalah akhlaqnya, fasihkanlah dan merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Quran dan Al Hadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam”.

Posted in Anugrah, Berita, Kisah Nyata, Kisahku | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »