Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Arus Mudik’ Category

PT. KAI Siapkan Gerbong Motor Mudik Lebaran

Posted by gunawank pada September 2, 2010

Guna membantu mengurangi kepadatan jalan raya yang diperkirakan tahun ini mencapai 3,6 juta pemudik dengan menggunakan sepeda motor, PT. Kereta Api Indonesia menyediakan tiga rangkaian Kereta Api Komunitas Motor untuk mengangkut sepeda motor beserta pemudiknya.

Setiap rangkaian kereta terdiri dari tujuh gerbong pengangkut sepeda motor dengan kapasitas 350 unit sepeda motor dan tiga gerbong penumpang untuk 320-450 orang pemudiknya.

Kereta Api Komunitas Motor ini akan diberangkatkan dari Stasiun Kampung Bandan Jakarta menuju Surabaya melalui jalur utara: Jakarta-Semarang-Cepu-Bojonegoro-St.Pasar Turi Surabaya dengan harga tiket Rp. 200.000,-per motor dan Rp. 43.500 per penumpang, dan melalui jalur selatan: Jakarta-St.Lempuyang Yogyakarta-St.Jebres Solo-Madiun-St.Gubeng Surabaya dengan harga tiket Rp. 33.500,- per penumpang dan Rp. 200.000,- per motor. Kereta tersebut mulai diberangkatkan pada hari Selasa, 31 Agustus 2010 (H-10) pukul 21.30 WIB dan 21.40 WIB.

Harga tiket ini tentunya jauh lebih murah apabila dibandingkan pengeluaran biaya spare part, oli mesin, bensin (berkaitan dengan perjalanan jauh) serta biaya tak terduga (makan, minum, jajan di perjalanan) jika mudik dengan mengendarai sepeda motor, belum lagi menyangkut faktor keamanan. Pokoknya mudik langsung dengan mengendarai sepeda motor untuk jarak jauh lebih menguras dana, tenaga, waktu dan keselamatan.

Namun sayang, kereta khusus untuk motor pemudik ini hanya beroperasi selama 6 hari dari tanggal 31-8-2010 sampai 4-9-2010 (arus mudik) dan 19-9-2010 (arus balik).

PT. Pelni  Tak Mau Ketinggalan Sediakan Kapal Khusus Motor Mudik

Tidak mau ketinggalan langkah oleh “saudara sepupunya”, PT. Pelayaran Nasional Indonesia juga menyediakan kapal khusus pemudik bermotor. Kapal yang  dilengkapi fasilitas makan sahur dan berbuka ini akan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta menuju Semarang dan Surabaya pada tanggal 7  September 2010.

Harga tiket untuk satu motor dengan dua penumpang (pengemudi dan pembonceng) sebesar Rp. 300.000,- untuk jurusan Jakarta – Semarang dan Rp. 400.000,- untuk jurusan Jakarta – Surabaya.

Walhasil untuk saudara-saudaraku yang akan mudik dan berencana membawa sepeda motor ke kampung halaman, daripada cape-cape dan berisiko di jalan, tinggal pilih mau naik kereta api atau kapal laut.

Selamat Mudik Lebaran 2010, Semoga selamat sampai tujuan. Amin

Baca Artikel Terkait:

“Gratis” >>>Download :

Posted in Arus Balik, Arus Mudik, Berita, Bulan Ramadlan, Fenomena, Iedul Fitri, Kereta Api, Mudik, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

Setan-setan Dibelenggu di Bulan Ramadlan

Posted by gunawank pada Agustus 30, 2010

Imam Ahmad bin Hanbal meriwayatkan hadits Rasulullah Saw. yang bertutur tentang kemulyaan Bulan Ramadlan yang artinya sebagai berikut:

Sungguh telah datang kepada kamu sekalian bulan Ramadlan, bulan penuh keberkahan. Allah telah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pada bulan itu pintu-pintu syurga dibuka lebar-lebar, pintu-pintu neraka jahanam ditutup rapat, syetan-syetan dibelenggu. Pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu malam”.

Dalam hadits di atas terdapat lima point penting yang dapat dijadikan i’tibar dalam mengisi bulan Ramadlan ini.

Pertama, Allah telah memberkahi bulan Ramadlan bagi umat Islam di atas bulan lain dengan menetapkan beberapa ibadah yang khusus hanya disyariatkan pada bulan Ramadlan, seperti puasa wajib, shalat tarawih, zakat fitrah, lailatul qadar dan sebagainya.

Kedua, pada bulan Ramadlan pintu-pintu surga ditutup dapat diartikan dan benar-benar kita rasakan bahwa melaksanakan  ibadah baik yang sunnah apalagi yang wajib terasa lebih ringan dan lebih bersemangat. Pada bulan-bulan yang lain untuk pergi berjamaah Isya di masjid rasanya berat sekali dan banyak alasannya, tetapi di bulan Ramadlan dapat melaksanakan shalat berjamaah Isya secara disiplin selama sebulan penuh, bahkan biasanya baru berangkat ke mesjid setelah mendengar iqamah dikumandangkan, tetapi di bulan Ramadlan sebelum masuk waktu Isya sudah siap (i’tikaf) di masjid.

Setelah shalat isya dan sunah ba’diyahnya masih mampu melaksanakan shalat sunah sebanyak 11 bahkan sampai 23 rakaat yakni Tarawih dan Witir, yang biasanya pada bulan yang lain setelah shalat berjamaah fardlu isya biasanya langsung pulang, bahkan sunah ba’diyahnyapun sering ditinggal.

Demikian pula dengan bangun malam, tadarus Al-Quran, i’tikaf, shadaqah dan lain-lain terasa lebih ringan dilaksanakan dalam bulan Ramadlan. Inilah makna aqliyahnya dari sabda Nabi Saw di atas: “pintu-pintu surga dibuka” , artinya jalan menuju pintu dan masuk surga Allah Swt terasa lebih terbuka di bulan Ramadlan.

Ketiga, jalan-jalan menuju pintu neraka lebih terjaga pada bulan Ramadlan, sebagai contoh ghibah (menggunjing, gosip), berdusta , marah dan sejenisnya yang pada bulan lain sulit dikendalikan, bahkan kadang kalau sudah mulai ada rasa tanggung kalau tidak diteruskan meskipun dalam hati sadar bahwa itu amal yang dilarang. Tapi di bulan Ramadlan, ketika akan berbohong…spontan terucap: “ah saya sedang puasa”, mau marah..”ah saya sedang puasa”, mau ini…mau itu, spontan tercegah karena kesadaranah saya sedang puasa”.

Keempat, amal-amal yang merupakan ajakan dan godaan syetan untuk melakukan kemaksiatan lebih terjaga dan terpelihara di bulan Ramadlan, sebagaimana contoh pada poin tiga di atas.

Kelima, di masa-masa akhir bulan Ramadlan dimana kecenderungan semangat ibadah sudah mulai kendur dibandingkan awal-awal Ramadlan, Allah menyuntiknya dengan Lailatul Qadar, sehingga terpeliharalah kestabilan ibadah sampai akhir Ramadlan.

—- Wallahu A’lam—-

Baca Artikel Terkait:

“Gratis” >>>Download :

Posted in Akhlak, Arus Balik, Arus Mudik, Berita, Bulan Ramadlan, Download, Hikmah, Ibadah, Islam, Jin, Lailatul Qadar, Mudik, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Shaum, Tasawuf | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Tips: Mudik Selamat Dengan Sepeda Motor

Posted by gunawank pada Agustus 29, 2010

Saat pekan mudik lebaran tiba, ruas-ruas jalan di pantura (pantai utara) Pulau Jawa khususnya pantura Jawa Barat akan dipenuhi kendaraan jenis sepeda motor para pemudik.

Ada beberapa alasan mengapa mereka memilih naik sepeda motor saat mudik, antara lain:

  1. Anti macet, setidaknya masih bisa bergerak atau bisa mengambil jalan alernatif melalui gang sempit atau jalan setapak saat terjadi kemacetan di jalur utama.
  2. Lebih santai dalam artian dapat berhenti untuk beristirahat kapan saja dan di mana saja: res area, masjid, bawah pohon atau bahkan di pos ronda pinggir jalan.
  3. Punya cerita tersendiri yang lebih asik dan lebih unit dibandingkan dengan kendaraan lain.
  4. Bisa dengan mudah memperoleh sepeda motor baru dengan mengambil kredit tanpa atau dengan uang muka yang sangat ringan.
  5. Tentunya, ya… karena punyanya cuma sepeda motor alias tidak punya mobil sendiri.

Namun apapun alasannya yang harus diperhatikan adalah bagaimana agar dapat bersepeda motor dengan aman dan nyaman serta selamat sampai tujuan, inilah yang penting untuk dibahas di sini.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dijalankan oleh mereka yang mudik dengan sepeda motor. Namun untuk lebih mudahnya dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok: Anjuran dan Larangan.

A.   Kelompok Anjuran:

  1. Persiapkan mental dan nyakinkan kondisi fisik dalam keadaan fit (termasuk tidak dalam pengaruh / mengkonsumsi obat).
  2. Periksa kelengkapan surat-surat kendaraan dan SIM.
  3. Gunakan helm untuk melindungi kepala dan sepatu atau alas kaki yang lain sebagai tumpuan selama berkendara.
  4. Gunakan jaket tangan panjang (jika memungkinkan pakai pelindung dada) dan celana panjang sebagai pelindung utama tubuh kita untuk kenyamanan berkendara (hal ini menjadi sangat penting dikarenakan pelindung utama tubuh kita adalah jaket).
  5. Persiapkan mantel / jas hujan yang sesuai standar kenyamanan dan keamanan pengendara dan penumpangnya.
  6. Periksa tekanan angin, ukuran dan ke-ausan alur ban sesuai standar dari pabrikan motor untuk kestabilan kontrol saat melakukan pengereman dan berbelok dalam kecepatan tertentu.
  7. Periksa ketersediaan bahan bakar karena bahan bakar yang cukup akan memberikan ketengangan.
  8. Periksa fungsi normal rem depan dan belakang, termasuk kanvas rem, minyak rem dan tali rem.
  9. Periksa fungsi alat-alat pendukung lancarnya berkendaraan seperti lampu sain, lampu depan dan belakang, lampu rem dan periksa posisi kaca spion agar memberikan hasil yang maksimal untuk kenyamanan dan keamanan.
  10. Selalu membaca basmalah dan berdo’a sebelum berangkat.
  11. Duduk senyaman mungkin pada posisinya dengan pandangan bebas dan posisi tangan maupun kaki dalam jangkauan yang nyaman untuk mengoperasikan semua fungsi kendaraan.
  12. Selalu gunakan lajur kiri dan jalur peruntukan khusus untuk kendaraan bermotor,
  13. Berikan kesempatan kepada orang lain untuk mendahului. Mengalahlah demi keselamatan.
  14. Selalu memberikan tanda dengan menyalakan lampu sein kepada pengendara lain sebelum berpindah jalur, belok kiri atau kanan, serta pastikan kondisi lalu lintas dalam kondisi aman sebelum melaksanakan pindah jalur.
  15. Lakukan pengereman disertai dengan pengurangan gigi secara bertahap. Begitupun ketika hendak berakselarasi, lebih cepat memindahkan gigi pada yang lebih tinggi, lebih baik. Itu bisa mengurangi risiko ban sliding.
  16. Apabila tidak sengaja menabrak kendaraan lain, maka minta maaflah secara terus terang, bukan malah menghindar dan melarikan diri
  17. Usahakan sebisa mungkin anda harus terlihat, seperti dengan menggunakan warna-warna cerah, baik pada motor maupun pakaian anda.
  18. Ingat, kepanikan adalah pemicu terbesar kecelakaan motor. Karenanya, pelajarilah situasi motor Anda, serta lingkungan sekitar dengan baik, serta berkendara tidak melebihi kapasitas diri dan motor Anda.
  19. Waspadalah terhadap aksi kejahatan di jalanan sepertri perampokan, perampasan tas atau sepeda motor.

B.  Kelompok Larangan:

  1. Usahakan jangan membawa masalah dari rumah karena dapat mengacaukan konsentrasi berkendara.
  2. Jangan biarkan emosi mengendalikan kita dan jangan terpancing pengendara lain untuk balapan atau ugal-ugalan.
  3. Jangan mengambil jalur kanan dan mengambil jalur yang bukan merupakan peruntukan motor seperti trotoar dan sejenisnya karena sangat beresiko terhadap kecelakaan dan bisa menyebabkan resiko yang sangat fatal.
  4. Hindari kecepatan tinggi, berbelok patah dan pengereman keras saat melewati jalan penuh batu, lubang, lumpur, pasir atau pada kondisi lalu lintas ramai dengan pejalan kaki atau mungki hewan yang menyebrang.
  5. Operasikan rem depan lebih kuat dari rem belakang dan lakukan pengereman pada saat bersamaan antara depan dan belakang.
  6. Hindari berkendara dengan satu tangan dengan alasan apapun, serta tingkatkan kewaspadaan berkendara terutama pada malam hari dikarenakan penyinaran sepeda motor yang menyebabkan pandangan kita terbatas.
  7. Jangan gunakan earphone untuk menggunakan walkman atau radio atau MP3 set saat berkendara, karena hal ini sangat membahayakan bagi keselamatan diri dan orang lain.
  8. Tidak menggunakan perangkat handphone saat berkendara, carilah area aman untuk menerima handphone dan berhentilah sejenak jika panggilan dimaksud memang sangat penting untuk diterima.

Semoga bermanfaat dan selamat sampai tujuan. Amin.

Sumber:

Baca Artikel Terkait:

“Gratis” >>>Download :

Posted in Akhlak, Arus Balik, Arus Mudik, Berita, Bulan Ramadlan, Karawang, Mudik, Rekor, Serba serbi, Tips | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments »