Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Biografi’ Category

Aneh Tapi Nyata : Hadiahku… Berubah Jadi Kulit Pisang ?!!!

Posted by gunawank pada November 12, 2016

Seperti biasanya, pagi itu sepeda ontelku kusimpan dengan rapi di samping deretan sepeda siswa-siswa yang lain di halaman rumah penduduk sekitar Sekolahku. Maklum waktu itu di sekolahku belum tersedia tempat parkir khusus. Tapi walaupun di halaman penduduk tidak ada biaya sewa parkir, alias gratis. Bahkan mereka merasa senang karena bisa membantu anak sekolah. Beda dengan sekarang yang serba harus bayar.

“Yan . . . ! “, tiba-tiba terdengar suara memanggilku.

“Tolong bapak belikan pisang !”, lanjutnya yang ternyata wali kelasku, pak Suryaman , wali kelas 2D sekaligus guru matematika kami.

“Ya, pak !”, jawabku. Akupun pergi membeli sesisir pisang Ambon. Kupilih yang paling baik.

Hari itu adalah hari pembagian raport, hari yang ditunggu-tunggu dan membahagiakan bagi kami, khususnya saya pribadi karena . . .alhamdulillah saat itu mendapat predikat rangking pertama.

“Sebagai penghargaan dari bapak atas prestasimu, yan… tolong ambilkan yang tadi kamu beli di ruang guru !”, kata wali kelasku.

Ternyata pisang yang tadi aku beli itu. . .. Itulah hadiah rangking ku. Akupun dengan tetap bangga walaupun hanya diberi hadiah sesisir pisang dan bergegas pergi ke ruang guru.

Bukan bendanya yang membuatku senang tetapi perhatian dan penghargaannya yang aku banggakan. Dengan keterbatasan kemampuannya beliau tetap berusaha untuk menghargai prestasi anak didiknya.

Namun apa yang terjadi ? Kulihat di atas meja di ruang guru hanya ada tumpukan kulit pisang . . . ? ? ? ? ! ! !

Iklan

Posted in Aneh tapi nyata, Biografi, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Uncategorized, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

KH. Zezen Bazul Asyhab; Da’i Kharismatik Dari Sukabumi

Posted by gunawank pada November 20, 2015

KH. M. Zein Zaenal Abidin Bazul Asyhab yang sering dipanggil dengan sapaan akrabnya, ajengan Zezen ini lahir di Sukabumi 60 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Februari 1955.

Beliau adalah sosok seorang da’i yang tidak pernah kenal lelah dan letih dalam mengamalkan ilmunya serta mengembangkan dakwahnya pada masyarakat, khususnya di Pondok Pesantren Az–Zainiyyah Sukabumi yang dipimpinnya.

Beliau juga dikenal sebagai seorang guru yang sangat disegani oleh semua muridnya, imam yang sangat dicintai di tengah masyarakat, seorang ayah yang sangat sayang terhadap keluarganya, dan seorang imam yang pemikirannya di terima oleh semua kalangan, semua kelompok, dan semua tingkatan masyarakat. Oleh karena itulah murid-murid beliau memanggilnya dengan sebutan ‘Uwa Imam’.

Sebagai sosok kiayi yang tidak pernah surut dari semangat jihad dalam menegakan agama Allah. Beliau paling tidak suka mendengar orang meremehkan agama, mendengar Islam di lecehkan, Islam berada dalam tekanan, dan melihat pengamalan ajaran Islam yang tidak sepenuh daya.

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Biografi, In memoriam, Mubaligh, MUI, Muslim, Nahdlatul Ulama, NU, Renungan, Tasawuf, Teladan, Tokoh, Tokoh kharismatik, Tokoh NU, Tokoh Sunda, Ulama, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Biografi Lengkap Capres 2014 (II); Prabowo Subianto

Posted by gunawank pada Mei 26, 2014

Profil-Prabowo-Subianto2Nama : Prabowo Subianto
Lahir : Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama : Islam

Pendidikan:
SMA: American School In London, U.K. (1969)
Akabri Darat Magelang (1970-1974)
Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD

Kursus/Pelatihan:
Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
Kursus Para Komando (1975)
Jump Master (1977)
Kursus Perwira Penyelidik (1977)
Free Fall (1981)
Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)

Jabatan:
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)

Jabatan Sekarang:
Ketua Umum HKTI periode 2010-2015
Ketua Umum HKTI periode 2008-2013
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2007-2011
Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia
Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia
Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia

Jabatan militer

Berikut adalah jabatan militer Prabowo Subianto:

Tahun Jabatan
1976 Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha
1977 Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha
1983-1985 Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus
1985-1987 Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad
1987-1991 Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad
1991-1993 Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad
1993-1994 Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus
1994 Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus
1995-1996 Komandan Komando Pasukan Khusus
1996-1998 Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus
1998 Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat
1998 Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, Biodata, Biografi, Info, Pemilu, Serba serbi, Tokoh | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Biografi Lengkap Capres 2014 (I); Joko Widodo Alias Jokowi

Posted by gunawank pada Mei 26, 2014

 

 

Nama : H. Joko Widodo (Jokowi)
Nama kecil : Mulyono
Tempat/tanggal lahir : Surakarta, 21 Juni 1961
Agama : Islam
Ayah : Noto Mihardjo
Ibu : Sujiatmi Notomihardjo
Isteri : Iriana

 Anak                               :   

  1. Gibran Rakabuming (25), lulusan Universitas di Australia dan Singapura
  2. Kahiyang Ayu (21), mahasiswi Universitas Negeri Sebelas Maret
  3. Kaesang Pangarep (17), pelajar di Singapura

Pendidikan:

  • SDN 111 Tirtoyoso, Solo
  • SMPN 1 Solo
  • SMAN 6 Solo
  • Fakultas Kehutanan UGM (lulus tahun 1985)

Karir:

  • Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo (1990)
  • Ketua Bidang Pertambangan & Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta (1992-1996)
  • Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta (2002-2007)

Penghargaan: :
Penghargaan Personal

  • 10 Tokoh di Tahun 2008 oleh Majalah Tempo
  • Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) Award
  • Menjadi walikota terbaik tahun 2009
  • Bung Hatta Anticorruption Award (2010)
  • Charta Politica Award (2011)
  • Wali Kota teladan dari Kementerian Dalam Negeri (2011)

Kota Solo di Masa Kepemimpinan Jokowi:

  • Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke-2 di Indonesia
  • Penghargaan Unicef untuk Program Perlindungan Anak (2006)
  • 5 kali Anugerah Wahana Tata Nugraha (2006-2011) – Penghargaan Tata Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Umum
  • Piala dan Piagam Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden Republik Indonesia (2009), untuk kinerja kota dalam penyediaan sarana Pelayanan Publik, Kebijakan Deregulasi, Penegakan Disiplin dan Pengembangan Manajemen Pelayanan
  • Piala Citra Bidang Pelayanan Prima Tingkat Nasional oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia (2009)
  • Penghargaan dari Departemen Keuangan berupa dana hibah sebesar 19,2 miliar untuk pelaksanaan pengelolaan keuangan yang baik (2009)
  • Indonesia Tourism Award 2009 dalam Kategori Indonesia Best Destination dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RIbekerjasama dengan majalah SWA.
  • Grand Award Layanan Publik Bidang Pendidikan (2009)
  • Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala dari DepKes (2009)
  • Penghargaan Kota Solo sebagai inkubator bisnis dan teknologi (2010) dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI)
  • Kota Terfavorit Wisatawan 2010 dalam Indonesia Tourism Award 2010 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
  • Penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam bidang Pelopor Inovasi Pelayanan Prima (2010).
  • Penghargaan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu kota terbaik penyelenggara program pengembangan mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) 2011.
  • Penghargaan Langit Biru 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk kategori Kota dengan kualitas udara terbersih
  • Pemerintah Kota Solo meraih penghargaan kota/kabupaten pengembang UMKM terbaik versi Universitas Negeri Sebelas Maret alias UNS SME’s Awards 2012
  • Kota Pro-Investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah
  • Kota Layak Anak dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
  • Wahana Nugraha dari Departemen Perhubungan
  • Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, Biodata, Biografi, Hot Topic, Info, Politik, Profile, Serba serbi, Tokoh | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Pelajaran Berharga Pada Banjir 2013

Posted by gunawank pada Januari 27, 2013

”Dan barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakal kepada Alloh, maka Dia itu cukup baginya.” (Ath Tholaq: 2-3)

Saat mendengar bahwa tanggul yang berjarak kurang dari 50 meter dari rumahku telah bobol dan semua wanita dan anak-anak sudah dilarang berada di lokasi, dalam perjalanan kembali ke rumah setelah mengamankan sepeda motor aku segera telpon istriku yang masih berada di rumah agar segera ke luar meninggalkan rumah. Mungkin karena panik, anting-antingnya terkait dan lepas, kemudian ditaruhnya di atas meja. Kejadian ini baru disampaikannya kepadaku pagi hari setelah malamnya aku keruk lumpur dalam rumahku karena air sudah surut.

Aku tersentak kaget, karena meja dimaksud yang terbuat dari bahan “olympic” telah hancur berantakan karena tersenggol anak-anak saat mengevakuasi barang-barang. Oleh karena bisa dipastikan anting-anting itu jatuh ke air saat mejanya hancur yang saat itu air di dalam rumah sudah sebatas lututku. Dan, karena air terus bergerak akibat hilir mudiknya kami di dalam rumah, anting itupun mungkin melayang-layang di dalam air dan hanyut ke luar entah ke mana.

“Nanti saat membersihkan sisa-sisa lumpur, tolong di cari ya…. barangkali saja ketemu”, pintanya. Akupun mencoba melaksanakan permintaan walau dengan harapan kecil bisa ditemukan. Dan… betul juga, setelah aku raba-raba secara merata dalam sisa-sisa lumpur yang masih tertinggal di seluruh ruangan tempat meja itu berada bahkan sampai ruang depan, benda dimaksud tidak juga ditemukan. Akhirnya akupun dengan berat hati menyampaikan usahaku yang tidak berhasil menemukan apa yang dicari.

“Usaha sudah dilakukan dan rasanya sudah sangat maksimal. Agar berbuah pahala, sekarang kita tinggal bertawakal saja kepada Allah. Jika Allah menghendaki, pasti nanti akan ditemukan. Kalaupun tidak ketemu, pasti kita akan bisa menggantinya jika Allah memang menghendaki”, kataku. Alhamdulillah, istriku dapat menerima kata-kataku, dan iapun berusaha melupakannya.

Rabu malam (20/1/2013) saat kami merapikan dan menata kembali barang-barang ke tempatnya semula, dan ketika istriku membuka sebuah kaleng bekas kemasan biskuit yang di dalamnya berisi botol-botol parfum dan benda-benda kecil lainnya, “Subhanallah……alhamdulillah……..”, terucap keluar dari bibir kami saat istriku memegang sebuah benda kecil dari dalam kaleng tersebut yang tiada lain adalah……anting-anting yang dicari-cari itu.

Posted in Aneh tapi nyata, Banjir, Berita, Biografi, Hikmah, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Renungan | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Banjir lagi ……………..!

Posted by gunawank pada Januari 27, 2013

Banjir Karawang Mulai Surut

Sejumlah warga menyelamatkan harta bendanya saat banjir melanda Perumahan Bintang Alam, Karawang, Banjir terjadi akibat luapan Sungai Citarum dan menyebakan sekitar 8000 rumah terendam. TEMPO/Arie Basuki

Malam Jum’at (17/1/2013) sekitar pukul 20.00 WIB ketika aku sedang berada di Kota Bandung, tiba-tiba masuk dari istriku: “Masih di Bandung atau dalam perjalanan pulang ? Di sini sudah ramai siap-siap mengungsi, katanya mau banjir”, demikian bunyi sms-nya. Karena saat aku pergi tidak terlihat tanda-tanda mau banjir, maka aku jawab enteng sms tersebut, “Tenang aja, ga usah ikut-ikutan panik. Kalaupun ya, mungkin di RW 12”.

Perumahan tempat kami tinggal terdiri dari dua RW (Rukun Warga), RW 11 dan 12. Kami masuk dalam wilayah RW 11 dan tempatnya lebih tinggi dibandingkan wilayah RW 12, sehingga hampir setiap musin hujan di RW 12 terkena banjir. Dan karena alasan itulah aku jawab sms seperti itu, agar istriku tenang. Walaupun sebenarnya dalam hati aku juga agak was-was mendengar berita itu, mengingat menurut berita di TV daerah Bale Endah, Bandung yang merupakan hulu sungai Citarum sudah 3 hari terendam banjir.

Tak lama berselang, anakku yang berada di asrama Akbid Poltekkes Karawang sms juga, “Pah di asrama sudah siaga satu, karena warga perumahan di belakang asrama sudah mengungsi karena banjir”. Meski aku mulai bertambah was-was, aku jawab sms-nya seperti tadi dengan maksud agar tenang dan tidak panik.

Sekitar jam 01.00 akupun sampai di perumahan dan kulihat sungai pembuangan ke sungai Citarum ketinggian airnya normal. Artinya di RW 12 pun tidak terjadi banjir. Akupun tenang dibuatnya.

Pagi-pagi (Jum’at, 18/1/2013) sekitar jam 07.00 ketika istriku pergi ke warung yang kebetulan berada di pinggir tanggul sungai Citarum, aku suruh sekalian melihat kondisi air sungai Citarum, dan laporannya air Citarum masih relatif normal, masih sekitar 3 meter di bawah permukaan tanggul. Akupun dengan tenang melahap sarapan pagiku dan bersiap-siap ke sekolah.

Pada suapan terakhir sarapanku, di luar terdengar orang-orang, khususnya ibu-ibu teriak-teriak: “Got penuh…..got penuh…!”. Akupun tersentak kaget dan dengan rasa penasaran akupun bergegas keluar rumah memeriksa got di depan rumahku. Ternyata benar air got sudah lebih dari setengahnya. Maka akupun pergi mencari kantong kresek ke dapur untuk menutup lubang pipa pembuangan dari dapur. Terlihat dalam bak kontro di dapur sudah berisi air yang masuk dari got depan. Maka aku percepat langkahku untuk menutup lubang di got. Dan, …….belum juga aku berhasil mengikat kantong kresek penutup lubang, air got dengan cepat sudah memenuhi got.

Tanpa pikir panjang lagi, tidak aku teruskan usaha menutup lubang tersebut dan aku segera hidupkan sepeda motor lalu jalan ke gerbang perumahan. Ternyata benar dugaanku, jalan di depan danau sudah sebatas lutut orang dewasa. Maka aku matkan mesin sepeda motor, kututup kenalpot dan kudorong sepeda mtotor melewati jalan yang banjir yang sudah penuh dengan mobil, motor dan pejalan kaki yang mengungsi. Sesampai di pos gerbang yang datarannya cukup tinggi aku parkir sepeda motorku beserta ratusan sepeda motor lainnya yang sudah terlebih dahulu. Akupun kembali ke rumah dengan berjalan kaki.

Di perjalanan aku bertemu rombongan ibu-ibu dari gangku. “Ibu di mana pak?” tanya mereka. “Masih di rumah”, jawabku. “Cepat-cepat disuruh keluar pak. Di dalam sudah ga boleh ada ibu-ibu, karena tanggung sudah bobol”, sambungnya memberi tahu. Akupun mempercepat langkahku sambil terus menelpon guru-guru di sekolahku serta santri tempatku mengajar agar segera membantu evakuasi barang-barangku. Sesampainya di rumah, ternyata benar…..air sudah sampai lantai depan.

“Subhanallah………., cepat sekali air ini naiknya”, gumamku. Naiknya air pada banjir kali ini memang cepat sekali dibandingkan banjir pada tahun 2010 yang lalu. Waktu itu, air baru naik ke halaman rumahku setelah 4 hari air menggenangi wilayah RW 12. Untunglah atas bantuan guru SMP, siswa-siswa SMK dan para santri barang-barangku berhasil di naikkan ke lantai atas. Terima kasih teman-temanku…., terima kasih murid-muridku.

Posted in Banjir, bencana, Bencana Alam, Berita, Biografi, Fenomena alam, Karawang, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Musibah, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

11 Mei; Lahirnya Komponis Legendaris, ISMAIL MARZUKI

Posted by gunawank pada Mei 10, 2012

Foto: tokohindonesia.com

Foto: tokohindonesia.com

Ismail Marzuki lahir di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat (Batavia) pada tanggal 11 Mei 1914  adalah salah seorang komponis besar Indonesia yang sangat produktif dan pandai melahirkan karya-karya yang mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat. Lagu ciptaannya yang paling populer adalah Rayuan Pulau Kelapa yang digunakan sebagai lagu penutup akhir siaran oleh stasiun TVRI pada masa pemerintahan Orde Baru

Sejak tahun 1930-an hingga 1950-an, dia menciptakan sekitar 250 lagu dengan berbagai tema dan jenis aliran musik yang memesona. Hingga saat ini, lagu-lagu karyanya yang abadi masih dikenang dan terus berkumandang di masyarakat. Dalam dunia seni musik Indonesia, kehadiran putra Betawi ini mewarnai sejarah dan dinamika pasang surutnya musik Indonesia.

Dalam bermusik, dia mempunyai kebebasan berekspresi, leluasa bergerak dari satu jenis aliran musik ke jenis aliran musik yang lain. Ia juga punya kemampuan menangkap inspirasi lagunya dengan beragam tema. Karya-karyanya sangat kaya, baik soal melodi maupun liriknya. Ia pun mencipta lagu dengan bermacam warna, salah satunya keroncong, di antaranya Bandung Selatan di Waktu Malam dan Selamat Datang Pahlawan Muda.

Keterpesonaan Ismail Marzuki pada sisi-sisi romantisme masa perjuangan melahirkan lagu-lagu bertema cinta dan perjuangan. Meski lagu-lagu karyanya tampak sederhana, syairnya sangat kuat, melodius, dan punya nilai keabadian.

Pada tahun 1931, Ismail Marzuki yang akrab dipanggil Maing, mulai menciptakan lagu berjudul “O Sarinah” yang menggambarkan suatu kondisi kehidupan bangsa yang tertindas. Lagu-lagu ciptaannya antara lain Rayuan Pulau Kelapa yang dicipta tahun 1944, Gugur Bunga (1945), Halo-Halo Bandung (1946), Selendang Sutera (1946), Sepasang Mata Bola (1946), Melati di Tapal Batas (1947), Bandung Selatan di Waktu Malam (1948) dan Selamat Datang Pahlawan Muda (1949).

Pada tahun 1968 Ismail Marzuki mendapat anugerah penghormatan dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki, sebuah taman dan pusat kebudayaan di Salemba, Jakarta Pusat.

Komponis pejuang dan maestro musik legendaris ini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangkaian Hari Pahlawan 10 November 2004 di Istana Negara. Dia dikenal sebagai pejuang dan tokoh seniman pencipta lagu bernuansa perjuangan yang dapat mendorong semangat membela kemerdekaan.

Lagu-lagunya hingga sekarang masih tetap hidup dan disukai tua dan muda seperti Indonesia Pusaka, Sepasang Mata Bola, Selendang Sutra, Melati di Tapal Batas, Aryati, Jangan Ditanya ke Mana Aku Pergi, Payung Fantasi, Sabda Alam, Juwita Malam, Kopral Jono, dan Sersan Mayorku.

Ismail Marzuki memang telah meninggal di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, pada tanggal 25 Mei 1958 dalam usia 44 tahun, namun namanya tetap hidup dan karya-karyanya terus melekat di hati masyarakat hingga kini dan masa yang akan datang.

Karya Lagu lainnya :
•    Aryati
•    Gugur Bunga
•    Melati di Tapal Batas (1947)
•    Wanita
•    Rayuan Pulau Kelapa
•    Sepasang Mata Bola (1946)
•    Bandung Selatan di Waktu Malam (1948)
•    O Sarinah (1931)
•    Keroncong Serenata
•    Kasim Baba
•    Bandaneira
•    Lenggang Bandung
•    Sampul Surat
•    Karangan Bunga dari Selatan
•    Selamat Datang Pahlawan Muda (1949)
•    Juwita Malam
•    Sabda Alam
•    Roselani
•    Rindu Lukisan
•    Indonesia Pusaka

*** Dari berbagai sumber

Posted in Biografi, In memoriam, Pahlawan, Pahlawan Nasional, Sejarah, Seniman, Tokoh, Tokoh Nasional | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Seminggu Sekolah…Langsung Jadi Guru

Posted by gunawank pada April 25, 2012

Gambar: Google search

Sebagaimana telah kuceriterakan dalam kisah “Anak Masjid” terdahulu, pendidikan agamaku melalui pendidikan informal di masjid, mulai dari belajar membaca Al-Quran, belajar menulis huruf Arab sampai belajar membaca kitab klasik berbahasa Arab (kitab kuning) pada tingkatan dasar seperti Matann Safinah, Matan Jurumiyah, Matan Bina dan Amtsilatut Tashrifiyah.

Di kampungku saat itu memang hanya ada tempat-tempat mengaji (pendidikan informal) di masjid, mushala atau di rumah-rumah ustadz dan berlangsung malam hari ba’da Maghrib sampai dengan Isya atau sore hari sehabis shalat Ashar sampai menjelang Maghrib.

Ada satu-satunya Sekolah Agama (sekarang MDA/DTA) itupun di kampung tetangga. Aku tidak mau sekolah di sana. Alasanya klasik (anak-anak sekali), takut karena imtihan/kenaikan kelasnya dilakukan malam hari, sebab untuk sampai ke kampung tersebut harus melewati area pekuburan (dasar si penakut !). Jadi hanya sekolah “dapang” (bahasa sunda: ngadapang = posisi tengkurap, tiarap) di masjid yang aku jalani.

Baru ketika aku kelas 4 SD yaitu setelah satu tahu kedatangan pak ustadz Makmun (salah seorang putra kampung yang telah mondok beberapa tahun di beberapa pesantren) dan mukim di kampungku, dirintislah pendirian Sekolah Agama yang pada awalnya dilaksanakan di masjid pula dengan cara “ngadapang” karena tidak menggunakan bangku maupun meja tulis dan untuk papan tulisnya cukup mengecat hitam dinding masjid.

Karena jumlah murid cukup banyak dengan berbagai tingkatan kemampuan, maka pada awal pembukaan sekolah ini murid-murid dikelompokkan ke dalam 3 kelas, yaitu kelas 0 untuk kelompok anak pemula yang baru belajar huruf, kelas 1 dan kelas 2. Aku dan kawan-kawan sepengajianku masuk di kelas 2.

Untuk kelancaran proses belajar mengajar, pak ustadz Makmun dibantu oleh seorang ustad dari kampung lain yang merupakan temannya ketika di pesantren, namanya pak ustadz Oyo (maaf aku sudah lupa nama lengkapnya dan sekarang beliau sudah meninggal, Allahumaghfirlahu warhamhu).

Dari hari ke hari sejak sekolah dinyatakan dibuka, murid terus bertambah dan pak ustadz makmunpun kelihatannya keteter karena harus mengajar dua kelas, kelas 0 dan kelas 2. Maka setelah seminggu berjalan beliaupun memintaku untuk membantunya mengajar kelas 0 dengan tetap mempunyai hak untuk mengikuti pelajaran di kelas 2. Ya jadi guru sekaligus menjadi murid, begitulah kira-kira statusku saat itu.

Posted in Aneh tapi nyata, Biografi, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Pendidikan, Sekolah, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Anak Masjid

Posted by gunawank pada April 15, 2012

Masih ceritera seputar masa kecilku, masa yang bagi semua orang pasti penuh dengan kenangan, penuh dengan kisah-kisah atau kejadian, pengalaman dan sejenisnya yang indah untuk dikenang.

Entah itu berupa kenangan yang baik dan menyenangkan maupun kenangan buruk yang penuh penderitaan atau menyedihkan sekalipun. Kesemuanya itu jika terjadi di masa-masa kecil selalu indah untuk dikenang, selalu menarik untuk dikisahkan dan tidak mengenal kata bosan untuk diceriterakan.

Saat itu, di era tahun tujuh puluhan ke sana (maksudnya tahun 1970), khususnya di kampung tempat kelahiranku, masjid merupakan salah satu atau mungkin satu-satunya tempat yang memiliki fungsi ganda atau bahkan multi guna. Disamping sebagai tempat ibadah/shalat (yang merupakan fungsi utama tentunya), masjid juga berfungsi sebagai tempat belajar/mengaji, belajar silat, bermain (di halamannya), berkumpul dan bersenda gurau, bahkan menjadi tempat tidur/menginap anak-anak yang mengaji.

Pendek kata, hampir seluruh aktivitas anak-anak terjadi dan berlangsung di masjid, selain makan dan sekolah atau permaian yang dilarang dilakukan di masjid. Begitulah potret masjid di kampungku saat itu.

Khusus tentang kebiasaan anak-anak tidur di masjid, aku punya kisah tersendiri dan inilah yang menjadi tema (gayanya kaya makalah seminar aja…!) ceritera kali ini.

Anak-anak ini tidak tidur di lantai masjid, karena waktu itu lantainya hanya terbuat dari pasangan batu bata merah tanpa diplester, bukan lantai keramik seperti sekarang. Mereka tidur di loieng masjid yang sebenarnya disediakan untuk tempat mengaji. Tetapi karena kegiatan mengaji dilakukan setelah shalat Isya, sementara kampung gelap gulita di malam hari karena belum ada penerangan listrik, anak-anakpun tidur di loteng itu, sekaligus biar tidak ketinggalan shalat subuh dan ngaji ba’da subuh.

Karena aku adalah anak (kesayangan nenek), selesai mengaji selalu dijemput oleh nenek dan menjelang adzan shubuh aku baru datang lagi (Sunda: ngurunyung) bersama kakekku. Dan karena setiap pagi selalu “ngurunyung” akupun mendapat julukan “Si Kurunyung” dari teman-teman.

Saking malunya mendapat julukan tersebut (karena konotasinya adalah sebuah ledekan, pelecehan) maka akupun mengajukan protes keras (tapi dengan cara demonstrasi seperti sekarang) meminta dizikan untuk tidur di masjid bersama teman-teman. Alhamdulillah, usulan dikabulkan dan sejak saat itupun aku berganti gelar dari si kurunyung menjadi “Anak Masjid”………..(Untuk sementara tamat dulu, yach…!).

Posted in Biografi, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Serba serbi, Tradisi | Dengan kaitkata: , , , , , | 1 Comment »

Aku Bangga Jadi Orang Yang Beda

Posted by gunawank pada Maret 31, 2012

Alhamdulillah, aku patut bersyukur karena dilahirkan dalam keluarga petani kecil, di tengah-tengah masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidupnya hanya dari hasil pertanian padi sawah dengan pengelolaan yang masih tradisional. Di pagi kami harus sudah menggiring kerbau untuk membajak sawah. Menjelang tengah hari hingga sore, aku dan kawan-kawan bersama-sama menggembalakan hewan sahabat petani tersebut.

Kalau ingin makan dengan ikan, kami harus mencarinya di sawah atau di sungai, demikian pula dengan bahan sayuran. Sementara kalau ibu mau masak, aku harus berburu kayu bakar dengan mencari ranting-ranting kering di kebun orang lain yang memang tidak dilarang asalkan tidak merusak pohon. Kesemuanya itu membentuk karakter kepribadian jiwaku menjadi manusia yang kreatif, suka bekerja keras, mandiri dan sederhana. Baca entri selengkapnya »

Posted in Biografi, Kepribadian, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Serba serbi, Tradisi, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , | 2 Comments »