Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Fenomena alam’ Category

Gaya Hidup Semut

Posted by gunawank pada Oktober 12, 2017

“Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka berbaris dengan tertib. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan balatentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari” (QS. An-Naml: 17,18).

semut-rangrang-khoirul-umamPenelitian menunjukkan bahwa binatang atau serangga yang memiliki gaya hidup (manajemen berkelompok) yang paling mirip dengan manusia adalah semut. Hal ini dapat dilihat dari temuan berikut :

  • Semut mengubur rekannya yang mati seperti manusia.
  • Dalam hal manajemen tenaga kerja, semut memiliki sistem yang canggih di mana mereka juga memiliki manajer, supervisor, mandor, pekerja, dan lain-lain.
  • Sesekali ketika bertemu, mereka akan melakukan obrolan.
  • Mereka memiliki metode komunikasi khusus antar semut.
  • Mereka mempunyai pasar untuk saling bertukar barang.
  • Para semut menyimpan biji-bijian untuk waktu yang lama pada musim dingin. Jika mulai tumbuh tunas, mereka akan memotong akarnya. Jika biji-bijian mereka basah karena hujan, para semut akan membawanya keluar untuk dijemur dan dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah kering, mereka akan membawanya kembali ke dalam, seolah-olah memahami bahwa kelembaban menyebabkan pembusukan.

Subhanallah……

Iklan

Posted in Akhlak, Aneh tapi nyata, Anugrah, Fenomena, Fenomena alam, Hikmah, Serba serbi, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Shalat Istisqa’; Istighfar & Do’a Minta Hujan

Posted by gunawank pada November 9, 2015

Kemarau panjang yang ditandai ketiadaan turun hujan sejak Agustus 2015 ini menyebabkan kekeringan yang cukup parah di beberapa daerah di Nusantara.

Dampak lain dari musim kemarau yang panjang ini selain kesulitan mendapatkan air adalah terjadinya kebakaran hutan di semua daerah yang memiliki wilayah hutan. Kabut asap yang ditimbulkannya telah mengakibatkan bencana sampingan gangguan pernafasan, bahkan di beberapa daerah menyebabkan kematian.

Tak ayal lagi, sesuai tuntunan ajaran Islam marak dilaksanakan shalat istisqa hampir di seluruh pelosok negeri. Namun hujan tak kunjung datang, sehingga di beberapa tempat ada yang menyelenggarakannya berulang-ulang.

Rasulullah saw melakukan shalat istisqa ketika memohon diturunkannya hujan, sebagaimana dalam hadits ‘Aisyah Radhiallahu’anha:

شكا الناس إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم قحوط المطر فأمر بمنبر فوضع له في المصلى ووعد الناس يوما يخرجون فيه قالت عائشة فخرج رسول الله صلى الله عليه وسلم حين بدا حاجب الشمس فقعد على المنبر فكبر صلى الله عليه وسلم وحمد الله عز وجل ثم قال إنكم شكوتم جدب دياركم واستئخار المطر عن إبان زمانه عنكم وقد أمركم الله عز وجل أن تدعوه ووعدكم أن يستجيب لكم ثم قال ( الحمد لله رب العالمين الرحمن الرحيم ملك يوم الدين) لا إله إلا الله يفعل ما يريد اللهم أنت الله لا إله إلا أنت الغني ونحن الفقراء أنزل علينا الغيث واجعل ما أنزلت لنا قوة وبلاغا إلى حين ثم رفع يديه فلم يزل في الرفع حتى بدا بياض إبطيه ثم حول إلى الناس ظهره وقلب أو حول رداءه وهو رافع يديه ثم أقبل على الناس ونزل فصلى ركعتين فأنشأ الله سحابة فرعدت وبرقت ثم أمطرت بإذن الله فلم يأت مسجده حتى سالت السيول فلما رأى سرعتهم إلى الكن ضحك صلى الله عليه وسلم حتى بدت نواجذه فقال أشهد أن الله على كل شيء قدير وأني عبد الله ورسوله

Orang-orang mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang musim kemarau yang panjang. Lalu beliau memerintahkan untuk meletakkan mimbar di tempat tanah lapang, lalu beliau membuat kesepakatan dengan orang-orang untuk berkumpul pada suatu hari yang telah ditentukan”. Aisyah lalu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar ketika matahari mulai terlihat, lalu beliau duduk di mimbar. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bertakbir dan memuji Allah Azza wa Jalla, lalu bersabda, “Sesungguhnya kalian mengadu kepadaku tentang kegersangan negeri kalian dan hujan yang tidak kunjung turun, padahal Allah Azza Wa Jalla telah memerintahkan kalian untuk berdoa kepada-Nya dan Ia berjanji akan mengabulkan doa kalian” Kemudian beliau mengucapkan: “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Dia, Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah, tidak ada sembahan yang berhak disembah kecuali Engkau Yang Maha kaya sementara kami yang membutuhkan. Maka turunkanlah hujan kepada kami dan jadikanlah apa yang telah Engkau turunkan sebagai kekuatan bagi kami dan sebagai bekal di hari yang di tetapkan).” Kemudian beliau terus mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putihnya ketiak beliau. Kemudian beliau membalikkan punggungnya, membelakangi orang-orang dan membalik posisi selendangnya, ketika itu beliau masih mengangkat kedua tangannya. Kemudian beliau menghadap ke orang-orang, lalu beliau turun dari mimbar dan shalat dua raka’at. Lalu Allah mendatangkan awan yang disertai guruh dan petir. Turunlah hujan dengan izin Allah. Beliau tidak kembali menuju masjid sampai air bah mengalir di sekitarnya. Ketika beliau melihat orang-orang berdesak-desakan mencari tempat berteduh, beliau tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya, lalu bersabda: “Aku bersaksi bahwa Allah adalah Maha kuasa atas segala sesuatu dan aku adalah hamba dan Rasul-Nya” (HR. Abu Daud no.1173)

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anahu:

خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا يَسْتَسْقِي فَصَلَّى بِنَا رَكْعَتَيْنِ بِلَا أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ ثُمَّ خَطَبَنَا وَدَعَا اللَّهَ وَحَوَّلَ وَجْهَهُ نَحْوَ الْقِبْلَةِ رَافِعًا يَدَيْهِ ثُمَّ قَلَبَ رِدَاءَهُ فَجَعَلَ الْأَيْمَنَ عَلَى الْأَيْسَرِ وَالْأَيْسَرَ عَلَى الْأَيْمَنِ

Pada suatu hari, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam keluar untuk melakukan istisqa’. Beliau shalat 2 raka’at mengimami kami tanpa azan dan iqamah. Lalu beliau berkhutbah di hadapan kami dan berdoa kepada Allah. Beliau mengarahkan wajahnya ke arah kiblat seraya mengangkat kedua tangannya. Setelah itu beliau membalik selendangnya, menjadikan bagian kanan pada bagian kiri dan bagian kiri pada bagian kanan” (HR. Ahmad 16/142).

Dari kedua hadits tersebut dapat disimpulkan bahwa dalam pelaksanaan shalat istisqa ada tiga amaliah, yaitu shalat sunnah dua rakaat, khutbah dan berdo’a memohon turun hujan.

Posted in Akhlak, Artikel Islam, bencana, Bencana Alam, Buah bibir, Fenomena, Fenomena alam, Hikmah, Ibadah, Iman, Islam, Renungan, Tobat | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

Semut Jepang; Manfaat dan Cara Budidayanya

Posted by gunawank pada April 16, 2015

Apa itu Semut Jepang

Semut dalam bahasa jepang disebut Ari yang berarti “serangga kesetiaan“. Di Jepang dikenal sebanyak 273 spesies semut. Dalam sekitar waktu 10 th lalu, lebih dari 200 spesies semut disimpan di museum sejarah barat, tidak ada litelatur resmi tentang semut jepang.

Beberapa spesies semut jepang, seperti: Pachycondyla pilosior, Amblyopone silvestrii, Stenamma owstoni, Aphaenogaster frontosa, Ponera swezeyi, Aphaenogaster ruida, Ponera scabra, Pheidole bugi, Aphaenogaster vapida, Solenopsis japonica, Monomorium trivial, Technomyrmex gibbosus, Ochetellus glaver, Lasius talpa, Lasius umbratus, Lasius spathepus, Pyramica leptothrix, Vollenhovia emeryi, Polyergus samurai, Crematogaster vagula, Camponotus nipponicus, Cryptopone sauteri, Ponera japonica, Camponotus devestitus, Polyrhachis latona, dan masih banyak lagi jenis spesies lainnya.

Ciri-ciri semut jepang

Dari segi fisik bentuknya lebih mirip kumbang dibanding dengan semut. Tubuh berwarna hitam kecoklatan, berkaki enam, memiliki sayap luar yang keras mirip sayap kumbang namun tidak dapat terbang seperti serangga bersayap lainya. hidup berkelompok, tidak agresif, bukan hewan kanibal dan suka bereproduksi.

Manfaat Semut Jepang

Meskipun belum ada penelitian secara medis, namun sebagai obat alternative Semut Jepang diyakini memiliki manfaat untuk kesehatan, di antaranya:

  1. Mengatur kadar kolesterol. Semut Jepang berguna untuk menjadikan tingkat kolesterol di darah normal, khususnya untuk orang yang mempunyai kadar kolesterol tinggi pada darah.
  1. Mengobati dan meringankan penyakit jantung. Semut Jepang juga dipercaya dapat mengobati penyakit jantung. Penyakita yang dapat menyerang berbagai usia ini memang penyakit yang menyeramkan karena dapat menghilangkan nyawa seseorang secara tiba-tiba.
  1. Meringankan Diabetes. Semut jepang dapat menjadikan jumlah gula dalam darah menjadi stabil, cocok untuk orang yang terserang penyakit diabetes.
  1. Mengatur tekanan darah. Menjadikan tekanan darah stabil, khususnya untuk orang yang menderita hipertensi (penyakit darah tinggi).
  1. Memberi tambahan visalitas. Mampu menambah vitalitas baik pria maupun wanita, cocok bagi mereka yang memiliki jam kerja tinggi atau kesibukan lainnya akan menambah stamina dan kekuatan dalam tubuh, sehingga tubuh pun terasa lebih segar dengan semut Jepang.
  1. Meringankan penyakit hati.Penderita penyakit hati seperti liver juga dapat mengkonsumsi semut Jepang sebagai obat. Semut Jepang dipercaya dapat meringankan penyakit hati atau setidaknya tidak membuat penyakit hati kambuh lebih sering.
  1. Mengobati dan meringankan penyakit asam urat, khusus orang dengan kadar asam urat tinggi di tubuh. Orang dewasa banyak sekali yang mengalami penyakit asam urat seiring bertambahnya usia. Asam urat disebabkan oleh berbagai faktor dan yang paling dominan adalah karena pola hidup. Semut Jepang akan mengatasi penyakit yang satu ini juga dan membuat penderitanya akan jarang merasa sakit di bagian sendi yang terkena asam urat.
  1. Membantu mengobati Stroke. Semut Jepang juga memiliki manfaat untuk membantu mengobati penyakit Stroke, tergantung tingkat keseriusan penyakit Stroke sendiri. Bila Stroke telah masuk ke dalam tingkatan tinggi, bisa saja semut Jepang tidak dapat mengobati hanya meringankan.

Dari kedelapan manfaat – manfaat di atas, karena belum teruji secara klinis maka sebaiknya lakukan pemeriksaan terlebih dahulu ke pada dokter mengenai penyakit yang diderita.

Cara Budidaya Semut Jepang

Membudidayakan semut jepang relative mudah dan sederhana. Siapkan beberapa toples sebagai kandang pemeliharaan. Usahakan tempat harus transparan agar mudah untuk mengamati perkembangannya. Lubangi tutup toples untuk menjaga sirkulasi udara. Masukkan kapas secukupnya pasa bagian alas toples dengan ketebalan kapas 3-5 cm, usahakan kapas merata dan tidak terlalu penuh di dalam toples.

Setelah toples berisi kapas masukkan semut jepang minimal tiga ekor, lebih banyak lebih bagus untuk perkembangan semut. Kemudian masukkan ragi tape ke dalam toples sebagai makanan bagi semut. Pemberian ragi bisa satu butir utuh atau bisa dipotong-potong. Lakukan kontrol makanan secara rutin agar tidak ada satu semutpun yang tidak mendapat makanan.

Tempatkan toples pemeliharaan di tempat yang bersih dan terbebas dari predator seperti cicak, semut merah, semut hitam, laba-laba, kadal dan tikus.

Dalam masa pemeliharaan waktu yang dibutuhkan mulai dari peletakkan telur lalu menetas menjadi larva sampai menjadi imago/semut siap jual atau dikonsumsi lebih kurang enam minggu sampai delapan minggu.

Posted in Buah bibir, Fenomena, Fenomena alam, Kesehatan | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Banjir lagi ……………..!

Posted by gunawank pada Januari 27, 2013

Banjir Karawang Mulai Surut

Sejumlah warga menyelamatkan harta bendanya saat banjir melanda Perumahan Bintang Alam, Karawang, Banjir terjadi akibat luapan Sungai Citarum dan menyebakan sekitar 8000 rumah terendam. TEMPO/Arie Basuki

Malam Jum’at (17/1/2013) sekitar pukul 20.00 WIB ketika aku sedang berada di Kota Bandung, tiba-tiba masuk dari istriku: “Masih di Bandung atau dalam perjalanan pulang ? Di sini sudah ramai siap-siap mengungsi, katanya mau banjir”, demikian bunyi sms-nya. Karena saat aku pergi tidak terlihat tanda-tanda mau banjir, maka aku jawab enteng sms tersebut, “Tenang aja, ga usah ikut-ikutan panik. Kalaupun ya, mungkin di RW 12”.

Perumahan tempat kami tinggal terdiri dari dua RW (Rukun Warga), RW 11 dan 12. Kami masuk dalam wilayah RW 11 dan tempatnya lebih tinggi dibandingkan wilayah RW 12, sehingga hampir setiap musin hujan di RW 12 terkena banjir. Dan karena alasan itulah aku jawab sms seperti itu, agar istriku tenang. Walaupun sebenarnya dalam hati aku juga agak was-was mendengar berita itu, mengingat menurut berita di TV daerah Bale Endah, Bandung yang merupakan hulu sungai Citarum sudah 3 hari terendam banjir.

Tak lama berselang, anakku yang berada di asrama Akbid Poltekkes Karawang sms juga, “Pah di asrama sudah siaga satu, karena warga perumahan di belakang asrama sudah mengungsi karena banjir”. Meski aku mulai bertambah was-was, aku jawab sms-nya seperti tadi dengan maksud agar tenang dan tidak panik.

Sekitar jam 01.00 akupun sampai di perumahan dan kulihat sungai pembuangan ke sungai Citarum ketinggian airnya normal. Artinya di RW 12 pun tidak terjadi banjir. Akupun tenang dibuatnya.

Pagi-pagi (Jum’at, 18/1/2013) sekitar jam 07.00 ketika istriku pergi ke warung yang kebetulan berada di pinggir tanggul sungai Citarum, aku suruh sekalian melihat kondisi air sungai Citarum, dan laporannya air Citarum masih relatif normal, masih sekitar 3 meter di bawah permukaan tanggul. Akupun dengan tenang melahap sarapan pagiku dan bersiap-siap ke sekolah.

Pada suapan terakhir sarapanku, di luar terdengar orang-orang, khususnya ibu-ibu teriak-teriak: “Got penuh…..got penuh…!”. Akupun tersentak kaget dan dengan rasa penasaran akupun bergegas keluar rumah memeriksa got di depan rumahku. Ternyata benar air got sudah lebih dari setengahnya. Maka akupun pergi mencari kantong kresek ke dapur untuk menutup lubang pipa pembuangan dari dapur. Terlihat dalam bak kontro di dapur sudah berisi air yang masuk dari got depan. Maka aku percepat langkahku untuk menutup lubang di got. Dan, …….belum juga aku berhasil mengikat kantong kresek penutup lubang, air got dengan cepat sudah memenuhi got.

Tanpa pikir panjang lagi, tidak aku teruskan usaha menutup lubang tersebut dan aku segera hidupkan sepeda motor lalu jalan ke gerbang perumahan. Ternyata benar dugaanku, jalan di depan danau sudah sebatas lutut orang dewasa. Maka aku matkan mesin sepeda motor, kututup kenalpot dan kudorong sepeda mtotor melewati jalan yang banjir yang sudah penuh dengan mobil, motor dan pejalan kaki yang mengungsi. Sesampai di pos gerbang yang datarannya cukup tinggi aku parkir sepeda motorku beserta ratusan sepeda motor lainnya yang sudah terlebih dahulu. Akupun kembali ke rumah dengan berjalan kaki.

Di perjalanan aku bertemu rombongan ibu-ibu dari gangku. “Ibu di mana pak?” tanya mereka. “Masih di rumah”, jawabku. “Cepat-cepat disuruh keluar pak. Di dalam sudah ga boleh ada ibu-ibu, karena tanggung sudah bobol”, sambungnya memberi tahu. Akupun mempercepat langkahku sambil terus menelpon guru-guru di sekolahku serta santri tempatku mengajar agar segera membantu evakuasi barang-barangku. Sesampainya di rumah, ternyata benar…..air sudah sampai lantai depan.

“Subhanallah………., cepat sekali air ini naiknya”, gumamku. Naiknya air pada banjir kali ini memang cepat sekali dibandingkan banjir pada tahun 2010 yang lalu. Waktu itu, air baru naik ke halaman rumahku setelah 4 hari air menggenangi wilayah RW 12. Untunglah atas bantuan guru SMP, siswa-siswa SMK dan para santri barang-barangku berhasil di naikkan ke lantai atas. Terima kasih teman-temanku…., terima kasih murid-muridku.

Posted in Banjir, bencana, Bencana Alam, Berita, Biografi, Fenomena alam, Karawang, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Musibah, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

Fenomena Ajaib; Di Sri Lanka Seekor Ayam Melahirkan Anak

Posted by gunawank pada April 23, 2012

Ayam peliharaan (Gallus gallus domesticus) yang termasuk jenis unggas biasanya memperbanyak keturunan (reproduksi) dengan cara bertelur (omni vivum ex ovo) dan telur tersebut akan menjadi anak setelah dierami selama lebih kurang 21 hari.

Tetapi di Sri Lanka, baru-baru ini digegerkan oleh fenomena aneh bin ajaib, seekor induk betina ayam melahirkan anak, walaupun dikabarkan induk ayam tersebut akhirnya mengalami kematian. Sementara anaknya lahir selamat.

Menurut kepala Dinas Peternakan setempat, setelah melakukan otopsi dan penelitian ternyata  induk ayam tersebut bertelur sebagaimana induk-induk ayam lainnya, namun telurnya tertahan dan menetas di dalam sistem reproduksi induknya. Anak ayam yang baru menetas tersebut kemudian keluar dari tubuh induknya yang menyebabkan luka pada tubuh induknya dan menyebabkan kematiannya.

Posted in Aneh tapi nyata, Believe it or not, Berita, Buah bibir, Fenomena, Fenomena alam, Hot Topic, Hotline News, Info, Keajaiban dunia, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , | 5 Comments »

Tomcat atau Kumbang Rove (Paederus fuscipes): Musuh atau Teman ?!

Posted by gunawank pada Maret 21, 2012

Setelah beberapa waktu lalu media diramaikan dengan pemberitaan serangan ulat bulu, kini masyarakat indonesia, khususnya warga Surabaya digegerkan oleh kasus serangan sejenis serangga bernama Tomcat. Dilaporkan, 13 kecamatan di Kota Surabaya terkena dampak serangan serangga jenis kumbang ini.

Serangga yang memiliki nama ilmiah Paederus fuscipes dan dikenal sebagai Rove Beetle (Kumbang Rove) ini sebenarnya sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia, khususnya di lingkungan petani padi sawah karena serangga ini termasuk salah satu musuh alami hama Wereng Cokelat.

Klasifikasi

Kingdom : Animalia
Phylum : Arthropoda
Class : Insecta
Order : Coleoptera
Family : Staphylinidae
Genus : Paederus
Species : Paederus fuscipes

mmm

Posted in Berita, Buah bibir, Cara mengatasi masalah, Fenomena alam, Hama, Hot Topic, Hotline News, Info, Kesehatan, Klinik Tanaman, Penyakit, pertanian, Serba serbi, Teknologi, Tips, Topic Hot, Wabah | Dengan kaitkata: , , , , , , , | Leave a Comment »

Piramida di Situs Gunung Padang Cianjur

Posted by gunawank pada Februari 2, 2012

Penasaran membaca salah satu komentar postingan mas bro Abed Saragih (eh,….maaf salah. Maksudnya adalah…) Kang Uyayan alias Udikhangeblog tentang Piramida di Garut, aku coba nge-brows melalui Eyang Google untuk mencari tahu tentang Piramida yang diduga juga ada di Situs Gunung Padang, Cianjur.

Situs Megalitikum Gunung Padang yang terletak di Desa Karyamukti Kecamatan Campaka Kabupaten Cianjur, pertama kali tahun 1914 yang termuat dalam Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD) atau Buletin Dinas Kepurbakalaan pemerintah Hindia Belanda. Seorang sejarawan Belanda ternama yaitu N. J. Krom sempat menguraikannya tetapi belum banyak keterangan lebih lanjut mengenai informasi keberadaannya.

Situs dengan luas bangunan purbakalanya sekitar 900 m² dan areal situsnya sekitar 3 Ha adalah peninggalan megalitik terbesar di Asia Tenggara . Bangunan punden berundaknya berbahan bebatuan vulkanik alami dengan ukuran yang berbeda-beda.

Bentuknya berupa tiang-tiang dengan panjang rata-rata sekitar 1 meter dan berdiameter rata-rata 20 cm, berjenis  andesit, basaltik, dan basal. Geometri ujung batu dan pahatan ribuan batu besar dibuat sedemikian rupanya teratur berbentuk pentagonal (lima sudut). Angka 5 juga seakan memberikan identitas pemujaan bilangan ‘5’ oleh masyarakat Sunda dahulu kala.

Simbol ‘5’ tersebut mirip dengan tangga nada musik Sunda pentatonis, yaitu: da mi na ti la. Oleh karena itulah, selain kompleks peribadatan purba, banyak juga menyebut Situs Gunung Padang sebagai teater musikal purba.

Kajian arkeologi, sejarah, dan geologi kemudian dilakukan Puslit Arkenas sejak 1979. Tidak ditemukannya artefak berupa manik-manik atau peralatan perunggu menyulitkan penentuan umur situs ini. Hal itu karena mayoritas artefak megalitik di Indonesia dan Asia Tenggara ditemukan pada masa kebudayaan Dongson (500 SM).

Para arkeologi sepakat bahwa Situs Gunung Padang bukan merupakan sebuah kuburan seperti dinyatakan oleh Krom (1914) tetapi merupakan sebuah tempat pemujaan masyarakat Sunda Kuna. Selain itu, situs ini juga dibangun dengan posisi memperhatikan pertimbangan geomantik dan astromantik.

Berkaitan dengan ramainya pemberitaan yang menyatakan bahwa ada Piramida di  Gunung Padang mendapat perhatian para insan Geologi dan Arkeologi.

Badan Geologi Kementerian ESDM bekerjasama dengan Ikatan Ahli Geologi Indonesia Jabar Banten menggelar Geo Seminar Geologi dan Arkeologi Gunung Purba Jabar di Auditorium Badan Geologi di Bandung, Jumat (3/2/2012).

Seminar yang dihadiri oleh insan geologi dan arkeologi dari berbagai kalangan itu mengupas secara khusus atau studi kasus Gunung Padang, Gunung Sadahurip dan Gunung Lalakon yang disebut-sebut sebagai timbunan piramid.

“Silakan saja mereka yang menyatakan pendapat adanya piramid di Gunung Sadahurip dan Gunung Lalakon, kami tunggu keseriusan penelitian mereka. Namun secara keilmuan geologi dan arkeologi tidak bisa memberikan pembenaran alasan yang mereka sampaikan,” kata Peneliti Badan Arkeologi (Balar) Bandung, Luthfy Yondri dalam paparannya.

Menurut Luthfy, berdasarkan disiplin ilmu yang dimilikinya tidak menemukan adanya lintasan budaya piramid di Indonesia.

Yang ditemukan dalam beberapa situs tertua di Indonesia, seperti di Situs Gunung Padang adalah bangunan punden berundak.

“Bangunan tertua di Indonesia berbentuk punden berundak, dan beda dengan struktur piramid,” kata Luthfy. (INILAH.COM, 3/2/2012).

Posted in Berita, Fenomena, Fenomena alam, Hot Topic, Hotline News, Opini, Serba serbi, Situs | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

Shalat Sunah Gerhana

Posted by gunawank pada Desember 11, 2011

Hari Jum’at lalu (9/12/2011) di mesjid-mesjid maupun di media diumumkan bahwa Sabtu malam atau malam Minggu (10/12/2011) akan terjadi gerhana bulan total di wilayah Indonesia. Umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan Shalat Sunnah Gerhana sebagaimana tuntunan baginda Rasulullah SAW.

Shalat Gerhana atau shalat Kusufain adalah salat yang dilakukan saat terjadi gerhana bulan maupun matahari.  Shalat yang dilakukan saat gerhana bulan di dalam ilmu fiqih disebut dengan Shalat Khusuf sedangkan saat gerhana matahari disebut dengan Shalat Kusuf. Keduanya hukumnya sunnah muakadah.

Keduanya (gerhana matahari dan gerhana bulan) merupakan kejadian alam yang sudah menjadi sunatullah sebagai salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Bukan karena kematian atau kelahiran seseorang. Baca entri selengkapnya »

Posted in Artikel Islam, Fenomena alam, Ibadah, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »

Ulat Bulu Di Probolinggo; Ulat Jenis Baru

Posted by gunawank pada April 7, 2011

Sejak pertengahan Maret lalu, serangan jutaan hama ulat bulu  tampak “meneror” warga Probolinggo hingga menjalar ke delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo, seperti Leces, Bantaran, Tegal Siwalan, dan Sumber Asih serta dua kecamatan di Kota Probolinggo.

Menurut Aunu Rauf, Guru Besar Ilmu Hama Tanaman IPB yang datang khusus ke Probolinggo untuk meneliti hama yang menghebohkan itu, menjelaskan berdasarkan pemeriksaan sampel sementara, diketahui jenis ulat bulu ini lymantria marginanta, bukan jenis desgiria inclusa. “Untuk kasus Probolinggo, lymantria marginanta tidak pernah dijumpai sebelumnya”, katanya (Okezone, Selasa 5/4/2011).

Baca entri selengkapnya »

Posted in bencana, Berita, Buah bibir, Fenomena, Fenomena alam, Hama, Hot Topic, Hotline News, Klinik Tanaman, Musibah, pertanian, Serba serbi, Teror, Topic Hot, Wabah | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

Video: Detik-Detik Gempa Jepang 8,9 SR

Posted by gunawank pada Maret 13, 2011

Inilah video detik-detik gempa dan tsunami Jepang yang terjadi pada tanggal 11 Maret 2011 pukul 14.45 waktu setempat.

Getaran gempa mengguncang Jepang

Gempa berkekuatan 9,8 SR menyebabkan Tsunami setingg 10 m

Kerusakan akibat gempa dan tsunami

Baca Artikel Terkait:

Posted in Banjir, bencana, Bencana Alam, Berita, Buah bibir, Fenomena, Fenomena alam, Gempa Bumi, Hot Topic, Hotline News, In memoriam, Info, Shabar, Topic Hot, Tsunami | Dengan kaitkata: , , , , , , | 1 Comment »