Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘In memoriam’ Category

KH. Zezen Bazul Asyhab; Da’i Kharismatik Dari Sukabumi

Posted by gunawank pada November 20, 2015

KH. M. Zein Zaenal Abidin Bazul Asyhab yang sering dipanggil dengan sapaan akrabnya, ajengan Zezen ini lahir di Sukabumi 60 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Februari 1955.

Beliau adalah sosok seorang da’i yang tidak pernah kenal lelah dan letih dalam mengamalkan ilmunya serta mengembangkan dakwahnya pada masyarakat, khususnya di Pondok Pesantren Az–Zainiyyah Sukabumi yang dipimpinnya.

Beliau juga dikenal sebagai seorang guru yang sangat disegani oleh semua muridnya, imam yang sangat dicintai di tengah masyarakat, seorang ayah yang sangat sayang terhadap keluarganya, dan seorang imam yang pemikirannya di terima oleh semua kalangan, semua kelompok, dan semua tingkatan masyarakat. Oleh karena itulah murid-murid beliau memanggilnya dengan sebutan ‘Uwa Imam’.

Sebagai sosok kiayi yang tidak pernah surut dari semangat jihad dalam menegakan agama Allah. Beliau paling tidak suka mendengar orang meremehkan agama, mendengar Islam di lecehkan, Islam berada dalam tekanan, dan melihat pengamalan ajaran Islam yang tidak sepenuh daya.

Iklan

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Biografi, In memoriam, Mubaligh, MUI, Muslim, Nahdlatul Ulama, NU, Renungan, Tasawuf, Teladan, Tokoh, Tokoh kharismatik, Tokoh NU, Tokoh Sunda, Ulama, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Sumpah Pemuda; Kesadaran Pentingnya Persatuan

Posted by gunawank pada Oktober 28, 2015

Nusantara adalah negeri kepulauan yang serba kaya. Kaya budaya, kaya bahasa, kaya suku bangsa, plus kekayaan alam yang melimpah ruah, luas lautnya dengan berbagai macam ikan hidup di dalamnya, subur tanahnya serta berbagai barang tambang terkandung di dalamnya, luas hutannya dengan berbagai macam flora dan fauna, dan sebagainya, dan sebagainya.

Namun untaian mutiara khatulistiwa nan cantik jelita ini, saat itu sedang berada dalam genggaman sang angkara. Kaum penjajah dengan segala kekuatan dan keserakahannya membuat rakyatnya sengsara, penduduknya menderita.

Usaha-usaha perlawanan dan pemberontakan muncul di mana-mana, peperangan terjadi diberbagai daerah. Namun bukan membuat enyah bangsa penjajah, justeru semakin memperkuat dan memperluas wilayah penjajahan.

Semangat juang yang tinggi ternyata tidak cukup untuk mengusir penjajah, karena hanya dilakukan secara terpisah di masing-masing daerah.

Menyadari akan hal ini, Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI) menggagas diadakannya Kongres Pemuda kedua yang berhasil dilaksanakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng).

Kongres ini diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda, demikian dikatakan ketua PPPI, Sugondo Djojopuspito dalam sambutannya pada hari Sabtu, 27 Oktober 1928.

Hasil rumusan dari tiga kali rapat dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 sebagai sumpah setia yang berbunyi :

Kami poetera dan poeteri Indonesia,
mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kami poetera dan poeteri Indonesia,
mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Kami poetera dan poeteri Indonesia,
mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Ikrar para pemuda dari berbagai daerah ini dikenal sebagai SUMPAH PEMUDA.

Dari apa yang dirumuskan, dibahas dan diikrarkan pada Kongres Pemuda Kedua ini tercermin semangat nasionalisme dan kebangsaan yang teramat sangat tinggi meski mereka berangkat dari organisasi-organisasi kepemudaan dari suku yang berbeda-beda tetapi mampu mempersatukan diri dalam satu wadah besar bernama INDONESIA.

Posted in Akhlak, Hikmah, Ibu Pertiwi, Idola, In memoriam, Indonesia, Opini, Opinion, Organisasi, Pahlawan, Sejarah | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Hardiknas 2015; Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila

Posted by gunawank pada Mei 2, 2015

Hari ini, Sabtu (2/5/2015) segenap bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sebagai media bagi dunia pendidikan Indonesia untuk melakukan refleksi diri sekaligus mengenang jasa bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

Sebagaimana dimaklumi, Atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan umum, Ki Hajar Dewantara dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959.

Dalam sambutan , Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan pada peringatan Hardiknas tahun 2015 dengan tema “Pendidikan dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila”, setidaknya ada enam poin yang perlu digaris bawahi.

Pertama, pendidikan telah membukakan mata dan kesadaran para penggagas  Republik tercinta ini untuk membangun sebuah negeri Bhineka yang modern.
“Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan, dan menguatkan pilar ketahanan moral. Persinggungan dengan pendidikanlah yang telah memungkinkan para perintis kemerdekaan untuk memiliki gagasan besar yang melampaui zamannya. Gagasan dan perjuangan yang membuat Indonesia dijadikan sebagai rujukan oleh bangsa-bangsa di Asia dan di Afrika”.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Guru bangsa, Idola, In memoriam, Indonesia, Kepres, Opini, Opinion, Pahlawan Nasional, Pejuang, Pendidikan, Sejarah, Tokoh Nasional, Tokoh Pendidikan | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Ratusan Pelayat Padati Area Pemakaman Olga Syahputra

Posted by gunawank pada Maret 29, 2015

Komedian dan presenter Olga Syahputra yang memiliki nama asli Yoga Syahputra meninggal dunia di Singapura pada Jumat (27/3/2015) sekitar pukul 17.17 waktu setempat, setelah dirawat sejak Juni 2014 karena penyakit meningitis.

Ratusan orang memadati area TPU Malaka, Jakarta Timur, Sabtu siang (28/3/2015) untuk menyaksikan pemakaman presenter acara musik di salah satu stasiun televisi swasta itu. Namun karena banyaknya yang hadir, sebagian besar pengunjung tidak dapat menyaksikan langsung prosesi pemakaman artis kesayangan mereka.

Meski demikian, tidak membuat mereka kecewa. Justeru mereka merasa bangga karena membludaknya pelayat menjadi bukti bahwa Olga dicintai banyak orang.

Sebagai seorang muslim, meninggalnya di hari Jum’at mudah-mudahan menjadi pertanda kesolehan almarhum semasa hidupnya yang dikenal berakhlak baik dan berjiwa sosial.

Selamat jalan saudaraku. Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun….

Posted in Berita, Bintang, Fenomena, Idola, In memoriam, Info, Selebritis | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

11 Mei; Lahirnya Komponis Legendaris, ISMAIL MARZUKI

Posted by gunawank pada Mei 10, 2012

Foto: tokohindonesia.com

Foto: tokohindonesia.com

Ismail Marzuki lahir di Kwitang, Senen, Jakarta Pusat (Batavia) pada tanggal 11 Mei 1914  adalah salah seorang komponis besar Indonesia yang sangat produktif dan pandai melahirkan karya-karya yang mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat. Lagu ciptaannya yang paling populer adalah Rayuan Pulau Kelapa yang digunakan sebagai lagu penutup akhir siaran oleh stasiun TVRI pada masa pemerintahan Orde Baru

Sejak tahun 1930-an hingga 1950-an, dia menciptakan sekitar 250 lagu dengan berbagai tema dan jenis aliran musik yang memesona. Hingga saat ini, lagu-lagu karyanya yang abadi masih dikenang dan terus berkumandang di masyarakat. Dalam dunia seni musik Indonesia, kehadiran putra Betawi ini mewarnai sejarah dan dinamika pasang surutnya musik Indonesia.

Dalam bermusik, dia mempunyai kebebasan berekspresi, leluasa bergerak dari satu jenis aliran musik ke jenis aliran musik yang lain. Ia juga punya kemampuan menangkap inspirasi lagunya dengan beragam tema. Karya-karyanya sangat kaya, baik soal melodi maupun liriknya. Ia pun mencipta lagu dengan bermacam warna, salah satunya keroncong, di antaranya Bandung Selatan di Waktu Malam dan Selamat Datang Pahlawan Muda.

Keterpesonaan Ismail Marzuki pada sisi-sisi romantisme masa perjuangan melahirkan lagu-lagu bertema cinta dan perjuangan. Meski lagu-lagu karyanya tampak sederhana, syairnya sangat kuat, melodius, dan punya nilai keabadian.

Pada tahun 1931, Ismail Marzuki yang akrab dipanggil Maing, mulai menciptakan lagu berjudul “O Sarinah” yang menggambarkan suatu kondisi kehidupan bangsa yang tertindas. Lagu-lagu ciptaannya antara lain Rayuan Pulau Kelapa yang dicipta tahun 1944, Gugur Bunga (1945), Halo-Halo Bandung (1946), Selendang Sutera (1946), Sepasang Mata Bola (1946), Melati di Tapal Batas (1947), Bandung Selatan di Waktu Malam (1948) dan Selamat Datang Pahlawan Muda (1949).

Pada tahun 1968 Ismail Marzuki mendapat anugerah penghormatan dengan dibukanya Taman Ismail Marzuki, sebuah taman dan pusat kebudayaan di Salemba, Jakarta Pusat.

Komponis pejuang dan maestro musik legendaris ini dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangkaian Hari Pahlawan 10 November 2004 di Istana Negara. Dia dikenal sebagai pejuang dan tokoh seniman pencipta lagu bernuansa perjuangan yang dapat mendorong semangat membela kemerdekaan.

Lagu-lagunya hingga sekarang masih tetap hidup dan disukai tua dan muda seperti Indonesia Pusaka, Sepasang Mata Bola, Selendang Sutra, Melati di Tapal Batas, Aryati, Jangan Ditanya ke Mana Aku Pergi, Payung Fantasi, Sabda Alam, Juwita Malam, Kopral Jono, dan Sersan Mayorku.

Ismail Marzuki memang telah meninggal di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, pada tanggal 25 Mei 1958 dalam usia 44 tahun, namun namanya tetap hidup dan karya-karyanya terus melekat di hati masyarakat hingga kini dan masa yang akan datang.

Karya Lagu lainnya :
•    Aryati
•    Gugur Bunga
•    Melati di Tapal Batas (1947)
•    Wanita
•    Rayuan Pulau Kelapa
•    Sepasang Mata Bola (1946)
•    Bandung Selatan di Waktu Malam (1948)
•    O Sarinah (1931)
•    Keroncong Serenata
•    Kasim Baba
•    Bandaneira
•    Lenggang Bandung
•    Sampul Surat
•    Karangan Bunga dari Selatan
•    Selamat Datang Pahlawan Muda (1949)
•    Juwita Malam
•    Sabda Alam
•    Roselani
•    Rindu Lukisan
•    Indonesia Pusaka

*** Dari berbagai sumber

Posted in Biografi, In memoriam, Pahlawan, Pahlawan Nasional, Sejarah, Seniman, Tokoh, Tokoh Nasional | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

April Kelabu Dalam Sejarah Muslim Spanyol

Posted by gunawank pada April 5, 2012

Sejak Panglima Thariq bin Ziyad berhasil membebaskan Spanyol pada abad ke-8 M, berangsur-angsur Spanyol tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Dan karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam.

Warga Spanyol bukan hanya beragama Islam, tapi mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an, tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata “tidak” untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu, berlangsung hampir enam abad lamanya. Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, In memoriam, Kisah Nyata, Musibah, Muslim, Renungan, Sejarah, Serba serbi, Syuhada | Dengan kaitkata: , , , , , , | 8 Comments »

Biografi KH. Abdullah Faqih

Posted by gunawank pada Maret 2, 2012

BIODATA

Tempat dan Tanggal Lahir     :    Tuban, 2 Mei 1932
Tempat dan Tanggal Wafat    :    Tuban, 29 Februari 2012
Nama Ayah                                  :    KH Rofi`i Zahid
Jabatan                                :    Pengasuh Ponpes Langitan (1971-2012)

Kiai Faqih lahir di Dusun Mandungan, Desa Widang, Tuban pada tanggal 2 Mei 1932. Semasa kecil, beliau lebih banyak belajar kepada ayahandanya sendiri, KH Rofi`i Zahid.

Ketika beranjak remaja, beliau “nyantri” kepada Mbah Abdur Rochim di Lasem, Rembang, Jawa Tengah. Kiai Faqih juga pernah tinggal di Mekkah, Arab Saudi, untuk belajar kepada Sayid Alwi bin Abbas Al-Maliki, ayah Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliki.

Setelah itu, Kiai Faqih kembali ke Pesantren Langitan yang didirikan pada l852 oleh KH Muhammad Nur, asal Desa Tuyuban, Rembang. Pesantren Langitan yang terletak di tepi Bengawan Solo yang melintasi Desa Widang (dekat Babat Lamongan) itu dikenal sebagai pesantren ilmu alat.

Para Tokoh Nahdlatul Ulama generasi pertama yang pernah belajar di Langitan, di antaranya KH Muhammad Cholil (Bangkalan), KH Hasyim Asy`ari, KH Wahab Hasbullah, KH Syamsul Arifin (ayah KH As`ad Syamsul Arifin), dan KH Shiddiq (ayah KH Ahmad Shiddiq).

Kiai Faqih (generasi kelima) memimpin Pesantren Langitan sejak l971, menggantikan KH Abdul Hadi Zahid yang meninggal dunia karena usia lanjut. Dalam memimpin pesantren ini Kiai Faqih didampingi oleh paman beliau KH Ahmad Marzuki Zahid. Baca entri selengkapnya »

Posted in Biodata, Biografi, Idola, In memoriam | Dengan kaitkata: , , | 5 Comments »

Hari Ini, Al Marhum al Maghfurlah KH. Abdullah Faqih Dimakamkan

Posted by gunawank pada Maret 1, 2012

KH. ABDULLAH FAQIH

Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun, satu lagi Ulama Kharismatik dipanggil ke Rahmatullah. KH Abdullah Faqih, pengasuh Pesantren Langitan, Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah pergi meninggalkan ribuan santri dan pengagumnya pada Rabu (29/2/2012) pukul 19.00 WIB dalam usia 80 tahun.

Kiai khas yang dikenal sebagai “guru spiritual” almarhum Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada awal Era Reformasi (1998) itu meninggal dunia di kediamannya di komplek Pondok Pesantren Langitan, Tuban setelah sebelumnya sempat dirawat di  Graha Amerta RSUD dr Soetomo Surabaya pada 2 Oktober 2011 hingga sekitar seminggu karena mengalami stroke ringan akibat jatuh, tetapi setelah membaik beliau menjalani perawatan di rumah hingga meninggal dunia pada 29 Februari 2012.

“Wafatnya beliau merupakan kehilangan besar bagi kita, bukan hanya NU, melainkan juga bangsa Indonesia,” kata Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj.

Hal senada juga diungkap Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa. “Kiai Faqih merupakan salah satu penyangga kekuatan spiritual bangsa Indonesia. Saat negara mengalami berbagai krisis, beliau menggerakkan istighatsah dan berbagai wirid atau amalan keagamaan untuk memohon pertolongan Allah,” katanya.

Jenazah Kiai Faqih yang lahir pada  2 Mei 1932 di Mandungan, Widang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur dan telah memimpin Pondok Pesantren Langitan sejak tahun 1971 itu dimakamkan hari sekitar pukul 13.00 di Pemakaman Umum Desa Widang yang lokasimya berada di utara kompleks ponpes setempat.

Selamat jalan duhai kekasih Allah. Semoga kami mampu meneruskan perjuanganmu…….. Amin.

 

Posted in Berita, In memoriam, Info, Nahdlatul Ulama, NU, Pray for Indonesia, Tokoh, Tokoh kharismatik, Tokoh Nasional, Tokoh NU, Ulama | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Biografi Kolonel Muammar Qaddafi

Posted by gunawank pada Oktober 21, 2011

Muammar Abu Minyar al-Qaddafi lahir di Surt, Tripolitania, 7 Juni 1942 dan meninggal di Sirte, 20 Oktober 2011 pada umur 69 tahun, adalah penguasa otokratis de facto Libya dari 1969 sampai 2011, setelah merebut kekuasaan dalam kudeta militer.

Kekuasaan yang hampir 42 tahun telah menempatkannya menjadi penguasa terlama sebagai pemimpin non-kerajaan keempat sejak tahun 1900 dan terlama sebagai pemimpin penguasa Arab. Dia menyebut dirinya sebagai ‘the Brother Leader’, ‘Guide of the Revolution’, dan ‘King of Kings (Raja segala raja).

Setelah berhasil merebut kekuasaan, Gaddafi mulai menghilangkan oposisi dan kehidupan warga Libya menjadi dibatasi. Ideologi Gaddafi disebut Teori Internasional Ketiga yang dijelaskan dalam Buku Hijau. Keluarga Gaddafi mengambil alih sebagian besar perekonomian Libya. Gaddafi menggunakan miliaran pendapatan minyak untuk proyek-proyek internasional. Dia memulai perang dengan memerintahkan orang lain dan menggunakan senjata nuklir dan bahan kimia sebagai senjata pemusnah massal. Diam-diam, ia mengalokasikan pendapatan negara untuk mensponsori teror dan kegiatan politik lainnya di seluruh dunia. Perserikatan Bangsa-bangsa menyebut Libya di bawah Gaddafi sebagai Negara Paria.

Sebagai hasil dari perang saudara Libya terbentuklah Dewan Transisi Nasional (NTC). Kekuasaan Gaddafi semakin tergerus dengan pengakuan domestik dan internasional terhadap NTC. Dia menghapuskan Konstitusi Libya tahun 1951 dan menerapkan undang-undang berdasarkan ideologi politiknya.

Diplomasi Washington

Tahun 1951, Amerika Serikat mendukung kemerdekaan Libya dan disusul peningkatan hubungan sampai tingkat kedutaan. Hubungan Libya-Amerika Serikat terhenti ketika Kapten Muammar Khadafi memimpin Revolusi Al Fatah untuk menyingkirkan Raja Idris pada 1969. Setelah berkuasa, Khadafi yang telah berpangkat kolonel melancarkan revolusi budaya yang mengandung inti penyingkiran semua ideologi dan pengaruh yang berbau asing, seperti kapitalisme dan komunisme. Ia kemudian mengembangkan masyarakat baru berdasarkan prinsip-prinsip sosialisme Libya dengan semboyan “sosialisme, persatuan, dan kebebasan”. Semenjak ini hubungan kedua negara semakin memburuk dan mencapai titik terendah. Massa yang anti-AS menggelar demonstrasi pro-Iran pada Desember 1979. Massa membakar gedung Kedutaan Besar AS di Tripoli menjadi akhir dari demonstrasi tersebut.

Masih pada tahun 1979, pesawat-pesawat tempur AS menembak jatuh dua pesawat tempur Libya di atas Teluk Sidra. Insiden itu memperburuk hubungan kedua negara. Setelah menyatakan bahwa Libya sebagai “negara sponsor terorisme”, AS menutup kedutannya di Tripoli pada Februari 1980. Sementara, Libya juga menutup kedutaannya di Washington. Pada Januari 1986, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan memerintahkan penghentian hubungan dagang dan ekonomi dengan Libya. Langkah ini disusul dengan pembekuan aset-aset Libya di AS. Bukan hanya menutup diplomatik, keuangan dan perdagangan, tapi juga berusaha menyingkirkan Khadafi. Pesawat-pesawat tempur AS memborbardir Tripoli, Benghazi, dan rumah Khadafi pada April 1986.

Tindakan itu sebagai balasan atas pemboman sebuah diskotek di Berlin Barat yang dipakai sebagai tempat hiburan tentara AS. Gempuran pesawat tempur AS menewaskan setidaknya 15 orang, termasuk putri Khadafi yang masih kanak-kanak. Posisinya dengan Libya makin tersudut menyusul terjadinya ledakan pesawat Pan AM dengan nomor penerbangan 103 pada Desember 1988. Pesawat yang berangkat dari London menuju New York meledak di atas Lockerbie (Skotlandia) dan menewaskan 259 orang di pesawat serta 11 orang lainnya tewas di darat. Akibat tindakan itu, Dewan Keamanan PBB menerbitkan resolusi 748 dan 883 pada tahun 1992/1993. Ini resolusi itu adalah menjatuhkan sanksi atas Libya, membekukan aset-aset, dan mengembargo perlengkapan penambangan minyak secara selektif.

Tahun 1999, Libya menyatakan bertanggung jawab atas tragedi Lockerbie. Tripoli menyerahkan dua terdakwa peledakan pesawat untuk diadili di Belanda dan bersedia membayar ganti rugi kepada keluarga korban senilai 2,7 miliar dollar AS pada tahun 2003. Atas langkah ini, Dewan Keamanan PBB mencabut sanksi dan didukung AS. Sikap Washington berubah ketika Khadafi mengakui bahwa Libya mengembangkan senjata pemusnah massal dan segera memusnahkan semua program pada Desember 2003. Pengakuan dan tekad tersebut mencairkan kebekuan hubungan Tripoli-Washington.

Sejak kedua negara meningkatkan kontrak dan berusaha menyingkirkan hambatan hubungan diplomatik, perusahaan-perusahaan minyak masuk kembali ke Libya. Keputusan Washington pada 15 Mei 2006 untuk memulihkan kembali hubungan diplomatik memang mengejutkan karena Libya dinilai membantu terorisme. Tetapi, ada faktor politik dan positif di balik mencairnya hubungan Khadafi dan Presiden George W Bush.

Enam hari setelah penangkapan diktator Irak Saddam Hussein oleh Amerika Serikat, Gaddafi meninggalkan senjata pemusnah massal (WMD) program dan inspektur internasional menyambut untuk memverifikasi bahwa Tripoli akan menindaklanjuti komitmennya. Semenjak itu, Libya sebagai model bagi negara-negara lain yang diduga mengembangkan WMD sebagai kewajiban ketidakpatuhan internasional mereka untuk diikuti. Pada 15 Mei 2006, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Condoleezza Rice mengumumkan pemulihan hubungan diplomatik penuh dengan Libya, “sebagai pengakuan atas komitmen atas Libya penolakan terhadap aksi terorisme dan kerjasama baik Libya yang diberikan kepada Amerika Serikat dan anggota lain dari masyarakat internasional dalam menanggapi ancaman global yang dihadapi dunia sejak serangan 11 September 2001.

Masa Akhir Kekuasaan

Dalam bangunan Spring Arab bulan Februari 2011, sebuah gerakan demonstrasi menentang Gaddafi menyebar di seluruh negeri. Gaddafi menanggapi dengan mengirimkan militer dan pria bersenjata berpakaian preman di jalan-jalan untuk menyerang demonstran, namun banyak pihak diaktifkan. Gaddafi meninggalkan perang saudara. Pada 23 Agustus 2011, Gaddafi kehilangan kendali Tripoli ketika para pemberontak menangkap loyalisnya di Bab Al-Azizia. Pasukan loyalis Gaddafi berperang di lokasi yang terbatas.

Dia menghadapi penuntutan oleh Pengadilan Pidana Internasional yang telah mengeluarkan surat perintah penangkapan atas kejahatan terhadap kemanusiaan. Miliaran dolar asetnya telah dibekukan di seluruh dunia.

Pada tanggal 20 Oktober 2011, media melaporkan bahwa seorang pejabat Dewan Transisi Nasional/NTC telah mengatakan kepada Al Jazeera bahwa Gaddafi telah ditangkap di kota kelahirannya, Sirte, pada pagi 20 Oktober 2011. Menurut Pejabat tersebut, Gaddafi dilaporkan meninggal karena terluka parah pada kedua kaki dan kepalanya.

*** Sumber: Wikipedia Bahasa Indonesia

Posted in Berita, Biodata, Biografi, Buah bibir, Fenomena, Hot Topic, Hotline News, In memoriam, Kudeta, Pemimpin, Sejarah, Serba serbi, Tokoh, Topic Hot, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Perjuangan Para Janda Korban Pembantaian Rawa Gede Membuahkan Hasil

Posted by gunawank pada September 17, 2011

Pembantaian Rawagede adalah peristiwa pembantaian penduduk Kampung Rawagede (sekarang terletak di Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa barat) oleh tentara Belanda pada tanggal 9 Desember 1947 sewaktu melancarkan agresi militer pertama. Sejumlah 431 penduduk menjadi korban pembantaian ini.

Ketika tentara Belanda menyerbu Bekasi, ribuan rakyat mengungsi ke arah Karawang. Pertempuran kemudian berkobar di daerah antara Karawang dan Bekasi, mengakibatkan jatuhnya ratusan korban jiwa dari kalangan sipil. Pada tanggal 4 Oktober 1948, tentara Belanda melancarkan pembersihan. Dalam peristiwa ini 35 orang penduduk Rawagede dibunuh tanpa alasan jelas. Peristiwa inilah yang menjadi inspirasi dari sajak terkenal Chairil Anwar berjudul Antara Karawang dan Bekasi. Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Hot Topic, Hotline News, In memoriam, Insiden, Karawang, Kisah, Kisah Nyata, Penjajah, Sejarah, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , | 2 Comments »