Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Kepribadian’ Category

Tradisi Pesantren; Akar Nasionalime Indonesia

Posted by gunawank pada Agustus 17, 2014

 

يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن

حُبُّ الْوَطَن مِنَ الْإِيْمَان

وَلَا تَكُنْ مِنَ الْحِرْمَان

اِنْهَضُوْا أَهْلَ الْوَطَن

إِنْدُونَيْسيَا بِيْلَادِيْ

أَنْتَ عُنْوَانُ الْفَخَامَا

كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْمَا

طَامِحًا يَلْقَ حِمَامَا

 

“Pusaka hati wahai tanah airku
Cintamu dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah, hai bangsaku!
Indonesia negriku
Engkau Panji Martabatku
S’yapa datang mengancammu
‘Kan binasa dibawah dulimu!”

Rangkaian syair di atas adalah lagu yang diciptakan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah pada tahun 1934. Sekitar delapan tahun setelah beliau bersama Hadratusy Syekh KHM. Hasyim Asy’ari tokoh pesantren lainnya mendirikan Jam’iyah Nahdlatul Ulama, tahun 1926.

Menurut KH Yahya Cholil Staquf dalam tulisan beliau “Yaa Lal Wathan, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah” di NU Online (Ahad, 17/8/2014), Kiai Maimoen Zubair meriwayatkan bahwa ketika beliau mondok di Tambak Beras dan belajar di sekolah “Syubbaanul Wathan” disana, setiap hari sebelum masuk kelas murid-murid diwajibkan menyanyikan lagu yang diciptakan oleh Kiai Wahab Hasbullah tersebut.

Lagu di atas menunjukkan bahwa patriotisme dan nasionlisme Indonesia telah tumbuh dan berkembang dalam tradisi pondok pesantren jauh sebelum Indonesia merdeka. Bahkan, KH Yahya Cholil Staquf menuturkan bahwa George McTurnan Kahin (1918-2000, Cornell University, USA), menuliskan hasil penelitian sejarahnya dalam “Nationalism and Revolution in Indonesia” (Cornell University Southeast Asia Program, 1952), bahkan menandaskan kesimpulan bahwa “nasionalisme Indonesia berakar pada tradisi Islam Nusantara”: pesantren!

Atas dasar inilah beliau menyimpulkan, “Mengapa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) mencintai Indonesia? Karena beliau manusia pesantren. Sedangkan keindonesiaan adalah salah satu unsur utama jati diri inti pesantren”.

Wallahu a’lam.

Sumber:

Yaa Lal Wathan, Lagu Patriotis Karya KH Wahab Hasbullah” (NU Online,17/8/2014) oleh KH Yahya Cholil Staquf (Rais Syuriyah PBNU)

Iklan

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Gus Dur, Indonesia, Kepribadian, Nahdlatul Ulama, NU, Opini, PBNU, Proklamasi Kemerdekaan, Renungan, Tokoh Nasional, Tokoh NU, Tradisi, Ulama | Dengan kaitkata: , , , | 4 Comments »

Akhirnya……. Pak Polisi Itu Jatuh !

Posted by gunawank pada Maret 6, 2014

Sore tadi sekitar pukul 20.00 WIB, ketika aku dan istriku baru pulang menjenguk saudara kami yang terkena musibah jatuh dari sepeda motor, dan kami sedang berada di bundaran Masjid Raya Puri Telukjambe ke arah jalan Johar-Telukjambe dan posisi kami berada di belakang truk karena di samping harus menikung mengitari bundaran setelah itu harus mebelok ke kiri menuju jalan ke arah simpang tiga Johar-Telukjambe-Puri Telukjambe (Simpang Al-Mushlih) yang hanya satu jalur (jalur kanan karena jalur kirinya rusak) tetapi digunakan dua arah, tiba-tiba ada sepeda motor mendahului truk dari sebelah kiri truk tepat saat truk belok kiri. “Nekad benar itu orang..!”, pikirku.

Setelah aku berhasil mendahului truk yang berjalan lambat karena berat penuh muatan, pandanganku tertuju pada sepeda motor yang berjalan kencang dan beberapa kali mendahului beberapa sepeda motor lain secara zigzag kiri-kanan. Aku sebenarnya tidak terlalu peduli dengan ulah pengendara tersebut karena berada di depanku karena akhirnya motor tersebut tertahan di belakang sebuah mobil dan tidak dapat mendahuluinya karena kendaraan dari arah berlawanan sedang ramai, sehingga aku dapat menyusulnya tepat berada di samping sepeda motor tersebut.

Karena akan menghadiri pengajian di Ponpes Al-Mushlih tempat aku mengajar, ketika ada kesempatan mendahului mobil di depanku kendaraan dari arah berlawanan kosong aku naikan kecepatan sepeda motorku untuk mendahului mobil tersebut. Namun, ketika aku ambil kanan tiba-tiba sepeda motor tersebut mendahuluiku dari sebelah kiriku. Tentu saja aku terkejut namun alhamdulillah masih dapat mengendalikan kemudi motorku sampai berhasil mendahului mobil itu.

Terdorong rasa penasaran siapa pengendara sepeda motor tersebut dan bermaksud menegurnya, maka aku kejar dia karena aku yakin dapat mendahului dia karena aku paham betul kondisi jalan tepat di samping Ponpes Al-Mushlih rusak berlubang, dan benar saja aku berhasil mendahuluinya. Lalu aku giring dia untuk menepi, tetapi dia berhasil untuk lolos walaupun akhirnya aku berhasil memaksa dia menepi.

Ketika kubuka helm diapun membuka helemnya sambil mendahului membentakku,”Ada apa…..? Mau urusan..?”, katanya dengan nada tinggi. Aku tidak menjawabnya, hanya kutatap terus mukanya. “Memang apa salahku…? Mau urusan….? Ayo urusan di kantorku!”, bentaknya lagi.

Kata terakhir itulah yang memancing emosiku. Kelihatannya sombong sekali ini orang. Akupun mulai buka suara, “Anda seorang polisi, ya..?”, tanyaku dengan suara balas membentak. Karena pikirku, orang angkuh dan sombong, apalagi seorang aparat negara harus disombongi lagi. Dalam kaidah fiqihnya Imam Syafi’i menyatakan: “Ketakaburan tidak boleh dilawan dengan ketakaburan lagi”, tetapi dalam kondisi tertentu (untuk memberi pelajaran, misalnya) kaidah mustasnayat-nya (kaidah pengecualiannya) menyatakan: “Orang sombong harus dilawan dengan kesombongan lagi”.

“Ya, saya polisi. Kenapa ? Mau urusan di kantorku ? Memang apa kesalahanku ?”, jawabnya menantang.

“Oh…, pantas ! Kalau anda seorang polisi sedangkan saya cuma ustadz yang tidak tahu peraturan lalulintas. Anda seorang polisi yang sangat ahli dalam aturan dan bertanya tentang kesalahan, berarti saya yang gila karena berani menegur pak polisi yang jagonya peraturan”, dengan nada yang sangat keras. “Kalau anda menawarkan urusan di kantor anda, maka saya yang gila ini menawarkan kita selesaikan urusan ini di kantorku !”, lanjutku sambil menunjuk ke arah Ponpes Al-Mushlih yang memang tepat di seberang jalan tempat kami berada.

“Ya, sudahlah……… ! malu dilihatin orang (dan memang pengunjung rumah makan mulai mengarahkan panfangannya ke kami yang berada di sampingnya)…!’, katanya sambil berusaha ‘kabur’. Akupun semakin terpancing, karena maksudku untuk menyadarkannya belum sampai. Maka iteriku kusruruh turun yang sejak tadi masih berada di atas sepeda motor, lalu ku kejar dia yang telah cukup jauh karena kendaraanya dipancu cukup kencang.

Dan………., buk ! Mungkin karena terburu-buru, saat belok kiri ke arah Johar berusaha mendahului kendaraan lain dari sebelah kiri, tidak sadar atau mungkin tidak tahu bahwa ada lubang cukup dalam, dan diapun terjatuh tertindih sepeda motornya yang terguling…………………………

Melalui tulisan ini aku ingin meyampaikan permohonan maaf (karena aku tidak mengetahui alamat tinggal maupun kantor pa polisi itu). Aku bentak-bentak beliau bukan karena benci polisi, tetapi ingin memberi kesadaran (karena aku merasa usiaku jauh lebih tua dari pa polisi tersebut) kepada oknum-oknum yang secara tidak sadar atas tindakannya itu dapat merusak citra polisi, aparat yang mengemban tugas mulia. Wallahu a’lam.

Posted in Akhlak, Hikmah, Insiden, Karawang, Kepribadian, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Musibah, Polisi, Sepeda Motor, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

Aku Bangga Jadi Orang Yang Beda

Posted by gunawank pada Maret 31, 2012

Alhamdulillah, aku patut bersyukur karena dilahirkan dalam keluarga petani kecil, di tengah-tengah masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidupnya hanya dari hasil pertanian padi sawah dengan pengelolaan yang masih tradisional. Di pagi kami harus sudah menggiring kerbau untuk membajak sawah. Menjelang tengah hari hingga sore, aku dan kawan-kawan bersama-sama menggembalakan hewan sahabat petani tersebut.

Kalau ingin makan dengan ikan, kami harus mencarinya di sawah atau di sungai, demikian pula dengan bahan sayuran. Sementara kalau ibu mau masak, aku harus berburu kayu bakar dengan mencari ranting-ranting kering di kebun orang lain yang memang tidak dilarang asalkan tidak merusak pohon. Kesemuanya itu membentuk karakter kepribadian jiwaku menjadi manusia yang kreatif, suka bekerja keras, mandiri dan sederhana. Baca entri selengkapnya »

Posted in Biografi, Kepribadian, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Serba serbi, Tradisi, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , , , , , | 2 Comments »

Bahaya Hubud Dunia; Terlalu Cinta Kepada Perkara Duniawi

Posted by gunawank pada Februari 10, 2012

Salah satu penyakit hati yang harus kita hindari dan buang jauh-jauh dari diri kita adalah  hubud dunya, cinta yang sangat terhadap urusan dunia, terlalu mengejar-ngejar perkara yang bersifat duniawi.

Dalam kehidupan sehari-hari, dalam dunia perdagangan misalnya, karena berharap mendapatkan keuntungan yang lebih besar sampai berani mengurangi timbangan, mengurangi takaran, berbohong tentang harga, jual beli barang illegal dan lain-lain, yang notabene termasuk perbuatan yang dilarang agama.

Demikian juga dalam bidang pekerjaan, demi meraih posisi, jabatan dan sejenisnya, tega memanipulasi laporan agar mendapat perhatian pimpinan, tega menfitnah atau mengorbankan rekan sejawat, sikut sana sikut sini, melalaikan ibadah, bahkan tidak jarang yang berani menjual keyakinan agamanya demi jabatan yang ingin diraihnya. Naudzubillah.

Dan banyak lagi contoh-contoh lain, yang hakekatnya hal itu dilakukan tiada lain semata-mata karena cintanya yang sangat kepada dunia, terlalu berlebihan mengejar urusan dunia. Baik dilakukan secara sadar atau kasat mata, maupun yang tidak disadari atau tidak kasat mata. Termasuk di dalamnya adalah apabila kita sedang shalat teringat kepada pekerjaan, ingat harta, keluarga atau apa saja di luar bacaan dan gerakan shalat, sudah termasuk hubbud dunia. Sabda Nabi SAW:

حُبِّبَ اِلىّ من دنياكم ثلاث الطيب والنساء وجُلِيت قُرَّ ةَُ عينى فى الصلوة

”Aku diberi rasa cinta kepada duniamu itu tiga perkara, yaitu senang kepada wangi-wangian, cinta kepada wanita dan ketika dijadikan padaku rasa sejuk mataku seolah-olah aku melihat Allah di dalam shalat”.

Sifat hubbud dunya tersebut sagat dicela oleh agama, karena merupakan pangkal dari segala sifat kejahatan yang mencelakakan bagi manusia. Firman Allah dalam Al-Qur’an:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الآخِرَةِ نزدْ لَهُ فِي حَرْثِهِ وَمَنْ كَانَ يُرِيدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ نَصِيبٍ

”Barang siapa menghendaki pahala akhirat niscaya Kami tambah pahala itu baginya, dan barang siapa menghendaki pahala dunya niscaya Kami beri pahala baginya, dan tidak ada bagian yang dia peroleh di akhirat”. (QS. Asy-Syura: 20)

Dan sabda Nabi SAW:

حب الدنيا رأسُ كلِ خَطِيئة

“Cinta kepada dunia merupakan pangkal dari segala kesalahan dan kejahatan”.

Dan sabdanya:

الدنيا سِجْنُ المؤمن وجنة الكافر

“Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir”.

Dan sabdanya :

مَن اَحب دنياه اَضَرَّ بآخرته ومن احب آخرتَه اضر بدنياه فأثِروا ما يَبْقَى على ما يفنى

“Barang siapa yang mencintai dunianya niscaya menjadi madlarat bagi akhiratnya, dan barang siapa mencintai akhiratnya niscaya menjadi madlarat bagi dunianya. Maka pilihlah oleh kamu sekalian akhirat yang kekal atas dunia yang fana”.

Bahkan para ulama ahli tashawuf mengatakan :

“Kebekuan iman timbul karena kerasnya hati
Kerasnya hati timbul karena kebekuan mata
Kebekuan mata timbul karena hubbud dunia”

Dengan kata lain akibat paling hebat dari hubbud dunia adalah matinya mata hati yang akan menimbulkan bekunya iman, sehingga akan sulit menerima kebenaran (haq). Naudzu billah tsuma naudzu billah.

Firma Allah dalam Al-Quran :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُونَ * خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ *

”sesungguhnya orang-orang kafir, bagi mereka  sama saja kamu beri peringatan ataupun tidak kamu beri peringatan, tetap mereka tidak akan beriman. Allah telah menutup rapat hati, pendengaran dan pandangan mereka dengan suatu penutup. Bagi mereka itu adzab yang sangat besar” (QS. AlBaqarah : 6-7).

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Kepribadian, Renungan, Tasawuf | Dengan kaitkata: , , , , | 1 Comment »

Kejujuran Sumber Segala Kebajikan

Posted by gunawank pada Juli 8, 2011

Sejalan dengan usaha untuk selalu memelihara iman yang ada dalam dada kita serta memperhebat rasa taqwa kita kepada Allah SWT, baik dalam keadaan lapang maupun dalam kesempitan hidup, hendaklah kitapun harus selalu memelihara norma-norma kesopanan, kesusilaan maupun keagamaan, menjunjung tinggi perintah-perintah Agama serta mengamalkannya dengan penuh kesungguhan dan kesabaran. Sabda Rasulullah SAW :

 اتقِ الله حيثما كنتَ وأَتْبِعِ السيئةَ الحسنةَ تَمْحُها وخَالِقِ الناسَ بخُلُقٍ حَسَنٍ (أحمد  والحاكم والبيهقى والترمذى والطبرانى)

 “Bertaqwallah kepada Allah SWT di manapun kamu berada. Iringilah perbuatan salahmu dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baikmu menghapuskan perbuatan jelekmu. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik”.

Diantara budi pekerti yang luhur, akhlak mulia yang diajarkan Islam yang harus dimiliki dan diamalkan oleh setiap muslim adalah berlaku jujur, lurus, dapat dipercaya, tidak suka berbohong, baik terhadap diri sendiri, masyarakat terlebih-lebih terhadap Allah SWT. Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Iman, Islam, Kepribadian, Muslim, Tasawuf, Teladan, Tips | 4 Comments »

Aku Malu Jadi Anggota DPR

Posted by gunawank pada Februari 19, 2011

AKU MALU JADI ANGGOTA DPR. Lho koq bisa…..?

Bukankah kebanyakan orang berebut dan berlomba-lomba atau setidak memimpikan menjadi anggota DPR……? Begitulah komentar berbentuk pertanyaan yang muncul dari teman2 saat aku kemukakan isi hatiku ini.

Ya…aku malu ! Karena menurutku, anggota DPR adalah kumpulan orang-orang terhormat yang duduk di lembaga yang terhormat. Mereka merupakan orang-orang pilihan yang merepresentasikan suara seluruh rakyat Indonesia, sehingga harus memiliki kriteria yang lebih dibandingkan rata-rata rakyat Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, inilah alasan-alasan yang mendasari mengapa aku malu jadi anggota DPR:

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, DPR, Kepribadian, Opini, Opinion, Pejabat Negara, Serba serbi, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Tugas Mulia Rasulullah SAW

Posted by gunawank pada Februari 14, 2011

* يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (45) وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا (46) وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا (الأحزاب: 47)

“Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka adalah karunia yang besar dari Allah”. (Al-Ahzab ayat 45-47)

Berdasarkan ayat di atas, ada lima tugas yang diemban oleh Rasulullah Saw sebagai utusan Allah kepada seluruh umat manusia:

Pertama, Rasulullah Saw ditugaskan oleh Allah Swt untuk menjadi saksi (Syahidan) tentang keesaan Allah Swt, serta menjelaskan kepada seluruh manusia bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah, wajib ditaati, ditakuti dan dicintai secara haq, dengan sebenar-benarnya, di dalam wujud-Nya kecuali Allah Swt. Dalam surat Al-A’raf: 158 Allah berfirman:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (الأعراف: 158)

“Katakanlah (hai Muhammad kepada seluruh manusia): “Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Hot Topic, Islam, Kepribadian, Serba serbi, Tokoh kharismatik, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , , , , , | 20 Comments »

Perda MDA, Salah Satu Usaha Perbaiki Moral Bangsa

Posted by gunawank pada Januari 11, 2011

Krisis multidimensi yang melanda negeri tercinta akhir-akhir ini, salah satu dan faktor paling utamanya adalah krisis moral. Rendahnya moral para pejabat pemerintah dan penyelenggara negara mulai dari tingkat pusat sampai daerah, para pelaku ekonomi, politisi serta komponen masyarakat lainnya menjadi penyebab mengapa program pemberantasan korupsi, mafia hukum, pengentasan kemiskinan, penanggulangan bencana, penurunan angka pengangguran, kriminalitas, penanganan TKI, TKW dan sederet program lainnya tidak pernah berhasil optimal hingga kini.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, Cara mengatasi masalah, Hot Topic, Hotline News, Islam, Kepribadian, MDA, Opini, Opinion, Pemberantasan korupsi, Pendidikan, Perda, Sekolah, Serba serbi, Tips, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Makna Bentuk Bibir Bagi Kepribadian Pemiliknya

Posted by gunawank pada November 7, 2010

Bibir merupakan salah satu bagian dari wajah. Bibir yang menarik dan sehat disamping akan menunjang kecantikan wajah juga akan menambah kepercayaan diri. Oleh karena itu kesehatan bibir harus selalu dijaga.

Namun, di sisi lain bibir merupakan salah satu bagian kulit yang sangat sensitif. Masalah yang umumnya terjadi pada bibir adalah bibir kering dan pecah-pecah. Hal ini tentu dapat merusak kecantikan wajah. Bibir yang pecah mudah terluka dan menimbukan rasa sakit. Selain itu, bagi wanita bibir pecah membuat lipstik yang dipakai tidak menempel dengan baik sehingga dapat mengganggu penampilan. Jika tidak segera ditangani bibir yang kering akan bertambah parah, dapat menyebabkan infeksi pada bibir dan bisa menimbulkan masalah yang lebih serius.

Bibir yang pecah-pecah ditandai dengan mengelupasnya lapisan tipis kulit bibir, bibir yang pecah-pecah memicu keluarnya darah, kemerahan dan peradangan pada bibir serta memberikan sensasi seperti terbakar.

Bibir tidak dapat membentuk pertahanan yang efektif untuk selalu melembabkannya karena lapisan kulit bibir sangat tipis. Sebagai tambahan, bibir tidak memiliki lapisan pelindung dari keringat dan minyak pada tubuh. Selain itu, bibir tidak bisa melembabkan sendiri seperti kulit pada bagian tubuh lainnya. Karena itu bibir menjadi sangat rentan untuk kering dengan cepat dan masalah bibir pecah-pecah akan berkembang dengan mudahnya.

Selain sebagai penunjang kecantikan wajah, ternyata bentuk bibir juga dapat menggambarkan kepribadian pemiliknya.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Believe it or not, Berita, Cara mengatasi masalah, Fenomena, Hot Topic, Kepribadian, Serba serbi, Tips, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , , | 7 Comments »