Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Kisahku’ Category

Aneh Tapi Nyata : Hadiahku… Berubah Jadi Kulit Pisang ?!!!

Posted by gunawank pada November 12, 2016

Seperti biasanya, pagi itu sepeda ontelku kusimpan dengan rapi di samping deretan sepeda siswa-siswa yang lain di halaman rumah penduduk sekitar Sekolahku. Maklum waktu itu di sekolahku belum tersedia tempat parkir khusus. Tapi walaupun di halaman penduduk tidak ada biaya sewa parkir, alias gratis. Bahkan mereka merasa senang karena bisa membantu anak sekolah. Beda dengan sekarang yang serba harus bayar.

“Yan . . . ! “, tiba-tiba terdengar suara memanggilku.

“Tolong bapak belikan pisang !”, lanjutnya yang ternyata wali kelasku, pak Suryaman , wali kelas 2D sekaligus guru matematika kami.

“Ya, pak !”, jawabku. Akupun pergi membeli sesisir pisang Ambon. Kupilih yang paling baik.

Hari itu adalah hari pembagian raport, hari yang ditunggu-tunggu dan membahagiakan bagi kami, khususnya saya pribadi karena . . .alhamdulillah saat itu mendapat predikat rangking pertama.

“Sebagai penghargaan dari bapak atas prestasimu, yan… tolong ambilkan yang tadi kamu beli di ruang guru !”, kata wali kelasku.

Ternyata pisang yang tadi aku beli itu. . .. Itulah hadiah rangking ku. Akupun dengan tetap bangga walaupun hanya diberi hadiah sesisir pisang dan bergegas pergi ke ruang guru.

Bukan bendanya yang membuatku senang tetapi perhatian dan penghargaannya yang aku banggakan. Dengan keterbatasan kemampuannya beliau tetap berusaha untuk menghargai prestasi anak didiknya.

Namun apa yang terjadi ? Kulihat di atas meja di ruang guru hanya ada tumpukan kulit pisang . . . ? ? ? ? ! ! !

Posted in Aneh tapi nyata, Biografi, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Uncategorized, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Ahlan Wa Sahlan, Bidadariku…!

Posted by gunawank pada September 2, 2016

Seperti biasanya jam 23.30 wib malam (Jum’at) tadi aku siap-siap pulang dari pondok tempat ku mengajar. Sampai di rumah tampak di ruang tengah “benda-benda aneh” tercecer di lantai. Entah kenapa rupanya kucing piaraanku muntah-muntah. Akupun segera membersihkan kotorannya sekaligus mengepelnya sampai jam 01.00 wib dinihari, lalu istirahat lebih kurang 30 menit untuk mengeringkan keringat.

Sekitar jam 01.30 wib ketika baru saja rebahan untuk tidur, tiba-tiba ponselku berdering. “Siapa malam-malam begini menelpon”, gumamku.

Tapi karena khawatir ada sesuatu yang penting, akupun meraih ponselku. “Pa, Eka sudah kerasa !”, kata penelpon di seberang sana yang ternyata suara isteriku memberitahu bahwa putri kami yang sedang hamil 9 bulan merasakan mulas-mulas sebagai pertanda bahwa waktu melahirkan akan segera tiba.

“Sekarang sudah di rumah sakit. Kata bidan baru pembukaan satu”, lanjutnya menjelaskan. Akupun segera bersiap-siap untuk pergi ke rumah sakit yang disebutkan istriku.

Sesampainya di ruang observasi persalinan telah hadir pula besan kami (mertua putri kami). Kamipun larut dalam obrolan hingga waktu shalat subuh tiba.

Jam 05.00 pagi bidan datang memeriksa putri kami dan hasilnya sudah pembukaan lima, katanya. Setelah ibu bidan pergi akupun bertanya kepada putriku yang juga lulusan Akademi Kebidanan Poltekkes Bandung, kira-kira berapa jam lagi dari pembukaan 5 sampai saatnya melahirkan. Menurut pengalamannya ketika bekerja di salah satu rumah sakit anak di kotaku biasanya dari pembukaan satu sampai melahirkan sekitar 10 jam. Hitung punya hitung berarti cucu kami baru akan lahir sekitar jam sepuluh pagi.

Karena itulah besan kami pamitan untuk pulang dulu karena keduanya pegawai pemerintah alias pegawai negeri. Tapi karena aku pegawai “luar negeri” alias bukan pegawai negeri tidak pulang melaikan ke luar mencari makanan untuk sarapan.

Sekembali dari “belanja” makanan sarapan, ruang yang ditempati putri kami telah kosong. Usut punya usut ternyata sudah berada di ruang persalinan. Terdengar suara bu bidang sedang menelpon dokter kandungan yang menangani putri kami, “Pasien atas nama ibu Fatimah Ekasari yang masuk tadi jam satu pada jam 05.00 pembukaan lima, jam 6 pembukaan 9 dan sekarang sudah lengkap (istilah kebidanan yang maksudnya sudah siap persalinan). Bagaimana dok? ya, ok!”, katanya.

Hari ini, Jum’at, 2 September 2016 tepat jam 06.40 wib terdengar suara tangis bayi. Alhamdulillah, cucu pertama kami yang cantik (perempuan) telah lahir dengan selamat, sehat dan sempurna dengan berat badan 3,3 kg dan tingginya 49 cm. Selamat datang bidadariku…! Berakhirlah masa penantian istriku selama 23 tahun mendambakan kehadiran bayi mungil di keluarga kami.

اَللهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلاً حَاذِقًا عَلِمًا عَامِلاً. اَللهُمَّ طًوِّلْ عُمْرَهُ وَصَحِّحْ جَسَدَهُ وَحَسِّنْ خُلُقَهُ وَافْصَحْ لِسَانَهُ وَاَحْسِنْ صَوْتَهُ لِقِرَاءَةِ الْحَدِيْثِ وَالْقُرْآنِ بِبَرَكَةِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

“Ya Allah, Jadikanlah dia anak yang sehat dan sempurna, berakal yang cerdas, yang alim dan mau mengamalkan ilmunya. Ya Allah, Panjangkalah umurnya, sehatkanlah tubuhnya, baguskalah akhlaqnya, fasihkanlah dan merdukanlah suaranya untuk membaca Al-Quran dan Al Hadist dengan berkah Nabi Muhammad SAW. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam”.

Posted in Anugrah, Berita, Kisah Nyata, Kisahku | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Menikahkan Anak; Puncak Kewajiban Orangtua

Posted by gunawank pada Oktober 2, 2015

“Berkata Anas r.a. telah bersabda Rasulullah Saw: “Seorang anak disembelihkan aqiqah, diberi nama dan dibersihkan dari (kotoran) yang membahayakan pada usia tujuh hari. Apabila telah sampai usia enam tahun didiklah. Jika telah sampai usia sembilan tahun pisahkan tempat tidurnya. Apabila telah sampai usia tiga belas tahun telah melaksanakan shalat dan apabila telah sampai umur enam belas tahun nikahkanlah, lalu pegang tangannya dan katakan:  Sungguh telah aku didik engkau dan telah kuberi ilmu dan telah aku nikahkan engkau maka aku berlindung kepada Allah dari fitnahmu di dunia dan adzabmu di akhirat” (Ihya)

“Sebagian dari kewajiban orangtua terhadap anaknya adalah mengajarkan menulis (mendidik), memberi nama yang baik dan menikahkannya apabila sudah baligh” (HR. Ibnu Hibban)

Berdasarkan hadits di atas, diantara kewajiban orangtua terhadap anaknya adalah memberi nama yang baik, memberi nafkah, mendidik dan menikahkannya setelah sampai waktunya untuk menikah (baligh).

Nama menjadi identitas manusia di dunia dan dengan nama itulah setiap manusia akan dipanggil di akhirat kelak. Oleh karena itu pemberian nama yang baik menjadi sangat penting. Sabda Rasulullah Saw:

“Kalian akan dipanggil di hari kiamat dengan nama kalian dan nama bapak kalian. Maka berilah nama kalian yang baik” (HR. Abu Dawud).

Anak merupakan titipan atau amanah dari Allah Swt. Karenanya, memelihara dan memberinya nafkah yang halal menjadi kewajiban orangtua sebagai pemegang amanah tersebut.

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ

“Dan kewajiban (orang tua) ayah memberi makan dan pakaian kepada anak dan ibu-ibunya dengan cara yang makruf (baik dan wajar). (QS Al-Baqarah : 233).

Dari ‘Aisyah bahwa Hindun binti ‘uthbah pernah bertanya: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Abu Sofyan adalah orang yang kikir. Ia tidak mau memberi nafkah kepadaku dan anakku, sehingga aku mesti mengambil dari padanya tanpa sepengetahuannya”.  Maka Rasulullah bersabda: “Ambillah apa yang mencukupi bagimu dan anakmu dengan cara yang baik” (HR. Bukhari dan Muslim).

Mengajari anak sopan santun (akhlak yang baik), membaca dan memahami al-Qur’an, membaca dan menulis (ilmu pengetahuan) serta tatacara shalat yang benar adalah kewajiban orangtua selanjutnya.

Kemudian setelah anaknya sampai usia baligh dan meminta dinikahkan, maka wajib bagi orangtua untuk segera menikahkannya.

وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” [QS. An-Nuur : 32].

Itulah puncak kewajiban orangtua terhadap anaknya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan dari sayidina Anas bin Malik r.a. di atas.

Alhamdulillah, tahduts bin ni’mah penulis sebagai orangtua telah melaksanakan rentetan tugas dan kewajiban sebagaimana diuraikan di atas. Pada hari Senin tanggal 14 Dzul Hijjah 1436 H bertepatan tanggal 28 Oktober 2015 telah dilaksanakan prosesi aqad nikah. Semoga mereka diberkahi Allah menjadi keluarga sakinah, mawadah warrohmah, keluarga yang ‘runtut raut’, ‘ayem tentrem’, penuh cinta kasih dan saling menyayangi serta dikaruniai keturunan yang sholih dan sholihah. Amin yaa Rabbal ‘alamin…!

Do'a nikah

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Kisahku | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Akhirnya……. Pak Polisi Itu Jatuh !

Posted by gunawank pada Maret 6, 2014

Sore tadi sekitar pukul 20.00 WIB, ketika aku dan istriku baru pulang menjenguk saudara kami yang terkena musibah jatuh dari sepeda motor, dan kami sedang berada di bundaran Masjid Raya Puri Telukjambe ke arah jalan Johar-Telukjambe dan posisi kami berada di belakang truk karena di samping harus menikung mengitari bundaran setelah itu harus mebelok ke kiri menuju jalan ke arah simpang tiga Johar-Telukjambe-Puri Telukjambe (Simpang Al-Mushlih) yang hanya satu jalur (jalur kanan karena jalur kirinya rusak) tetapi digunakan dua arah, tiba-tiba ada sepeda motor mendahului truk dari sebelah kiri truk tepat saat truk belok kiri. “Nekad benar itu orang..!”, pikirku.

Setelah aku berhasil mendahului truk yang berjalan lambat karena berat penuh muatan, pandanganku tertuju pada sepeda motor yang berjalan kencang dan beberapa kali mendahului beberapa sepeda motor lain secara zigzag kiri-kanan. Aku sebenarnya tidak terlalu peduli dengan ulah pengendara tersebut karena berada di depanku karena akhirnya motor tersebut tertahan di belakang sebuah mobil dan tidak dapat mendahuluinya karena kendaraan dari arah berlawanan sedang ramai, sehingga aku dapat menyusulnya tepat berada di samping sepeda motor tersebut.

Karena akan menghadiri pengajian di Ponpes Al-Mushlih tempat aku mengajar, ketika ada kesempatan mendahului mobil di depanku kendaraan dari arah berlawanan kosong aku naikan kecepatan sepeda motorku untuk mendahului mobil tersebut. Namun, ketika aku ambil kanan tiba-tiba sepeda motor tersebut mendahuluiku dari sebelah kiriku. Tentu saja aku terkejut namun alhamdulillah masih dapat mengendalikan kemudi motorku sampai berhasil mendahului mobil itu.

Terdorong rasa penasaran siapa pengendara sepeda motor tersebut dan bermaksud menegurnya, maka aku kejar dia karena aku yakin dapat mendahului dia karena aku paham betul kondisi jalan tepat di samping Ponpes Al-Mushlih rusak berlubang, dan benar saja aku berhasil mendahuluinya. Lalu aku giring dia untuk menepi, tetapi dia berhasil untuk lolos walaupun akhirnya aku berhasil memaksa dia menepi.

Ketika kubuka helm diapun membuka helemnya sambil mendahului membentakku,”Ada apa…..? Mau urusan..?”, katanya dengan nada tinggi. Aku tidak menjawabnya, hanya kutatap terus mukanya. “Memang apa salahku…? Mau urusan….? Ayo urusan di kantorku!”, bentaknya lagi.

Kata terakhir itulah yang memancing emosiku. Kelihatannya sombong sekali ini orang. Akupun mulai buka suara, “Anda seorang polisi, ya..?”, tanyaku dengan suara balas membentak. Karena pikirku, orang angkuh dan sombong, apalagi seorang aparat negara harus disombongi lagi. Dalam kaidah fiqihnya Imam Syafi’i menyatakan: “Ketakaburan tidak boleh dilawan dengan ketakaburan lagi”, tetapi dalam kondisi tertentu (untuk memberi pelajaran, misalnya) kaidah mustasnayat-nya (kaidah pengecualiannya) menyatakan: “Orang sombong harus dilawan dengan kesombongan lagi”.

“Ya, saya polisi. Kenapa ? Mau urusan di kantorku ? Memang apa kesalahanku ?”, jawabnya menantang.

“Oh…, pantas ! Kalau anda seorang polisi sedangkan saya cuma ustadz yang tidak tahu peraturan lalulintas. Anda seorang polisi yang sangat ahli dalam aturan dan bertanya tentang kesalahan, berarti saya yang gila karena berani menegur pak polisi yang jagonya peraturan”, dengan nada yang sangat keras. “Kalau anda menawarkan urusan di kantor anda, maka saya yang gila ini menawarkan kita selesaikan urusan ini di kantorku !”, lanjutku sambil menunjuk ke arah Ponpes Al-Mushlih yang memang tepat di seberang jalan tempat kami berada.

“Ya, sudahlah……… ! malu dilihatin orang (dan memang pengunjung rumah makan mulai mengarahkan panfangannya ke kami yang berada di sampingnya)…!’, katanya sambil berusaha ‘kabur’. Akupun semakin terpancing, karena maksudku untuk menyadarkannya belum sampai. Maka iteriku kusruruh turun yang sejak tadi masih berada di atas sepeda motor, lalu ku kejar dia yang telah cukup jauh karena kendaraanya dipancu cukup kencang.

Dan………., buk ! Mungkin karena terburu-buru, saat belok kiri ke arah Johar berusaha mendahului kendaraan lain dari sebelah kiri, tidak sadar atau mungkin tidak tahu bahwa ada lubang cukup dalam, dan diapun terjatuh tertindih sepeda motornya yang terguling…………………………

Melalui tulisan ini aku ingin meyampaikan permohonan maaf (karena aku tidak mengetahui alamat tinggal maupun kantor pa polisi itu). Aku bentak-bentak beliau bukan karena benci polisi, tetapi ingin memberi kesadaran (karena aku merasa usiaku jauh lebih tua dari pa polisi tersebut) kepada oknum-oknum yang secara tidak sadar atas tindakannya itu dapat merusak citra polisi, aparat yang mengemban tugas mulia. Wallahu a’lam.

Posted in Akhlak, Hikmah, Insiden, Karawang, Kepribadian, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Musibah, Polisi, Sepeda Motor, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

Gara-gara Motor Hilang, Mendadak Jadi Orang Pintar

Posted by gunawank pada Mei 16, 2013

Kejadian unik ini benar-benar terjadi pada salah seorang teman. Jadi, bukan pengalaman pribadi, tetapi insya Allah beritanya shoheh alias terjadi sungguhan dialami oleh teman penulis yang menjadi ketua salah satu Yayasan Pendidikan Islam di kotaku.

Seperti biasanya, guru-guru di yayasan tersebut yang umumnya menggunakan sepeda motor ketika pergi mengajar, memarkir sepeda motornya di area parkir yang letaknya si sebelah depan kanan gedung sekolah, sehingga pandangan dari kantor guru ke area parkir terhalang oleh ruang kelas.

Kondisi  seperti itu sudah berjalan bertahun-tahun dan alhamdulillah tidak ada masalah. Aman-aman saja, sampai suatu hari di lingkungan yayasan geger karena ada salah satu motor guru yang raib, tidak ada di tempat parkir, hilang entah ke mana.

Sudah ditanya ke semua guru barangkali ada yang pinjam. Tidak ada yang merasa meinjamnya. Dicoba dicek ke rumah barangkali lupa tidak bawa sepeda motor, juga tidak ada di rumah. Pendek kata, sepeda motor guru tersebut hilang diambil orang.

Ketua yayasan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali melaporkan kejadian tersebut kepada polsek setempat dan menasihati guru yang bersangkutan untuk bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT serta menerima dengan ikhlas sebagai takdir Allah yang pasti merupakan pilihan Allah yang terbaik untuknya.

“Jika kita betaqwa kepada Allah niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari segala urusan…”, katanya seraya mebacakan firman Allah dalam Al-Quran:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (الطلاق: 2)

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar”. (QS. Ath-Thalaq: 2).

Hari-hari berlalu setelah kejadian tersebut, bahkan guru tersebut sudah melupakan musibah yang menimpanya itu. Sampai pada suatu pagi suasana di lingkungan sekolah kembali digegerkan dengan kehadiran sepeda motor yang beberapa hari lalu dinyatakan hilang itu di tempat parkir. “Sepeda motorku balik lagi…!!!”, katanya setengah berteriak girang.

Berita “kembalinya” sepeda motor yang telah hilang inipun cepat menyebar ke masyarakat sekitar melalui berita dari mulut ke mulut, maklum di lingkungan yayasan setiap hari hadir pula bapak/ibu wali murid TK, TPA, dan TQA. Dan mungkin (seperti biasanya) ketika berita ini menyebar di masyarakat ditambah dengan “bumbu-bumbu penyedap rasa” yang beraneka ragam tentunya sesuai dengan selera “koki” penyebar berita tersebut.

Akibatnya, sejak kejadian “Kembalinya” sepeda motor guru itu Ketua Yayasan menjadi kebingungan karena banyak didatangi orang-orang yang kehilangan harta bendanya, meminta bantuan kepada beliau (yang dianggap oleh mereka sebagai “orang pintar”) agar barangnya yang hilang bisa kembali.

Ada-ada saja orang sekarang, Orang lagi kebingunan malah dianggap orang pintar, he…he…heee…..! .

Posted in Akhlak, Aneh tapi nyata, Hikmah, Kisah Nyata, Kisahku, Pelajaran, Renungan, Sepeda Motor | Dengan kaitkata: , , | 4 Comments »

Pelajaran Berharga Pada Banjir 2013

Posted by gunawank pada Januari 27, 2013

”Dan barangsiapa bertaqwa kepada Alloh, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakal kepada Alloh, maka Dia itu cukup baginya.” (Ath Tholaq: 2-3)

Saat mendengar bahwa tanggul yang berjarak kurang dari 50 meter dari rumahku telah bobol dan semua wanita dan anak-anak sudah dilarang berada di lokasi, dalam perjalanan kembali ke rumah setelah mengamankan sepeda motor aku segera telpon istriku yang masih berada di rumah agar segera ke luar meninggalkan rumah. Mungkin karena panik, anting-antingnya terkait dan lepas, kemudian ditaruhnya di atas meja. Kejadian ini baru disampaikannya kepadaku pagi hari setelah malamnya aku keruk lumpur dalam rumahku karena air sudah surut.

Aku tersentak kaget, karena meja dimaksud yang terbuat dari bahan “olympic” telah hancur berantakan karena tersenggol anak-anak saat mengevakuasi barang-barang. Oleh karena bisa dipastikan anting-anting itu jatuh ke air saat mejanya hancur yang saat itu air di dalam rumah sudah sebatas lututku. Dan, karena air terus bergerak akibat hilir mudiknya kami di dalam rumah, anting itupun mungkin melayang-layang di dalam air dan hanyut ke luar entah ke mana.

“Nanti saat membersihkan sisa-sisa lumpur, tolong di cari ya…. barangkali saja ketemu”, pintanya. Akupun mencoba melaksanakan permintaan walau dengan harapan kecil bisa ditemukan. Dan… betul juga, setelah aku raba-raba secara merata dalam sisa-sisa lumpur yang masih tertinggal di seluruh ruangan tempat meja itu berada bahkan sampai ruang depan, benda dimaksud tidak juga ditemukan. Akhirnya akupun dengan berat hati menyampaikan usahaku yang tidak berhasil menemukan apa yang dicari.

“Usaha sudah dilakukan dan rasanya sudah sangat maksimal. Agar berbuah pahala, sekarang kita tinggal bertawakal saja kepada Allah. Jika Allah menghendaki, pasti nanti akan ditemukan. Kalaupun tidak ketemu, pasti kita akan bisa menggantinya jika Allah memang menghendaki”, kataku. Alhamdulillah, istriku dapat menerima kata-kataku, dan iapun berusaha melupakannya.

Rabu malam (20/1/2013) saat kami merapikan dan menata kembali barang-barang ke tempatnya semula, dan ketika istriku membuka sebuah kaleng bekas kemasan biskuit yang di dalamnya berisi botol-botol parfum dan benda-benda kecil lainnya, “Subhanallah……alhamdulillah……..”, terucap keluar dari bibir kami saat istriku memegang sebuah benda kecil dari dalam kaleng tersebut yang tiada lain adalah……anting-anting yang dicari-cari itu.

Posted in Aneh tapi nyata, Banjir, Berita, Biografi, Hikmah, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Renungan | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Banjir lagi ……………..!

Posted by gunawank pada Januari 27, 2013

Banjir Karawang Mulai Surut

Sejumlah warga menyelamatkan harta bendanya saat banjir melanda Perumahan Bintang Alam, Karawang, Banjir terjadi akibat luapan Sungai Citarum dan menyebakan sekitar 8000 rumah terendam. TEMPO/Arie Basuki

Malam Jum’at (17/1/2013) sekitar pukul 20.00 WIB ketika aku sedang berada di Kota Bandung, tiba-tiba masuk dari istriku: “Masih di Bandung atau dalam perjalanan pulang ? Di sini sudah ramai siap-siap mengungsi, katanya mau banjir”, demikian bunyi sms-nya. Karena saat aku pergi tidak terlihat tanda-tanda mau banjir, maka aku jawab enteng sms tersebut, “Tenang aja, ga usah ikut-ikutan panik. Kalaupun ya, mungkin di RW 12”.

Perumahan tempat kami tinggal terdiri dari dua RW (Rukun Warga), RW 11 dan 12. Kami masuk dalam wilayah RW 11 dan tempatnya lebih tinggi dibandingkan wilayah RW 12, sehingga hampir setiap musin hujan di RW 12 terkena banjir. Dan karena alasan itulah aku jawab sms seperti itu, agar istriku tenang. Walaupun sebenarnya dalam hati aku juga agak was-was mendengar berita itu, mengingat menurut berita di TV daerah Bale Endah, Bandung yang merupakan hulu sungai Citarum sudah 3 hari terendam banjir.

Tak lama berselang, anakku yang berada di asrama Akbid Poltekkes Karawang sms juga, “Pah di asrama sudah siaga satu, karena warga perumahan di belakang asrama sudah mengungsi karena banjir”. Meski aku mulai bertambah was-was, aku jawab sms-nya seperti tadi dengan maksud agar tenang dan tidak panik.

Sekitar jam 01.00 akupun sampai di perumahan dan kulihat sungai pembuangan ke sungai Citarum ketinggian airnya normal. Artinya di RW 12 pun tidak terjadi banjir. Akupun tenang dibuatnya.

Pagi-pagi (Jum’at, 18/1/2013) sekitar jam 07.00 ketika istriku pergi ke warung yang kebetulan berada di pinggir tanggul sungai Citarum, aku suruh sekalian melihat kondisi air sungai Citarum, dan laporannya air Citarum masih relatif normal, masih sekitar 3 meter di bawah permukaan tanggul. Akupun dengan tenang melahap sarapan pagiku dan bersiap-siap ke sekolah.

Pada suapan terakhir sarapanku, di luar terdengar orang-orang, khususnya ibu-ibu teriak-teriak: “Got penuh…..got penuh…!”. Akupun tersentak kaget dan dengan rasa penasaran akupun bergegas keluar rumah memeriksa got di depan rumahku. Ternyata benar air got sudah lebih dari setengahnya. Maka akupun pergi mencari kantong kresek ke dapur untuk menutup lubang pipa pembuangan dari dapur. Terlihat dalam bak kontro di dapur sudah berisi air yang masuk dari got depan. Maka aku percepat langkahku untuk menutup lubang di got. Dan, …….belum juga aku berhasil mengikat kantong kresek penutup lubang, air got dengan cepat sudah memenuhi got.

Tanpa pikir panjang lagi, tidak aku teruskan usaha menutup lubang tersebut dan aku segera hidupkan sepeda motor lalu jalan ke gerbang perumahan. Ternyata benar dugaanku, jalan di depan danau sudah sebatas lutut orang dewasa. Maka aku matkan mesin sepeda motor, kututup kenalpot dan kudorong sepeda mtotor melewati jalan yang banjir yang sudah penuh dengan mobil, motor dan pejalan kaki yang mengungsi. Sesampai di pos gerbang yang datarannya cukup tinggi aku parkir sepeda motorku beserta ratusan sepeda motor lainnya yang sudah terlebih dahulu. Akupun kembali ke rumah dengan berjalan kaki.

Di perjalanan aku bertemu rombongan ibu-ibu dari gangku. “Ibu di mana pak?” tanya mereka. “Masih di rumah”, jawabku. “Cepat-cepat disuruh keluar pak. Di dalam sudah ga boleh ada ibu-ibu, karena tanggung sudah bobol”, sambungnya memberi tahu. Akupun mempercepat langkahku sambil terus menelpon guru-guru di sekolahku serta santri tempatku mengajar agar segera membantu evakuasi barang-barangku. Sesampainya di rumah, ternyata benar…..air sudah sampai lantai depan.

“Subhanallah………., cepat sekali air ini naiknya”, gumamku. Naiknya air pada banjir kali ini memang cepat sekali dibandingkan banjir pada tahun 2010 yang lalu. Waktu itu, air baru naik ke halaman rumahku setelah 4 hari air menggenangi wilayah RW 12. Untunglah atas bantuan guru SMP, siswa-siswa SMK dan para santri barang-barangku berhasil di naikkan ke lantai atas. Terima kasih teman-temanku…., terima kasih murid-muridku.

Posted in Banjir, bencana, Bencana Alam, Berita, Biografi, Fenomena alam, Karawang, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Musibah, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , | 2 Comments »

Mati Mendadak Membuat Orang Marah Jadi Tertawa

Posted by gunawank pada November 21, 2012

Mati atau Kematian adalah sebuah kata yang umumnya membuat orang sedih , apalagi mati mendadak bukan saja menyebabkan keluarga atau orang-orang terdekat bersedih hati tetapi juga rasa kehilangan yang terlalu cepat, bahkan tidak jarang memunculkan rasa penyesalan yang mendalam.

Hanya orang-orang aneh alias kurang waras atau mungkin musuhnya (termasuk mereka yang mengharapkan kematiannya karena alasan akan mendapat warisan) yang tertawa alias bangga bin sukacita mendengar berita kematian.

Tetapi dalam kisah ini (dan ini benar-benar kisah nyata yang dialami sahabat dan sekaligus guru penulis), yang dimaksud “orang yang sedang marah menjadi tertawa” bukan orang yang termasuk dalam kategori di atas apalagi tidak waras, karena beliau adalah seorang kiyai pengasuh salah satu pondok pesantren yang cukup besar.

Begini kisahnya………(ngopi dulu ah, biar mantappppp…!!!). Suatu hari setelah shalat maghrib, pak kiyai kaget melihat ruang tempat pengajian gelap gulita, padahal sebentar lagi para jamaah pengajian yang kebanyakan para asatidz akan segera berdatangan.

Tentu saja pak kiyai merasa keki alias marah melihat kondisi majelis seperti itu (seperti judul sebuah sinetron “Kiyai juga manusia…”). Maka dipanggilah santri yang biasanya bertugas menyiapkan ruang tempatkan pengajian tersebut.

“Mengapa ruang ta’lim itu masih gelap begitu ?”, tegur kiyai dengan nada tinggi.

“Maaf pak Yai, ……… lampunya mati !”, jawab santri dengan nada ketakutan karena pak kiyai kelihatan agak marah.

“Ya, tahu mati…., kenapa tidak segera diganti ?!!”, lanjut pak kiyai.

“Anu……, pak Yai. Soalnya lampunya……MATI MENDADAK. Jadi belum ada persiapan sebelumnya….”, jawab santri menjelaskan.

“Ha…ha..haaa…….., dasar kamu. Mana ada lampu mau mati bilang-bilang dulu…..!!!”, pak kiyai tak kuasa menahan tawa karena geli mendengar jawaban santrinya itu.

Santri: “…????!!!”.

Posted in Aneh tapi nyata, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

UKG. Ohhh…….., UKG !!!

Posted by gunawank pada Juli 30, 2012

Satu minggu yang lalu, kuterima SMS yang isinya memberitahukan bahwa bagi guru-guru yang sudah mengikuti/lulus sertifikasi sejak periode 2007 – 2011 harap bersiap-siap mengikuti Uji Kompetensi Guru (UKG) yang akan dimulai tanggal 30 Juli 2012.

Sontak aku dan tentunya rekan-rekan guru yang lain pura-pura sibuk ke sana ke mari mencari informasi, “apa gerangan (makhluk) UKG itu ?”. Sampai akhirnya waktu yang ditetapkan pun tiba.

Hari ini, Senin, 30 Juli 2012. Sehabis (sahur dan) shalat Subuh aku sudah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam pelaksanaan UKG, seperti fotocopi sertifikat pendidik, data NUPTK dan lain-lain.

Pukul 06.30 aku sudah berangkat menuju lokasi UKG, karena berdasarkan jadwal aku masuk gelombang 1 pk. 07.00-10.00 WIB. Dan seperti biasanya (di Indonesia) petugas baru datang pk. 07.00 sehingga persiapanpun baru selesai pk.08.30. Kamipun sudah siap dengan komputer yang sudah tersambung ke server.

Namun, apa yang terjadi…?!!! Ternyata order data peserta yang dilakukan Server ke pusat tidak membuahkan hasil, bahkan sampai saat tulisan ini dimuat.

Walhasil………, kamipun bubar tanpa kepastian kapan data itu/pengunduran waktu pelaksanaan UKG tersebut dilakukan…!!!!

Posted in Believe it or not, bencana, Berita, Buah bibir, Guru, Hot Topic, Hotline News, Indonesia, Info, Kisahku, NUPTK, Pendidik, Pendidikan, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Serba-serbi Konfercab; “Mendorong Mobil ……… Pakai Sarung ?!”

Posted by gunawank pada Mei 9, 2012

Stop press……!!!

Sebelumnya, mohon maaf kepada rekan-rekan blogger atau para pengunjung nasional karena dalam beberapa tulisan aku lebih berceritera dalam skala lokal, Kabupaten Karawang Jawa barat. Tapi bukan berarti asshabiyah (melebihkan kedaerahan daripada nasionalisme), hanya kebetulan aku termasuk yang terlibat dalam kejadian-kejadian yang kuceriterakan di sini.

————————————————————————————————————-

Konferensi Cabang XIX Nahdlatul Ulama kabupaten Karawang baru saja usai. Hiruk pikuk yang mewarnai pesta lima tahunan warga Nahdliyyin kabupaten Karawang telah berakhir. Para panitia yang selama lebih kurang tiga bulan berjibaku tak kenal lelah ke sana ke mari, memeras pikiran dan tenaga demi suksesnya penyelenggaraan konfercab kali ini, kini sudah bisa beristirahat. Bayangkan…. tidak tanggung-tanggung panitia menganggarkan biaya sebesar lebih dari 250 juta rupiah untuk seluruh rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan-kegiatan pendukung (pra konferensi) sampai kegiatan utama konfersensi itu sendiri. Suatu anggaran yang hampir dikata mustahil untuk terealisir, mengingat selama ini anggaran konfercab tidak pernah mencapai angka 100 juta rupiah.

Dalam kumpul-kumpul pertama pasca konferensi kemarin (Selasa, 8/5/12), muncullah ceritera-ceritera pengalaman menarik dari masing-masing anggota panitia. Salah satunya yang aku alami bersama beberapa teman panitia sebagai berikut…………… Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Nahdlatul Ulama, NU, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , | 2 Comments »