Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Nahdlatul Ulama’ Category

In Memoriam; 85 Tahun Nahdlatul Ulama

Posted by gunawank pada Februari 1, 2011

Sejarah Singkat; Proses Kelahiran Nahdlatul Ulama

Ketika Raja Ibnu Saud hendak menerapkan asas tunggal yakni mazhab wahabi di Mekah, serta hendak menghancurkan semua peninggalan sejarah Islam maupun pra-Islam, yang selama ini banyak diziarahi karena dianggap bid’ah. Gagasan kaum wahabi tersebut mendapat sambutan hangat dari kaum modernis di Indonesia, baik kalangan Muhammadiyah di bawah pimpinan Ahmad Dahlan, maupun PSII di bahwah pimpinan H.O.S. Tjokroaminoto. Sebaliknya, kalangan pesantren yang selama ini membela keberagaman, menolak pembatasan bermadzhab dan penghancuran warisan peradaban tersebut.

Sikapnya yang berbeda, kalangan pesantren dikeluarkan dari anggota Kongres Al Islam di Yogyakarta 1925, akibatnya kalangan pesantren juga tidak dilibatkan sebagai delegasi dalam Mu’tamar ‘Alam Islami (Kongres Islam Internasional) di Mekah yang akan mengesahkan keputusan tersebut.

Didorong oleh minatnya yang gigih untuk menciptakan kebebsan bermadzhab serta peduli terhadap pelestarian warisan peradaban, maka kalangan pesantren terpaksa membuat delegasi sendiri yang dinamai dengan Komite Hejaz, yang diketuai oleh KH. Wahab Hasbullah.

Atas desakan kalangan pesantren yang terhimpun dalam Komite Hejaz, dan tantangan dari segala penjuru umat Islam di dunia, Raja Ibnu Saud mengurungkan niatnya. Hasilnya hingga saat ini di Mekah bebas dilaksanakan ibadah sesuai dengan madzhab mereka masing-masing. Itulah peran internasional kalangan pesantren pertama, yang berhasil memperjuangkan kebebasan bermadzhab dan berhasil menyelamatkan peninggalan sejarah serta peradaban yang sangat berharga.

Berangkat dari komite dan berbagai organisasi yang bersifat embrional dan ad hoc, maka setelah itu dirasa perlu untuk membentuk organisasi yang lebih mencakup dan lebih sistematis, untuk mengantisipasi perkembangan zaman. Maka setelah berkordinasi dengan berbagai kiai, akhirnya muncul kesepakatan untuk membentuk organisasi yang bernama Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926). Organisasi ini dipimpin oleh KH. Hasyim Asy’ari sebagi Rais Akbar.

Untuk menegaskan prisip dasar orgasnisai ini, maka KH. Hasyim Asy’ari merumuskan Kitab Qanun Asasi (prinsip dasar), kemudian juga merumuskan kitab I’tiqad Ahlussunnah Wal Jamaah. Kedua kitab tersebut kemudian diejawantahkan dalam Khittah NU , yang dijadikan dasar dan rujukan warga NU dalam berpikir dan bertindak dalam bidang sosial, keagamaan dan politik.

*****Sumber: NU Online (http://www.nu.or.id/page.php)

Posted in Arab Saudi, Berita, Buah bibir, Hot Topic, Hotline News, In memoriam, Info, Nahdlatul Ulama, NU, Ormas Islam, PBNU, Potret, Saudi Arabia, Sejarah, Serba serbi, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , | 8 Comments »

Mengenal Silat NU “PAGAR NUSA”

Posted by gunawank pada Januari 19, 2011

Nama lengkap organisasi ini adalah Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama’ Pagar Nusa disingkat IPSNU Pagar Nusa. Sedangkan Pagar Nusa sendiri merupakan akronim dari Pagar NU dan Bangsa.
IPSNU Pagar Nusa adalah satu – satunya wadah yang sah bagi organisasi pancak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama’ berdasarkan keputusan Muktamar.
Organisasi ini berstatus lembaga milik Nahdlatul Ulama’ yang penyelenggaraan dan pertanggungjawabannya sama sebagaimana lembaga – lembaga NU lainnya.
Status resmi kelembagaan inilah yang menjadikan Pagar Nusa wajib dilestarikan dan dikembangkan oleh seluruh warga NU dengan mengecualikan pencak silat atau beladiri lainnya.
Segala kegiatan yang berhubungan dengan pencak silat dan beladiri dengan segenap aspeknya dari fisik sampai mental, dari pendidikan sampai sistem pengamanan dan lain – lain merupakan bidang garapan bagi lembaga ini.

VISI DAN MISI

Pagar Nusa ber-Aqidah ala Ahlussunnah wal Jama’ah dengan asas organisasi Pancasila. Pagar Nusa mengusahakan :
Berlakunya Ajaran Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah-tengah kehidupan negar kesatuan Repubil Indonesia yang ber-Pancasila.
Pelestarian, pembinaan, dan pengembangan pencak silat baik seni, beladiri, mental spiritual, maupun olahraga / kesehatan khususnya di lingkungan NU maupun di lingkungan warga bangsa lain pada umumnya.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Info, Muktamar NU, Nahdlatul Ulama, NU, Olah raga, Ormas Islam, PBNU, Profile, Seni, Serba serbi, Silat, Sport | Dengan kaitkata: , | 13 Comments »

Gus Dur Memang Luar Biasa; Tetap Dapat Menghidupi Orang Lain Meski Sudah Wafat

Posted by gunawank pada November 25, 2010

Sejak wafat tanggal 30 Nopember 2009, satu tahun yang lalu sampai dengan hari ini makam almarhum KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dur selalu ramai dikunjungi para peziarah.

Menurut KH. Salahuddin Wahid, adik kandung beliau yang kini memimpin Pondok Pesantren Tebuireng , setiap hari ada sekitar 2.000 peziarah dan meningkat menjadi sekitar 7.000 peziarah pada hari Sabtu/ Ahad dan hari libur. Dalam bulan Agustus 2010, menjelang Ramadan, banyak sekali peziarah yang datang.

Ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap menghormati beliau meski beliau telah tiada. Suatu penghormatan yang tulus tanpa rekayasa ini tentunya muncul karena jasa beliau semasa hidup yang dapat dirasakan masyarakat.

Efek lain dari banyaknya peziarah yang berkunjung ke makam beliau memberikan dampak positif bagi perekonomian bagi masyarakat warga Jombang. Bahkan lebih dari itu, konon menurut pengakuan KH. Solahuddin Wahid pemerintah pusat akan mengalokasikan dana sebesar Rp 180 milyar untuk membuat tempat parkir bagi bis, mobil, dan sepeda motor yang membawa ribuan peziarah. Di tempat itu juga akan dibangun tempat istirahat sopir, tempat berjualan oleh-oleh dan makanan, mushala, kamar mandi, pos keamanan, dll. Pembebasan tanah saat ini sedang dalam proses. Rapat koordinasi di bawah Menko Kesra telah setuju untuk membangun semacam museum yang diberi nama “Rumah Islam Nusantara Hasyim Asy’ari” yang di dalamnya terdapat Perpustakaan Abdurrahman Wahid.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Aneh tapi nyata, Bapak demokrasi, Fenomena, Guru bangsa, Gus Dur, Hot Topic, Hotline News, In memoriam, Nahdlatul Ulama, NU, Opini, Opinion, Pembela kaum marjinal, Serba serbi, Teladan, Tokoh, Tokoh Bangsa, Tokoh Demokrasi, Tokoh kharismatik, Tokoh lintas agama, Tokoh multikulturisme, Tokoh NU, Tokoh pluralisme, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

Hari Pahlawan; Resolusi Jihad NU Menginspirasi Terjadinya Perang 10 Nopember 1945

Posted by gunawank pada November 10, 2010

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia dikumandangkan di Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Proklamasi kemerdekaan itu disambut gembira oleh seluruh rakyat Indonesia, sekalipun tentara Jepang masih bercokol di setiap kota. Rakyat Indonesia telah meyakini bahwa kemerdekaan itu merupakan jembatan emas untuk menuju kesejahteraan hidup seluruh rakyat.

Akan tetapi bangsa Indonesia masih diberi cobaan, sebab tidak lama kemudian tanggal 29 September 1945 tentara Inggris mendarat di Indonesia dengan diboncengi orang-orang Belanda dengan sebutan NICA (Nederland Indie Civil Administration). Tentara Inggris tidak mau melihat kenyataan Indonesia yang telah merdeka dan sudah berpemerintahan sendiri. Kehadiran tentara Inggris awalnya bermaksud melucuti dan memulangkan tentara Jepang, namun kemudian “ditambah” untuk mengembalikan penjajahan Belanda di Indonesia.

Dalam rangka turut mempertahankan kemerdekaan itulah PBNU kemudin memanggil para konsul seluruh Jawa – Madura pada tanggal 21 Oktober 1945, bertempat di Jalan Bubutan VI/2 Surabaya untuk rapat membicarakan situasi gawat. Akhirnya pada tanggal 22 Oktober 1945 dikeluarkan sebuah resolusi yang dinamakan dengan “Resolusi Jihad” yang isinya  sebagai berikut:

  1. Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tangga117 Agustus 1945 wajib dipertahankan.
  2. Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintah yang sah, wajib dibela dan diselamatkan.
  3. Musuh Republik Indonesia, terutama Belanda, tentu akan menggunakan kesempatan politik dan militer untuk kembali menjajah Indonesia.
  4. Umat Islam terutama warga NU wajib mengangkat senjata melawan Belanda dan kawan-kawannya yang hendak kembali menjajah Indonesia.
  5. Kewajiban tersebut adalah suatu jihad yang menjadi kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam atau fardlu ain hukumnya.

Dengan adanya resolusi jihad tersebut, maka semangat membela kemerdekaan berkobar di seluruh Tanah Air. Di antaranya memberi dorongan semangat pada arek-arek Suroboyo dalam menghadapi tentara Inggris-Nica di Surabaya utamanya.

Demikian juga pemuda Islam, tentara, para santri pesantren menggabungkan diri ke dalam barisan Sabilillahpimpinan H. Zainal Arifin, orang-orang Islam dari kalangan umum bergabung ke dalam barisan “Hisbullah” dipimpin K.H. Masykur, sedangkan K.H. A. Wahab Hasbullah mengumpulkan para kiai dalam barisan “Mujahidin” untuk mendampingi Hizbullah dan Sabilillah.

Barisan Hizbullah ini secara bergiliran dikirim, ke medan pertempuran berdampingan dengan TKR dan lasykar-lasykar lain. Tidak cukup dengan barisan Hizbullah dan Sabilillah, Nahdlatul Ulama pun berusaha menghimpun para kyai untuk dikirim ke front-front pertempuran untuk mendampingi para pejuang yang sedang bertempur dengan musuh guna memberikan dorongan semangat dan ketenangan jiwa. Para kyai ini tidak diorganisir dalam barisan, tetapi di beberapa tempat didirikan markas.

Menurut Rektor Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi, Jawa Barat, Dr Nandang Najmulmunir, MS yang disampaikan kepada NU Online di Bogor, Selasa (10/11/2009): “Peristiwa bersejarah  heroisme arek-arek Surabaya dan santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat pada 10 November 1945 merupakan buah alias dampak dari dikeluarkannya ‘resolusi jihad’ atau seruan perang yang dicetuskan ulama-ulama Nahdlatul Ulama (NU)”.

“Resolusi jihad yang dikeluarkan NU telah menginspirasi segenap anak bangsa untuk berjuang mengangkat senjata guna mengusir penjajah yang hendak masuk kembali ke Indonesia,” tutur dia.

Kontribusi NU terhada peristiwa tersebut bukan hanya sebatas mengeluarkan resolusi jihad yang terbukti berhasil melecut semangat juang bangsa Indonesia, namun para ulama NU terjun secara langsung ke medan perang dengan memimpin perlawanan mengusir penjajah.

Dia menyampaikan, sebelum peristiwa 10 November meletus, Bung Tomo dan para pejuang NU di medan perang, terlebih dahulu meminta fatwa para ulama NU serta menunggu kedatangan mereka ke medan perang. Saat itu, dua ulama besar NU yang ditunggu para pejuang, yakni KH Wahid Hasyim dan KH Abbas, Buntet Cirebon.

“Setelah dua ulama tersebut datang, barulah terjadi perang,” tegas dia.

Sumber:

  • Buku Aswaja dan Ke-NU-an
  • NU Online

Posted in Berita, Fisabilillah, Hari Pahlawan, Hizbullah, Hot Topic, Hotline News, Jihad, Mujahidin, Nahdlatul Ulama, NU, Pahlawan, PBNU, Pejuang, Perang, Proklamasi Kemerdekaan, Sejarah, Serba serbi, Teladan, Tokoh, Tokoh Bangsa, Tokoh NU | Dengan kaitkata: , , , , | 3 Comments »

Ditemukan, Alat Sederhana Pengukur Arah Kiblat

Posted by gunawank pada September 2, 2010

Jakarta, NU Online
Hendro Setyanto, pengurus Lajnah Falakiyah PBNU merakit alat pengukur arah kiblat yang diberinama Mizwala Qibla Finder. Alat yang ditemukannya ini telah didaftarkan untuk memperoleh hak paten dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM pada pertengahan Agustus kemarin.

Sebelumnya ahli astronomi yang juga alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini merakit NUMO atau NU Mobile Observatory atau mobil observatorium keliling yang diluncurkan oleh Lajnah Falakiyah PBNU menjelang dan pada saat pelaksanaan Muktamar di Makassar.

Mizwala Qibla Finder dilengkapi dengan panduan pemakaian alat yang cukup sederhana. Berikut contoh tahap pemakaian alat ini untuk mengukur arah kiblat di satu tempat di kota Sidoarjo, Jawa Timur, pada tanggal 30 Mei 2010 pada jam 10.00 WIB.

1. Menyiapkan data ‘mizwah’. (Gunakan Excel)
input: Lintang : 7:26,5 Bujur: 112:44
Tanggal  : 30 Mei 2010
Jam : 09:00 – 14:30
(Diisi sesuai dengan waktu pengukuran)
Interval  : 1 menit  (sangat disarankan)

2. Letakkan Mizwala Qibla Finder,
Pastikan kedatarannya sedatar mungkin.
dapat menggunakan Waterpass

3. Perhatikan bayangan dari tongkat istiwa
yang ada dalam alat ini.
Tandai  dan catat jam-nya, misal jam 10:10

4. Lihat dari data ‘mizwah’ pada jam 10:10 yaitu 212:30

5. Putar Bidang Dial sehingga angka 212:30
berada pada posisi bayangan yang dicatat.

6. Sudut 294:05 menunjukkan arah Kiblat dari kota Sidoarjo

Informasi lebih lanjut mengenai alat ini dapat menghubungi Lajnah Falakiyah, di lantai IV kantor PBNU, Jakarta atau di nomor telepon 0817201714. (nam)

Posted in Alat Ukur, Astronomi, Berita, Islam, Nahdlatul Ulama, NU, PBNU, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Menyambut Ramadlan 1431 H.

Posted by gunawank pada Agustus 10, 2010

Tidak terasa kita telah berada di penghujung bulan Sya’ban, yang berarti kita akan segera memasuki bulan suci Ramadlan, bulan yang penuh rahmat dan keberkahan, bulan yang di dalamnya dilipat gandakan pahala amal manusia. Sabda Nabi SAW:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (رواه احمد

Sesungguhnya telah datang Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, dimana Allah mewajibkan kalian untuk berpuasa, pada bulan itu pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Pada bulan itu pula terdapat satu malam yang nilainya lebih baik dari seribu bulan”. (HR. Ahmad).

Dalam Hadits lain dijelaskan bahwa:

“Siapa saja yang melakukan amalan sunnah akan dilipatgandakan pahalanya, bagaikan melakukan kewajiban, yang melakukan amalan wajib pahalanya dilipatgandakan 70 (tujuh puluh) kali jika dibanding dengan amalan di luar Bulan Ramadhan, bahkan diamnya orang yang berpuasa pun, mendapatkan suatu pahala, sedang berdzikir dan beribadah akan lebih besar lagi pahalanya”.

Karena kemuliannya inilah Rasulullah SAW pernah bersabda:

.لو تعلم امتى ما فى رمضان لتمنوا أن تكون السنة كلها رمضان

”Jika ummatku mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, pasti mereka berkeinginan supaya semua bulan dalam setahun terdiri dari Bulan Ramadhan seluruhnya”.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Astronomi, Berita, Bulan Ramadlan, Ibadah, Islam, Lailatul Qadar, Muhammadiyah, Muktamar NU, Nahdlatul Ulama, NU, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Shaum | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Susunan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2010-2015

Posted by gunawank pada April 17, 2010

Inilah susunan lengkap PBNU Masa khidmat 2010-2015 hasil Muktamar NU XXXII di Makassar Sulawesi Selatan, 23-28 Maret 2010:

MUSTASYAR:

Prof. Dr. KH Tholchah Hasan
KH Muchit Muzadi
KH Maemun Zubair
KH Idris Marzuki
KH Chotib Umar
KH Dimyati Rois
Tuan Guru Turmudzi
Dr. H M. Jusuf Kalla
KH Abdurrahman Mustafa
Prof. Dr. KH Maghfur Usman
Prof Dr. Nasaruddin Umar, MA
KH Sya’roni Ahmadi
Prof. Dr. Ridhwan Lubis
KH Muiz Kabri
KH Mahfudl Ridwan
Dr. Ing. H. Gauzi Bowo

SYURIYAH:

Rais Am : Dr. KH. M. A. Sahal Mahfudh
Wakil Rais Am:
Dr. KH A. Musthofa Bisri
Dr. KH Hasyim Muzadi

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, Gus Dur, Islam, Jam'iyah, Muktamar NU, Nahdlatul Ulama, NU, Organisasi, Ormas Islam, PBNU, Pengurus, Serba serbi, Tasawuf, Tokoh NU | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »