Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Pejuang’ Category

Kiyai, Tentara dan Hari Pahlawan

Posted by gunawank pada November 13, 2017

Ketika Indonesia pertama kali merdeka gak punya tentara, tidak ada tentara… Baru dua bulan kemudian diadakan tentara. Agustus, September, Oktober… 5 Oktober dibentuk tentara keamanan rakyat (TKR). Ini dokumen Negara. Silakan dibaca di sekretariat Negara, di arsip nasional ini semua ada. Nah, dengan dibentuknya ini Negara Indonesia sudah punya tentara. Tanggal 10 Oktober diumumkanlah jumlah tentara keamanan rakyat di Jawa saja. Belum Sumatra dll… Itu ternyata TKR di Jawa jumlahnya 10 divisi. 1 divisi isinya 10.000 prajurit. Terdiri dari 3 resimen, terdiri dari 15 batalyon. 1 divisi… Jadi 10 divisi artinya TKR jumlahnya 100.000 pasukan. Itu TKR pertama. Yang nanti menjadi TNI.

Dari pernyataan data TKR yang dikeluarkan pemerintah tanggal 10 Oktober 1945 kita tahu, bahwa komandan divisi pertama TKR itu adalah Kolonel KH. Sam’un. Kiyai… pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga adalah kolonel KH. Arwiji Kartawinata. Ini di Tasikmalaya. Pangkatnya kolonel… kiyai haji… Sampai tingkat resimen sama… Resimen 17 dipimpin Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Sampek komandan batalyon… Komandan batalyon TKR Malang dipimpin Mayor KH. Iskandar Sulaiman. Siapa kiyai Iskandar Sulaiman ini? Beliau saat itu jabatannya Rois Suriyah NU Kabupaten Malang. Poro kiyai… Ini dokumen Negara… Gak ngarang… Silakan dibaca di arsip nasional, kemudian di sekretariat Negara masih tersimpan. Di pusat sejarah TNI ada semua… Bahkan untuk selanjutnya kita lihat komandan divisi pertama TKR Kolonel KH. Sam’un beliau ternyata pensiun Brigadir Jendral. Jadi banyak kiyai2 yang pensiun Brigadir Jendral. Ini sejarah yang selama ini ditutupi. Termasuk KH. Hasyim Asy’ari dalam pemerintahan Presiden Soekarno beliau sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Tapi silakan dibaca itu buku2 sejarah anak2 SD, SMP, SMA… Ada gak KH. Hasyim Asy’ari masuk di buku pelajaran itu?. Gak ada… Seoalah2 gak pernah ada jasanya dan bukan pahlawan nasional… Jadi memang yang dari pesantren itu disingkirkan betul dari Negara ini.

Nah, dari situ kita bisa tahu kenapa TKR waktu itu banyak dipimpin poro kiyai, karena hanya poro kiyai dari pesantren dengan santri2 yang menjadi tentara itu adalah golongan dari elemen bangsa ini yg mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Tentara saat itu gak dibayar. Dibayar dari mana… Baru merdeka, duit aja gak punya. Jadi, tentara itu baru menerima bayaran tahun 1950. Selama tahun 45 sampai perjuangan 50 itu gak ada bayaran. Dan yang mau melakukan itu hanya poro kiyai, dengan tentara2 Hizbulloh… Laskar2 itu gak ada bayaran… Sampai sekarang… NU itu punya tentara swasta namanya Banser, yo gak dibayar… (hahaha… riuh hadirin tertawa). Itu fakta… Jadi nanti kita akan tahu bagaimana sampek terjadinya pertempuran 10 Nopember. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Posted in Berita, Hari Pahlawan, Hizbullah, Indonesia, Nahdlatul Ulama, NU, Pahlawan, Pahlawan Nasional, Pejuang, Sejarah, Ulama | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Hardiknas 2015; Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila

Posted by gunawank pada Mei 2, 2015

Hari ini, Sabtu (2/5/2015) segenap bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), sebagai media bagi dunia pendidikan Indonesia untuk melakukan refleksi diri sekaligus mengenang jasa bapak pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara.

Sebagaimana dimaklumi, Atas jasa-jasanya dalam merintis pendidikan umum, Ki Hajar Dewantara dinyatakan sebagai Bapak Pendidikan Nasional Indonesia dan hari kelahirannya dijadikan Hari Pendidikan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI no. 305 tahun 1959, tanggal 28 November 1959.

Dalam sambutan , Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan pada peringatan Hardiknas tahun 2015 dengan tema “Pendidikan dan Kebudayaan Sebagai Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter Pancasila”, setidaknya ada enam poin yang perlu digaris bawahi.

Pertama, pendidikan telah membukakan mata dan kesadaran para penggagas  Republik tercinta ini untuk membangun sebuah negeri Bhineka yang modern.
“Pendidikan telah membukakan pintu wawasan, menyalakan cahaya pengetahuan, dan menguatkan pilar ketahanan moral. Persinggungan dengan pendidikanlah yang telah memungkinkan para perintis kemerdekaan untuk memiliki gagasan besar yang melampaui zamannya. Gagasan dan perjuangan yang membuat Indonesia dijadikan sebagai rujukan oleh bangsa-bangsa di Asia dan di Afrika”.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Guru bangsa, Idola, In memoriam, Indonesia, Kepres, Opini, Opinion, Pahlawan Nasional, Pejuang, Pendidikan, Sejarah, Tokoh Nasional, Tokoh Pendidikan | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Cukupkah Mengenang Jasa Pahlawan Hanya Dengan Upacara Beberapa Menit…?!!!

Posted by gunawank pada November 10, 2012

Hari ini, tanggal 10 Nopember 2012 seperti biasanya dilakukan setiap tahun segenap masyarakat bangsa Indonesia melaksanakan berbagai cara mulai dari upacara bendera, berziarah ke Makam Pahlawan, pawai obor, renungan malam dan sebagainya dalam rangka mengenang dan memberi penghormatan atas jasa-jasa para pahlawan kusuma bangsa yang telah merelakan harta, raga dan pikiran demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa ini.

Pertanyaannya, apakah benar mereka berjuang dengan segenap jiwa dan raganya itu dilakukannya agar mendapat penghargaan, penghormatan atau agar dikenang oleh generasi penerusnya ? Tentunya, TIDAK ! Bahkan mimpi untuk disebut Pahlawanpun tidak pernah.

Para pahlawan kemerdekaan adalah mereka yang dengan kesadaran sendiri dan atas kehendak sendiri berjuang dengan penuh keikhlasan dan rela berkorban demi satu tujuan, Indonesia merdeka terlepas dari kekangan kaum penjajah. Mereka merasa bangga jika negara yang diperjuangkannya merdeka selama-lamanya. Rakyatnya bisa hidup aman, tenteram dan sejahtera. Merdeka dalam pengertian yang seluas-luasnya.

Mereka belum merasa bangga jika hanya dianugerahi gelar pahlawan, jasadnya dimakamkan di Taman Pahlawan, jasanya dikenang setiap tahun dengan upacara dan sebaginya, negaranya lepas dari penjajah tetapi tetap terjajah dalam bentuk penjajahan yang lain.

Juga mereka tidak akan merasa bangga jika negaranya telah merdeka dari bangsa penjajah tetapi rakyanya tetap terjajah oleh kaumnya sendiri, negaranya subur makmur sementara rakyatnya tetap sengsara.

Oleh karena itu, belumlah dikatakan menghormati jasa mereka jika hanya sibuk dengan upacara-upacara atau kegiatan-kegiatan sesaat sementara para penyelenggara negara tetap berbuat korup, rakyat diperintah untuk taat sementara pejabat menyeleweng, rakyat dianjurkan hemat energi sementara para pejabatnya berpoya-poya dan menghambur-hamburkan energi, rakyat yang umumnya miskin harus hidup sederhana sementara pejabatnya hidup bermewah-mewahan dan bergelimang harta.

Posted in Akhlak, Hari Pahlawan, Hot Topic, Hotline News, Opini, Opinion, Pahlawan, Pahlawan Nasional, Pejabat Negara, Pejuang, Renungan, Serba serbi, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Rapat Pertama BPUPKI, 1 Juni 1945 Diperingati Sebagai Hari Lahir Pancasila

Posted by gunawank pada Juni 2, 2011

Sebagai upaya mendapatkan dukungan bangsa Indonesia serta membuktikan janjinya bahwa Jepang datang ke Indonesia untuk membantu proses kemerdekaan Indonesia, maka pada tanggal 29 April 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito, pemerintah pendudukan balatentara Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau (Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakai atau dilafalkan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai). BPUPKI beranggotakan 63 orang yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Hibangase Yosio (orang Jepang) dan R.P. Soeroso.

Di luar anggota BPUPKI, dibentuk sebuah Badan Tata Usaha (semacam sekretariat) yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini dipimpin oleh R.P.Soeroso, dengan wakil Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda (orang Jepang). Baca entri selengkapnya »

Posted in Hot Topic, Hotline News, In memoriam, Indonesia, Nahdlatul Ulama, NU, Pahlawan Nasional, Pancasila, Pejuang, Sejarah, Tokoh, Tokoh Bangsa, Tokoh Nasional, Tokoh NU, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 52 Comments »

10 April 1875, Lahirnya Tokoh Ulama Pejuang; KHM. Hasyim Asy’ari

Posted by gunawank pada April 10, 2011

BIOGRAFI

Nama
Tempat lahir
Tanggal lahir
Tanggal wafat
Dimakamkan
Tokoh
: Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy’arie
: Desa Gedang, Jombang, Jawa Timur
: 10 April 1875 M / 24 Dzulqaidah 1287 H
: 25 Juli 1947
: Tebu Ireng, Jombang
: Pendiri Nahdlatul Ulama, organisasi massa Islam yang terbesar di Indonesia

Keluarga

KH Hasyim Asyari adalah putra ketiga dari 11 bersaudara. Ayahnya bernama Kyai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Hasyim merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang).

Berikut silsilah lengkapnya: Ainul Yaqin (Sunan Giri), Abdurrohman (Jaka Tingkir), Abdul Halim (Pangeran Benawa), Abdurrohman (Pangeran Samhud Bagda), Abdul Halim, Abdul Wahid, Abu Sarwan, KH. Asy’ari (Jombang), KH. Hasyim Asy’ari (Jombang)

Baca entri selengkapnya »

Posted in Artikel Islam, Biodata, Biografi, Guru bangsa, Hot Topic, Hotline News, In memoriam, Jam'iyah, Nahdlatul Ulama, Pahlawan Nasional, Pejuang, Sejarah, Tokoh, Tokoh Bangsa, Tokoh Nasional, Tokoh NU | Dengan kaitkata: , , , , | 4 Comments »

Biografi Muhammad Toha; Pahlawan Bandung Lautan Api

Posted by gunawank pada April 3, 2011

BIODATA

Muhammad Toha (1927 – 24 Maret 1946)
Tempat kelahiran         :   Bandung, Hindia Belanda (sekarang Indonesia)
Tempat kematian         :   Bandung, Indonesia
Pengabdian bagi          :   Republik Indonesia
Dinas/cabang               :   Barisan Rakjat Indonesia
Lama berdinas             :   1945 – 1946
Pangkat                       :   Komandan
Kesatuan                     :   Milisi Penggempur
Komando                    :   milisi gerilya
Pertempuran/perang    :   Bandung Lautan Api (Perang Kemerdekaan Indonesia)


Baca entri selengkapnya »

Posted in Bandung, Biografi, Buah bibir, Hot Topic, In memoriam, Pahlawan, Pahlawan Nasional, Pejuang, Sejarah, Tokoh, Tokoh Bangsa, Tokoh Sunda | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 18 Comments »

Dewi Sartika; Pahlawan Terlupakan

Posted by gunawank pada Desember 14, 2010

Berbeda dengan tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantoro maupun Raden Ajeng Kartini yang setiap tahun diperingati,  hari kelahiran  Dewi Sartika yang jatuh pada tanggal 4 Desember lalu tidak ada yang memperingatinya bahkan sekedar membicarakannya. Tidak ada anak sekolah SD, SMP, SMA yang memakai kebaya, sanggul serta lomba-lomba memperingati Dewi Sartika.

Padahal kalau boleh dibanding-bandingkan antara jasa Dewi Sartika dengan kedua tokoh di atas kiprahnya dalam merintis pendidikan maupun memperjuangkan kaum wanita lebih dahulu.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Aneh tapi nyata, Bandung, Berita, Biografi, Buah bibir, Guru, Guru bangsa, Hot Topic, Hotline News, In memoriam, Kota Bandung, Opini, Opinion, Pahlawan, Pejuang, Pendidikan, Sejarah, Sekolah, Serba serbi, Tokoh, Tokoh Bangsa, Tokoh Emansipasi Wanita, Tokoh Nasional, Tokoh Pendidikan, Tokoh Sunda, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , | 4 Comments »

Biografi Lengkap Raden Dewi Sartika

Posted by gunawank pada Desember 14, 2010

Profil

Nama lengkap : Raden Dewi Sartika
Tempat lahir : Bandung
Tanggal lahir : 4 Desember 1884
Wafat di : Tasikmalaya
Tanggal wafat : 11 September 1947
Usia : 62 tahun
Gelar Pahlawan Nasional : Tahun 1966
Kategori : Tokoh Perintis Pendidikan Untuk Kaum Perempuan

m

Biografi

Dewi Sartika dilahirkan di Bandung, 4 Desember 1884 dari keluarga priyayi Sunda, Nyi Raden Rajapermas dan Raden Somanagara. Meski melanggar adat saat itu, orang tuanya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika, ke sekolah Belanda pula. Sepeninggal ayahnya, Dewi Sartika dirawat oleh pamannya (kakak ibunya) yang berkedudukan sebagai patih di Cicalengka. Dari pamannya, beliau mendapatkan didikan mengenai kesundaan, sedangkan wawasan kebudayaan Barat diperolehnya dari berkat didikan seorang nyonya Asisten Residen bangsa Belanda.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Bandung, Berita, Bintang Jasa, Biodata, Biografi, Buah bibir, Dewi Sartika, Guru, Guru bangsa, Hot Topic, Hotline News, In memoriam, Info, Kota Bandung, Pahlawan Nasional, Pejuang, Pendidikan, Potret, Profile, Sejarah, Sekolah, Serba serbi, Tokoh, Tokoh Bangsa, Tokoh Emansipasi Wanita, Tokoh Nasional, Tokoh Pendidikan, Tokoh Sunda, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , , | 15 Comments »

Sejarah Sepak Bola Indonesia: Sejarah Lahirnya PSSI

Posted by gunawank pada Desember 12, 2010

PSSI (Persatuan Sepakbola seluruh Indonesia ) yang dibentuk 19 April 1930 di Yogyakarta. Sebagai organisasi olahraga yang dilahirkan di Zaman penjajahan Belanda, Kelahiran PSSI betapapun terkait dengan kegiatan politik menentang penjajahan.

PSSI didirikan oleh Soeratin Sosrosoegondo seorang insinyur sipil lulusan Sekolah Teknik Tinggi di Heckelenburg, Jerman pada tahun 1927 dan kembali ke tanah air pada tahun 1928. Di tanah air Soeratin bekerja pada sebuah perusahaan bangunan Belanda “Sizten en Lausada” yang berpusat di Yogyakarta. Disana ia merupakan satu – satunya orang Indonesia yang duduk dalam jajaran petinggi perusahaan konstruksi yang besar itu. Akan tetapi, didorong oleh jiwa nasionalis yang tinggi Soeratin mundur dari perusahaan tersebut.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Hot Topic, Hotline News, Olah raga, Pahlawan, Pejuang, Potret, PSSI, Sejarah, Sepakbola, Serba serbi, Suratin Cup, Teladan, Tokoh, Tokoh Bangsa, Tokoh Olahraga, Topic Hot, Uncategorized, World Cup | Dengan kaitkata: , , , | 1 Comment »

Hari Pahlawan; Resolusi Jihad NU Menginspirasi Terjadinya Perang 10 Nopember 1945

Posted by gunawank pada November 10, 2010

Pada tanggal 17 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan bangsa Indonesia dikumandangkan di Pegangsaan Timur 56 Jakarta. Proklamasi kemerdekaan itu disambut gembira oleh seluruh rakyat Indonesia, sekalipun tentara Jepang masih bercokol di setiap kota. Rakyat Indonesia telah meyakini bahwa kemerdekaan itu merupakan jembatan emas untuk menuju kesejahteraan hidup seluruh rakyat.

Akan tetapi bangsa Indonesia masih diberi cobaan, sebab tidak lama kemudian tanggal 29 September 1945 tentara Inggris mendarat di Indonesia dengan diboncengi orang-orang Belanda dengan sebutan NICA (Nederland Indie Civil Administration). Tentara Inggris tidak mau melihat kenyataan Indonesia yang telah merdeka dan sudah berpemerintahan sendiri. Kehadiran tentara Inggris awalnya bermaksud melucuti dan memulangkan tentara Jepang, namun kemudian “ditambah” untuk mengembalikan penjajahan Belanda di Indonesia.

Dalam rangka turut mempertahankan kemerdekaan itulah PBNU kemudin memanggil para konsul seluruh Jawa – Madura pada tanggal 21 Oktober 1945, bertempat di Jalan Bubutan VI/2 Surabaya untuk rapat membicarakan situasi gawat. Akhirnya pada tanggal 22 Oktober 1945 dikeluarkan sebuah resolusi yang dinamakan dengan “Resolusi Jihad” yang isinya  sebagai berikut:

  1. Kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada tangga117 Agustus 1945 wajib dipertahankan.
  2. Republik Indonesia sebagai satu-satunya pemerintah yang sah, wajib dibela dan diselamatkan.
  3. Musuh Republik Indonesia, terutama Belanda, tentu akan menggunakan kesempatan politik dan militer untuk kembali menjajah Indonesia.
  4. Umat Islam terutama warga NU wajib mengangkat senjata melawan Belanda dan kawan-kawannya yang hendak kembali menjajah Indonesia.
  5. Kewajiban tersebut adalah suatu jihad yang menjadi kewajiban bagi tiap-tiap orang Islam atau fardlu ain hukumnya.

Dengan adanya resolusi jihad tersebut, maka semangat membela kemerdekaan berkobar di seluruh Tanah Air. Di antaranya memberi dorongan semangat pada arek-arek Suroboyo dalam menghadapi tentara Inggris-Nica di Surabaya utamanya.

Demikian juga pemuda Islam, tentara, para santri pesantren menggabungkan diri ke dalam barisan Sabilillahpimpinan H. Zainal Arifin, orang-orang Islam dari kalangan umum bergabung ke dalam barisan “Hisbullah” dipimpin K.H. Masykur, sedangkan K.H. A. Wahab Hasbullah mengumpulkan para kiai dalam barisan “Mujahidin” untuk mendampingi Hizbullah dan Sabilillah.

Barisan Hizbullah ini secara bergiliran dikirim, ke medan pertempuran berdampingan dengan TKR dan lasykar-lasykar lain. Tidak cukup dengan barisan Hizbullah dan Sabilillah, Nahdlatul Ulama pun berusaha menghimpun para kyai untuk dikirim ke front-front pertempuran untuk mendampingi para pejuang yang sedang bertempur dengan musuh guna memberikan dorongan semangat dan ketenangan jiwa. Para kyai ini tidak diorganisir dalam barisan, tetapi di beberapa tempat didirikan markas.

Menurut Rektor Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi, Jawa Barat, Dr Nandang Najmulmunir, MS yang disampaikan kepada NU Online di Bogor, Selasa (10/11/2009): “Peristiwa bersejarah  heroisme arek-arek Surabaya dan santri dari berbagai pesantren di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat pada 10 November 1945 merupakan buah alias dampak dari dikeluarkannya ‘resolusi jihad’ atau seruan perang yang dicetuskan ulama-ulama Nahdlatul Ulama (NU)”.

“Resolusi jihad yang dikeluarkan NU telah menginspirasi segenap anak bangsa untuk berjuang mengangkat senjata guna mengusir penjajah yang hendak masuk kembali ke Indonesia,” tutur dia.

Kontribusi NU terhada peristiwa tersebut bukan hanya sebatas mengeluarkan resolusi jihad yang terbukti berhasil melecut semangat juang bangsa Indonesia, namun para ulama NU terjun secara langsung ke medan perang dengan memimpin perlawanan mengusir penjajah.

Dia menyampaikan, sebelum peristiwa 10 November meletus, Bung Tomo dan para pejuang NU di medan perang, terlebih dahulu meminta fatwa para ulama NU serta menunggu kedatangan mereka ke medan perang. Saat itu, dua ulama besar NU yang ditunggu para pejuang, yakni KH Wahid Hasyim dan KH Abbas, Buntet Cirebon.

“Setelah dua ulama tersebut datang, barulah terjadi perang,” tegas dia.

Sumber:

  • Buku Aswaja dan Ke-NU-an
  • NU Online

Posted in Berita, Fisabilillah, Hari Pahlawan, Hizbullah, Hot Topic, Hotline News, Jihad, Mujahidin, Nahdlatul Ulama, NU, Pahlawan, PBNU, Pejuang, Perang, Proklamasi Kemerdekaan, Sejarah, Serba serbi, Teladan, Tokoh, Tokoh Bangsa, Tokoh NU | Dengan kaitkata: , , , , | 3 Comments »