Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Politik’ Category

Pemimpin Cerminan Rakyat

Posted by gunawank pada Juni 26, 2018

Diriwayatkan dari Hudzaifah bin Yaman, Rasulullah SAW bersabda:

يَكُونُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لَا يَهْتَدُونَ بِهُدَايَ وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِي جُثْمَانِ إِنْسٍ قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلْأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ

“Akan ada sepeninggalku nanti para pemimpin yang tidak berpedoman dengan petunjukku, dan tidak mengambil sunnah dengan sunnahku. Akan muncul (pula) ditengah-tengah kalian orang-orang (di kalangan penguasa) yang hatinya adalah hati syaithan dalam wujud manusia. Aku (Hudzaifah) bertanya: Apa yang harus saya perbuat jika aku mendapatinya? Beliau bersabda: (Hendaknya) kalian mendengar dan taat kepada amir, meskipun dia memukul punggungmu dan merampas hartamu.” (HR Muslim)

Catatan :

Setiap orang menginginkan pemimpin yang adil dan ideal. Jika seorang pemimpin berlaku baik dalam pandangan mereka maka mereka memujinya dan sebaliknya jika seorang pemimpin tidak sesuai dengan harapan maka mereka berbalik menghujatnya. Kebanyakan orang hanya bisa menuntut pemimpin untuk berlaku adil dan ideal, namun mereka lupa bahkan tidak tahu bagaimana mewujudkan impian mereka. Mereka hanya menghujat para pemimpin dan bermimpi menggantinya dengan pemimpin yang adil dan ideal.

Perilaku ini tidak hanya terjadi masa sekarang, bahkan di zaman sayyidina Ali telah terjadi hal yang sama. Abu Bakar At-Tharthusy mengisahkan bahwa suatu saat ubaidah as-salmany (masuk islam sebelum wafat Nabi namun belum sempat bertemu Nabi SAW) berkata kepada sayyidina Ali : “Wahai amirul mukminin, Kenapa rakyat tunduk pada khalifah Abu bakar dan umar sewaktu keduanya menjabat, sementara mereka tidak tunduk padamu dan khalifah ustman?”. Maka sayyidina Ali menjawab :

لأن رعية أبي بكر وعمر كانوا مثلي ومثل عثمان، ورعيتي أنا اليوم مثلك وشبهك

 

“Hal ini terjadi karena rakyat abu bakar dan umar seperti aku dan utsman sementara rakyatku sekarang adalah kamu dan orang-orang sepertimu!” (Kitab: Sirajul Muluk)

Begitu pula terjadi pada masa dinasti Bani Umayyah yaitu abdul malik bin marwan. Rakyatnya saat itu banyak menggunjing keburukannya rakyatnya sehingga sang khalifah mengundang dan mengumpulkan para tokoh dan orang-orang yang berpengaruh dari rakyatnya. Dalam pertemuan itu khalifah berkata, “Wahai rakyatku! apakah kalian semua ingin aku menjadi seperti khalifah seperti Abu Bakar dan Umar?. Mereka pun menjawab, “ya”. Kemudian khalifah berkata lagi,

إذا كنتم تريدون ذلك فكونوا لنا مثل رجال أبي بكر وعمر

“Jika kalian menginginkan hal itu, maka jadilah kalian seperti rakyatnya Abu bakar dan Umar!” (Syarh Riyadh Al-Shalihin)

Inilah kiranya yang sering dilupakan dan diabaikan, bahwa kalau rakyat menginginkan pemimpin yang ideal maka mulailah dengan menjadi rakyat yang ideal. Bukankah Allah swt berfirman :

وَكَذَلِكَ نُوَليِّ بَعْضَ الظالِمِيْنَ بَعْضًا بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ

“Dan demikianlah kami jadikan sebagian orang zalim pemimpin atas sebagian lainnya disebabkan apa yang mereka perbuat.” (QS. Al-An’aam ayat 129).

Ketahuilah bahwa keberadaan pemimpin yang zhalim adalah hukuman dunia bagi rakyatnya yang juga melakukan kezaliman dengan berbagai maksiat. Maka dari itu Ka’b al-Akhbar mengatakan:

إِنَّ لِكُلِّ زَمَانٍ مَلِكًا يَبْعَثُهُ اللهُ عَلَى نَحْوِ قُلُوبِ أَهْلِهِ، فَإِذَا أَرَادَ صَلَاحَهُمْ بَعَثَ عَلَيْهِمْ مُصْلِحًا، وَإِذَا أَرَادَ هَلَكَتَهُمْ بَعَثَ فِيهِمْ مُتْرَفِيهِمْ

“Sesungguhnya di setiap zaman ada pemimpin yang Allah tunjuk sesuai dengan keadaan hati masyarakatnya. Jika Allah hendak memperbaiki masyarakat ini maka Allah tunjuk pemimpin yang baik. Dan jika Allah hendak membinasakan mereka, Allah tunjuk pemimpin yang zalim.” (Syuabul Iman)

Dan semakna dengan atsar tersebut, dikatakan :

كما تكونون يولى عليكم عمالكم أعمالكم

“Sebagaimana (perilaku) kalian, maka seperti itulah (perilaku) pemimpin yang akan mengatur kalian. (baik-buruknya) Pemimpin kalian itu sesuai dengan amal kalian.” (al-Maqasid al-Hasanah Fimasytahara alal alsinah)

Maka pada hakikatnya pemimpin itu adalah rakyat itu sendiri. Suatu ketika Al-Hasan al-Bashri (21 H – 110 H) mendengar seseorang yang mendoakan celaka kepada pemimpinnya yang dzalim yaitu Hajjaj bin Yusuf As-Tsaqafy (40 H –95 H) yang keji, suka menumpahkan darah. Maka Al-Hasan berkata kepadanya :

لا تفعل إنكم من أنفسكم أتيتم ، إنا نخاف إن عزل الحجاج أو مات أن يستولي عليكم القردة والخنازير

“Jangan kau lakukan hal itu, karena kalian ada diberi (pemimpin) sesuai dengan keadaan diri kalian. Aku khawatir jika Hajjaj lengser atau mati maka yang memimpin kalian berikutnya adalah kera dan babi.” (al-Maqasid al-Hasanah)

Islam tidak memberi ruang untuk kudeta dan makar, bahkan sekedar mendoakan kejelekan kepada seorang pemimpin. Imam al-Hasan bin Ali al-Barbahari mengatakan:

وإذا رأيت الرجل يدعو على السلطان فاعلم أنه صاحب هوى وإذا سمعت الرجل يدعو للسلطان بالصلاح فاعلم أنه صاحب سنة إن شاء الله

“Jika Anda melihat ada orang yang mendoakan keburukan untuk pemimpin, ketahuilah bahwa dia adalah pengikut hawa nafsu (aqidahnya menyimpang). Dan jika Anda melihat ada orang yang mendoakan kebaikan untuk pemimpin, ketahuilah bahwa dia Ahlus Sunah, insya Allah.” [Syarh as-Sunnah]

Tiada jalan keluar melainkan bersabar atas perilaku buruk penguasa sebagaimana hadits utama di atas dan berdoa kebaikan. Fudhail bin Iyadh mengatakan :

لو كان لي دعوة مستجابة ما جعلتها الا في السلطان

“Andaikan saya memiliki satu doa yang pasti terkabulkan, tidak akan aku ucapkan kecuali untuk mendoakan kebaikan pemimpin.”

إذا جعلتها في نفسي لم تعدني وإذا جعلتها في السلطان صلح فصلح بصلاحه العباد والبلاد فأمرنا أن ندعو لهم بالصلاح ولم نؤمر أن ندعو عليهم وإن جاروا وظلموا لأن جورهم وظلمهم على أنفسهم وصلاحهم لأنفسهم وللمسلمين

“Jika doa itu hanya untuk diriku, tidak akan kembali kepadaku. Namun jika aku panjatkan untuk kebaikan pemimpin, kemudian dia jadi baik, maka masyarakat dan negara akan menjadi baik. Kita diperintahkan untuk mendoakan kebaikan untuk mereka, dan kita tidak diperintahkan untuk mendoakan keburukan bagi mereka, meskipun mereka zalim. Karena kezaliman mereka akan ditanggung mereka sendiri, sementara kebaikan mereka akan kembali untuk mereka dan kaum muslimin.” (Fiqhud Da’wah Fi Shahih Imam Bukhari)

Wallahu A’lam_.

Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk bersabar dan berprilaku baik serta senantiasa mendoakan kebaikan untuk para penguasa. Aamiin

Iklan

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Pemilu, Pemimpin, Politik | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Pemilu Bagi Muslim; Manusia Wajib Ikhtiar, Allah Yang Menentukan

Posted by gunawank pada Juli 16, 2014

Pemilihan Umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia baru saja berlangsung, tepatnya pada hari Rabu 9 Juli 2014 (11 Ramadlan 1435 H) dalam suasana damai dan kondusif.

Sudah barang tentu, kondisi seperti tiada lain merupakan anugerah dari Allah SWT, nikmat terbesar bagi segenap Bangsa Indonesia yang patut disyukuri agar nikmat ini terus bertambah-tambah sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran yang artinya:

“Dan jika kamu sekalian bersyukur atas nikmat yang Aku berikan, maka niscaya akan Aku tambah nikmat-Ku untukmu. Dan jika kamu sekalian kufur atas nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku itu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

Dalam ayat di atas Allah berjanji akan menambah nikmat-Nya jika kita mensyukuri nikmat keamanan dan kedamaian dalam pelaksanaan pemilu presiden kali ini dengan nikmat lainnya, yakni terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang adil dan bijaksana yang akan menghantarkan rakyat dan bangsa Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur di bawah lindungan dan ampunan Allah SWT, Baldatun Thayibatun wa Rabbun Ghafur.

Mensyukuri nikmat-Nya dengan cara melaksanakan tha’at kepada-Nya, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi serta meninggalkan segala apa yang dibenci dan dilarang oleh-Nya.

Sebaliknya, apabila kita segenap komponen bangsa ini ada yang melakukan tindakan yang dibenci apalagi yang jelas-jelas di larang oleh Allah SWT, seperti curang, tidak jujur, khianat, mencaci maki, ghibah, menuduh pihak lain tanpa bukti, tidak mentaati peraturan yang telah menjadi komitmen bangsa, sampai kepada sikap maupun tindakan yang mencerminkan pengingkaran terhadap ketetapan Allah SWT, maka pasti Allah akan menurunkan adzab-Nya bagi bangsa ini. Naudzu billahi min dzalik.

Oleh karena itu, mari kita bersabar dan menahan diri. Perkuat keyakinan kita bahwa pemilu dan seluruh prosesnya hanyalah merupakan ikhtiar kita sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban manusia sebagai makhluk-Nya. Adapun hasilnya nanti, siapapun yang terpilih nanti harus kita yakini sebagai ketentuan (taqdir) dan pilihan terbaik dari Allah bagi kita bangsa Indonesia.

Posted in Akhlak, Bulan Ramadlan, Hot Topic, Opini, Opinion, Pemilu, Pemimpin, Politik, Presiden, Renungan | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Biografi Lengkap Capres 2014 (I); Joko Widodo Alias Jokowi

Posted by gunawank pada Mei 26, 2014

 

 

Nama : H. Joko Widodo (Jokowi)
Nama kecil : Mulyono
Tempat/tanggal lahir : Surakarta, 21 Juni 1961
Agama : Islam
Ayah : Noto Mihardjo
Ibu : Sujiatmi Notomihardjo
Isteri : Iriana

 Anak                               :   

  1. Gibran Rakabuming (25), lulusan Universitas di Australia dan Singapura
  2. Kahiyang Ayu (21), mahasiswi Universitas Negeri Sebelas Maret
  3. Kaesang Pangarep (17), pelajar di Singapura

Pendidikan:

  • SDN 111 Tirtoyoso, Solo
  • SMPN 1 Solo
  • SMAN 6 Solo
  • Fakultas Kehutanan UGM (lulus tahun 1985)

Karir:

  • Pendiri Koperasi Pengembangan Industri Kecil Solo (1990)
  • Ketua Bidang Pertambangan & Energi Kamar Dagang dan Industri Surakarta (1992-1996)
  • Ketua Asosiasi Permebelan dan Industri Kerajinan Indonesia Surakarta (2002-2007)

Penghargaan: :
Penghargaan Personal

  • 10 Tokoh di Tahun 2008 oleh Majalah Tempo
  • Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta (UNS) Award
  • Menjadi walikota terbaik tahun 2009
  • Bung Hatta Anticorruption Award (2010)
  • Charta Politica Award (2011)
  • Wali Kota teladan dari Kementerian Dalam Negeri (2011)

Kota Solo di Masa Kepemimpinan Jokowi:

  • Kota dengan Tata Ruang Terbaik ke-2 di Indonesia
  • Penghargaan Unicef untuk Program Perlindungan Anak (2006)
  • 5 kali Anugerah Wahana Tata Nugraha (2006-2011) – Penghargaan Tata Tertib Lalu Lintas dan Angkutan Umum
  • Piala dan Piagam Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden Republik Indonesia (2009), untuk kinerja kota dalam penyediaan sarana Pelayanan Publik, Kebijakan Deregulasi, Penegakan Disiplin dan Pengembangan Manajemen Pelayanan
  • Piala Citra Bidang Pelayanan Prima Tingkat Nasional oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia (2009)
  • Penghargaan dari Departemen Keuangan berupa dana hibah sebesar 19,2 miliar untuk pelaksanaan pengelolaan keuangan yang baik (2009)
  • Indonesia Tourism Award 2009 dalam Kategori Indonesia Best Destination dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RIbekerjasama dengan majalah SWA.
  • Grand Award Layanan Publik Bidang Pendidikan (2009)
  • Penghargaan Manggala Karya Bhakti Husada Arutala dari DepKes (2009)
  • Penghargaan Kota Solo sebagai inkubator bisnis dan teknologi (2010) dari Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI)
  • Kota Terfavorit Wisatawan 2010 dalam Indonesia Tourism Award 2010 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
  • Penghargaan dari Presiden Susilo Bambang Yudoyono dalam bidang Pelopor Inovasi Pelayanan Prima (2010).
  • Penghargaan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu kota terbaik penyelenggara program pengembangan mewujudkan Kota Layak Anak (KLA) 2011.
  • Penghargaan Langit Biru 2011 dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk kategori Kota dengan kualitas udara terbersih
  • Pemerintah Kota Solo meraih penghargaan kota/kabupaten pengembang UMKM terbaik versi Universitas Negeri Sebelas Maret alias UNS SME’s Awards 2012
  • Kota Pro-Investasi dari Badan Penanaman Modal Daerah Jawa Tengah
  • Kota Layak Anak dari Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan
  • Wahana Nugraha dari Departemen Perhubungan
  • Sanitasi dan Penataan Permukiman Kumuh dari Departemen Pekerjaan Umum

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, Biodata, Biografi, Hot Topic, Info, Politik, Profile, Serba serbi, Tokoh | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Sejarah Pemilu Di Indonesia

Posted by gunawank pada April 22, 2014

Pemilihan Umum atau biasa disingkat Pemilu di Indonesia sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955 hingga sekarang tercatat sudah berlangsung 11 kali (termasuk Pemilu Legislatif yang dilaksanakan tanggal 9 April 2014 yang baru lalu). Berikut sejarah panjang pemilu ke pemilu tersebut:

Pemilu 1955.

Ini merupakan pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10 tahun. Kalau dikatakan pemilu merupakan syarat minimal bagi adanya demokrasi, apakah berarti selama 10 tahun itu Indonesia benar-benar tidak demokratis? Tidak mudah juga menjawab pertanyaan tersebut. 

Yang jelas, sebetulnya sekitar tiga bulan setelah kemerdekaan dipro-klamasikan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945, pemerin-tah waktu itu sudah menyatakan keinginannya untuk bisa menyele-nggarakan pemilu pada awal tahun 1946. Hal itu dicantumkan dalam Maklumat X, atau Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta tanggal 3 Nopember 1945, yang berisi anjuran tentang pembentukan par-tai-partai politik. Maklumat tersebut  menyebutkan, pemilu untuk me-milih anggota DPR dan MPR akan diselenggarakan bulan Januari 1946. Kalau kemudian ternyata pemilu pertama tersebut baru terselenggara hampir sepuluh tahun setelah kemudian tentu bukan tanpa sebab. 

Tetapi, berbeda dengan tujuan yang dimaksudkan oleh Maklumat X, pemilu 1955 dilakukan dua kali. Yang pertama, pada 29 September 1955 untuk memlih anggota-anggota DPR. Yang kedua, 15 Desember 1955 untuk memilih anggota-anggota Dewan Konstituante. Dalam Maklumat X hanya disebutkan bahwa pemilu yang akan diadakan Januari 1946 adalah untuk memilih angota DPR dan MPR, tidak ada Konstituante. 

Keterlambatan dan “penyimpangan” tersebut bukan tanpa sebab pula. Ada kendala yang bersumber dari dalam negeri dan ada pula yang berasal dari faktor luar negeri. Sumber penyebab dari dalam antara lain ketidaksiapan pemerintah menyelenggarakan pemilu, baik karena belum tersedianya perangkat perundang-undangan untuk mengatur penyelenggaraan pemilu maupun akibat rendahnya stabilitas keamanan negara. Dan yang tidak kalah pentingnya, penyebab dari dalam itu adalah sikap pemerintah yang enggan menyelenggarakan perkisaran (sirkulasi) kekuasaan secara teratur dan kompetitif. Penyebab dari luar antara lain serbuan kekuatan asing yang mengharuskan negara ini terlibat peperangan. 

Namun, tidaklah berarti bahwa selama masa konsolidasi kekuatan bangsa dan perjuangan mengusir penjajah itu, pemerintah kemudian tidak berniat untuk menyelenggarakan pemilu. Ada indikasi kuat bahwa pemerintah punya keinginan politik untuk menyelenggarakan pemilu. Misalnya adalah dibentuknya UU No 27 tahun 1948 tentang Pemilu, yang kemudian diubah dengan UU No. 12 tahun 1949 tentang Pemilu. Di dalam UU No 12/1949 diamanatkan bahwa pemilihan umum yang akan dilakukan adalah bertingkat (tidak langsung). Sifat pemilihan tidak langsung ini didasarkan pada alasan bahwa mayoritas warganegara Indonesia pada waktu itu masih buta huruf, sehingga kalau pemilihannya langsung dikhawatirkan akan banyak terjadi distorsi.  Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Indonesia, Info, Pemilu, Pengetahuan, Politik, Sejarah, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 1 Comment »

Pemilu, Dulu Dan Sekarang … !

Posted by gunawank pada April 11, 2014

Pemilihan umum telah memanggil kita
S’luruh rakyat menyambut gembira
Hak demokrasi Pancasila
Hikmah Indonesia merdeka

Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya
Pengemban Ampera yang setia
Di bawah Undang-Undang Dasar 45
Kita menuju ke pemilihan umum

 

Dulu, bait lagu Mars Pemilu di atas senantiasa berkumandang di Radio Republik Indonesia (RRI) dan TVRI setiap menjelang pesta demokrasi 5 tahunan. Secara psikologis lirik lagu tersebut sangat mempengaruhi warga bangsa sehingga dengan sukarela, penuh kegembiraan dan semangat demokrasi merasa terpanggil serta menyambut gembira pesta demokrasi lima tahunan tersbut. Terbukti dengan angka partisipasi pemilih hampir selalu mencapai angka 100 persen.

Tapi kini, pemilu yang diselenggarakan sejak masa Reformasi memiliki tingkat partisipasi yang dari angka 100 persen, bahkan pada Pemilu Legislatif yang diselenggarakan pada tanggal 9 April 2014 yang baru lalu partisipasi pemilih kurang dari 70 persen. Salah satu penyebabnya antara lain karena Lagu Mars Pemilu di atas tidak pernah terdengar lagi, sehingga ajakan melalui lagu yang memotifasi kesadaran warga untuk datang ke TPS nyaris tidak ada.

Wallahu a’lam….

Artikel terkait:

Sejarah Pemilu Di Indonesia

Posted in Berita, Fenomena, Hot Topic, Ibu Pertiwi, Indonesia, Info, Opini, Opinion, Politik, Presiden, Renungan, Sejarah, Serba serbi, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »

Jadikah BBM Jenis PREMIUM Naik Pada 1 April 2012 ?

Posted by gunawank pada Maret 31, 2012

Jawabannya gampang banget,…….bisa naik, bisa juga tidak. Jawaban pastinya akan ditentukan hari ini dalam “Drama” sidang Paripurna di lantai IV Gedung Nusantara II DPR, Senayan. Kenapa drama…?

Berdasarkan perkembangan terakhir suasana di gedung dewan terhormat, dua partai koalisi yakni PKS dan Golkar bersikap bereseberangan dengan pemerintah, dan nampaknya PPP juga akan mengikuti kedua partai tersebut (mudah-mudahan).

Jika kondisi ini benar-benar terjadi, maka dalam pengambilan keputusan yang akan dilakukan dengan voting terbuka dan seluruh anggota DPR sebanyak 560 orang hadir semua hanya 260 suara yang terdiri dari Partai Demokrat (148 orang), PPP (38 orang), PKB (28 orang), dan PAN (46 orang) yang mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

Sementara suara yang menolak sebanyak 300 suara yang berasal dari PDI-P (94 orang), Partai Gerindra (26 orang), Partai Hanura (17 orang), PKS (57 orang) dan Partai Golkar (106). Namun, biasanya peta politik bisa berubah setiap detik terutama pada detik-detik terakhir pengambilan keputusan. Justru di sinilah letak permasalahannya.

Untuk itu, jalan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia yang notabene (yakin) mayoritas menolak kenaikkan BBM bersubsidi untuk terus berdo’a dan berharap para wakil rakyat di Senayan benar-benar memiliki nurani yang sama dengan rakyat yang diwakilinya. Amin.

——————————————————–

DAN AKHIRNYA………….

Setelah melalui sidang yang cukup panjang hingga dinihari tadi (Sabtu, 31/3/2012) dengan melalui pemungutan suara, dan dengan dukungan 356 suara (Demokrat, Golkar, PPP, PKB dan PAN) sidang paripurna memutuskan memilih opsi kedua yakni pasal 7 ayat 6 UU APBN tahun 2012 yang berbunyi: “Harga jual eceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan” (alhamdulillah…!) ditambah ayat baru (ayat 6A), yakni : “Pemerintah dapat menaikkan harga BBM jika harga minyak dunia naik lebih dari 15% dari asumsi APBN selama 6 bulan berturut-turut”.(ha…??!!!).

Artinya: BBM bersubsidi tidak naik per 1 April 2012, tetapi……..setelah itu ? Berdasarkan ayat tambahan tersebut, Pemerintah bisa menaikkannya tanpa harus melalui persetujuan DPR. Inilah yang dimaksud “Drama” pada awal tulisan di atas. Nayatanya, Golkar dan PPP masih berat untuk bisa bereberangan dengan pemerintah.

SELESAI………

Ada pernyataan salah seorang warga masyarakat yang menggelitik berkaitan dengan isu BBM ini. Kira-kira begini bunyinya (karena hanya ditayangkan sekilas oleh salah satu stasiun TV nasional), “Yang membayar subsidi BBM kan rakyat lewat pembayaran pajak dan sebagainya, bukan pemerintah. Jadi pemerintah tidak perlu keberatan dengan subsidi BBM, karena yang membayar subsidi adalah rakyat dan subsidi itu untuk rakyat. Dari rakyat untuk rakyat…….”

Posted in Buah bibir, DPR, Hot Topic, Hotline News, Indonesia, Opini, Opinion, Pemerintah, Politik, Serba serbi, Topic Hot, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , | 2 Comments »

Humor Gusdur: Kebijakan Baru Yang Menyengsarakan Anggota DPR

Posted by gunawank pada Desember 16, 2011

SUATU hari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di negara lain.

Kebijakan itu yakni, setiap orang yang berstatus wakil dinaikkan pangkatnya. Wakil presiden jadi presiden, wakil direktur menjadi direktur, wakil komandan menjadi komandan  wakil gubernur menjadi gubernur, wakil RT menjadi ketua RT dan seterusnya. Yang penting dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada posisi ganda, itu bisa diatur dalam pembagian tugasnya.

Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata mereka menolak. Betul-betul menolak keras. Bahkan, ditolak mentah-mentah dengan sangat keras.

Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan berubah status dari wakil rakyat menjadi rakyat.

(Dikutif dari : http://news.okezone.com/)

Posted in Akhlak, DPR, Guru bangsa, Gus Dur, Hikmah, Kisah, Politik, Potret, Renungan, Serba serbi, Tokoh, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , | 12 Comments »

Mundurnya Hosni Mubarak; Bukti Kemenangan Rakyat Sebagai Pemilik Kedulatan

Posted by gunawank pada Februari 12, 2011

BAGI PARA PEMIMPIN; JANGAN PERNAH SEPELEKAN  TUNTUTAN RAKYAT

Setelah berusaha bertahan dari demosnstarasi yang menuntut kemundurannya selama 18 hari dan setelah mencoba mengkonter dengan meggerakkan masa pro dirinya sehingga terjadi insiden yang menewaskan demonstran dan ratusan lainnya yang luka, serta setelah dua kali menyatakan penolakan untuk mundur dan bertahan hingga pemilu September mendatang…Presiden Hosni Mubarak akhirnya mundur dari kursi pemerintahan, setelah berkuasa selama 30 tahun sejak 1981. Pengunduran dirinya diumumkan secara resmi oleh Wakil Presiden Mesir Omar Suleiman dalam pidatonya yang ditayangkan langsung oleh stasiun TV pemerintah di Kairo, Mesir, Jumat (11/2) petang waktu setempat (sekitar pukul 23.00 WIB). Untuk selanjutnya pemerintahan sementara dikabarkan akan diambil alih oleh pihak militer.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Buah bibir, Fenomena, Hikmah, Hot Topic, Hotline News, Info, Mesir, Opini, Opinion, Politik, Sejarah, Serba serbi, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , | 2 Comments »

Rakyat Marah…Mesir Berdarah

Posted by gunawank pada Februari 5, 2011

Ketika rakyat lapar ……..

Ketika rakyat tak didengar…….

Ketika rakyat tak sabar ………

Pemerintahan terancam bubar ………

??????????

Sadarlah wahai para pemimpin…….rakyatlah pemegang resmi kedaulatan !!!!


Posted in bencana, Berita, Buah bibir, Demo, Hot Topic, Hotline News, Kerusuhan, Mesir, Politik, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , | 2 Comments »

Sejumlah PR Menanti Penyelesaian di Tahun Baru 2011

Posted by gunawank pada Januari 5, 2011

Hingar bingar dalam acara menyambut tahun baru 2011 bergemuruh di seantero daerah di Nusantara. Pesta kembang apipun  terlihat lebih semarak  dibandingkan tahun sebelumnya. Pertanda bahwa ekonomi lebih baik ?!!!

Entahlah………! Buktinya masih banyak rakyat negeri ini yang tidak mampu membeli beras sehingga berhari-hari harus cukup makan Nasi Tiwul, bahkan harus rela menerima kenyataan ditinggal anggota keluarganya untuk selamanya karena meninggal akibat kelaparan dan harus berurusan dengan polisi pula, seperti apa yang terjadi pada keluarga Siti Sunayah, warga Desa Jebol, Jepara, Jawa Tengah. Ia tak menyangka nasi tiwul buatannya berujung kematian enam buah hatinya di waktu yang nyaris bersamaan (Metrotvnews.com, 4/1/2011).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, Hot Topic, Hotline News, Info, Opini, Opinion, Politik, Serba serbi, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »