Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Serba serbi’ Category

Gaya Hidup Semut

Posted by gunawank pada Oktober 12, 2017

“Dan untuk Sulaiman dikumpulkan bala tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka berbaris dengan tertib. Hingga ketika mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan balatentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari” (QS. An-Naml: 17,18).

semut-rangrang-khoirul-umamPenelitian menunjukkan bahwa binatang atau serangga yang memiliki gaya hidup (manajemen berkelompok) yang paling mirip dengan manusia adalah semut. Hal ini dapat dilihat dari temuan berikut :

  • Semut mengubur rekannya yang mati seperti manusia.
  • Dalam hal manajemen tenaga kerja, semut memiliki sistem yang canggih di mana mereka juga memiliki manajer, supervisor, mandor, pekerja, dan lain-lain.
  • Sesekali ketika bertemu, mereka akan melakukan obrolan.
  • Mereka memiliki metode komunikasi khusus antar semut.
  • Mereka mempunyai pasar untuk saling bertukar barang.
  • Para semut menyimpan biji-bijian untuk waktu yang lama pada musim dingin. Jika mulai tumbuh tunas, mereka akan memotong akarnya. Jika biji-bijian mereka basah karena hujan, para semut akan membawanya keluar untuk dijemur dan dikeringkan dibawah sinar matahari. Setelah kering, mereka akan membawanya kembali ke dalam, seolah-olah memahami bahwa kelembaban menyebabkan pembusukan.

Subhanallah……

Iklan

Posted in Akhlak, Aneh tapi nyata, Anugrah, Fenomena, Fenomena alam, Hikmah, Serba serbi, Uncategorized | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Keunikan Jam’iyah NAHDLATUL ULAMA

Posted by gunawank pada November 8, 2016

NU itu organisasi paling aneh.

Ketika seorang peneliti dari australia menemukan data arsip tentang jangka waktu organisasi di AD ART pertama, dia menemukan tulisan bahwa organisasi ini (NU) didirikan pada tahun 1926 hingga 29 tahun berikutnya. Ini Aneh,Sebab umumnya tdk ada satu pun organisasi yg membatasi waktu, contoh : didirikan thn 1990 hingga waktu yg tak terbatas, kecuali hanya NU yg membatasi waktunya. Peneliti ini kemudian menanyakan pada Gus Dur, “ini apa maknanya ?”, Gus Dur pun kaget, dan menjawab “mana saya tahu maksudnya, yg merumuskan sudah wafat semua”.
Kemudian gus dur mengamati dari prespektif sejarah, tenyata setiap 29 tahun, NU mengalami perubahan.
1926 sbg organisasi sosial keagamaan,
29 thn berikutnya (1955) menjadi partai politik dan menjadi organisasi yg berafiliasi dg partai politik.
29 tahun berikutnya (1984) berubah lagi menjdi organisasi sosial keagamaan (Khittah 1926 ) konsentrasi dakwah dan pendidikan),
29 tahun berikutnya, 2013 NU menjadi gerakan sivil society.
Di kondisi ini gus dur slalu memerintahkan NU banyak membicarakan lokalitas. Dan hasilnya “Islam Nusantara sbg paradigmanya dlm membangun peradaban dunia”, ini perisapan Gus Dur mengahadapi perubahan 29 tahun berikutnya pada tahun 2042 sbg organiasasi penyangga perdamaian dunia.

Saya memetik dri peristiwa ini bahwa Para pendiri NU dan sekaligus pendiri bangsa dan negara ini bkn orng sembarangan, mereka adalah kyai2 ma’rifat billah. Mereka sdh tahu setiap 29 tahun mesti akan trjadi perubahan di NU.

Jadi, kaitannya dengan NKRI, Bhineka tunggal ika, UUD 45 dan pancasila sbg pilihan paling final, saya yakini benarnya. sbb diputuskan oleh para kyai2 yg ma’rifat.

~keramahan NU selalu dikedepankan sebagai bentuk sikap sebagaimana yang di maksud dengan ayat RAHMATAN LIL ALAMIN.

Sumber : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10206647219572662&id=1638052783

Posted in Aneh tapi nyata, Anugrah, Gus Dur, Jam'iyah, Nahdlatul Ulama, NU, Opini, Organisasi, Ormas Islam, Potret, Sejarah, Serba serbi, Ulama | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Pilkada Serentak 2015; Menang atau Terpilih ?

Posted by gunawank pada Desember 10, 2015

Pilkada serentak baru saja dilaksanakan, tepatnya pada hari Rabu, 9 Desember 2015 dalam situasi yang cukup kondusif, meski ada sedikit masalah di beberapa daerah.

Untuk yang pertama kalinya dalam sejarah demokrasi di Indonesia, sejumlah 204 pemilihan kepala daerah yang terdiri dari 170 kabupaten, 26 kota dan 8 provinsi dilaksanakan secara serentak di seluruh nusantara.

Sejak digulirkannya sistem pemilihan langsung baik untuk memilih presiden, gubernur, bupati/wali kota maupun anggota legislatif dengan cara memilih langsung nama-nama calon, hampir selalu muncul kisah-kisah tragis dan peristiwa yang tidak elok dari para calon yang gagal maupun pendukungnya, seperti stres, bunuh diri, mengambil kembali bantuan yang diberikan sampai aksi demontrasi atau pengerahan massa yang destruktif untuk menuntuk pembatalan putusan maupun pemilihan ulang, sesuatu yang tidak pernah terjadi pada sistem pemilihan perwakilan di zaman orde baru.

Setelah dicermati, secara langsung bukan sistem yang salah karena tentunya harus melalui kajian yang dalam dan komprehensif untuk menilainya. Namun secara tidak langsung sistem ini menuntut para calon secara pribadi, masing-masing untuk mensosialisasikan dirinya kepada pemilih yang jumlahnya jauh lebih banyak atau dengan kata yang lebih tegas, harus mampu mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk memilih dirinya.

Oleh karena itulah, muncul istilah tim sukses, tim pemenangan dan sejenisnya. Kalau dahulu hanya dikenal team kampanye. Apa bedanya?

Secara substansi fungsi dan tugasnya sama, yakni meraih suara sebanyak-banyaknya. Tetapi dari sisi apa yang dilakukan ternyata ada perbedaan.

Tim kampanye bekerja untuk mengkampanyekan atau mempromosikan atau menyebar luaskan informasi dan meyakinkan tentang visi-missi, keunggulan, kemampuan calon dan sebagainya kepada sebanyak-banyaknya calon pemilih. Targetnya, calon yang diusungnya TERPILIH atau TUDAK TERPILIH sesuai dengan jumlah suara yang memilihnya.

Sementara, tim pemenangan melakukan pekerjaan yang lebih dari itu. Selain berusaha mengkampanyekan calon yang diusungnya sebagaimana yang dilakukan tim kampanye, juga berusaha agar setiap orang yang telah mendapatkan informasi itu harus dipastikan memilih calon yang diusungnya.

Oleh karena itu, tim pemenangan lalu melakukan berbagai usaha untuk meraihnya dan tidak jarang dari mereka melakukan usaha-usaha yang tidak dibenarkan baik menurut peraturan perundang-undangan negara, aturan agama maupun norma-norma tradisi dan budaya masyarakat, seperti politik uang, politik hitam, saling fitnah, saling tuduh, saling buka kejelekan, kesalahan masa lalu bahkan sampai kekurangan keluarga dan leluhurnya. Targetnya bukan lagi menggunakan kata TERPILIH atau TIDAK TERPILIH tetapi kata MENANG atau KALAH.

Islam dalam hal ini Rasulullah saw menganjurkan agar umatnya senantiasa berada dalam jamaah, dalam komunitas, dalam kebersamaan. Beliau juga menganjurkan agar setiap jamaah memilih salah seorang diantaranya untuk dijadikan pemimpin. Artinya, perintahnya adalah jamaahlah yang harus memilih pemimpinya bukan seseorang yang ingin menjadi pemimpin memaksa jamaah untuk memilihnya. Sehingga kalimat yang muncul adalah “Alhamdulillah saya TERPILIH” atau “Terima kasih kalian telah MEMILIH saya” bukannya “Alhamdulillah saya MENANG” atau “Sialan saya KALAH“.

Posted in Akhlak, Kompetisi, Opini, Opinion, Pemilu, Pemimpin, Renungan, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Hari Guru Dan Semangat Nasionalisme

Posted by gunawank pada November 25, 2015

Hari guru3Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 Nopember bersamaan dengan peringatan hari lahir PGRI yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 merupakan bentuk penghargaan dan tanda penghormatan pemerintah Republik Indonesia kepada guru.

Penghargaan ini sangat layak didapatkan oleh guru, bukan saja karena jasanya sebagai pendidik dan agen dalam mencerdaskan anak bangsa yang bekerja tanpa pamrih sehingga mendapat julukan ‘Pahlawan Tanpa Tanda Jasa‘, juga karena kiprahnya dalam mengobarkan semangat nasionalisme dan memperjuangkan kemerdekaan.

Berawal dari semangat guru-guru pribumi pada zaman kolonial Belanda dalam memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda, pada tahun 1912 berdirilah organisasi guru dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang beranggotakan para guru bantu, guru desa, kepala sekolah, dan penilik sekolah yang umumnya bertugas di sekolah desa dan sekolah rakyat angka dua.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh mendorong para guru pribumi yang tergabung dalam organisasi PGHB terus berjuang menuntut persamaan hak dan posisi terhadap pihak Belanda. Hasilnya antara lain adalah kepala HIS yang selama itu selalu dijabat oleh orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang-orang pribumi.

Semangat perjuangan ini semakin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kemerdekaan. Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional untuk meraih kemerdekaan.

Pergeseran semangat juang para guru dari memperjuangkan persamaan hak menjadi semangat nasionalisme merebut kemerdekaan terlihat jelas dengan dirubahnya  nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI) pada tahun 1932. Perubahan nama ini  yang mengganti kata “Hindia Belanda” menjadi “Indonesia” tak ayal sangat mengejutkan pemerintah Belanda. Penggantian kata yang mencerminkan semangat kebangsaan ini tentu saja sangat tidak disenangi oleh Belanda.

Pada zaman pendudukan Jepang segala organisasi dilarang, sekolah ditutup, Persatuan Guru Indonesia (PGI) tidak dapat lagi melakukan aktivitas.

Puncak semangat nasionalisme para guru adalah diselenggarakannya  Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Dengan dijiwai semangat proklamasi 17 Agustus 1945 kongres memutuskan segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan.

Sebagai gantinya, kongres menetapkan berdirinya organisasi guru dengan nama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada tanggal 25 November 1945, tepat seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk, semuanya bergabung dalam satu wadah “PGRI” untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

***(Dari berbagai sumber)

Posted in Akhlak, Guru, Opini, Opinion, Organisasi, Pahlawan, Pendidik, Renungan, Sejarah, Serba serbi, Teladan | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Pondok Pesantren; Sejarah, Kriteria dan Ciri-cirinya

Posted by gunawank pada Oktober 25, 2015

Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan dan pusat penyiaran agama Islam tertua dan asli Indonesia. Artinya, sebagai lembaga pendidikan pondok pesantren telah ada jauh sebelum Indonesia merdeka bahkan telah berhasil mencetak kaum terdidik (para ulama) yang kemudian mendirikan pondok pesantren-pondok pesantren baru jauh sebelum bangsa penjajah mendirikan lembaga pendidikan di Nusantara.

Disebut asli Indonesia karena pondok pesantren pada waktu itu hanya ada di Imdonesia, tidak ditemukan di negara-negara lain selain Indonesia.

Orang atau tokoh yang dianggap sebagai pendiri pondok pesantren pertama kali adalah Syekh Maulana Malik Ibrahim, walaupun pada saat itu bentuknya masih sangat sederhana dengan kegiatan yang hanya dilakukan di dalam masjid serta beberapa orang santri.

Awalnya, pada setiap menjelang atau selesai shalat berjamaah yang hanya beberapa orang itu, ulama memberikan pengajian yang isinya sekitar soal rukun iman, rukun Islam dan akhlaq. Berkat keikhlasan serta prilaku sehari-harinya yang sesuai dengan isi pengajiannya, lama kelamaan jamaahnya bertambah banyak. Sebagian mereka mulai menitipkan anak-anaknya pada ulama itu untuk mendapatkan ilmu keagamaan. Mereka datang dan mengaji dengan kehendak orang tuanya dengan tujuan menjadi anak yang shalih, memperoleh ilmu yang bermanfaat dan ridlo dari Allah SWT.

Untuk menampung anak didiknya, kiai/ulama mendirikan tempat belajar dan pemondokan. Kemudian, dengan tanpa merasa terpaksa masyarakat sekitarnya ikut berpartisipasi dalam mendirikan pemondokan tersebut. Maka berdirilah pondok pesantren yang dilakukan secara gotong-royong.

Sunan Ampel atau Raden Rahmatullah yang datang ke pulau Jawa untuk bersilaturrahmi dan melanjutkan usaha dakwah yang dilakukan oleh sepupu beliau, Syekh Maulana Malik Ibrahim, pertama kali mendirikan pondok pesantren di Kembang Kuning Surabaya dengan hanya memiliki tiga orang santri. Akan tetapi dengan adanya tiga orang santri ini misi Sunan Ampel menyiarkan agama Islam ke seluruh Jawa Timur mencapai sukses.

Kemudian Sunan Ampel memindahkan pesantrennya ke Ampel Denta, dan makin lama makin berpengaruh. Para santri yang mondok di Ampel Denta setelah kembali ke daerahnya merekapun mendirikan pesantren baru.

Murid pertama Raden Rahmat adalah Raden Paku (Sunan Giri) yang kemudian setelah lama menimba ilmu mendirikan pondok pesantren di desa Sidomukti Kebomas Gresik. Pondok ini dikenal dengan nama Giri Kedaton.

Pertumbuhan Pondok Giri Kedaton ini sangat pesat. Banyak santri yang berdatangan dari berbagai daerah untuk menuntut ilmu. Mereka berasal dari luar Jawa, Madura, Lombok, Sulawesi, Sumbawa, dan Ternate. Setelah kembali ke daerahnya, mereka mendirikan pondok pesantren dan pusat-pusat pengajian yang baru.

Kriteria Pondok Pesantren

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang pada umumnya menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran non klasikal, dimana seorang kiyai mengajar para santrinya menggunakan kitab-kitab berbahasa Arab karya ulama besar.

Tujuan pendidikan pesantren bukan untuk mengejar kepentingan duniawi, tetapi menanamkan bahwa belajar adalah semata-mata kewajiban dan pengabdian kepada Allah SWT.

Tujuan utama berdirinya, tidak lepas dari cita-cita da’wah Islam di Indonesia, yang sekaligus merupakan pembinaan kader ulama. Dengan demikian pondok pesantren merupakan benteng pertahanan yang dapat menjamin keberlangsungan syiar da’wah Islamiyah di Indonesia.

Sebagai lembaga pendidikan Islam, setiap pesantren sedikitnya memiliki 5 hal:

  1. Ada Ulama atau Kiai
  2. Ada Santri
  3. Ada pondokan atau asrama
  4. Ada masjid atau musholla
  5. Ada pengajaran kitab kuning atau kitab Islam berbahasa Arab klasik.

Ciri-ciri Pondok Pesantren

Dalam perjalanan sejarahnya, pondok pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga berperan sebagai lembaga kemasyarakatan dan pusat da’wah Islamiyah. Dengan perannya ini, pondok pesantren memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam membentuk dan memelihara kehidupan sosial, kultural, politik dan keagamaan masyarakat.

Dalam perkembangan selanjutnya pesantren merupakan sub kultur sendiri di tengah-tengah kultur bangsa Indonesia yang mempunyai ciri-ciri pengajarannya:

  1. Mandiri dan sederhana .
  2. Anti kebudayaan Belanda yang dianggap kafir, dengan mengumandangkan semboyan :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Artinya: Barangsiapa yang menyerupai atau meniru-niru suatu kaum, maka ia tergolong sebagian dari mereka.

3. Menjadi pusat penyiaran Islam yang kokoh dengan memegang tegak faham Aswaja dan Madzahibil Arba’ah.

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Pendidikan, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Santri, Siswa dan Pelajar

Posted by gunawank pada Oktober 23, 2015

Menurut bahasa, kata santri dan pelajar/siswa memiliki arti yang sama yaitu orang yang sedang menuntut ilmu. Namun dalam kehidupan sehari-hari, beberapa kata yang memiliki arti sama dari sisi bahasa (arti menurut kamus) menjadi berbeda pengertiannya ketika digunakan untuk istilah yang berbeda.

Sebagai contoh, sunnah menurut bahasa artinya jalan, peraturan, ketetapan, sikap dalam bertindak dan bentuk kehidupan. Sedangkan menurut istilah Ulama Muhaditsin, sunnah artinya segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah saw baik berupa ucapan (qauliyyah), perbuatan (fi’liyyah) maupun penetapan (taqririyyah).

Menurut istilah Ulama Fiqih, sunnah artinya hukum suatu amal yang apabila dikerjakan akan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan tidak berdosa.

Demikian pula berdasarkan istilah yang terjadi di masyarakat, kata santri digunakan untuk orang-orang yang sedang menimba ilmu agama di pondok pesantren atau lembaga pendidikan agama lainnya. Sedangkan kata pelajar atau siswa digunakan untuk mereka yang sedang menimba ilmu di sekolah.

Perbedaan penggunaan istilah ini juga berkaitan dengan sistem pengajaran. Dalam pondok pesantren santri akan mendapatkan pengajaran yang bersifat keilmuan sekaligus pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari dan pembiasaan-pembiasaan yang khas hanya didapatkan di sistem pendidikan pondok pesantren.

Pembiasaan dalam bidang keilmuan:

  1. Santri terbiasa muthola’ah atau mengulang pelajaran di asrama/pondokan setelah mendapatkan pelajaran dari kiai atau ustadz.
  2. Jika belum menguasai atau memahami pelajaran yang didapatkan dari kiai, santri terbiasa meminta penjelasan (sorogan) kepada seniornya.
  3. Untuk memperdalam pemahaman atau menambah wawasan suatu masalah, santri terbiasa berdiskusi (mudzakarah) dengan teman satu kamar atau teman dari kamar yang berbeda.
  4. Santri terbiasa menghafal seluruh isi kitab terutama kitab-kitab kaidah yang berbentuk nazhom (syair), seperti Kitab Alfiyah (kaidah tatabahasa Arab) yang berisi 1.000 bait, Imriti (500 bait), Asbah wan nazhir (qaidah fiqiyah), Waroqot (qaidah ushul fiqih) dan lain-lain.
  5. Setiap santri pasti memiliki kitab semua pelajaran yang diajarkan di pesantrennya.

Serta kebiasaan-kebiasaan lain yang berjalan secara alamiyah tanpa harus di suruh oleh gurunya. Sesuatu yang sulit ditemukan pada lembaga pendidikan selain pondok pesantren.

Pembiasaan dalam bidang kepribadian dan kehidupan sosial:

  1. Santri dididik untuk hidup mandiri, mencuci pakaian sendiri, masak sendiri bahkan tidak sedikit yang mencari biaya hidup sendiri.
  2. Santri dididik untuk hidup sederhana, jauh dari kemewahan.
  3. Santri dididik untuk hidup dalam kebersamaan, saling membantu. Siapapun yang mendapat kiriman makanan dan apapun makanannya, misalnya, akan selalu dimakan bersama-sama dengan teman-temannya.
  4. Santri dididik untuk menjadi pribadi yang anti terhadap kebudayaan barat yang bertentangan dengan morma-norma syariat Islam.
  5. Akhlak, disiplin, hormat kepada guru, kepada orang yang lebih tua, kepada sesama dan selalu mengucap salam apabila bertemu merupakan pembiasaan yang harus dilakukan santri sehari-hari.
  6. Santri akan mentaati apapun yang difatwakan oleh kiainya selama tidak menyimpang dan bertentangan dengan syariat Islam.

Singkat kata, pembiasaan-pembiasaan seperti ini sulit ditemukan pada para pelajar di luar pondok pesantren. Dengan kata lain sulit dipersamakan (berdasarkan istilah) antara santri dan pelajar.

Posted in Opini, Opinion, Pengetahuan, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Persib Bandung Juarai Kompetisi Perdana Piala Presiden 2015

Posted by gunawank pada Oktober 18, 2015

Kemenangan PersibPersib Bandung kembali menorehkan sejarah sebagai ‘spesialis’ Juara Pertama pada kompetisi perdana setelah mengalahkan Sriwijaya FC 2-0 pada kompetisi Piala Presiden I yang digelar hari ini (Minggu, 18/10/2015) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta.

Prestasi ini mengulang keberhasilan Persib Bandung yang tampil sebagai Juara pada kompetisi Liga Indonesia I tahun 1994/1995 setelah mengalahkan Petrokimia Putra 1-0 melalui gol Sutiono Lamso pada menit 76 di Stadion Utama Senayan Jakarta (30/7/1995).

Menurut pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman,  menyadari bahwa Sriwijaya bukan lawan mudah dan identik dengan permainan serta beban berat yang harus dikul dengan melakoni format kandang tandang sejak babak 16-besar, maka beliau meminta tim untuk bermain sabar dan lebih rilex. Itulah yang menjadi kunci kemenangan Persib.

Permainan yang lebih rileks dan cenderung menurun dibandingkan laga-laga sebelumnya justeru membuahkan hasil dengan terciptanya gol perdana pada menit keenam lewat Ahmad Jufriyanto. Keunggulan bertambah lewat gol bunuh diri Dian Agus Prasetyo pada menit ke-45.

Gol pada menit-menit awal inilah yang menurut Sang kapten, Atep justeru menjadi salah satu faktor kemenangan. “Kami diuntungkan oleh gol cepat,” tuturnya saat mendampingi Sang pelatih, Djadjang pada sesi konferensi pers.

Selamat buat Persib ….! Selamat untuk para Bobotoh …! Selamat untuk persepak bolaan nasional, semoga semakin maju dan berprestasi di kancah internasional …!!!

Posted in Bandung, Berita, Bintang, Hotline News, Idola, Indonesia, Info, Kompetisi, Kota Bandung, Kota Kembang, Olah raga, PSSI, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Pesta Bikini Pelajar vs Pendidikan Karakter Bangsa

Posted by gunawank pada April 29, 2015

Beberapa hari terakhir dunia pendidikan kita dihebohkan dengan pemberitaan media masa maupun dunia maya tentang adanya pesta bikini (pool party) pelajar SMA Jakarta untuk menyuarakan kebebasan usai pelaksanaan UN.

Berawal dari undangan Divine Production sebagai panitia penyelenggara yang tersebar melalui situs video Yutube dan melibatkan beberapa pelajar, panitia  mengajak pelajar SMA ikut acara yang akan digelar di area kolam renang lantai 6 Hotel Media and Towers Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 3 pada Sabtu (25/4) malam. Kehebohan terjadi karena acara yang bertema “Splash After Clash” itu mewajibkan pesertanya hadir mengenakan “Bikini Summer Dress”.

Kejadian ini semakin menambah panjang daftar “gangguan” yang dilakukan pihak-pihak di luar komunitas pendidikan terhadap usaha-usaha pendidikan nasional dalam mencetak generasi muda yang memiliki sikap dan perilaku mencerminkan karakter karakter bangsa.

Sebagaimana diketahui sejak penerapan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dilanjutkan oleh Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sistem pendidikan nasional menerapkan pendidikkan karakter pada setiap materi pembelajaran. Usaha ini dipertegas lagi dalam Kurikulum 2013 dengan menambah kompetensi sikap spiritual dan sikap sosial sebagai kompetensi inti (KI) 1 dan 2 pada setiap kompetensi dasar (KD).

Singkat kata, bangsa kita melalui sistem pendidikan nasional saat ini sedang gencar-gencarnya membangun generasi yang bukan hanya cerdas tetapi sekaligus memiliki karakter religius dan sesuai budaya bangsa.

Berpesta pora dengan maksud merayakan selesainya pelaksanaan ujian nasional saja sudah tidak mendidik, karena ujian nasional bukan akhir dari kewajiban belajar, apalagi belum jelas lulus atau tidaknya.

Corat-coret baju saja ketika lulus ujian yang tidak berimplikasi langsung terhadap kesusilaan sudah dilarang dan tidak dibenarkan oleh sekolah, apalagi berpesta pora semalam suntuk tanpa kontrol dan berpakaian minim lagi, jelas-jelas sangat tidak sesuai dengan norma-norma pendidikan, bangsa dan agama.

Mudah-mudahan ke depan dunia pendidikan diselamatkan dari campur tangan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Posted in Akhlak, Berita, Buah bibir, Serba serbi, Siswa, Ujian nasional | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Jadwal Lengkap dan Update Skor Pertandingan Piala Dunia 2014

Posted by gunawank pada Juni 16, 2014

Piala Dunia 2014

Hiruk pikuk piala dunia 2014 di Brasil telah dimulai sejak dibukanya pesta akbar bola tersebut pada tanggal 13 Juni 2014.

Berikut jadwal serta hasil pertandingan per hari ini. Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Daftar, Hot Topic, Hotline News, Info, Jadwal, Kompetisi, Olah raga, Piala dunia, Sepakbola, Serba serbi, Sport, Topic Hot, World Cup | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

Biografi Lengkap Capres 2014 (II); Prabowo Subianto

Posted by gunawank pada Mei 26, 2014

Profil-Prabowo-Subianto2Nama : Prabowo Subianto
Lahir : Jakarta, 17 Oktober 1951
Agama : Islam

Pendidikan:
SMA: American School In London, U.K. (1969)
Akabri Darat Magelang (1970-1974)
Sekolah Staf Dan Komando TNI-AD

Kursus/Pelatihan:
Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (1974)
Kursus Para Komando (1975)
Jump Master (1977)
Kursus Perwira Penyelidik (1977)
Free Fall (1981)
Counter Terorist Course Gsg-9 Germany (1981)
Special Forces Officer Course, Ft. Benning U.S.A. (1981)

Jabatan:
Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
Komandan Sekolah Staf Dan Komando ABRI (1998)

Jabatan Sekarang:
Ketua Umum HKTI periode 2010-2015
Ketua Umum HKTI periode 2008-2013
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2007-2011
Komisaris Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung (Perusahaan Produksi Minyak Kelapa Sawit), Jakarta, Indonesia
Presiden Dan Ceo PT Nusantara Energy (Migas, Pertambangan, Pertanian, Kehutanan Dan Pulp) Jakarta, Indonesia
Presiden Dan Ceo PT Jaladri Nusantara (Perusahaan Perikanan) Jakarta, Indonesia

Jabatan militer

Berikut adalah jabatan militer Prabowo Subianto:

Tahun Jabatan
1976 Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha
1977 Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha
1983-1985 Wakil Komandan Detasemen–81 Kopassus
1985-1987 Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad
1987-1991 Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad
1991-1993 Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kostrad
1993-1994 Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus
1994 Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus
1995-1996 Komandan Komando Pasukan Khusus
1996-1998 Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus
1998 Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat
1998 Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, Biodata, Biografi, Info, Pemilu, Serba serbi, Tokoh | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »