Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Uswatun Hasanah’ Category

Islam Bukan Agama Pencaci-maki

Posted by gunawank pada Mei 26, 2017

Setelah kemenangan perang Hunain, yang dipimpin Khalid bin Walid, atas titah bagin da Rasulullah SAW. Pasukan kafir akhirnya kocar kocir. Banyak diantara mereka tertangkap dan di bawa ke Basecamp Muslim.

Pada saat itu ada salah satu  Muslim yang ikut berperang meneriakkan yel yel kebencian sewaktu tawanan mereka akan dibawa menghadap baginda Rasulullah SAW.

“Sungguh mulia ummat islam..sungguh merugi ummat Nasoro. Sungguh hina ummat penyembah selain Allah”.

Mendengar teriakan tersebut. Rasulullah langsung keluar dengan wajah yang sangat marah. Beliau menatap kerumunan orang orang yang berjumlah sangat banyak lalu masuk kembali. Melihat Rasulullah SAW tidak seperti biasanya. Abu Bakar r.a. dan Umar r.a, saling pandang dan berseru dengan ucapan sangat keras!

“Diamlah kalian! Rasulullah akan berkata kepada kita semua!”

Lalu sorak sorai kemenangan bagi kaum Muslim, mendadak sunyi. Semua orang menatap ke arah pintu perkemahan yang didalamnya terdapat baginda Rasulullah. Keluarlah sosok sempurna dengan mata berkaca kaca menahan amarah.

“Ketahuilah wahai sahabat-sahabatku. Islam agama paling mulia. Islam agama paling diridloi. Islam agama kebaikan bagi seluruh alam. Namun Islam bukan agama pencaci maki apalagi sampai menyakiti ummat lainnya. Ingat hatiku terasa panas sewaktu kalian berani mencaci maki agama orang lain. Aku takut azab Allah. Aku takut nikmat Islamku tercabut. Aku takut kalian tidak bersamaku kelak. Aku takut hanya karena ulah kalian ummatku menjadi pembakaran api neraka. Dan yang aku takutkan atas ucapan kalian, mereka jadi berani menghina Allah dan Rasul-Nya. Mereka jadi berani menghina Islam dan agama kita semua. Bila mereka sudah seperti itu, maka kalianlah yang menjadi pertanggung jawabannya di akherat kelak dan bukan golonganku.”

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Idola, Islam, Muslim, Renungan, Sejarah, Teladan, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Sebutir Kurma Penghalang Do’a

Posted by gunawank pada April 2, 2017

Usai menunaikan ibadah haji, Ibrahim bin Adham berniat ziarah ke mesjidil Aqsa. Untuk bekal di perjalanan, ia membeli 1 kg kurma dari pedagang tua di dekat mesjidil Haram.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat sebutir kurma tergeletak didekat timbangan. Menyangka kurma itu bagian dari yang ia beli, Ibrahim memungut dan memakannya. Setelah itu ia langsung berangkat menuju Al Aqsa.

Empat bulan kemudian, Ibrahim tiba di Al Aqsa. Seperti biasa, ia suka memilih sebuah tempat beribadah pada sebuah ruangan di bawah kubah Sakhra. Ia shalat dan berdoa khusuk sekali.

Tiba tiba ia mendengar percakapan dua Malaikat tentang dirinya.

“Itu, Ibrahim bin Adham, ahli ibadah yang zuhud dan wara yang doanya selalu dikabulkan ALLAH SWT,” kata malaikat yang satu.

“Tetapi sekarang tidak lagi. doanya ditolak karena 4 bulan lalu ia memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja seorang pedagang tua di dekat mesjidil haram,” jawab malaikat yang satu lagi.

Ibrahim bin Adham terkejut sekali, ia terhenyak. Jadi selama 4 bulan ini ibadahnya, shalatnya, doanya dan mungkin amalan-amalan lainnya tidak diterima oleh ALLAH SWT, gara-gara memakan sebutir kurma yang bukan haknya.

“Astaghfirullahal adzhim” Ibrahim beristighfar. Ia langsung berkemas untuk berangkat lagi ke Mekkah menemui pedagang tua penjual kurma. Untuk meminta dihalalkan sebutir kurma yang telah ditelannya.

Begitu sampai di Mekkah ia langsung menuju tempat penjual kurma itu, tetapi ia tidak menemukan pedagang tua itu, melainkan seorang anak muda.

“4 bulan yang lalu saya membeli kurma di sini dari seorang pedagang tua. kemana ia sekarang?” tanya ibrahim.

“Sudah meninggal sebulan yang lalu, saya sekarang meneruskan pekerjaannya berdagang kurma,” jawab anak muda itu.

“Innalillahi wa inna’ilaihi roji’un, kalau begitu kepada siapa saya meminta penghalalan?”

Kemudian Ibrahim menceritakan peristiwa yg dialaminya. Anak muda itu mendengarkan penuh minat.

“Nah, begitulah,” kata Ibrahim setelah bercerita.

“Engkau sebagai ahli waris orangtua itu, maukah engkau menghalalkan sebutir kurma milik ayahmu yang terlanjur kumakan tanpa izinnya?”

“Bagi saya tidak masalah. Insya ALLAH saya halalkan. Tapi entah dengan saudara-saudara saya yang jumlahnya 11 orang. Saya tidak berani mengatasnamakan mereka, karena mereka mempunyai hak waris sama dengan saya.”

“Dimana alamat saudara-saudaramu? Biar saya temui mereka satu persatu,” lanjut Ibrahim.

Setelah menerima alamat, Ibrahim bin Adham pergi hendak menemui mereka.

Meskipun rumahnya berjauhan, akhirnya selesai juga. Semua setuju menghalakan sebutir kurma milik ayah mereka yang termakan oleh Ibrahim.

Empat bulan kemudian, Ibrahim bin Adham sudah berada di bawah kubah Sakhra. Tiba tiba ia mendengar dua malaikat yang dulu terdengar lagi bercakap-cakap.

“Itulah Ibrahim bin Adham yang doanya tertolak gara-gara makan sebutir kurma milik orang lain.”

“O, tidak.., sekarang doanya sudah makbul lagi,” kata malaikat satunya.
“Ia telah mendapat penghalalan dari ahli waris pemilik kurma itu. Diri dan jiwa Ibrahim kini telah bersih kembali dari kotoran sebutir kurma yang haram karena masih milik orang lain. Sekarang ia sudah bebas.”

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Do'a, Hikmah, KisahSufi, Renungan, Tasawuf, Teladan, Tobat, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »

KH. Zezen Bazul Asyhab; Da’i Kharismatik Dari Sukabumi

Posted by gunawank pada November 20, 2015

KH. M. Zein Zaenal Abidin Bazul Asyhab yang sering dipanggil dengan sapaan akrabnya, ajengan Zezen ini lahir di Sukabumi 60 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 17 Februari 1955.

Beliau adalah sosok seorang da’i yang tidak pernah kenal lelah dan letih dalam mengamalkan ilmunya serta mengembangkan dakwahnya pada masyarakat, khususnya di Pondok Pesantren Az–Zainiyyah Sukabumi yang dipimpinnya.

Beliau juga dikenal sebagai seorang guru yang sangat disegani oleh semua muridnya, imam yang sangat dicintai di tengah masyarakat, seorang ayah yang sangat sayang terhadap keluarganya, dan seorang imam yang pemikirannya di terima oleh semua kalangan, semua kelompok, dan semua tingkatan masyarakat. Oleh karena itulah murid-murid beliau memanggilnya dengan sebutan ‘Uwa Imam’.

Sebagai sosok kiayi yang tidak pernah surut dari semangat jihad dalam menegakan agama Allah. Beliau paling tidak suka mendengar orang meremehkan agama, mendengar Islam di lecehkan, Islam berada dalam tekanan, dan melihat pengamalan ajaran Islam yang tidak sepenuh daya.

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Biografi, In memoriam, Mubaligh, MUI, Muslim, Nahdlatul Ulama, NU, Renungan, Tasawuf, Teladan, Tokoh, Tokoh kharismatik, Tokoh NU, Tokoh Sunda, Ulama, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Keluarganya

Posted by gunawank pada Oktober 28, 2011

إنّ أعـطينك كالكوثر. فصلّ لر بّك وانحر. انّ شانئك هو ا لأبتر

Bulan Dzulhijah merupakan salah satu bulan yang dihormati oleh Allah Swt. Setidaknya ada tiga peristiwa penting dalam bulan ini, yaitu puncak pelaksanaan ibadah haji yang merupakan rukun Islam kelima, shalat iedul Adha dan penyembilan hewan qurban.

Ketiga peristiwa ini tiada lain adalah prasasti penghargaan Allah Swt kepada tiga sosok manusia mulia, yaitu Nabi Ibrahim As, Siti Hajar dan Nabi Ismail As, yang tiada lain adalah ayah, istri dan anak, yang telah lulus dalam menerima berbagai cobaan dan ujian dari Allah Swt dengan sabar dan keikhlasan, agar menjadi pelajaran bagi orang-orang yang kemudian. Firman Allah Swt dalam Al- Qur’an surat Al Shoffat ayat 104 – 108:

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ (104) قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ (105) إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ (106) وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ (107) وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الْآَخِرِينَ (108)

“Dan kami panggillah Dia. Hai Ibrahim! sesungguhnya kami membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) dikalangan orang-orang yang kemudian”. Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hewan kurban, Hikmah, Ibadah, Ibadah haji, Ibadah Qurban, Idola, Kisah, Lebaran, Qurban, Sejarah, Teladan, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , , | 12 Comments »

Tips; Agar Taubat Diterima Oleh Allah SWT

Posted by gunawank pada Mei 8, 2011

Salah satu ciri orang yang bertakwa adalah mereka cepat bertaubat apabila berbuat dosa, memohon ampunan manakala memperbuat suatu pelanggaran ketentuan Allah SWT, baik ketentuan yang berupa perintah, maupun berupa larangan. Firman Allah Swt:

 وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (آل عمران: 135)

“Dan (juga mereka adalah) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka, dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (QS. Ali Imran: 135).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Hot Topic, Ibadah, Islam, Pendidikan, Serba serbi, Tasawuf, Tips, Tobat, Topic Hot, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , , | 8 Comments »

Takabbur vs Tawadhu

Posted by gunawank pada Maret 13, 2011

Takabur atau sombong adalah sikap dan sifat merasa diri lebih dari yang lain dalam segala hal: ilmu, ibadah, kekayaan, kedudukan, kecantikan dan lain-lain. Bahkan Imam al-Ghazali rahimahullah mengatakan: “Orang yang takabur adalah orang yang apabila dibantah (pendapatnya) oleh orang lain maka ia akan marah dan membencinya, sedangkan jika dia membantah pendapat orang lain akan membantahnya dengan perkataan sesuka hatinya. Suka membantah pendapat orang lain tetapi dia sendiri tidak mau dibantah orang lain”.

Oleh karena itu beliau mengatakan bahwa takabur merupakan sikap dan sifat yang sangat dicela dalam Islam serta merupakan penyakit hati dan termasuk ma’siat batin yang dicela oleh syara’.

فَادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

“Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu” (QS. An-Nahl: 29)

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Hot Topic, Kisah, KisahSufi, Serba serbi, Tasawuf, Teladan, Tips, Topic Hot, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , , , , , | 10 Comments »

Tugas Mulia Rasulullah SAW

Posted by gunawank pada Februari 14, 2011

* يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا (45) وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا (46) وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا (الأحزاب: 47)

“Hai Nabi, Sesungguhnya Kami mengutusmu untuk menjadi saksi, dan pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Dan untuk menjadi penyeru kepada agama Allah dengan izin-Nya dan untuk menjadi cahaya yang menerangi. Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka adalah karunia yang besar dari Allah”. (Al-Ahzab ayat 45-47)

Berdasarkan ayat di atas, ada lima tugas yang diemban oleh Rasulullah Saw sebagai utusan Allah kepada seluruh umat manusia:

Pertama, Rasulullah Saw ditugaskan oleh Allah Swt untuk menjadi saksi (Syahidan) tentang keesaan Allah Swt, serta menjelaskan kepada seluruh manusia bahwa tidak ada Tuhan yang wajib disembah, wajib ditaati, ditakuti dan dicintai secara haq, dengan sebenar-benarnya, di dalam wujud-Nya kecuali Allah Swt. Dalam surat Al-A’raf: 158 Allah berfirman:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (الأعراف: 158)

“Katakanlah (hai Muhammad kepada seluruh manusia): “Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kamu sekalian, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk”.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Hot Topic, Islam, Kepribadian, Serba serbi, Tokoh kharismatik, Uswatun Hasanah | Dengan kaitkata: , , , , , , | 20 Comments »