Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Archive for the ‘Wakil rakyat’ Category

Aneh Tapi Nyata : Hadiahku… Berubah Jadi Kulit Pisang ?!!!

Posted by gunawank pada November 12, 2016

Seperti biasanya, pagi itu sepeda ontelku kusimpan dengan rapi di samping deretan sepeda siswa-siswa yang lain di halaman rumah penduduk sekitar Sekolahku. Maklum waktu itu di sekolahku belum tersedia tempat parkir khusus. Tapi walaupun di halaman penduduk tidak ada biaya sewa parkir, alias gratis. Bahkan mereka merasa senang karena bisa membantu anak sekolah. Beda dengan sekarang yang serba harus bayar.

“Yan . . . ! “, tiba-tiba terdengar suara memanggilku.

“Tolong bapak belikan pisang !”, lanjutnya yang ternyata wali kelasku, pak Suryaman , wali kelas 2D sekaligus guru matematika kami.

“Ya, pak !”, jawabku. Akupun pergi membeli sesisir pisang Ambon. Kupilih yang paling baik.

Hari itu adalah hari pembagian raport, hari yang ditunggu-tunggu dan membahagiakan bagi kami, khususnya saya pribadi karena . . .alhamdulillah saat itu mendapat predikat rangking pertama.

“Sebagai penghargaan dari bapak atas prestasimu, yan… tolong ambilkan yang tadi kamu beli di ruang guru !”, kata wali kelasku.

Ternyata pisang yang tadi aku beli itu. . .. Itulah hadiah rangking ku. Akupun dengan tetap bangga walaupun hanya diberi hadiah sesisir pisang dan bergegas pergi ke ruang guru.

Bukan bendanya yang membuatku senang tetapi perhatian dan penghargaannya yang aku banggakan. Dengan keterbatasan kemampuannya beliau tetap berusaha untuk menghargai prestasi anak didiknya.

Namun apa yang terjadi ? Kulihat di atas meja di ruang guru hanya ada tumpukan kulit pisang . . . ? ? ? ? ! ! !

Posted in Aneh tapi nyata, Biografi, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Uncategorized, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: | Leave a Comment »

Sejarah Pemilu Di Indonesia

Posted by gunawank pada April 22, 2014

Pemilihan Umum atau biasa disingkat Pemilu di Indonesia sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955 hingga sekarang tercatat sudah berlangsung 11 kali (termasuk Pemilu Legislatif yang dilaksanakan tanggal 9 April 2014 yang baru lalu). Berikut sejarah panjang pemilu ke pemilu tersebut:

Pemilu 1955.

Ini merupakan pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10 tahun. Kalau dikatakan pemilu merupakan syarat minimal bagi adanya demokrasi, apakah berarti selama 10 tahun itu Indonesia benar-benar tidak demokratis? Tidak mudah juga menjawab pertanyaan tersebut. 

Yang jelas, sebetulnya sekitar tiga bulan setelah kemerdekaan dipro-klamasikan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945, pemerin-tah waktu itu sudah menyatakan keinginannya untuk bisa menyele-nggarakan pemilu pada awal tahun 1946. Hal itu dicantumkan dalam Maklumat X, atau Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta tanggal 3 Nopember 1945, yang berisi anjuran tentang pembentukan par-tai-partai politik. Maklumat tersebut  menyebutkan, pemilu untuk me-milih anggota DPR dan MPR akan diselenggarakan bulan Januari 1946. Kalau kemudian ternyata pemilu pertama tersebut baru terselenggara hampir sepuluh tahun setelah kemudian tentu bukan tanpa sebab. 

Tetapi, berbeda dengan tujuan yang dimaksudkan oleh Maklumat X, pemilu 1955 dilakukan dua kali. Yang pertama, pada 29 September 1955 untuk memlih anggota-anggota DPR. Yang kedua, 15 Desember 1955 untuk memilih anggota-anggota Dewan Konstituante. Dalam Maklumat X hanya disebutkan bahwa pemilu yang akan diadakan Januari 1946 adalah untuk memilih angota DPR dan MPR, tidak ada Konstituante. 

Keterlambatan dan “penyimpangan” tersebut bukan tanpa sebab pula. Ada kendala yang bersumber dari dalam negeri dan ada pula yang berasal dari faktor luar negeri. Sumber penyebab dari dalam antara lain ketidaksiapan pemerintah menyelenggarakan pemilu, baik karena belum tersedianya perangkat perundang-undangan untuk mengatur penyelenggaraan pemilu maupun akibat rendahnya stabilitas keamanan negara. Dan yang tidak kalah pentingnya, penyebab dari dalam itu adalah sikap pemerintah yang enggan menyelenggarakan perkisaran (sirkulasi) kekuasaan secara teratur dan kompetitif. Penyebab dari luar antara lain serbuan kekuatan asing yang mengharuskan negara ini terlibat peperangan. 

Namun, tidaklah berarti bahwa selama masa konsolidasi kekuatan bangsa dan perjuangan mengusir penjajah itu, pemerintah kemudian tidak berniat untuk menyelenggarakan pemilu. Ada indikasi kuat bahwa pemerintah punya keinginan politik untuk menyelenggarakan pemilu. Misalnya adalah dibentuknya UU No 27 tahun 1948 tentang Pemilu, yang kemudian diubah dengan UU No. 12 tahun 1949 tentang Pemilu. Di dalam UU No 12/1949 diamanatkan bahwa pemilihan umum yang akan dilakukan adalah bertingkat (tidak langsung). Sifat pemilihan tidak langsung ini didasarkan pada alasan bahwa mayoritas warganegara Indonesia pada waktu itu masih buta huruf, sehingga kalau pemilihannya langsung dikhawatirkan akan banyak terjadi distorsi.  Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Indonesia, Info, Pemilu, Pengetahuan, Politik, Sejarah, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 1 Comment »

Jadikah BBM Jenis PREMIUM Naik Pada 1 April 2012 ?

Posted by gunawank pada Maret 31, 2012

Jawabannya gampang banget,…….bisa naik, bisa juga tidak. Jawaban pastinya akan ditentukan hari ini dalam “Drama” sidang Paripurna di lantai IV Gedung Nusantara II DPR, Senayan. Kenapa drama…?

Berdasarkan perkembangan terakhir suasana di gedung dewan terhormat, dua partai koalisi yakni PKS dan Golkar bersikap bereseberangan dengan pemerintah, dan nampaknya PPP juga akan mengikuti kedua partai tersebut (mudah-mudahan).

Jika kondisi ini benar-benar terjadi, maka dalam pengambilan keputusan yang akan dilakukan dengan voting terbuka dan seluruh anggota DPR sebanyak 560 orang hadir semua hanya 260 suara yang terdiri dari Partai Demokrat (148 orang), PPP (38 orang), PKB (28 orang), dan PAN (46 orang) yang mendukung kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

Sementara suara yang menolak sebanyak 300 suara yang berasal dari PDI-P (94 orang), Partai Gerindra (26 orang), Partai Hanura (17 orang), PKS (57 orang) dan Partai Golkar (106). Namun, biasanya peta politik bisa berubah setiap detik terutama pada detik-detik terakhir pengambilan keputusan. Justru di sinilah letak permasalahannya.

Untuk itu, jalan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia yang notabene (yakin) mayoritas menolak kenaikkan BBM bersubsidi untuk terus berdo’a dan berharap para wakil rakyat di Senayan benar-benar memiliki nurani yang sama dengan rakyat yang diwakilinya. Amin.

——————————————————–

DAN AKHIRNYA………….

Setelah melalui sidang yang cukup panjang hingga dinihari tadi (Sabtu, 31/3/2012) dengan melalui pemungutan suara, dan dengan dukungan 356 suara (Demokrat, Golkar, PPP, PKB dan PAN) sidang paripurna memutuskan memilih opsi kedua yakni pasal 7 ayat 6 UU APBN tahun 2012 yang berbunyi: “Harga jual eceran BBM bersubsidi tidak mengalami kenaikan” (alhamdulillah…!) ditambah ayat baru (ayat 6A), yakni : “Pemerintah dapat menaikkan harga BBM jika harga minyak dunia naik lebih dari 15% dari asumsi APBN selama 6 bulan berturut-turut”.(ha…??!!!).

Artinya: BBM bersubsidi tidak naik per 1 April 2012, tetapi……..setelah itu ? Berdasarkan ayat tambahan tersebut, Pemerintah bisa menaikkannya tanpa harus melalui persetujuan DPR. Inilah yang dimaksud “Drama” pada awal tulisan di atas. Nayatanya, Golkar dan PPP masih berat untuk bisa bereberangan dengan pemerintah.

SELESAI………

Ada pernyataan salah seorang warga masyarakat yang menggelitik berkaitan dengan isu BBM ini. Kira-kira begini bunyinya (karena hanya ditayangkan sekilas oleh salah satu stasiun TV nasional), “Yang membayar subsidi BBM kan rakyat lewat pembayaran pajak dan sebagainya, bukan pemerintah. Jadi pemerintah tidak perlu keberatan dengan subsidi BBM, karena yang membayar subsidi adalah rakyat dan subsidi itu untuk rakyat. Dari rakyat untuk rakyat…….”

Posted in Buah bibir, DPR, Hot Topic, Hotline News, Indonesia, Opini, Opinion, Pemerintah, Politik, Serba serbi, Topic Hot, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , | 2 Comments »

Humor Gusdur: Kebijakan Baru Yang Menyengsarakan Anggota DPR

Posted by gunawank pada Desember 16, 2011

SUATU hari di negara antah berantah, muncul suatu kebijakan baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya di negara lain.

Kebijakan itu yakni, setiap orang yang berstatus wakil dinaikkan pangkatnya. Wakil presiden jadi presiden, wakil direktur menjadi direktur, wakil komandan menjadi komandan  wakil gubernur menjadi gubernur, wakil RT menjadi ketua RT dan seterusnya. Yang penting dalam program ini tidak ada penggusuran posisi. Perkara ada posisi ganda, itu bisa diatur dalam pembagian tugasnya.

Masalah pembengkakan anggaran, semua ditanggung oleh negara. Sesudah mantap dengan rencana itu, diajukanlah program ini ke DPR untuk mendapatkan persetujuan mereka. Ternyata mereka menolak. Betul-betul menolak keras. Bahkan, ditolak mentah-mentah dengan sangat keras.

Alasannya, program ini menyengsarakan anggota DPR. Bayangkan, mereka akan berubah status dari wakil rakyat menjadi rakyat.

(Dikutif dari : http://news.okezone.com/)

Posted in Akhlak, DPR, Guru bangsa, Gus Dur, Hikmah, Kisah, Politik, Potret, Renungan, Serba serbi, Tokoh, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , | 12 Comments »

Aku Malu Jadi Anggota DPR

Posted by gunawank pada Februari 19, 2011

AKU MALU JADI ANGGOTA DPR. Lho koq bisa…..?

Bukankah kebanyakan orang berebut dan berlomba-lomba atau setidak memimpikan menjadi anggota DPR……? Begitulah komentar berbentuk pertanyaan yang muncul dari teman2 saat aku kemukakan isi hatiku ini.

Ya…aku malu ! Karena menurutku, anggota DPR adalah kumpulan orang-orang terhormat yang duduk di lembaga yang terhormat. Mereka merupakan orang-orang pilihan yang merepresentasikan suara seluruh rakyat Indonesia, sehingga harus memiliki kriteria yang lebih dibandingkan rata-rata rakyat Indonesia.

Untuk lebih jelasnya, inilah alasan-alasan yang mendasari mengapa aku malu jadi anggota DPR:

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, DPR, Kepribadian, Opini, Opinion, Pejabat Negara, Serba serbi, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Uji Kelayakan dan Kepatutan Yang Tidak Layak

Posted by gunawank pada Oktober 15, 2010

Kamis, 14 Oktober kemarin selama 12 jam kita disuguhi tayangan langsung rapat komisi III DPR RI dengan agenda Uji Kelayakan dan Kepatutan calon Kapolri Komjen Timur Pradopo. Seperti biasanya…hampir semua anggota komisi mengajukan bertubi-tubi petanyaan.

Lucunya…banyak pertanyaan yang justru tidak layak diajukan dalam sebuah uji kelayakan, seperti masalah kumis, pesan orangtua sampai ungkapan memuji-muji. Bahkan ada pertanyaan: “Menurut bapak apakah bapak layak menjadi Kapolri?”. Hah……..bukankah penguji itu yang harus  dan ditugaskan menilai apakah layak atau tidak, bukannya bertanya kepada yang bersangkutan.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, DPR, Pejabat Negara, Pemerintah, Presiden, Serba serbi, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Hikmah Ramadlan: Keteladanan Pemimpin

Posted by gunawank pada September 2, 2010

Suatu hari, Khalifah Abu Bakar hendak berangkat berdagang. Di tengah jalan, ia bertemu dengan Umar bin Khathab. “Mau berangkat ke mana engkau, wahai Abu Bakar?” tanya Umar. “Seperti biasa, aku mau berdagang ke pasar,” jawab sang khalifah.

Umar kaget mendengar jawaban itu, lalu berkata, “Engkau sekarang sudah menjadi khalifah, karena itu berhentilah berdagang dan konsentrasilah mengurus kekhalifahan.” Abu Bakar lalu bertanya, “Jika tak berdagang, bagaimana aku harus menafkahi anak dan istriku?” Lalu Umar mengajak Abu Bakar untuk menemui Abu Ubaidah. Kemudian, ditetapkanlah oleh Abu Ubaidah gaji untuk khalifah Abu Bakar yang diambil dari baitul mal.

Pada suatu hari, istri Abu Bakar meminta uang untuk membeli manisan. “Wahai istriku, aku tak punya uang,” kata Abu Bakar. Istrinya lalu mengusulkan untuk menyisihkan uang gaji dari baitul mal untuk membeli manisan. Abu Bakar pun menyetujuinya.

Setelah beberapa lama, uang untuk membeli manisan pun terkumpul. “Wahai Abu Bakar belikan manisan dan ini uangnya,” ungkap sang istri memohon. Betapa kagetnya Abu Bakar melihat uang yang disisihkan istrinya untuk membeli manisan. “Wahai istriku, uang ini ternyata cukup banyak. Aku akan serahkan uang ini ke baitul mal, dan mulai besok kita usulkan agar gaji khalifah supaya dikurangi sebesar jumlah uang manisan yang dikumpulkan setiap hari, karena kita telah menerima gaji melebihi kecukupan sehari-hari,” tutur Abu Bakar.

Sebelum wafat, Abu Bakar berwasiat kepada putrinya Aisyah. “Kembalikanlah barang-barang keperluanku yang telah diterima dari baitul mal kepada khalifah penggantiku. Sebenarnya aku tidak mau menerima gaji dari baitul mal, tetapi karena Umar memaksa aku supaya berhenti berdagang dan berkonsentrasi mengurus kekhalifahan,” ujarnya berwasiat.

Abu Bakar juga meminta agar kebun yang dimilikinya diserahkan kepada khalifah penggantinya. “Itu sebagai pengganti uang yang telah aku terima dari baitul mal,” kata Abu Bakar. Setelah ayahnya wafat, Aisyah menyuruh orang untuk menyampaikan wasiat ayahnya kepada Umar. Umar pun berkata, “Semoga Allah SWT merahmati ayahmu.”

Kisah yang tertulis kitab fadhailul ‘amal itu sarat akan makna dan pesan. Di bulan Ramadhan ini, kita dapat mengambil pelajaran dari sikap dan keteladanan Abu Bakar yang tidak rakus terhadap harta kekayaan. Meski ia adalah seorang khalifah, namun tetap memilih hidup sederhana demi menjaga amanah.

Inilah sikap keteladanan dari seorang pemimpin sejati yang perlu ditiru oleh para pemimpin bangsa kita. Perilaku pemimpin, memiliki pengaruh yang besar bagi kehidupan masyarakat. Terlebih, bangsa Indonesia memiliki karakteristik masyarakat yang paternalistik yang rakyatnya berorientasi ke atas.

Apa yang dilakukan pemimpin akan ditiru oleh rakyatnya, baik perilaku yang baik maupun yang buruk. Dengan spirit Ramadhan, maka hendaknya para pemimpin memberi teladan untuk hidup secara wajar agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial. Wallahu ‘alam.

***Dikutif dari “Puasa dan Keteladanan Pemimpin” oleh Prof. Nanat Fatah Natsir (Republika, 1/9/2010)

Posted in Akhlak, Bulan Ramadlan, Hikmah, Iman, KisahSufi, Pelajaran, Pemimpin, Pendidikan, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Shaum, Teladan, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | 3 Comments »

Grasi Untuk Koruptor

Posted by gunawank pada Agustus 21, 2010

Sebagaimana dilansir berbagai media, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memberikan grasi kepada Syaukani Hassan Rais, mantan Bupati Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur  melalui Keputusan Presiden (Keppres) nomor 7/G Tahun 2010 tertanggal 15 Agustus 2010. Dalam Kepres itu disebutkan bahwa hukuman untuk Syaukani dikurangi dari enam tahun jadi tiga tahun penjara. Syaukani langsung bebas dari bui sejak Rabu (18/8).

Kepres tersebut disambut reaksi keras berbagai kalangan, salah satu diantaranya adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin  yang menilai pemerintah berlebihan dalam memberikan grasi terhadap koruptor. “Pemerintah harus benar-benar peka dan mempertimbangkan penderitaan rakyat. Jangan sekali-kali menyinggung perasaan  rakyat, mengusik rasa keadilannya”, katanya sebagaimana dikutip Antara-Sumbar.com (20/8/2010).

Grasi memang hak prerogatif Presiden, namun untuk koruptor yang termasuk kejahatan luar biasa bagi rakyat, seharusnya dipertimbangkan lebih seksama.

Dalam agama, taubat dari kesalahan terhadap sesama manusia (haqul adami) tidak akan diterima sebelum mendapat pembebasan penghalalan (istihlal) dari yang bersangkutan. Dengan kata lain, untuk pengampunan seorang koruptor yang telah mencuri harta rakyat harus bertanya terlebih dahulu kepada seluruh rakyat Indonesia, apakah mereka telah menghalalkan harta yang dicuri tersebut. Apabila seluruh rakyat telah menghlalkannya, baru dikeluarkan keputusan Grasi, jika tidak, maka Presiden yang merupakan pemegang mandat amanat rakyat jangan berani memberikannya.

Ingat…setiap amanat akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

Posted in Akhlak, Berita, Grasi, Gubernur, Kepres, Korupsi, Koruptor, Muhammadiyah, Pemerintah, Presiden, Serba serbi, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , | 2 Comments »

DPR, Wakil Rakyat atau Wakil Partai ?

Posted by gunawank pada Juli 30, 2010

Sesuai namanya bahkan sesuai Undang-undang Dasar, DPR adalah Dewan Perwakilan Rakyat, yakni lembaga negara yang berperan sebagai wakil rakyat dalam menjalankan fungsi-fungsinya.

Oleh karena itu, anggota DPR yang dipilih dari rakyat, oleh rakyat dan untuk mengemban amanat rakyat diberi hak serta fasilitas yang istimewa: kendaraan mewah, gajih tinggi, insentif dan lain sebagainya.

Namun kenyataannya, mereka lebih mendengar dan lebih takut kepada partainya ketimbang kepada rakyat yang memberikan amanat kepada mereka.

Buktinya, akhir-akhir ini rakyat mempertanyakan para anggota DPR yang mangkir hadir dalam persidangan atau hadir tetapi asyik tidur, baca koran, main HP dan sebagainya. Demikian pula tentang anggota DPR yang sampai saat ini belum melaporkan harta kekayaan mereka yang merupakan amanat undang-undang yang justru mereka buat sendiri.

Tapi lain halnya, kalau ada intruksi dari partainya, merekapun dengan sigap dan penuh disiplin segera melaksanakannya. Oleh karena itu layak kalau kemudian muncul pertanyaan, mereka itu sebenarnya mewakili siapa?!!!

Posted in Akhlak, Berita, DPR, Fenomena, Politik, Serba serbi, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Video-video Banjir Karawang 2010

Posted by gunawank pada April 7, 2010

Sejak Kamis, 18 Maret 2010 dinihari warga Perumahan Bintang Alam Telukjambe Timur Karawang seolah dihentakkan oleh meluapnya air di Sungai Citarum yang dengan spontan menimbulkan banjir. Warga kaget, karena banjir terjadi saat tidak ada hujan.

Berikut beberapa video banjir yang baru surut setelah kurang lebih berlangsung selama dua pekan.

>>> DOWNLOAD <<<

>>> DOWNLOAD <<<

>>> DOWNLOAD <<<

>>> DOWNLOAD <<<

Banjir Perumahan Karaba Telukjambe Timur

>>> DOWNLOAD <<<

Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Gubernur Jawa Barat dan Bupati Karawang kunjungi lokasi banjir Perumahan BINTANG ALAM Telukjambe Timur

>>> DOWNLOAD <<<

Video Lainnya :

– Banjir Jatirasa 2010       ( Download )
– Banjir Karawang 2009   ( Download )
– Video-video tentang Gus Dur ( Download )

Posted in Banjir, Bantuan, Bencana Alam, Berita, Download, DPR, Fenomena, Fenomena alam, Gubernur, Hikmah, Karawang, Menteri, Pelajaran, Sekolah, Serba serbi, Siswa, Ujian nasional, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , , | 1 Comment »