Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Posts Tagged ‘Akhlak’

Fenomena Mbah Marijan; Pertanda Indonesia Minim Tokoh Panutan Nasiona…?!

Posted by gunawank pada November 2, 2010

Tulisan ini tidak bermaksud mengecilkan ketokohan Mbah Marijan yang sama-sama kita akui beliau sebagai sosok yang memiliki komitmen tinggi terhadap tugas yang telah diamanatkan kepadanya. Atas komitmen dan tanggungjawabnya itulah beliau rela mempertaruhkan nyawa sekalipun.

Terlepas dari kontroversi menanggapi sikap beliau yang tidak mau mengungsi bersama warga lainnya, tetapi -sekali lagi- yang perlu diapresiasi adalah alasan beliau yang lebih mengarah ke besarnya rasa tanggung jawab terhadap tugas yang diembanya yaitu sebagai juru kunci. Ini terlihat dari pernyataan beliau sebagaimana diberitakan Republika.co.id (27/10/2010):

Saya masih betah tinggal di tempat ini. Jika saya pergi mengungsi, lalu siapa yang mengurus tempat ini,” kata pria yang menyandang juru kunci Gunung Merapi sejak 1982 di kediamannya, Senin (25/10).

Namun demikian, Mbah Maridjan meminta warga menuruti imbauan pemerintah untuk mengungsi dan memohon keselamatan pada Tuhan agar tidak terjadi yang sesuatu yang tidak diinginkan jika Merapi benar-benar meletus. “Saya minta warga untuk menuruti perintah dari pemerintah dan memanjatkan doa kepada Tuhan agar diberi keselamatan dan Merapi tidak ‘batuk’,” kata pria yang memiliki tiga anak itu.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Fenomena, Hot Topic, Hotline News, In memoriam, Indonesia, Opini, Opinion, Serba serbi, Tokoh, Tokoh kharismatik, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Pray For Indonesia, Tangisan Ibu Pertiwi

Posted by gunawank pada Oktober 29, 2010

kulihat ibu pertiwi
sedang bersusah hati
air matamu berlinang
mas intanmu terkenang

hutan gunung sawah lautan
simpanan kekayaan
kini ibu sedang susah
merintih dan berdoa

Berbagai bencana silih berganti di negeri ini, seolah tak peduli dengan tangisan anak negeri.

Gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, longsor, kebakaran dan lain sebagainya datang bertubi-tubi melanda negeri ibu pertiwi…entah kapan akan berhenti.

Sementara para elit petinggi negeri sibuk dengan urusan dan kasus-kasus pribadi, sementara yang lainnya asik “jalan-jalan” ke luar negeri: lawatan, kunjungan, studi banding…dan segudang istilah lain…dengan hasil yang tak pasti.

Ya Allah…lindungilah negeri kami ini
Dari kehancuran akibah ulah penghianat ibu pertiwi
Selamatkanlah kami
Dari berbagai bencana dan cobaan yang tak sanggup kami hadapi
Kirimkan kepada kami
Para pemimpin yang peduli pada nasib kami
Para peminpin yang cinta dan setia pada ibi pertiwi

Posted in Akhlak, Do'a, Hot Topic, Ibu Pertiwi, Pray for Indonesia, Serba serbi, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Surat Perintah 13 Maret Sebagai “Penafsir SUPERSEMAR” Yang Disembunyikan

Posted by gunawank pada Oktober 25, 2010

PENAFSIRAN Supersemar adalah ”penyerahan atau pengalihan kekuasaan” diyakini oleh pembawa naskah itu sendiri, Jenderal Amirmachmud cs. ”Lho , ini kan penyerahan kekuasaan” demikian Amirmachmud dalam perjalanan mobil sepulang dari istana Bogor membawa Supersemar itu. Ketika Sudharmono dan Moerdiono kesulitan mencari dasar hukum bagi pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI), mereka bergembira setelah tahu keluar Supersemar.

Padahal, Presiden Soekarno menegaskan Supersemar itu hanya untuk bidang teknis keamanan, bukan politis keamanaan. Dan kerancuan pun segera menggelombang apalagi setelah Supersemar di-Tap MPRS-kan. Pertama, sudah jelas yang paling mengerti isi sebuah perintah tentu saja ya subjek pemberi perintah itu sendiri. Adalah janggal jika orang lain, bahkan yang diberi perintah sebagai figur terpercaya oleh yang memerintah, berpretensi lebih mengerti isi perintah.

Kedua, pada umumnya ahli hukum Tata Negara, terutama Dahlan Ranuwihardja SH, anggota MPRS, sangat heran kenapa executive order diubah begitu saja sebagai Tap MPR(S) tanpa bertanya dulu kepada pemberi perintah. ”Jadi enggak bisa dong MPR (S) melakukan sesuatu yang bukan wewenangnya.

Bukan hanya keliru memahami, Jenderal Soeharto sebagai pengemban Supersemar sengaja menyalahgunakan sebagai mandat politik dengan membubarkan PKI betapapun langkah itu secara kondisional adalah tepat. Karena itu, Presiden Soekarno terkejut dan marah dengan langkah Soeharto. Presiden lantas mengeluarkan SP 13 Maret 1966, yang tidak banyak diketahui umum dan generasi baru berhubung Soeharto dan rezim sengaja menyembunyikannya. Autobiografi Soeharto pun tidak pernah secuil pun mengatakannya.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, bencana, Berita, Hotline News, Indonesia, Pendidikan, Politik, Presiden, Sejarah, Serba serbi, Supersemar, Tokoh, Tokoh Bangsa, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Air Susu Dibalas Dengan Air Tuba

Posted by gunawank pada Oktober 23, 2010

Tumapel merupakan salah satu daerah bawahan Kerajaan Kadiri. Yang menjadi akuwu (setara camat zaman sekarang) Tumapel saat itu bernama Tunggul Ametung. Atas bantuan Lohgawe, Ken Arok dapat diterima bekerja sebagai pengawal Tunggul Ametung.

Ken Arok kemudian tertarik pada Ken Dedes istri Tunggul Ametung yang cantik. Apalagi Lohgawe juga meramalkan kalau Ken Dedes akan menurunkan raja-raja tanah Jawa. Hal itu semakin membuat Ken Arok berhasrat untuk merebut Ken Dedes, meskipun tidak direstui Lohgawe.

Ken Arok membutuhkan sebilah keris ampuh untuk membunuh Tunggul Ametung yang terkenal sakti. Bango Samparan pun memperkenalkan Ken Arok pada sahabatnya yang bernama Mpu Gandring dari desa Lulumbang (sekarang Lumbang, Pasuruan), yaitu seorang ahli pembuat pusaka ampuh.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Biografi, Fenomena, Insiden, Kisah, Kudeta, Pelajaran, Serba serbi, Tokoh | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 1 Comment »

Uji Kelayakan dan Kepatutan Yang Tidak Layak

Posted by gunawank pada Oktober 15, 2010

Kamis, 14 Oktober kemarin selama 12 jam kita disuguhi tayangan langsung rapat komisi III DPR RI dengan agenda Uji Kelayakan dan Kepatutan calon Kapolri Komjen Timur Pradopo. Seperti biasanya…hampir semua anggota komisi mengajukan bertubi-tubi petanyaan.

Lucunya…banyak pertanyaan yang justru tidak layak diajukan dalam sebuah uji kelayakan, seperti masalah kumis, pesan orangtua sampai ungkapan memuji-muji. Bahkan ada pertanyaan: “Menurut bapak apakah bapak layak menjadi Kapolri?”. Hah……..bukankah penguji itu yang harus  dan ditugaskan menilai apakah layak atau tidak, bukannya bertanya kepada yang bersangkutan.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, DPR, Pejabat Negara, Pemerintah, Presiden, Serba serbi, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Ruwatan untuk Negeri Sejuta Bencana

Posted by gunawank pada Oktober 7, 2010

Beberapa tahun terakhir ini negeri yang dulu terkenal ayem tentrem gemah ripah lohjinawi, subur makmur dengan kekayaan alam yang melimpah ruah serta masyarakat yang ramah, sopan dan suka bergotong royong telah berubah menjadi negeri yang penuh bencana: gempa bumi beruntun, sunami, banjir bandang, kebakaran, ledakan tabung gas, ledakan bom, tawuran pelajar, mahasiswa, suporter sepak bola, penonton pertunjukan, perang antar kampung, antar etnis ditambah lagi kecelakan transportasi darat, laut maupun udara.

Belum lagi orang yang harus meninggal dunia sia-sia karena terinjak, terhimpit saat berebut pembagian zakat, sedekah, BLT dan sebagainya yang semakin menambah panjang rentetan catatan bencana di negeri ini.

Entah saking pusing dan bingungnya menyaksikan kenyataan ini, samai-sampai AM Fatwa yang jelas-jelas seorang intelektual muslim dan anggota DPR RI itu mengusulkan agar negeri ini “diruwat”. Istilah yang sebenarnya tidak ditemukan dalam kamus ajaran Islam.

“Ya, perlu diruwat negeri ini karena banyak kejadian-kejadian terjadi secara beruntun. Kalau diruwat, mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” katanya di Gedung DPD RI, Jakarta, Jumat (1/10/2010) sebagaimana diberitakan Metrotvnews.com (1/10/2010).

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, bencana, Berita, Hikmah, Musibah, Ruwatan, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Dulu Bangsa yang Ramah, Sekarang Bangsa Pemarah

Posted by gunawank pada Oktober 2, 2010

Demonstrasi mahasiswa berakhir rusuh, suporter sepak bola rusuh, penonton konser rusuh, penertiban pedagang  K-5 rusuh….rusuh….rusuh dan….rusuh. Itulah berita-berita yang hampir setiap hari muncul di media masa cetak maupun elektronik. Belum lagi tawuran antar pelajar bahkan antar mahasiswa, perang suku, perang antar kampung, antar desa bahkan antar kelompok dalam satu kampung dan …. yang terkini terjadi perang antar pendukung dalam sidang kasus Blowfish (kasus Ampera, Jakarta Selatan, 29 September 2010).

Penyebabnya kadang hanya masalah sepele: saling senggol antar penonton ketiga berjoget, senggolan sepeda motor, saling ejek,  adu mulut, rebutan pacar dan sebagainya, tetapi dapat menyulut kebrutalan yang berakibat fatal dan menimbulkan jatuhnya korban jiwa dan harta benda. Itulah yang sedang kita saksikan hari-hari ini di seantero negeri.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, Fenomena, Kasus Kekerasan, Kerusuhan, Pemerintah, Pendidikan, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , | Leave a Comment »

Teroris vs Koruptor

Posted by gunawank pada Oktober 2, 2010

Akhir-akhir ini sering sekali kita disuguhi berita baik di media cetak maupun tayangan langsung di layar kaca tentang keberhasilan kepolisian dalam hal ini Densus 88 menggerebek, menangkap, memenjarakan sampai menghukum mati para teroris. Bahkan tidak jarang dalam drama penggerbekan dan penangkapan tersebut kepolisian menembak mati para teroris walaupun baru berstatus diduga teroris.

Tentunya kita semua setuju, teroris bagaimanapun bentuk teror yang dilakukannya untuk diberantas dan dilenyapkan di bumi pertiwi ini, karena perbuatan mereka meresahkan dan menebarkan rasa takut bagi masyarakat.

Tapi di sisi lain, di samping kaum teroris ada juga kelompok orang yang walaupun secara langsung tidak membuat masyarakat resah atau menjadi ketakutan, tetapi perbuatannya jelas-jelas telah merugikan dan menyengsarakan seluruh rakyat, yaitu para koruptor.

Kalau para teroris melakukan perampokkan (sebagaimana penjelasan kepolisian bahwa perampokkan-perampokkan bank yang terjadi akhir-akhir ini dilakukan para teroris) yang dirampok hanyalah orang-orang kaya. Sedangkan para koruptor merampok harta seluruh rakyat baik yang kaya maupun rakyat miskin.

Namun yang jadi pertanyaan, pemerintah dalam hal ini kepolisian bisa menangkap, memenjarakan bahkan menembak mati langsung ditempat walaupun baru berstatus diduga, sedangkan untuk para koruptor seolah pemerintah tidak berdaya dibuatnya ? Di samping proses yang berbelit-belit, belum ada yang dihukum seumur hidup apalagi dihukum mati. Bahkan tidak jarang yang akhirnya dibebaskan, baik langsung dalam proses pengadilan maupun melalui fasilitas remisi dan sebagainya.

Dari kenyataan tersebut, jangan-jangan ketimpangan penanganan dalam program pemberantasan kedua kelompok yang merugikan masyarakat ini yang menjadi salah satu pemicu terus muncul dan tumbuhnya gerakan-gerakan terorisme di negeri tercinta ini.

Posted in Akhlak, Berita, Fenomena, Koruptor, Pemberantasan korupsi, Serba serbi, Teroris, Terorisme | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Mang Koko, Sastrawan Sunda Tiada Tara (1917-1985)

Posted by gunawank pada September 25, 2010

Mang Koko yang menyandang nama asli  Haji Koko Koswara, lahir di Kecamatan Indihiang, Tasikmalaya, 10 April 1917 adalah seorang tokoh seniman Sunda. Siapapun yang menyukai kawih Sunda, dapat dipastikan mengenal atau sekurang-kurangnya mendengar nama: Mang Koko (alm). Beliau adalah seorang guru, santri, sastrawan, penulis, jurnalis, organisator, pencipta lagu, pembaharu karawitan Sunda, dan patut menjadi suri tauladan bagi praktisi seni di zaman sekarang. Mang Koko telah sukses mencipta kawih untuk anak-anak sampai tingkat dewasa, sehingga lebih dikenal sebagai maestro karawitan, dan karya-karyanya berupa kawih, tembang (pupuh rancag), sekar tandak, gending karesmen, dll., abadi sampai kiwari. Karya-karyanya masih bergema di panggung-panggung, radio, dan televisi.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Berita, Biografi, Guru, Karawitan, Lagu Sunda, Penyanyi, Sastrawan Sunda, Seni, Seniman, Serba serbi, Teladan, Tembang Sunda, Tokoh, Tokoh Sunda | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | 4 Comments »

Hipnotis Tobat…Karena Mendapat Musibat ?!

Posted by gunawank pada September 22, 2010

Ini bukan cerita atau dongeng…tetapi benar-benar terjadi menjelang akhir Ramadlan yang baru lalu dan dialami langsung oleh salah seorang saudara penulis yang tinggal di daerah Purwakarta, Jawa Barat, sebut saja Eti (demi menjaga etika mohon maaf  penulis tidak bisa menyebutkan nama sebenarnya).

Pada suatu hari Eti yang saat itu sendirian di rumah karena suaminya sedang bekerja, tiba-tiba didatangi seseorang pria dengan menyodorkan map permohonan sumbangan. Entah karena apa…dengan mudahnya Eti mengeluarkan isi dompetnya yang hanya tersimpan uang Rp. 100.000 itu dan diberikan semuanya. Bahkan…bukan hanya itu, uang yang tersipan di dalam dompet suaminyapun sebesar Rp. 700.000 diberikan semuanya.

Ia baru menyadari apa yang dilakukannya itu setelah orang tersebut berlalu dan pergi entah kemana. Eti kebingunan apa yang harus dikatakan kepada suaminya jika ia datang nanti. Perasaan bersalah dan takut dimarahi suami terus menghantui pikirannya.

Untungnya sang suami termasuk orang yang bijaksana. Ketika Eti menuturkan  (tentunya dengan perasaan berat) apa yang telah dialaminya itu…suaminya menyadarinya bahwa hal itu bukan kesalahannya semata, “Biarlah yang sudah terjadi….mungkin itu bukan milik kita. Ikhlaskan saja…”, katanya.

Dua hari kemudian, ketika Eti baru saja selesai shalat Shubuh…tiba-tiba dia didatangi lagi seorang laki-laki yang langsung tersungkur seraya mencium kakinya. Etipun terkesima menyaksikan tingkah aneh laki-laki yang baru datang di hadapannya itu.

“Ampun…neng ! bapak mohon maaf sebesar-besarnya telah berbuat jahat pada neng.  Bapak telah salah mempergunakan ilmu yang dimiliki untuk perbuatan jahat. Istri bapak baru saja melahirkan dan…bayi kami yang baru lahir tersebut kedua tangannya…buntung. Oleh karena itu bapak sengaja dari Cirebon buru-buru datang ke eneng untuk mengembalikan uang eneng…namun karena telah terpakai..bapak hanya bisa mengembalikan Rp. 500.000 saja. Mohon diterima dan sekali lagi..mohon maaf !”, kata orang itu.

Eti baru sadar kalau ternyata orang yang tersungkur mencium kakinya itu adalah orang yang datang dua hari sebelumnya meng-hipnotis-nya sehingga dia dengan mudah dan tanpa sadar menyerahkan uang Rp. 800.000,-

Mudah-mudahan tulisan ini dibaca oleh mereka yang memiliki ilmu sejenis, terutama bagi yang telah salah mempergunakan ilmu ini dijalan yang salah, sehingga cepat bertobat dan mempergunakan ilmunya itu untuk kemaslahatan. Amin

Baca Artikel Terkait:

“Gratis” >>>Download :

Posted in Akhlak, Berita, Bulan Ramadlan, Fenomena, Hikmah, Hipnotis, Keajaiban dunia, Musibah, Pelajaran, Serba serbi, Teladan, Tobat | Dengan kaitkata: , , , , , , | Leave a Comment »