Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Posts Tagged ‘Hukuman’

Teroris vs Koruptor

Posted by gunawank pada Oktober 2, 2010

Akhir-akhir ini sering sekali kita disuguhi berita baik di media cetak maupun tayangan langsung di layar kaca tentang keberhasilan kepolisian dalam hal ini Densus 88 menggerebek, menangkap, memenjarakan sampai menghukum mati para teroris. Bahkan tidak jarang dalam drama penggerbekan dan penangkapan tersebut kepolisian menembak mati para teroris walaupun baru berstatus diduga teroris.

Tentunya kita semua setuju, teroris bagaimanapun bentuk teror yang dilakukannya untuk diberantas dan dilenyapkan di bumi pertiwi ini, karena perbuatan mereka meresahkan dan menebarkan rasa takut bagi masyarakat.

Tapi di sisi lain, di samping kaum teroris ada juga kelompok orang yang walaupun secara langsung tidak membuat masyarakat resah atau menjadi ketakutan, tetapi perbuatannya jelas-jelas telah merugikan dan menyengsarakan seluruh rakyat, yaitu para koruptor.

Kalau para teroris melakukan perampokkan (sebagaimana penjelasan kepolisian bahwa perampokkan-perampokkan bank yang terjadi akhir-akhir ini dilakukan para teroris) yang dirampok hanyalah orang-orang kaya. Sedangkan para koruptor merampok harta seluruh rakyat baik yang kaya maupun rakyat miskin.

Namun yang jadi pertanyaan, pemerintah dalam hal ini kepolisian bisa menangkap, memenjarakan bahkan menembak mati langsung ditempat walaupun baru berstatus diduga, sedangkan untuk para koruptor seolah pemerintah tidak berdaya dibuatnya ? Di samping proses yang berbelit-belit, belum ada yang dihukum seumur hidup apalagi dihukum mati. Bahkan tidak jarang yang akhirnya dibebaskan, baik langsung dalam proses pengadilan maupun melalui fasilitas remisi dan sebagainya.

Dari kenyataan tersebut, jangan-jangan ketimpangan penanganan dalam program pemberantasan kedua kelompok yang merugikan masyarakat ini yang menjadi salah satu pemicu terus muncul dan tumbuhnya gerakan-gerakan terorisme di negeri tercinta ini.

Posted in Akhlak, Berita, Fenomena, Koruptor, Pemberantasan korupsi, Serba serbi, Teroris, Terorisme | Dengan kaitkata: , , , , , , , , | Leave a Comment »

Grasi Untuk Koruptor

Posted by gunawank pada Agustus 21, 2010

Sebagaimana dilansir berbagai media, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memberikan grasi kepada Syaukani Hassan Rais, mantan Bupati Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur  melalui Keputusan Presiden (Keppres) nomor 7/G Tahun 2010 tertanggal 15 Agustus 2010. Dalam Kepres itu disebutkan bahwa hukuman untuk Syaukani dikurangi dari enam tahun jadi tiga tahun penjara. Syaukani langsung bebas dari bui sejak Rabu (18/8).

Kepres tersebut disambut reaksi keras berbagai kalangan, salah satu diantaranya adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin  yang menilai pemerintah berlebihan dalam memberikan grasi terhadap koruptor. “Pemerintah harus benar-benar peka dan mempertimbangkan penderitaan rakyat. Jangan sekali-kali menyinggung perasaan  rakyat, mengusik rasa keadilannya”, katanya sebagaimana dikutip Antara-Sumbar.com (20/8/2010).

Grasi memang hak prerogatif Presiden, namun untuk koruptor yang termasuk kejahatan luar biasa bagi rakyat, seharusnya dipertimbangkan lebih seksama.

Dalam agama, taubat dari kesalahan terhadap sesama manusia (haqul adami) tidak akan diterima sebelum mendapat pembebasan penghalalan (istihlal) dari yang bersangkutan. Dengan kata lain, untuk pengampunan seorang koruptor yang telah mencuri harta rakyat harus bertanya terlebih dahulu kepada seluruh rakyat Indonesia, apakah mereka telah menghalalkan harta yang dicuri tersebut. Apabila seluruh rakyat telah menghlalkannya, baru dikeluarkan keputusan Grasi, jika tidak, maka Presiden yang merupakan pemegang mandat amanat rakyat jangan berani memberikannya.

Ingat…setiap amanat akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat nanti.

Posted in Akhlak, Berita, Grasi, Gubernur, Kepres, Korupsi, Koruptor, Muhammadiyah, Pemerintah, Presiden, Serba serbi, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , | 2 Comments »

Dua Isteri PAHLAWAN Dipidana

Posted by gunawank pada Maret 18, 2010

Alih-alih mendapat fasilitas (sebagaimana hebat dan mewahnya fasilitas bagi para pejabat sekarang), dua orang ibu tua yang almarhum suaminya mendapat  penghargaan dari negara sebagai pahlawan, malah duduk di kursi pesakitan sidang kasus pidana.

Soertarti Soekarno (78) dan Rusmini (78), dua isteri mantan Tentara  Pelajar itu terancam hukuman penjara selama dua tahun. Negara mempidanakan mereka dengan dakwaan penyerobotan lahan atau tanah orang lain serta menempati rumah yang bukan haknya.

Sebenarnya keduanya sejak tahun 1980-1990an telah memperjuangkan kepemilikan rumah tersebut sesuai PP No.40 tahun 1994 bahwa rumah dinas bisa dibeli jika sudah menempati lebih dari 10 tahun. Namun, tak ada respons positif.

Al Ghifari Aqsa dari LBH Jakarta  menyesalkan penyelesaian kasus ini. Sebelum membawa ke ranah pidana, Perum Pegadaian seharusnya menunggu keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara atas gugatan dua janda itu. “Seharusnya tidak ada proses pidana, kalaupun ada hendaknya setelah vonis PTUN keluar. Ini semacam bentuk kriminalisasi,” ujarnya.

Dengan kasus ini jelaslah bagaimana pemerintah meperlakukan mereka yang pernah berjasa terhadap negara ini. Kalau pahlawan pejuang saja diperlakukan seperti itu, pantaslah bila ada mantan petinju yang pernah mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional nasibnya hanya menjadi satpam..?!!!

Posted in Akhlak, Berita, Fenomena, LBH, Mafia hukum, Mati syahid, Olah raga, Pahlawan, Pejuang, Pidana, Serba serbi, Tanda-tanda Kiamat, Tokoh Bangsa | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | 2 Comments »

Satu Lagi, Pengadilan Kasus Anak SD di PN Surabaya

Posted by gunawank pada Februari 2, 2010

Gara-gara iseng dengan maksud bercanda, seorang anak SD yang baru berusia 9 tahun harus duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa kasus penganiayaan Pengadilan Negeri Surabaya.

Kasus berawal ketika menunggu kendaraan umum sepulang sekolah, David yang melihat ada lebah hinggap di gerobak pedagang mengambilnya lalu dengan maksud bercanda menyengatkan lebah tersebut pada salah seorang temannya.

Meski majelis hakim memvonis bebas pada sidang putusannya, Senin (1/2/2010), namun tetap pengalamannya duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa sidang pengadilan itu akan merusak psikologis anak yang akan menyebabkan trauma berkepanjangan.

Di satu sisi, kesalahan sekecil apapun…apalagi yang dapat membahayakan atau mengancam keselamatan orang lain harus mendapat hukuman, dengan maksud agar tertanam sejak dini kesadaran akan menjaga keselamatan orang lain.

Namun, tentunya mengingat usianya yang sangat dini yang memungkinkan belum adanya kesadaran bahwa di dalam bermain, bercanda atau guyonan yang tujuannya untuk kesenangan dan kegembiraan terkadang ada unsur membahayakan baik bagi dirinya sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, rasanya sangatlah tidak adil apabila proses penyadarannya harus diperlakukan sebagaimana layaknya yang berlaku pada orang dewasa, melalui proses pengadilan.

Hikmah yang dapat diambil dari kasus ini, bagi orang tua, guru maupun siapa saja yang terlibat dalam proses pendidikan sebaiknya menempuh jalan pendidikan dan kekeluargaan dalam menyelesaikan kasus anak-anak seperti ini.

Mudah-mudahan kasus ini merupakan kasus terakhir yang menimpa anak-anak kita.

Posted in Akhlak, Berita, Fenomena, Guru, Kasus anak, Pengadilan anak, Serba serbi, Siswa | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , , , | 1 Comment »

Penjara atau Istana ?

Posted by gunawank pada Januari 11, 2010

Penjara adalah tempat di mana orang-orang dikurung dan dibatasi berbagai macam kebebasan. Penjara umumnya adalah institusi yang diatur pemerintah dan merupakan bagian dari sistem pengadilan kriminal suatu negara, atau sebagai fasilitas untuk menahan tahanan perang.

Penjara di Indonesia dikenal dengan sebutan Lembaga Pemasyarakatan, yang merupakan Unit Pelayanan Teknis di bawah Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Sementara Hukuman (bahasa Inggris: punishment) adalah sebuah cara untuk mengarahkan sebuah tingkah laku agar sesuai dengan tingkah laku yang berlaku secara umum. Dalam hal ini, hukuman diberikan ketika sebuah tingkah laku yang tidak diharapkan ditampilkan oleh orang yang bersangkutan atau orang yang bersangkutan tidak memberikan respon atau tidak menampilkan sebuah tingkah laku yang diharapkan.

Secara umum hukuman dalam hukum adalah sanksi fisik maupun psikis untuk kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan. Hukuman mengajarkan tentang apa yang tidak boleh dilakukan.

Ada tiga fungsi penting dari hukuman yang berperan besar bagi pembentukan tingkah laku yang diharapkan:

  • Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan.
  • Bersifat mendidik.
  • Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan

Demikian definisi penjara/lembaga pemasyarakatan dan hukuman menurut Wikipedia Indonesia (http://id.wikipedia.org/wiki/Penjara). Atau dengan kata lain hukuman diberikan kepada seseorang dengan tujuan agar merasa jera sehingga tidak mengulangi kesalahan atau pelanggaran hukum yang btelah dilakukannya.

Lalu bagaimana tujuan ini bisa tercapai apabila dalam sel penjara / lembaga pemasyarakatan tersebut terdapat fasilitas mewah seperti layaknya di dalam hotel mewah sebagaimana temuan Satgas Mafia Hukum di Rutan Wanita Pondok Bambu (10/1/2010)? Akan jerakah bagi yang menempatinya ?

DOWNLOAD  GRATIS
Video-video seputar GUS DUR

Posted in Akhlak, Berita, Hotel, Istana, Korupsi, Mafia hukum, Penjara, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , , , , , , | 1 Comment »