Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Posts Tagged ‘Kisah unik’

Gara-gara Motor Hilang, Mendadak Jadi Orang Pintar

Posted by gunawank pada Mei 16, 2013

Kejadian unik ini benar-benar terjadi pada salah seorang teman. Jadi, bukan pengalaman pribadi, tetapi insya Allah beritanya shoheh alias terjadi sungguhan dialami oleh teman penulis yang menjadi ketua salah satu Yayasan Pendidikan Islam di kotaku.

Seperti biasanya, guru-guru di yayasan tersebut yang umumnya menggunakan sepeda motor ketika pergi mengajar, memarkir sepeda motornya di area parkir yang letaknya si sebelah depan kanan gedung sekolah, sehingga pandangan dari kantor guru ke area parkir terhalang oleh ruang kelas.

Kondisi  seperti itu sudah berjalan bertahun-tahun dan alhamdulillah tidak ada masalah. Aman-aman saja, sampai suatu hari di lingkungan yayasan geger karena ada salah satu motor guru yang raib, tidak ada di tempat parkir, hilang entah ke mana.

Sudah ditanya ke semua guru barangkali ada yang pinjam. Tidak ada yang merasa meinjamnya. Dicoba dicek ke rumah barangkali lupa tidak bawa sepeda motor, juga tidak ada di rumah. Pendek kata, sepeda motor guru tersebut hilang diambil orang.

Ketua yayasan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali melaporkan kejadian tersebut kepada polsek setempat dan menasihati guru yang bersangkutan untuk bersabar dan bertawakal kepada Allah SWT serta menerima dengan ikhlas sebagai takdir Allah yang pasti merupakan pilihan Allah yang terbaik untuknya.

“Jika kita betaqwa kepada Allah niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dari segala urusan…”, katanya seraya mebacakan firman Allah dalam Al-Quran:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (الطلاق: 2)

“Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar”. (QS. Ath-Thalaq: 2).

Hari-hari berlalu setelah kejadian tersebut, bahkan guru tersebut sudah melupakan musibah yang menimpanya itu. Sampai pada suatu pagi suasana di lingkungan sekolah kembali digegerkan dengan kehadiran sepeda motor yang beberapa hari lalu dinyatakan hilang itu di tempat parkir. “Sepeda motorku balik lagi…!!!”, katanya setengah berteriak girang.

Berita “kembalinya” sepeda motor yang telah hilang inipun cepat menyebar ke masyarakat sekitar melalui berita dari mulut ke mulut, maklum di lingkungan yayasan setiap hari hadir pula bapak/ibu wali murid TK, TPA, dan TQA. Dan mungkin (seperti biasanya) ketika berita ini menyebar di masyarakat ditambah dengan “bumbu-bumbu penyedap rasa” yang beraneka ragam tentunya sesuai dengan selera “koki” penyebar berita tersebut.

Akibatnya, sejak kejadian “Kembalinya” sepeda motor guru itu Ketua Yayasan menjadi kebingungan karena banyak didatangi orang-orang yang kehilangan harta bendanya, meminta bantuan kepada beliau (yang dianggap oleh mereka sebagai “orang pintar”) agar barangnya yang hilang bisa kembali.

Ada-ada saja orang sekarang, Orang lagi kebingunan malah dianggap orang pintar, he…he…heee…..! .

Posted in Akhlak, Aneh tapi nyata, Hikmah, Kisah Nyata, Kisahku, Pelajaran, Renungan, Sepeda Motor | Dengan kaitkata: , , | 4 Comments »

Serba-serbi Konfercab; “Mendorong Mobil ……… Pakai Sarung ?!”

Posted by gunawank pada Mei 9, 2012

Stop press……!!!

Sebelumnya, mohon maaf kepada rekan-rekan blogger atau para pengunjung nasional karena dalam beberapa tulisan aku lebih berceritera dalam skala lokal, Kabupaten Karawang Jawa barat. Tapi bukan berarti asshabiyah (melebihkan kedaerahan daripada nasionalisme), hanya kebetulan aku termasuk yang terlibat dalam kejadian-kejadian yang kuceriterakan di sini.

————————————————————————————————————-

Konferensi Cabang XIX Nahdlatul Ulama kabupaten Karawang baru saja usai. Hiruk pikuk yang mewarnai pesta lima tahunan warga Nahdliyyin kabupaten Karawang telah berakhir. Para panitia yang selama lebih kurang tiga bulan berjibaku tak kenal lelah ke sana ke mari, memeras pikiran dan tenaga demi suksesnya penyelenggaraan konfercab kali ini, kini sudah bisa beristirahat. Bayangkan…. tidak tanggung-tanggung panitia menganggarkan biaya sebesar lebih dari 250 juta rupiah untuk seluruh rangkaian kegiatan mulai dari kegiatan-kegiatan pendukung (pra konferensi) sampai kegiatan utama konfersensi itu sendiri. Suatu anggaran yang hampir dikata mustahil untuk terealisir, mengingat selama ini anggaran konfercab tidak pernah mencapai angka 100 juta rupiah.

Dalam kumpul-kumpul pertama pasca konferensi kemarin (Selasa, 8/5/12), muncullah ceritera-ceritera pengalaman menarik dari masing-masing anggota panitia. Salah satunya yang aku alami bersama beberapa teman panitia sebagai berikut…………… Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Nahdlatul Ulama, NU, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , | 2 Comments »

Seminggu Sekolah…Langsung Jadi Guru

Posted by gunawank pada April 25, 2012

Gambar: Google search

Sebagaimana telah kuceriterakan dalam kisah “Anak Masjid” terdahulu, pendidikan agamaku melalui pendidikan informal di masjid, mulai dari belajar membaca Al-Quran, belajar menulis huruf Arab sampai belajar membaca kitab klasik berbahasa Arab (kitab kuning) pada tingkatan dasar seperti Matann Safinah, Matan Jurumiyah, Matan Bina dan Amtsilatut Tashrifiyah.

Di kampungku saat itu memang hanya ada tempat-tempat mengaji (pendidikan informal) di masjid, mushala atau di rumah-rumah ustadz dan berlangsung malam hari ba’da Maghrib sampai dengan Isya atau sore hari sehabis shalat Ashar sampai menjelang Maghrib.

Ada satu-satunya Sekolah Agama (sekarang MDA/DTA) itupun di kampung tetangga. Aku tidak mau sekolah di sana. Alasanya klasik (anak-anak sekali), takut karena imtihan/kenaikan kelasnya dilakukan malam hari, sebab untuk sampai ke kampung tersebut harus melewati area pekuburan (dasar si penakut !). Jadi hanya sekolah “dapang” (bahasa sunda: ngadapang = posisi tengkurap, tiarap) di masjid yang aku jalani.

Baru ketika aku kelas 4 SD yaitu setelah satu tahu kedatangan pak ustadz Makmun (salah seorang putra kampung yang telah mondok beberapa tahun di beberapa pesantren) dan mukim di kampungku, dirintislah pendirian Sekolah Agama yang pada awalnya dilaksanakan di masjid pula dengan cara “ngadapang” karena tidak menggunakan bangku maupun meja tulis dan untuk papan tulisnya cukup mengecat hitam dinding masjid.

Karena jumlah murid cukup banyak dengan berbagai tingkatan kemampuan, maka pada awal pembukaan sekolah ini murid-murid dikelompokkan ke dalam 3 kelas, yaitu kelas 0 untuk kelompok anak pemula yang baru belajar huruf, kelas 1 dan kelas 2. Aku dan kawan-kawan sepengajianku masuk di kelas 2.

Untuk kelancaran proses belajar mengajar, pak ustadz Makmun dibantu oleh seorang ustad dari kampung lain yang merupakan temannya ketika di pesantren, namanya pak ustadz Oyo (maaf aku sudah lupa nama lengkapnya dan sekarang beliau sudah meninggal, Allahumaghfirlahu warhamhu).

Dari hari ke hari sejak sekolah dinyatakan dibuka, murid terus bertambah dan pak ustadz makmunpun kelihatannya keteter karena harus mengajar dua kelas, kelas 0 dan kelas 2. Maka setelah seminggu berjalan beliaupun memintaku untuk membantunya mengajar kelas 0 dengan tetap mempunyai hak untuk mengikuti pelajaran di kelas 2. Ya jadi guru sekaligus menjadi murid, begitulah kira-kira statusku saat itu.

Posted in Aneh tapi nyata, Biografi, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Pendidikan, Sekolah, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , , | Leave a Comment »

Keunikan Si Kecil Saat Berpuasa Ramadlan

Posted by gunawank pada Juli 28, 2011

Marhaban Ya...Ramadlan

Ini masih seputar pengalamanku sebagaimana kisah-kisahku yang lain. Namun mundur ke belakang (sekali lagi aku tegaskan: mundur ke belakang, bukan ke depan lho..!) mengingat ada relevansinya dengan apa yang insya Allah (bagi umat Islam) akan hadapi beberapa hari ke depan, yakni Puasa Ramadlan.

Alhamdulillah, patut kupanjatkan puji syukur karena aku dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang ”rada” Islami, sehingga sejak kecil aku sudah belajar berpuasa, bahkan sejak usia 5-6 tahun, sebelum masuk SD aku sudah terbiasa puasa sehari penuh dan tamat satu bulan.

Namun, namanya juga anak kecil terkadang ada pikiran nyeleneh (walaupun menurut aku sih lebih tepat disebut pikiran cerdas), kalau sudah siang menjelang zhuhur, saat dimana suhu udara lagi panas-panasnya dan biasanya pada saat seperti ini rasa haus bahkan lapar mulai terasa. Aku (kecil) biasanya suka sengaja menyimpan makanan (maksudnya nasi plus lauk pauknya) di atas meja makan dengan posisi terbuka tanpa tutup saji. Tujuannya tiada lain…….barangkali aku lupa (bahwa saat itu sedang berpuasa) saat melewatinya, sehingga…….nyus….nyus…..nyus…(pinjam istilah pak Bondan yang di TV itu) akupun melahap makanan dengan nikmatnya alias mak nyus…. Baca entri selengkapnya »

Posted in Biografi, Bulan Ramadlan, Hot Topic, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Puasa Ramadlan, Serba serbi, Shaum | Dengan kaitkata: , , , , , | 3 Comments »