Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Posts Tagged ‘KPU’

Pemilu Bagi Muslim; Manusia Wajib Ikhtiar, Allah Yang Menentukan

Posted by gunawank pada Juli 16, 2014

Pemilihan Umum untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia baru saja berlangsung, tepatnya pada hari Rabu 9 Juli 2014 (11 Ramadlan 1435 H) dalam suasana damai dan kondusif.

Sudah barang tentu, kondisi seperti tiada lain merupakan anugerah dari Allah SWT, nikmat terbesar bagi segenap Bangsa Indonesia yang patut disyukuri agar nikmat ini terus bertambah-tambah sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran yang artinya:

“Dan jika kamu sekalian bersyukur atas nikmat yang Aku berikan, maka niscaya akan Aku tambah nikmat-Ku untukmu. Dan jika kamu sekalian kufur atas nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku itu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)

Dalam ayat di atas Allah berjanji akan menambah nikmat-Nya jika kita mensyukuri nikmat keamanan dan kedamaian dalam pelaksanaan pemilu presiden kali ini dengan nikmat lainnya, yakni terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden yang adil dan bijaksana yang akan menghantarkan rakyat dan bangsa Indonesia menuju masyarakat yang adil dan makmur di bawah lindungan dan ampunan Allah SWT, Baldatun Thayibatun wa Rabbun Ghafur.

Mensyukuri nikmat-Nya dengan cara melaksanakan tha’at kepada-Nya, yakni melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi serta meninggalkan segala apa yang dibenci dan dilarang oleh-Nya.

Sebaliknya, apabila kita segenap komponen bangsa ini ada yang melakukan tindakan yang dibenci apalagi yang jelas-jelas di larang oleh Allah SWT, seperti curang, tidak jujur, khianat, mencaci maki, ghibah, menuduh pihak lain tanpa bukti, tidak mentaati peraturan yang telah menjadi komitmen bangsa, sampai kepada sikap maupun tindakan yang mencerminkan pengingkaran terhadap ketetapan Allah SWT, maka pasti Allah akan menurunkan adzab-Nya bagi bangsa ini. Naudzu billahi min dzalik.

Oleh karena itu, mari kita bersabar dan menahan diri. Perkuat keyakinan kita bahwa pemilu dan seluruh prosesnya hanyalah merupakan ikhtiar kita sebagai bentuk pelaksanaan kewajiban manusia sebagai makhluk-Nya. Adapun hasilnya nanti, siapapun yang terpilih nanti harus kita yakini sebagai ketentuan (taqdir) dan pilihan terbaik dari Allah bagi kita bangsa Indonesia.

Posted in Akhlak, Bulan Ramadlan, Hot Topic, Opini, Opinion, Pemilu, Pemimpin, Politik, Presiden, Renungan | Dengan kaitkata: , , , , , | Leave a Comment »

Sejarah Pemilu Di Indonesia

Posted by gunawank pada April 22, 2014

Pemilihan Umum atau biasa disingkat Pemilu di Indonesia sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1955 hingga sekarang tercatat sudah berlangsung 11 kali (termasuk Pemilu Legislatif yang dilaksanakan tanggal 9 April 2014 yang baru lalu). Berikut sejarah panjang pemilu ke pemilu tersebut:

Pemilu 1955.

Ini merupakan pemilu yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Waktu itu Republik Indonesia berusia 10 tahun. Kalau dikatakan pemilu merupakan syarat minimal bagi adanya demokrasi, apakah berarti selama 10 tahun itu Indonesia benar-benar tidak demokratis? Tidak mudah juga menjawab pertanyaan tersebut. 

Yang jelas, sebetulnya sekitar tiga bulan setelah kemerdekaan dipro-klamasikan oleh Soekarno dan Hatta pada 17 Agustus 1945, pemerin-tah waktu itu sudah menyatakan keinginannya untuk bisa menyele-nggarakan pemilu pada awal tahun 1946. Hal itu dicantumkan dalam Maklumat X, atau Maklumat Wakil Presiden Mohammad Hatta tanggal 3 Nopember 1945, yang berisi anjuran tentang pembentukan par-tai-partai politik. Maklumat tersebut  menyebutkan, pemilu untuk me-milih anggota DPR dan MPR akan diselenggarakan bulan Januari 1946. Kalau kemudian ternyata pemilu pertama tersebut baru terselenggara hampir sepuluh tahun setelah kemudian tentu bukan tanpa sebab. 

Tetapi, berbeda dengan tujuan yang dimaksudkan oleh Maklumat X, pemilu 1955 dilakukan dua kali. Yang pertama, pada 29 September 1955 untuk memlih anggota-anggota DPR. Yang kedua, 15 Desember 1955 untuk memilih anggota-anggota Dewan Konstituante. Dalam Maklumat X hanya disebutkan bahwa pemilu yang akan diadakan Januari 1946 adalah untuk memilih angota DPR dan MPR, tidak ada Konstituante. 

Keterlambatan dan “penyimpangan” tersebut bukan tanpa sebab pula. Ada kendala yang bersumber dari dalam negeri dan ada pula yang berasal dari faktor luar negeri. Sumber penyebab dari dalam antara lain ketidaksiapan pemerintah menyelenggarakan pemilu, baik karena belum tersedianya perangkat perundang-undangan untuk mengatur penyelenggaraan pemilu maupun akibat rendahnya stabilitas keamanan negara. Dan yang tidak kalah pentingnya, penyebab dari dalam itu adalah sikap pemerintah yang enggan menyelenggarakan perkisaran (sirkulasi) kekuasaan secara teratur dan kompetitif. Penyebab dari luar antara lain serbuan kekuatan asing yang mengharuskan negara ini terlibat peperangan. 

Namun, tidaklah berarti bahwa selama masa konsolidasi kekuatan bangsa dan perjuangan mengusir penjajah itu, pemerintah kemudian tidak berniat untuk menyelenggarakan pemilu. Ada indikasi kuat bahwa pemerintah punya keinginan politik untuk menyelenggarakan pemilu. Misalnya adalah dibentuknya UU No 27 tahun 1948 tentang Pemilu, yang kemudian diubah dengan UU No. 12 tahun 1949 tentang Pemilu. Di dalam UU No 12/1949 diamanatkan bahwa pemilihan umum yang akan dilakukan adalah bertingkat (tidak langsung). Sifat pemilihan tidak langsung ini didasarkan pada alasan bahwa mayoritas warganegara Indonesia pada waktu itu masih buta huruf, sehingga kalau pemilihannya langsung dikhawatirkan akan banyak terjadi distorsi.  Baca entri selengkapnya »

Posted in Berita, Indonesia, Info, Pemilu, Pengetahuan, Politik, Sejarah, Wakil rakyat | Dengan kaitkata: , , , , , , , | 1 Comment »