Gunawank's Blog

Banyak Menolong Pasti Banyak yang Menolong

Posts Tagged ‘Nasihat’

Nasihat Gusdur Tentang Caci Maki Orang

Posted by gunawank pada Maret 3, 2019

Seorang lelaki yg berbeda paham dengan GUS DUR mengeluarkan kecaman & kata-kata kasar meluapkan kebenciannya kepada Gus Dur. Tapi Gus Dur hanya diam, mendengarkannya dgn sabar, tenang & tidak berkata apapun.

Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yg melihat peristiwa itu dg penasaran bertanya: “Mengapa Njenengan diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut?”

Beberapa saat kemudian, Gus Dur bertanya kepada si murid: “Jika seseorang memberimu sesuatu, tapi kamu tdk mau menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu?

“Tentu saja menjadi milik si pemberi”, jawab si murid

“Begitu pula dgn kata-kata kasar itu”, dawuh Gus Dur

“Karena aku tdk mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata td akan kembali menjadi miliknya. Dia harus menyimpannya sendiri. Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia ataupun akhirat, karena energi negatif yg muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, & perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup”.

Kemudian, lanjut Gus Dur:
“Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri. Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah-marah kepadamu.. biarkan saja … karena mereka sdg membuang SAMPAH HATI mereka”.

Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kpd diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu”.

Hari ini begitu banyak orang yg hidup dgn membawa sampah di hatinya (sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lain Lain Penyakit Hati), maka jadilah kita orang yg BIJAK.

Gus Dur melanjutkan nasehatnya:

“Jika kau tak mungkin memberi, janganlah mengambil”
“Jika kau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”.
“Jika kau tak dpt menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”
“Jika kau tak bs memuji, janganlah menghujat”
“Jika kau tak dpt menghargai, janganlah menghina”
“Jika kau tak suka brsahabat, jangnlah bermushan”

Posted in Akhlak, Artikel Islam | Dengan kaitkata: , , | Leave a Comment »

Akhirnya……. Pak Polisi Itu Jatuh !

Posted by gunawank pada Maret 6, 2014

Sore tadi sekitar pukul 20.00 WIB, ketika aku dan istriku baru pulang menjenguk saudara kami yang terkena musibah jatuh dari sepeda motor, dan kami sedang berada di bundaran Masjid Raya Puri Telukjambe ke arah jalan Johar-Telukjambe dan posisi kami berada di belakang truk karena di samping harus menikung mengitari bundaran setelah itu harus mebelok ke kiri menuju jalan ke arah simpang tiga Johar-Telukjambe-Puri Telukjambe (Simpang Al-Mushlih) yang hanya satu jalur (jalur kanan karena jalur kirinya rusak) tetapi digunakan dua arah, tiba-tiba ada sepeda motor mendahului truk dari sebelah kiri truk tepat saat truk belok kiri. “Nekad benar itu orang..!”, pikirku.

Setelah aku berhasil mendahului truk yang berjalan lambat karena berat penuh muatan, pandanganku tertuju pada sepeda motor yang berjalan kencang dan beberapa kali mendahului beberapa sepeda motor lain secara zigzag kiri-kanan. Aku sebenarnya tidak terlalu peduli dengan ulah pengendara tersebut karena berada di depanku karena akhirnya motor tersebut tertahan di belakang sebuah mobil dan tidak dapat mendahuluinya karena kendaraan dari arah berlawanan sedang ramai, sehingga aku dapat menyusulnya tepat berada di samping sepeda motor tersebut.

Karena akan menghadiri pengajian di Ponpes Al-Mushlih tempat aku mengajar, ketika ada kesempatan mendahului mobil di depanku kendaraan dari arah berlawanan kosong aku naikan kecepatan sepeda motorku untuk mendahului mobil tersebut. Namun, ketika aku ambil kanan tiba-tiba sepeda motor tersebut mendahuluiku dari sebelah kiriku. Tentu saja aku terkejut namun alhamdulillah masih dapat mengendalikan kemudi motorku sampai berhasil mendahului mobil itu.

Terdorong rasa penasaran siapa pengendara sepeda motor tersebut dan bermaksud menegurnya, maka aku kejar dia karena aku yakin dapat mendahului dia karena aku paham betul kondisi jalan tepat di samping Ponpes Al-Mushlih rusak berlubang, dan benar saja aku berhasil mendahuluinya. Lalu aku giring dia untuk menepi, tetapi dia berhasil untuk lolos walaupun akhirnya aku berhasil memaksa dia menepi.

Ketika kubuka helm diapun membuka helemnya sambil mendahului membentakku,”Ada apa…..? Mau urusan..?”, katanya dengan nada tinggi. Aku tidak menjawabnya, hanya kutatap terus mukanya. “Memang apa salahku…? Mau urusan….? Ayo urusan di kantorku!”, bentaknya lagi.

Kata terakhir itulah yang memancing emosiku. Kelihatannya sombong sekali ini orang. Akupun mulai buka suara, “Anda seorang polisi, ya..?”, tanyaku dengan suara balas membentak. Karena pikirku, orang angkuh dan sombong, apalagi seorang aparat negara harus disombongi lagi. Dalam kaidah fiqihnya Imam Syafi’i menyatakan: “Ketakaburan tidak boleh dilawan dengan ketakaburan lagi”, tetapi dalam kondisi tertentu (untuk memberi pelajaran, misalnya) kaidah mustasnayat-nya (kaidah pengecualiannya) menyatakan: “Orang sombong harus dilawan dengan kesombongan lagi”.

“Ya, saya polisi. Kenapa ? Mau urusan di kantorku ? Memang apa kesalahanku ?”, jawabnya menantang.

“Oh…, pantas ! Kalau anda seorang polisi sedangkan saya cuma ustadz yang tidak tahu peraturan lalulintas. Anda seorang polisi yang sangat ahli dalam aturan dan bertanya tentang kesalahan, berarti saya yang gila karena berani menegur pak polisi yang jagonya peraturan”, dengan nada yang sangat keras. “Kalau anda menawarkan urusan di kantor anda, maka saya yang gila ini menawarkan kita selesaikan urusan ini di kantorku !”, lanjutku sambil menunjuk ke arah Ponpes Al-Mushlih yang memang tepat di seberang jalan tempat kami berada.

“Ya, sudahlah……… ! malu dilihatin orang (dan memang pengunjung rumah makan mulai mengarahkan panfangannya ke kami yang berada di sampingnya)…!’, katanya sambil berusaha ‘kabur’. Akupun semakin terpancing, karena maksudku untuk menyadarkannya belum sampai. Maka iteriku kusruruh turun yang sejak tadi masih berada di atas sepeda motor, lalu ku kejar dia yang telah cukup jauh karena kendaraanya dipancu cukup kencang.

Dan………., buk ! Mungkin karena terburu-buru, saat belok kiri ke arah Johar berusaha mendahului kendaraan lain dari sebelah kiri, tidak sadar atau mungkin tidak tahu bahwa ada lubang cukup dalam, dan diapun terjatuh tertindih sepeda motornya yang terguling…………………………

Melalui tulisan ini aku ingin meyampaikan permohonan maaf (karena aku tidak mengetahui alamat tinggal maupun kantor pa polisi itu). Aku bentak-bentak beliau bukan karena benci polisi, tetapi ingin memberi kesadaran (karena aku merasa usiaku jauh lebih tua dari pa polisi tersebut) kepada oknum-oknum yang secara tidak sadar atas tindakannya itu dapat merusak citra polisi, aparat yang mengemban tugas mulia. Wallahu a’lam.

Posted in Akhlak, Hikmah, Insiden, Karawang, Kepribadian, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Musibah, Polisi, Sepeda Motor, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , | 1 Comment »

Cilaka 12

Posted by gunawank pada Desember 30, 2011

Cialaka dua belas adalah ungkapan yang sangat populer di lingkungan orang sunda (cilaka = celaka) yang biasanya diungkapkan oleh seseorang yang berada dalam kondisi bahya, merugi, salah, kurang/tidak baik dan sejenisnya. Sebagai contoh:

  • Cilaka 12 euy, lagi asik-asik nyontek eh ketahuan sama pak guru !
  • Waduh cilaka 12 ! PR tentang serba 11 saja belum dikerjakan, sudah datang lagi PR serba 12.
  • dan lain-lain….. (jangan banyak-banyak contohnya, nanti ulangan nilainya 100 semua).

Karena termasuk ungkapan yang turun temurun sejak zaman nenek moyang dan merekapun tidak pernah memberikan penjelasan, sehingga sulit dibuat defisi yang benar-benar tepat. Oleh karena itu sah-sah saja jika ada pendapat yang mencoba menjelaskan maknanya, seperti apa yang akan aku kupas dalam tulisan ini. Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Artikel Islam, Hikmah, Ibadah, Iman, Islam, Kiamat, Muslim, Renungan, Serba serbi, Tasawuf, Tips | Dengan kaitkata: , , , , | 4 Comments »

Ilmu Kekebalan Tubuh Yang…..Paling Kebal !

Posted by gunawank pada Desember 11, 2011

Sebelum masuk kepada materi, baiknya kita samakan persepsi terlebih dahulu. Ilmu kekebalan tubuh yang dimaksud di sini adalah ilmu yang menyebabkan pemiliknya tidak mempan senajata, baik senjata tajam maupun senjata api, sebagaimana yang kita temukan pada kisah-kisah JAWARA tempo dulu seperti kisah Si Pitung, Si Jampang dan lain-lain.

Ilmu kekebalan yang saya miliki ini benar-benar aku peroleh dari orangtuaku sendiri dan sungguh akan aku berikan dengan cuma-cuma alias gratis tanpa dipungut biaya semilyarpun (kecuali kalau mau ngasih, ya pasti aku akan sangat berterima kasih) kepada sahabat-sahabat bloggerku, khususnya dan untuk semua pengunjung dan pembaca setia maupun tidak setia (maksudnya cuma selewat-selewat gitu, lho !). Baca entri selengkapnya »

Posted in Do'a, Hikmah, Kisah, Kisah Nyata, Kisahku, Pelajaran, Renungan, Serba serbi | Dengan kaitkata: , , , | 12 Comments »

Bahaya Tulul Amal atau Menunda-nunda Untuk Beramal

Posted by gunawank pada Januari 12, 2011

Salah satu sikap yang dapat mengakibatkan bermalas-malasan dalam melakukan taat kepada Allah Swt adalah tulul amal, yaitu suka menunda-nunda kebaikan, mengulur-ulur waktu untuk berbuat amal, terlalu banyak pertimbangan dalam beramal, dengan alasan berbagai macam: sibuk, belum sempat, masih muda, masih ini, masih itu dan lain sebagainya.

Seperti kata seseorang: Nanti kalau sudah dapat pekerjaan, saya akan banyak shadaqoh, rajin berjamaah, rajin menghadiri pengajian dan lain-lain. Tetapi setelah dapat pekerjaan….nanti kalau sudah menikah, setelah menikah …. nanti kalau punya anak, setelah punya anak …nanti kalau anak sudah besar, …nanti kalau sudah pensiun, nanti kalau sudah tua, dan seterusnya dan seterusnya.

Baca entri selengkapnya »

Posted in Akhlak, Fenomena, Hikmah, Hot Topic, Ibadah, Islam, Opini, Serba serbi, Tasawuf, Tips, Topic Hot | Dengan kaitkata: , , , | Leave a Comment »